AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
58# Dia



Happy Reading


🍇


🍇


🍇


Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, para anggota Delvanderr langsung bersiap-siap untuk menuju lokasi.



"Semua sudah siap???!! " teriak Karel


"Siappp!! "semua anggota bersorak ..


Mereka segera menyalakan mesin motornya masing-masing kemudian melajukannya beriringan bersama yang lain.


Sementara posisi Elano berada di paling depan sendiri yaitu sebagai seorang ketua.


Mereka menempuh jalan menggunakan jalan alternatif sehingga tidak akan menggangu para pengemudi lain, seperti di jalan raya utama.


Hanya butuh waktu sekitar 15 menit di perjalanan mereka telah sampai di sebuah warung di pinggir jalan. Elano terlebih dahulu turun untuk menyapa sangat pemilik warung.


" Aa-ada apa ini??? " ucap sang pemilik warung dengan ekspresi takut.


Pemilik warung tongkrongan dengan menyediakan makanan seperti nasi goreng dan kopi atau gorengan itu terlihat sudah berumur.


Elano yang mengerti ketakutan sang kakek pemilik warung kecil itu pun berjalan mendekati nya.


"Permisi kek, saya sama teman saya mau menitipkan motor disini apa boleh.?? " ijin Elano dengan ramah.


"Ta- tapi .. "


"Kakek tenang saja kami bukan orang jahat, jadi kakak tidak perlu khawatir dengan hal itu. " ucap Elano meyakinkan.


"Apa boleh?? " tanya Elano sekali lagi.


"I-iya bo-boleh silahkan.. "


Kakek itu berkata seperti masih ragu namun karena dipersilahkan Elano pun langsung menyuruh semua anggota untuk memarkirkan motor dengan rapi dan tertib.


"Parkiran dengan rapi!! "


"Siap!! "


Elano kembali menolehkan wajahnya kearah kakek yang berada di depannya, kemudian merogoh saku celananya.


"Karena kakek sudah baik dan mengizinkan kami menitip motor, ini ada sesuatu dari kita buat kakek. "


Elano menyerahkan sebuah amplop yang memang sudah sengaja ia siapkan untuk hal ini. Kakek itu menerimanya dengan tangan bergetar.


"A-apa ini nak? " tanya kakek itu.


Elano hanya tersenyum kecil dan tak menjawabnya, membuat sang kakek penasaran dan langsung membukanya.


Terlihat didalamnya terdapat uang yang lumayan banyak, jika dihitung bisa mencapai lima jutaan. Sang kakek tersentak kaget melihat nya kemudian langsung menyerahkan kembali uang itu pada Elano, namun Elano menolaknya.


"Saya tidak mah nak, say-"


"Saya borong semua dagangan kakek. " potong Elano dengan cepat.


Semua anggota bersorak senang mendengarnya.


"Bener kek, Terima aja ya kek, kita anak yang baik kok. " ucap Karel tersenyum ramah pada kakek itu.


"Nama kakek siapa? " tanya Dava yang ikut mendekat.


"Parjan." jawab kakek itu.


"Ohh kakek parjan, saya Dava kek, Dava yang ganteng seperti Jungkook. " ucap Dava mengpede.


"Halah.. lo mah Jongkok aja Dav!! " sahut Karel


"Syirik aja lo. "


Elano yang melihat perdebatan itu hanya menampilkan ekspresi datar, " kakek Terima ya, setelah urusan kita selesai, kita langsung kesini dan makan di warung kakek. " ucap Elano


"Ma-makasih ya nak, semoga kalian tetap sehat dan dilimpahkan rezekinya. " doa sang kakek.


"Amminnnn!! " sahut semua orang kompak.


"Kek do'ain Dava semoga cepet dapat jodoh ya. " ucap Dava yang di balas anggukan oleh kakek Parjan.


"Saya juga kek! " teriak Karel


"Bukannya lo udah punya doi?? " tanya Jaka


"Siapa? belum anjir! " ucap Karel


"Si Jovanya mau dikemanain, hmm?? " tanya Sagara


"Ohh.. tapi gue sama Vanya cuma temen dari kecil sih, gak ada yang lebih. " balas Karel


"Bisa aja friendzone. " sahut Stefano


"Kalau lo sama Celline kan?? " tanya Sagara


"Ogah!! "


Saat tengah asik berbincang-bincang terdengar suara deru motor yang datang ke arah mereka.


Arsenal datang bersamaan dengan Radit dan langsung disambut dengan mereka.


"Itu Arsen sama Radit. "


"Tumben barengan. "


"Gue ketemu Arsen tadi dijalan yaudah jadi kesini bareng. " jawab Radit


"Habis ngapain Sen?? " tanya Aland


"Habis diintilin adek gue. " jawab Arsen singkat sambil duduk diatas motornya.


"Adik siapa? " tanya Dava


"Aurora lah siapa lagi!!! " teriak Karel sambil menepuk pundak Dava membuat lelaki itu tekejut.


Jaka yang langsung konek dengan ucapan Dava langsung melotot, " jorok banget lo! "


"Ngeres banget otak lo Dav. " ucap Sagara ikutan.


"Yaelah, kalian juga kalik. " ucap Dava memutar bola matanya malas.


