
SELAMAT MEMBACA!
*
*
*
Seperti hari-hari sebelumnya, sesampainya di rumah gadis ini langsung saja melemparkan sepatunya kesembarangan arah kemudian berjalan menaiki tangga dengan terburu-buru.
"Hey hey!! Letakkan sepatunya dengan benar!! " peringat oma yang sudah pulang dari Bandung.
Oma dan Opaaa Aurora selama 3 minggu kemarin memang pergi untuk menengok anak ke-2 nya atau adik dari papah Aurora.Bisa dikatakan mereka menginap disana.
Aurora yang baru saja berlari menaiki beberapa tangga sontak membalikkan badannya melihat oma nya yang sudah pulang kemudian kembali menuruni tangga.
"Oma kapan pulang??! " kaget nya
"Tadi pagi, benerkan letak sepatunya! Jangan dilempar kesembarangan arah! " perintahnya menatap Aurora galak.
"Hehe iya oma. "
"Setelah mengganti pakain segeralah turun kebawah untuk makan,ada seseorang yang akan makan bersama kita." ucap oma
"Siapa oma? "
"Sudah kamu mengganti pakaian dulu!Oma dan mamahmu sedang menyiapkan makanan. "
"Oke oma! "
Aurora kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya, entah siapa tamu yang oma nya maksud. Padahal setelah membersihkan diri niatnya Aurora akan melanjutkan belajar sebelum makan siang. Seperti biasa jiwa rajinnya sedang meronta-ronta. Aurora aka Claudia memang sangat kompetitif jika sudah menyangkut nilai ujian.
Setelah selesai mengganti pakaian, Aurora keluar dari kamar namun terhenti saat dikamar abangnya terdengar suara gruduk- gruduk. Aurora berjalan dan mengintip celah pintu yang sedikit terbuka.
"Woy anjir siapapun jauhin gumpalan kentut ini dari kamar gue!!! " teriak Arsen sambil berdiri diatas ranjang.
"Anjir husss hussss... pergi!! "
"Eliooooo dimana lo hah!!!Ini pasti ulah lo kan?!!!" teriak Arsen mengembara di seluruh ruangan.
Aurora melihat apa yang dimaksud 'gumpalan kentut' itu, kemudian mengeryit bingung, apa yang Arsen maksud adalah kucing berwarna abu-abu bercampur putih itu??
Meong meonggg..
"Anjir! Jangan naik lo!! Gue timpuk pakai bantal kalau sampe lo naik!! " teriak Arsen sambil memegang bantal bersiap.
Kucing itu justru menggeliat di lantai dengan imutnya, apa tadi 'gumpalan kentut' katanya?? Bagaimana bisa kucing imut seperti itu disebut gumpalan kentut!!
Aurora melotot saat abangnya bersiap melemparkan bantal kearah kucing kecil nanti imut itu.
"Stop bang!! " cegah Aurora berlari mencegahnya.
"Bawa! Bawa pergi gumpalan kentut itu!! Woy cepetannnn! " peringat Arsen histeris
Aurora membopong kucing imut itu, "ululuh imut kaya gini dibilang kentut, jahat bener kamu bang.. "
"Bacot anjir! Jauhin hewan itu dari kamar gue! " peringat Arsen
"Ck.iya."
"Udah gak usah takut bang, kucingnya udah aman digendongan Aurora juga. " decaknya
Arsen turun dari atas ranjang, menatap kesal kucing yang berada di gendongan Aurora kemudian bergidik geli.
"Kucing siapa ini bang? Kok bisa ada disini? "
"Siapa lagi kalau bukan anak nakal itu!! Dia pasti ada disini sekarang. " ucap Arsen malas
"Siapa? "
"Elio lah siapa lagi! "
Aurora mengeryit, siapa Elio?? Kenapa ia tidak pernah mendengar nama itu. Dilihat dari kejadian ini Aurora tebak type orang yang sangat jahil.
Prak!
Aurora dan Arsen tersentak kaget saat figura diatas meja terjatuh, dilihat siapa pelakunya , seekor anak kucing tengah berjingkrak-jingkrak diatas meja nakas. Aurora melihat sekitar yang tiba-tiba terdapat banyak sekali kucing kecil maupun besar disini.
"As*!! " Arsen kembali berjingkrak menaiki kasur.
"Kenapa jadi kaya peternakan kucing? " gumam Aurora
"Ekekekekee... "
Aurora menolehkan pandangan kearah pintu kamar, disana terlihat anak kecil tengah terkikik geli sambil mengeluarkan anak kucing lagi dari dalam kandang kecil berjeruji.
"Elioooo!! " geram Arsen
Anak itu terlihat bahagia ketika mengerjai Arsen. Arsen memang tidak menyukai hewan satu ini. Menurut cerita yang pernah mamah Aurora ceritakan, Arsen waktu kecil pernah dicakar oleh kucing dibagian wajahnya hingga berlumuran darah. Karena itu dia sedikit mengalami trauma dan membenci hewan itu.
Sebenarnya menurutnya, hewan tidak akan menyerang manusia jika mereka tidak diganggu. Jika sampai dicakar berarti abangnya sendirilah yang sudah mengusik mereka. Aurora terkekeh.
"Hey kamu! "
"Iya kak Lala? "
"Lala? "
"Iya kak Aulola, kak Lala. Lio tidak bisa belkata ellllllllrrr.. " ucapnya berusaha mengatakan huruf R namun sulit.
Astaga lucunya!!! Aurora gemas melihat bocil itu ketika mulutnya mengerucut sambil berusaha mengatakan huruf R.
