AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
56# Bergabung Melawan Xanderrior



Happy Reading


*


*


*


Setelah bertemu dengan Aurora waktu di perpustakaan Elano langsung pergi karena panggilan telepon dari Sagara.Elano sekarang tengah berada di bascame Delvanderr.


Mereka semua tengah berada di satu ruangan yang sama dengan para anggota lain yang memang sedang bermain di markas.


"Hal penting apa yang pengin lo bicarakan?? " tanya Elano


"Gue baru dapat pesan dari salah satu anggota inti geng Xanderrior, mereka ngajak kita tawuran nanti sore di jalan Lintas Selatan. " ucap Sagara


"Tolak. "


"Tunggu El , katanya yang mimpin geng Xanderior sekarang adalah ketua aslinya. "


Elano tersenyum miring mendengar nya,


" terima. "


"Lo yakin?? gue denger ketuanya kejam. " ucap Karel


"Kalau kita tolak bakal sama aja bukan? " tanya Elano


"Lagian kejam mana dengan pewaris tunggal keluarga Alister? "


Setelah Elano berbicara seperti itu semua orang yang berada di bascame langsung terdiam, tentu mereka lebih tau bagaimana kekejaman seorang Elano apalagi ketika marah semua akan di gasak sampai habis tak tersisa.Kelemahan sekaligus kekuatan Elano adalah emosi.


"Elanoooo...!! keluar lo!! "


Terdengar suara teriakan di luar bascame membuat semua orang yang berada di dalam bascame berlari keluar temasuk Elano.


Terlihat disana terdapat Aland dkk yang berdiri di depan markas Delvanderr.


"Ada apa?? " tanya Elano


"Gue dapat pesan dari geng Xanderrior kalau mereka nantang gue dan teman-teman gue termasuk Arsen. " ucap Aland datar


"Urusannya sama gue apa? " tanya Elano


"Apa geng lo dikasih pesan juga? " tanya Jaka


"Hmm." Elano menjawabnya dengan anggukan.


"Nah sip kita kesini mau bantu lo sama anggota geng lo. " ucap Dava


"Tunggu.. tunggu, tumben banget kalian mau bantu kita? pasti ada udang dibalik bakwan. " tuduh Karel yang memang tepat sasaran.


"Kalau udang dibalik bakwan mah enak buat dimakan. " sahut Dava


"Makan mulu, dasar otak udang! " seru Karel


"Lo otak batu! " sahut Dava


"Kalau kalian mau debat mending pergi dari sini. " ucap Elano dingin.


Keduanya langsung terdiam tak berani berucap.


"Karena mereka juga kasih pesan sama gue, jadi lebih baik kita semua bergabung bukan?? lebih banyak personil jauh lebih baik. " ucap Aland


"Oke."


"Gusyy kita dapat bantuan empat orang!!! jadi nanti kalian jangan serang mereka, paham??! " teriak Sagara mewakili Elano, karena memang biasanya Sagara yang selalu berteriak ketika menginstruksi para anggota.


"Siapp! "


"Selamat bergabung. " sambut Elano


Mereka semua saling bersalaman ala lelaki satu sama lain, sekarang giliran Stefano yang berdiri di depan Elano. Keduanya saling memandang satu sama lain.


Suasana yang tadinya sudah mencair kini menjadi tegang kembali karena dua lelaki itu. Mereka semua terdiam penasaran melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Thanks! "


Stefano yang tadinya menatap Elano datar kini bergerak maju memeluk Elano sambil menepuk kasar pundak Elano, seperti lelaki pada umumnya.


Elano membalas menepuk punggung Stefano kemudian keduanya melepaskan pelukannya.


"I have no problem with that. " jawab Elano


Semua orang yang berada dia sangat tercengang melihatnya, jelas semua orang tau bagaimana hubungan Stefano dengan Elano di masa lalu.


"Ka-kalian udah baikan? " tanya Sagara terkejut.


"Sejak kapan? "


"Gue udah maafin Elano. " ucap Stefano


"Bagaimana bisa??? " tanya Jaka


"Nanti aja gue ceritain setelah tawuran selesai. " ucap Stefano


Mereka semua mengangguk paham, Elano menyuruh semua orang untuk masuk ke dalam markas untuk membahas beberapa strategi dan keamanan selama tawuran terjadi. Sebagai ketua tentunya Elano selalu mempertimbangkan keselamatan para anggotanya.


