
Happy Reading
*
*
*
"Sal.. " panggil Aurora
Salsa menghentikan langkah kakinya, "kenapa ra?? "
"Lo tunggu disini jangan kemana-mana,..." pinta Aurora.
"Iya ra. " sahut Salsa
Aurora masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu.Salsa menunggu Aurora tepat di depan pintu.
"Gue kira lo pergi... " ucap Aurora setelah selesai membuang hajatnya.
"Gak kok. " ucap Salsa tersenyum lugu.
"Kuy balik... "
Keduanya berjalan beriringan menuju tempat yang lainnya berkumpul. Selama perjalanan keduanya berada dalam mode hening tanpa ada obrolan. Aurora yang memang tidak ada hal yang ingin dibicarakan sementara Salsa ingin sekali mengajak Aurora mengobrol agar lebih akrab namun ia tak berani memulai.
"Gimana hubungan lo sama Aland,? " tanya Aurora
"Em.. baik kok. "
"Iya sih, kalau dilihat kalian makin romantis aja. " sahut Aurora
Salsa hanya tersenyum tipis, " kamu juga kok sama Elano. "
Aurora memberengut saat mendengar ucapan atau lebih tepatnya pujian dari Salsa, " gue sih sama dia emang suka gitu, gak ada romantis-romantisnya, dia cowok kaku dan nyebelin. "
"Tapi kalian cocok. "
"Terserah deh..kedapur dulu, gue mau ambil minum. " ucap Aurora yang dibalas anggukan oleh Salsa.
Aurora berjalan menuju lemari es untuk mengambil minuman dingin karena malam ini cuaca terasa panas. Saat membuka lemari es Aurora mengambil sebotol minuman bersoda, namun pandangannya tertuju pada botol bir disana.
"Bir?? apa mereka suka minum-minuman kaya gitu?? " batin Aurora
Walaupun hanya terdapat dua botol namun dilihat dari mereknya itu adalah bir mereka terkenal dan sedikit mahal.
"Ada apa? " tanya Salsa membuat Aurora terperanjat kaget.
"Ohh.. gak papa. "
Aurora mengajak Salsa kembali ke tempat mereka tadi. Pikiran Aurora tertuju pada bir tadi. Jika ada disini berarti mereka sering mabuk-mabukan dong?? Aurora akan menanyakan soal itu nanti. Jika benar Elano melakukannya maka Aurora tidak segan akan menghukum lelaki itu!
*
*
Disisi lain para lelaki tengah membicarakan hal penting, sesekali mengecilkan suara agar tidak terdengar oleh dua gadis yang tengah pergi ke toilet.
"Ya intinya gitu... "
"Hati-hati sih, dia bukan lawan yang sembarangan. Kalian tau kan dunia bawah kaya apa, sangat berbahaya coy.. " ucap Karel yang diangguki oleh yang lain.
"Bener, ibaratnya dunia bawah tempat para penjahat bersarang mencari mangsa untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya. Penjualan senjata dan obat-obatan sering terjadi disana bahkan bisa dibilang wajar. Gue yang spek rebahan bisa apa?? " ucap Dava terkekeh pelan.
"Makanya gerak, cowok kok hobby rebahan gak elit banget.. " sindir Karel
"Jangan asal njeplak ente ya.. gini-gini kalau tarung sama lo, bakal babak belur lo sama gue.. " ejek Dava
"Halah.. lawan dua anak Xanderrior aja udah ngos-ngosan. " ucap Karel sengit.
"Lo ga-"
"SROP!! "
"Stop maksudnya." Jaka menepuk mulutnya karena typo.
"Belibet banget mulut lo Jak." sahut Sagara
"Otak gue sampe ngeloading dulu njir..." sahut Karel
"Yaelah sorry ."
Disisi lain Radit dan Stefano sudah sampai di basecamp,mereka memarkirkan motornya di depan kemudian berjalan masuk.
Mereka yang merasakan kehadiran seseorng langsung menolehkan wajahnya kearah pintu yang terbuka,munculah Radit disusul dengan Stefano di belakangnya.
Sagara berdiri dan menyambut keduanya,mempersilahkan keduanya untuk duduk.
