AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
61# Mode Menyeramkan



Happy Reading


*


*


*


Setelah menyelesaikan pertengkaran kini semua anggota Delvanderr tengah berada di warung tempat mereka memarkirkan motornya. Dengan kondisi yang banyak pula lebam, para anggota langsung dipersilahkan duduk oleh pak Parjan pemilik warung.


"Aduh.. kenapa sampai lebam begitu nak. " ucap beliau bingung.


"Tadi habis dikejar tawon pak. " sahut Karel, jelas ia berbohong soal itu.


"Yasudah.. saya ambilkan baskom buat ngompres lebam nya. " beliau pamit pergi entah kemana.


Aurora berdiri sambil berkacak pinggang menatap kasihan para jantan disana. Aurora heran sok-sok an berantem tapi ujung-ujungnya meringis sakit juga.


"Aland kamu ada yang luka gak?? " tanya Salsa


"Pundak aku pegel gara-gara ditimpuk kayu. " adu nya


"Yaudah sini aku kompres pakai air ya, setelah itu diberi salep. " ucap Salsa perhatian.


"Makasih ya.. "


"Iya sama-sama. " balas Salsa tersenyum lembut.


Aland yang gemas langsung mengacak rambut gadis itu dengan gemas, sementara Salsa kesal karena rambutnya jadi acak-acakan.


Sementara para jomblo yang melihatnya hanya bisa berdecak kesal.


"Dunia terasa milik berdua ya, yang lainnya ngontrak! " sindir Karel


"Aku mah apa hanya butiran debu. "


"Iya deh yang udah baikkan, romantis nya bikin pengin punya pacar. "


"Kita mah hanya ngontrak disini ya hummm... "


"Berisik!! iri bilang! dasar jomblo! " sarkas Aland yang jengah mendengar ocehan mereka.


"Jomblo itu mahal. " sahut Dava sambil tertawa.


"Iya mahal, sampai gak laku-laku. " balas Karel tertawa terbahak-bahak.


"Lah bener juga ha-ha-ha.. "


Aurora yang melihat keromantisan kedua pasangan itu hanya bisa diam, walaupun sedikit kesal karena bermesraan di tempat umum. Apalagi banyak yang jomblo disini. Termasuk dirinya.. uh Aurora kan sudah punya Elano cmiw!


Btw tentang Elano, Aurora setelah sampai di warung ini ia tidak melihat keberadaan laki-laki itu. Kemana Elano? apa sudah pulang?


"Tapi motornya masih ada. " ucap Aurora saat melihat motor Elano masih terparkir di sana.


"Nagapai celingukan gitu,? " tanya Arsen


"Ohh itu, abang liat Elano?? kenapa gak ada disini?? " tanya Aurora


"Gak tau, ketinggalan mungkin. " jawab Arsen seadanya.


"Ohhhh... "


Aurora menatap wajah abangnya itu yang terdapat seperti bekas cakaran di pipi kanannya, tangan Aurora bergerak menyentuh pipi Arsen.


"Ini kenapa bang?? abang habis kecakar kucing?? " tanya Aurora sambil melihat bekas cakaran itu.


"Masa sih? kok gak kerasa. "


"Yaampun, ini sampai berdarah sedikit, emang gak ngerasa perih gitu?? " tanya Aurora


"Enggak."


"Yaudah sini duduk, biar aku obatin. " Aurora memerintahkan Arsen duduk di bangku warung.


Sementara Arsen tengah mengingat bagaimana bisa ia mendapatkan luka cakaran seperti itu??


"Apa karena waktu nahan Elano?" gumamnya


Aurora yang sempat pergi untuk mengambil alat seperti betadine dan hansaplast kini sudah kembali dan duduk di samping Arsen.


"Hadap sini bang. " perintahnya


Arsen dapat merasakan sebuah cairan terkena kulit pipinya dan langsung mendapatkan sensasi perih yang lumayan. Padahal tadinya ia tak merasakan apapun.


Dengan telaten Aurora membersihkan darah agar tidak ada kuman yang menempel, sampai pada tahap finishing yaitu pemberian hansaplast.


"Nah selesai. "


Arsen meraba pipinya yang sudah terpasang hansaplast disana, "makasih dek. "


Aurora tersenyum dan mengangguk, "sama-ama bang. " kekehnya.


Aurora kembali berjalan menuju anggota lain untuk memberikan obat agar mereka bisa mengobatinya sendiri.


Sementara Arsen juga mengecek kondisi para sahabatnya, " kalian gak papa kan?? gak ada luka yang serius? " tanya Arsen


"Pfftttt... "


"Kenapa lo nahan ketawa gitu? " tanya Arsen pada Dava dan Karel.