"Dasar cadel! " ejek Arsen
"Alah bang Alsen ejek Lioo lagi, nanti Lio bawa semua kucing Lio ke kamal bang Alsen! " ancam nya
"Heh! Bocil! Awas kalau lo berani bawa hewan jelek lo kesini lagi!! "
"Wleee Lio ga pelduli! " ejek Lio menjulurkan lidahnya
"Awas lo! "
"Lio ga kasihan, Lio seneng bisa ngeljain bang Alsen. " ucapnya polos
"Bocil nakal!! " teriak Arsen geram
"Masukin lagi yuk kucingnya, mau lomba gak sama kak Lala? " tawar Aurora
"Lomba apa kak? "
"Emm.. lomba menangkap kucing kemudian memasukkan nya lagi kedalam kandang, nanti yang paling banyak adalah pemenangnya, Lio mau? "
"Lio mau!! " ucapnya girang
Aurora menghitung mundur dari angka 3 , setelah itu keduanya langsung berlari kesegala arah untuk meningkap anak kucing itu. Sementara Arsen memantaunya diatas ranjang. Untung saja ranjangnya tinggi sehingga anak kucing itu tidak bisa menaikinya.
Aurora sudah menangkap sekitar 5 anak kucing, sementara Lio baru saja menangkap 3.
"Lioo itu di dekat jendela!! "
Berhasil mereka sudah mengumpulkan 9 anak kucing.
"Udah semua kan? "
"Belum kak Lala, masih ada satu lagi yang induk belum ketangkep. " ucapnya
Aurora mengedarkan pandangan mencari induk kucingnya, matanya menajam ketika melihat sesuatu di atas ranjang abangnya itu. Terlihat berwarna putih hampir menyatu dengan selimutnya.
"Bang itu dibelakang lo apaan? " tanya Aurora
Arsen melihat kearah yang dimaksud kemudian, melotot ketika melihat seekor kucing besar tengah menggulung kan tubuhnya disana.
"Oh s**t!! "
Lio, anak laki-laki itu berjalan kearah ranjang dan mengambil induk kucing berwarna putih itu kemudian memasukkan nya ke dalam kandang dengan mudah. Total ada 10 kucing disana.
"Apa anak itu membawa satu kampung kucing kesini?? " pikir Aurora
"Sudah kak! Lio bisa dapat lima kucing. "
"Kakak juga, berarti kita impas ya. " ucap Aurora
"Iya deh kak. " pasrahnya terlihat murung.
"Bantu Lio bawa kebawah yak kak. " pintanya yang diangguki oleh Aurora.
Aurora dan Lio keluar dari dalam kamar Arsen. Sementara sangat pemilik kamar tengah terduduk diatas sana sambil menghela napas kasar. Bocil satu itu memang sangat menjekelkan! Bagaimana tidak, setiap datang kesini pasti akan membawa kucing sekampung! Satu atau dua itu wajar, namun jika sudah lebih dari sepuluh itu sangat luar biasa!
Arsen menggeram marah dengan langkah kesal ia mengikuti dua manusia itu ke lantai bawah.
"Aurora!! " sapa seseorang padanya
"Iya? "
"Kamu apa kabar??Aduh makin cantik saja. " puji wanita itu
"Ah terimakasih tante. " sahut Aurora, entahlah siapa mereka yang Aurora tebak mereka adalah keluarga dari adik papahnya.
"Ayo sini makan!! Arsen sini!! " panggilnya pada Arsen yang sudah sampai dibawah.
"Tante! " decak Arsen
"Ada apa? "
"Lio nakal banget! Bawa anak kucing ke kamar Arsen! " adanya geram
"Hahahaha... anak itu selalu jahil jika denganmu. " tawanya yang justru membuat Arsen geram.
Akhirnya dengan terpaksa mereka makan bersama, termasuk Aurora yang terlihat sedikit canggung. Walaupun mereka selalu bertanya dan menyapanya namun Aurora tidak terlalu bisa merespon dengan baik.
"Lio mau tidul disini ya mah. " ucapnya
"Gak! Lo pulang sana! " sahut Arsen
"Husss.. kamu jangan seperti itu. " tergur mamah Sinta.
Aurora tersenyum tipis, mengalihkan pandangan kearah laki-laki yang sedikit mirip dengan papahnya. Dia adalah om Daniel atau biasa dipanggil om Dani.
"Kalian akan ujian besok ya? " tanya Oma
"Iya."
"Wah sebentar lagi kalian akan lulus SMA, semoga lulus dengan nilai terbaik ya.... " ucap tante Lita
"Aminnn... "
Setelah selesai makan, Keluarga kecil dari adik ayahnya pun pamit untuk pulang. Sebenarnya mereka kesini hanya untuk mengantar oma dan opa saja. Lio sedari tadi merengek ingin menginap disini namun ditolak oleh om Dani karena Lio harus sekolah besok pagi.
"Kak Lala! Lio akan kesini lagi kalau kak Lala menikah deng Bang El ya!! " teriaknya
Aurora tersenyum tipis, " Iya,"
Dasar anak kecil sudah tau kata menikah saja! Bagaimana jika nanti sudah besar.
"Dadah semuanyaaa!! Lio besok kesini bawa kucing Lio lagi ya bang Alsen! "
"Kemalin Lio balu beli kucing balu lohhh.. "
*
*
*
Anyeong!!
Bagaimana karakter Lio? gemes gak bayanginnya? sayang sekali Lio harus pergi ..
Btw kalian ada pobia apa aja nih? kalau author kecoa🤢
see you 😉