"Sorry lama. " ucap Radit
"Santai aja, gimana keadaan kakak lo fan?? " tanya Karel pada Stefano yang sudah duduk di dekat Sagara.
"Masih belum sadar. " jawabnya.
"Lah kok? "
"Kata dokter pukulan di bagian tengkuknya terlalu keras hingga menyebabkan beberapa syaraf yang mengalirkan darah ke otaknya sedikit terganggu.. tapi gak terlalu parah banget.. " jawab Stefano
"Ohhh... "
"Gue juga kaget dengernya dari suaranya aja keliatan kenceng banget.. gak main-main tuh cewek mukulnya.. " sahut Dava
"Bener gue yang jauh aja bisa denger suaranya debughh nya.. " sahut Jaka yang memang waktu itu ia berjarak sekitar 20an meter dari lokasi agar lebih leluasa menghajar lawannya.
Setelah perkataan dari Jaka kini mereka berada dalam keheningan yang hakiki. Entah apa yang sedang mereka pikirkan.
"Elano!! " panggil Aurora dari arah belakang, membuat semuanya menoleh kearah gadis itu.
"Apa? " Elano menaikan sebelah alisnya bertanya.
Aurora berdiri di depan Elano yang tengah duduk santai di sofa singel dengan ponsel di genggamannya, Aurora berkacak pinggang.
"Kamu minum ya?? " tuduh Aurora
Salsa yang berjalan di belakang Aurora kini mendekati Aland dan duduk disamping lelaki itu dengan tenang. Salsa tersenyum saat Aland mengelus pucuk rambutnya.
Kembali kearah Aurora yang menatap Elano dengan tatapan menuntut jawaban. Semuanya yang melihat hanya diam menyaksikan, mereka sedikit kepo bagaimana cara seorang Elano menghadapi beruang betina.
"Elano jawab.. "
"Minum apa?? aku gak lagi minum. " jawab Elano santai
"Ada dua botol bir di kulkas, kenapa bisa ada disana?? "
"Kalau minum kenapa kalau gak juga kenapa? " bukannya menjawab Elano justru bertanya pada Aurora.
"Jawab pertanyaanku dulu!! kamu minum???! " tanya Aurora menuntut.
"Gak, itu punya anggota lain. " jawab Elano santai
"Serius? gak bohong?? "
"Gak sayang, tanya aja sama Sagara. " ucap Elano menekan kata 'Sayang' yang membuat Aurora memalingkan wajahnya.
"Bener gar?? " tanya Aurora pada Sagara
Sagara mengangguk, "bener, Elano udah jarang minum semenjak balikan sama lo. " jawabnya
"Denger kan? "
"Awas kalau kamu minum kaya gitu, apalagi sampai mabuk. " peringatan Aurora
"Gak akan, kecuali karena alasan kamu aku minum. "
"Hah,aku? "
"Aurora duduk! " Arsen menarik tangan adiknya agar kembali duduk disampingnya. Arsen rasa ucapan Elano sedikit sensitif untuk perempuan, lelaki pasti paham maksud dari ucapan Elano tadi.Aurora pasrah saat tangan ditarik untuk duduk oleh abangnya. Setelah itu suasana menjadi hening kembali.
Aurora mengeryit bingung saat merasakan atmosfer seperti ini, ia sedikit tidak nyaman dengan keterdiaman mereka. Aurora menatap orang yang berada disana, pandangannya jatuh pada Elano yang memejamkan matanya.
"Ada apa sih?? " cicit Aurora
"Radit sama Fano udah balik?? gimana keadaan kakak lo yang brengsek itu?? masih selamat kan?? gak mati kan?? sumpah tadi gue mukul tuh orang pakai kekuatan penuh, gue gak mau dipenjara kalau sampai buat orang mati... " tanya Aurora berurutan seperti rel kereta api.
"Dia baik-baik aja " jawab Stefano
"Syukurlah.. " lega Aurora
Setelah itu suasana kembali hening. Ada apa dengan orang-orang ini?? Aurora tidak suka suasana hening seperti ini!!
BRUGHH
Aurora menendang kaki meja didepannya kemudian berdiri menatap semuanya dengan tatapan datar. Jika mereka ingin serius makan ia bisa lebih serius.