Mereka semua duduk dengan leluasa di salah satu ruangan yang berada di bascame Delvanderr. Dengan posisi Aland dkk berada di sofa bersama anggota inti yang lain.



"Dia ada urusan sama Aurora, paling nanti Arsen nyusul kesini. " balas Dava


"Ohhhh... "


"Aurora sama Arsen? " tanya Elano


Semua yang berada disana terbatuk dengan sengaja, " cie yang denger nama Aurora langsung fast respon. " goda Karel


"Bener ada nama Aurora aja langsung gercep, dari tadi diem aja kaya patung. " ucap Dava


Elano hanya menatap mereka datar tanpa mengucapkan apapun lagi. Karena ia tahu jika Karel dan Dava disatukan dalam satu tempat maka mereka akan sangat rempong dan nyerocos terus-terusan.


"Kita bahas strategi untuk nanti. " ucap Aland


Semua orang yang berada di ruangan itu langsung memposisikan duduknya dengan benar untuk bisa mendengarnya.


"Gue cuma persen sama kalian, karena kalian tentu udah tau bagaimana cara Xanderrior menyerang, mereka bakal menggunakan senjata tajam jadi gue wanti-wanti kalian untuk tetap waspada. " jelas Sagara


"Dan satu lagi, kalian boleh bawa senjata tapi dengan satu syarat cukup keluarkan waktu darurat aja senjata itu hanya untuk jaga-jaga bukan untuk menyerang, paham? " ucap Sagara yang memang tahu tentang strategi perang untuk keamanan.


"Paham!!!. "


"Ada tambahan? "


"Gimana dengan Elano sama Aland?? "


"Gue cuma mau pesen kalian cukup lawan anak buahnya, biar gue sama Elano yang lawan ketua dan tangan kanannya. " tambah Aland


"Oke."


"Kalau lo Elano?? " tanya Sagara


Elano sedari tadi diam mendengarkan sembari bermain ponsel, Elano mendengarkan diskusi mereka namun pikirannya tengah terfokus pada satu gadis siapa lagi kalau bukan Aurora.


Elano tak tahu kenapa.


Elano meletakkan ponselnya di pangkuan kemudian memperbaiki posisi duduknya sambil menatap kesemua orang yang ada disana, rautnya wajahnya terlihat serius.


"Kita kesana bawa motor tapi kita gak bakal parkir langsung di lokasi kejadian. " ucap Elano


"Lah kenapa? "


"Ada salah satu anggota Xanderrior yang ditugaskan untuk mensabotase motor waktu kita berkelahi. " ucap Elano


Ucapan Elano sukses membuat semuanya diam.


"Terus kita parkir dimana? gak mungkin jalan kaki dari sini kan? " tanya Jaka


"Gak lah yakali jalan kaki, gue sih ogah! " sahut Dava


"Mana mungkin jalan kaki, sampai tempat kejadian langsung tepar dan kalah. " sahut Karel


"Udah diem, biarin Elano bicara. " ucap Stefano yang sedari tadi diam.


"Kita parkirkan motor di warung deket kejadian, habis itu ke TKP kita jalan, cuma 5 menitan. " ucap Elano


Semuanya mengangguk setuju, " tapi lo dapat info itu dari siapa?? " tanya Jaka


"Radit."


"Ohhhh... "


"Btw kemana bocah itu? tumben gak ikut lo. "


"Dia ikut, tapi langsung ke TKP. " jawab Elano


"Ohhh... "


"Ada yang tau ketua asli geng Xanderrior?? "tanya Aland


" Yang jelas bukan si Jordan, dia cuma tangan kanannya aja. " sahut Sagara


"Tau darimana? "


"Elano."


Aland langsung menatap kearah Elano yang sedang memegang alat benama vape yang biasanya digunakan sebagai pengganti rokok.


"Lo ngevape? " tanya Stefano terkejut.


"Kenapa? gue cowok normal. " jawab Elano santai.


"Wah parah walaupun bukan rokok tapi tetep aja kalau ketahuan sama Aurora berabe lo Elano.. " ucap Jaka


*


*


*


Haiii Hai Hai


Aku bakal Double Up nih...


Like, vote, coment dan beri hadiah yak....


See you!