"Kenapa sama Aurora ?? " tanya Elano


Arsen menatap kearah Elano, " dia mau ikut sama gue, tapi udah gue cegah. " jawab Arsen


"Bagus." ucap Elano


"Tapi gue gak yakin, karena adik gue itu orangnya suka penasaran. " ucap Arsen


Mendengar perkataan Arsen, membuat Elano langsung mengecek ponselnya yang ia silent, dan ternyata benar gadis itu menelponnya hampir sepuluh kali.


"Aurora nelpon gue tadi. "


"Tuh kan bener. " sahut Arsen memijat pelipisnya.


Yang lain ada yang tengah duduk santai dan ada juga yang memesan minuman ke warung pak Parjan. Mereka bebas memesan karena memang Elano yang sudah memborong semuanya.


"Guyss!!! kumpul semua!! " teriak Sagara


"Ada apa?? " tanya Aland


"Geng Xanderrior udah otw ke jalan Lintas Selatan, bentar lagi sampai! " ucap Sagara


" Kita jalan kesana sekarang!! " perintah Elano yang langsung diangguki oleh semua orang.


Elano berjalan di depan bersama Radit, " Lo lari ke depan, cek kondisi. " perintah Elano


"Oke! "


Radit berlari lebih cepat kedepan, namun baru saja beberapa langkah lari ponsel disaku celananya bergetar, membuatnya memperlambat larinya.


"Aurora?? "


Radit langsung mengangkatnya dengan terburu-buru, ternyata gadis itu menanyakan keberadaan Arsen.


"Tunggu!! kenapa lo kedengeran ngos-ngosan? lo lagi ngapain emang?? "


"Bukan apa-apa ra, gue tut-"


"Ayo cepat jalannya, Xanderrior sedang menuju jalan lintas Selatan,jangan sampai kita telat. "


Terdengar suara teriakan Karel membuat Radit berdecak kesal, tanpa menunggu persetujuan dari Aurora, Radit langsung mematikan panggilan telepon.


Radit menatap lurus kedepan dan belum ada geng Xanderrior. Namun bertepatan dengan itu tak lama terdengar suara derum motor yang memekakkan telinga.


"Mereka datang. " gumam Radit


Para anggota Xanderrior yang sudah sampai di lokasi langsung terdengar ditelinga bagaimana suara bising knalpot yang memekakkan telinga.


Brummm!


brummm! brummm!


Elano yang melihatnya langsung berlari kencang kedepan menyusul Radit begitu pun dengan yang lainnya.


Jordan sang wakil sekaligus tangan kanan ketua langsung turun dari motor dan berjalan mendekati Radit yang berdiri sendiri disana.


"Mana anggota lo?? takut?? " ejek Jordan


Radit yang mendapat pertanyaan itu berusaha terlihat biasa saja, " ada, kenapa?? bukannya lo yang takut ? " sindir Radit


Jordan yang memang mudah terpancing emosi pun langsung menarik kerah baju milik Radit, " jangan banyak bacot! mana ketua lo yang sok jagoan itu!! " sentak Jordan dengan mendorong tubuh Radit dengan keras.


Untung saja Radit bisa menyeimbangkan tubuhnya, jika tidak maka ia akan tersungkur ke atas tanah.


"Lo cari gue?? " ucap Elano berjalan menuju kearah mereka, diikuti anggota yang lainnya.


"Gue kira lo bakal takut, Siap-siap kalian semua bakal kalah!" ucap Jordan sinis.


"Kalah gak tuh hahahah.. " ejek anggota Xanderrior bersorak ramai.


Elano dan yang lainnya terdiam tak menanggapi ejekan yang keluar dari mulut mereka.


"Pasti kerjaan kalian kan sampai sebagian anggota gue masuk penjara?!! kurang ajar!!" geram Jordan


"Bacot lo!! mana ketua kalian yang pengecut itu hah?!! " teriak Aland yang sedari tadi mengepalkan tangan berusaha menahan emosi.


"Wah... Aland, ternyata lo gabung sama mantan sahabat lo , tapi tetap aja kalian bakal habis malam ini. " ucap Jordan


"Yaelah ketangkep polisi karena apa yang disalahin siapa, bego banget. " sindir Jaka


"Biasanya cuma bacot doang lo!! nanti kalah nangessss.... " ejek Dava


"Nangis kaya cewek hahaha... " sahut Karel


"Serang!!! "


Perkelahian pun terjadi dengan masing-masing anggota Delvanderr menyerang dua orang anak Xanderrior. Jika dihitung memang jumlah anggota Xanderrior jauh lebih banyak malam ini, padahal biasanya tidak.


Mungkin karena ada ketuanya.


Elano dan Arsen masih berdiam diri ditempatnya, namun pandangan mereka berdua tertuju pada satu orang orang yang masih duduk santai diatas motornya.


"Dia? " tanya Arsen dengan pandangan lurus kedepan.


"Hmm.. "


Elano berjalan mendekati sosok diatas motor itu dengan santai. Setelah sampai di depan orang itu keduanya berhadapan saling menatap satu sama lain. Karena lelaki itu memakai sebuah masker dan topi hitam membuat Elano hanya bisa menatap matanya saja.


"Nice to met you Elano. " ucap lelaki itu menegakkan tubuhnya dan berjalan mendekati Elano.


🍇


🍇


🍇


Like, vote, coment dan beri hadiah-hadiah


see you!!