Mereka terlonjak kaget saat Aurora menendang meja, cukup kencang beruntung tidak ada makanan atau minuman disana jika iya pasti akan berceceran.
"Sebenarnya ada apa sih?? "
"Gue udah nolongin kalian semua dari perkelahian tadi, gue kira kalian udah baikan ternyata masih belum ya?? gue cuma pengin kalian kembali bersama kaya dulu, apa itu susah??? semua bukti udah ada, masih kurang meyakinkan?? Stefano udah maafin Elano, kenapa masih aja canggung??! " bentak Aurora, dirinya merasa sia-sia berusaha mempersatukan mereka kembali.
"Jawab ken-"
"Bisa diem gak sih lo!!! jangan sok tau! " sentak Aland yang membuat Salsa yang disampingnya sedikit terlonjak kaget.
"Jangan bentak Aurora " peringat Elano pada Aland
"Maaf gue emang sok tau. " lirih Aurora kemudian kembali duduk.
"Itu lo sadar! " balas Aland
"Aland.. " peringat Elano rendah, dingin dan datar.
Stefano menghela balas sejenak sebelum memulai berbicara, "bergabung setelah beberapa tahun berpisah itu gak semudah apa yang lo katakan. Semuanya sudah berbeda entah itu pola pikir maupun kebiasaan. Disini gue sebagai kakak dari alm. Diva sekaligus adik dari bang Steven, gue minta maaf atas kejadian beberapa tahun lalu. Akan gue perjelas, memang buka Elano yang bunvh adik gue. Seandainya gue bilang sejak dulu mungkin gak akan sampai separah ini.... " terang Stefano menundukkan kepalanya.
"Gue udah maafin Elano, gue juga udah dapet bukti untuk memenjarakan abang gue dari Aurora, dia yang selama ini bantu gue untuk membuat bang Steven bertanggungjawab atas kesalahannya. Gue harap kita bisa berkumpul seperti dulu lagi... " lanjut Stefano
Jaka yang berada disamping Stefano mengusap dan menepuk punggung lelaki itu untuk berhenti menyalahkan dirinya sendiri. Bagaimana pun itu sudah berlalu.
"Aland.. gue harap lo mau bergabung kembali. " pinta Stefano
Aland tak merespon, Salsa yang berada disamping lelaki itu menggenggam tangan Aland dengan lembut. Salsa tau Aland lelaki yang tidak mudah percaya dan sulit untuk memaafkan.
"Hmm" dehem Aland yang disambut tepuk tangan oleh Dava.
"Akhirnya gue bisa satu circle sama Karel HAHAHAHA... " tawanya semangat.
"Segitu ngefansnya lo sama gue?? gue emang ganteng dan baik sih jadi gak heran.. " sahut Karel
Karel berdiri menyambut uluran tangan dari Dava dan melakukan pelukan ala lelaki, jangan kalian pikir selesai begitu saja tentu saja ada ocehan unfaedah dari mereka.
Aurora yang melihatnya tersenyum manis dan memeluk Arsen, " bang Rara seneng tau.. " ucap Aurora
"Abang juga. " mencium pucuk kepala adiknya gemas.
"WELCOME BACK GUYSS.. " sambut Sagara yang dibalas tepukan pada bahunya oleh Jaka.
Salsa juga tak kalah senang, ia langsung memeluk Aland dan dibalas langsung oleh lelaki itu, "makasih." bisik Salsa
Radit dan Stefano juga saling berjabat tangan ala lelaki untuk merayakannya.
Sementara Elano yang merasa diasingkan memutar bola matanya malas, semuanya berpasangan sementara dirinya?? punya kekasih malah meluk orang lain🤨walaupun kembarannya sendiri tetap saja ia cemburu.
Elano memang terlihat biasa saja namun hatinya juga sedikit menghangat, masalah perlahan sudah mulai bisa diselesaikan. Namun, ini baru awal, Elano selalu waspada untuk yang akan datang.
*
*
*
Yeayyy🤙
Jangan lupa tinggalkan jejak, like, vote, coment, dan beri hadiah.. Folow juga 😉
Double up?? 👇
See you