"Hahhaha.. anjir, lucu banget hansaplast nya. " tawa Dava


"Iya gambar hello kitty warna pink pulak.. " sahut Jaka


Arsen yang merasa ditertawakan langsung menyambar kaca yang tengah dipakai oleh Sagara yang sedang mengobati lebam di ujung bibirnya.


"Eh.. woii gue lagi ngo-"


"Pinjem bentar. " potong Arsen


Arsen langsung mengarahkan kaca itu kearah pipi bagian kanannya dan benar saja tertempel benda yang dimaksud Dava tadi. Arsen mengelus nya dan tersenyum tipis.


"Adek gue yang ngobatin. " ucap Arsen bangga.


"Haha.. udah gue duga. "


"Aurora mana? gue mau minta diobati juga ah.. " ucap Karel


"Jangan macam-macam!! obatin sendiri jangan manja! " tegur Arsen


"Yaelah posesif amat lo ahahhaha... "


"Kalian udah selesai ngobatinnya ? kalau belum sini biar aku bantu. " tawar Salsa yang kini menghampiri mereka bersama Aland.


"Thanks Sal.. kita udah selesai, lagian lo gak takut dia marah?? " tunjuk nya pada Aland


"Apa lo! " sungut Aland


"Nah kan keluar posesif nya hahaha... "


Malam ini di warung tempat mereka beristirahat dipenuhi dengan canda tawa karena kemenangan yang telah mereka raih, walaupun harus babak belur terlebih dahulu.


"Neng.. " panggil pak Parjan yang kebetulan melihat Aurora.


"Ini tadi kan semua jualan saya sudah diborong, suruh mereka semua ambil sesukanya ya neng... udah bapak siapkan. " ucap beliau


Aurora mengangguk, "baik Pak, nanti aku bilang ke mereka. "


"Makasih ya neng gelis. "


"Sama-ama bapak. "


Aurora berjalan mendekati semua anggota yang tengah terduduk di tikar dan ada juga yang duduk di kursi kayu.


"Dengerin semuanya!! ini tadi bapak pemilik warung bilang sama gue, kalian suruh pesen aja sesuka kalian karena dagangan si bapak udah diborong!!! " teriak Aurora


Semua anggota bersorak senang, yang tadinya meringis sakit mendadak bisa bersorak kencang. Banyak yang langsung berdiri menuju warung untuk memesan.


Aurora berjalan kearah Arsen dkk.


"Kalian gak pesen?? " tanya Aurora


"Mau lah, cuma males ngantri, mending nunggu sepi. " jawab Dava


"Iya, biarin yang lain duluan mereka pari capek. " sahut Jaka


Aurora mengangguk paham," kalian liat Elano gak?? kenapa gak ada ya.. " tanya Aurora


Karel dan Sagara saling menatap satu sama lain, " gak tau. "


"Ohhh... apa sama Radit ya? soalnya Radit juga gak keliatan. " ucap Aurora


"Mungkin sih gitu. "


"Khawatir amat lo ra. " sahut Stefano


"Ya gimana ya.. gue lebih khawatir dia terluka, gue mau nelpon dia dulu. " ucap Aurora kemudian berjalan menjauh area warung agar mendapat pendengaran yang bagus.


"Hufttt... untung. "


"Intinya Aurora jangan sampai tau. "


"Bener... "


"Emang kenapa sama Elano?? " tanya Salsa yang juga penasaran.


"Bukan apa-apa, gak usah dipikirkan. " ucap Aland lembut.


*


*


Aurora berjalan menuju tempat yang lumayan sepi agar bisa mendapat sinyal yang bagus. Aurora menelpon nomor Elano sudah sebanyak 3 kali namun belum juga diangkat.


"Kenapa gak diangkat?? "


"Apa sinyal?? "


Aurora kembali berjalan menuju jalan yang lumayan jauh dari tempat warung tadi, karena memang dirinya sudah khawatir dengan kondisi Elano. Ia cuma takut lelaki itu pingsan di tempat lain atau malah mati karena terluka, amit-amit!!!


"Gak diangkat juga, padahal sinyal bagus kok. "


Srek!


BUGH!


Aurora menajamkan pendengaran nya, ia seperti mendengar suara di lorong jalan tempatnya berdiri. Karena penasaran Aurora berjalan mendekat secara perlahan-lahan agar tidak menimbulkan bunyi.


Dibalik tembok itu!


Aurora mengintip kearah lorong itu dan melihat seseorang tengah memukuli seorang laki-laki secara kasar dan penuh emosi. Aurora yang memang dasarnya suka penasaran pun berjalan mendekat agar bisa melihat siapa orang yang tengah berkelahi itu.


Sebenarnya jika dilihat bukan sebuah perkelahian, karena sang korban tidak membalas pukulan pelaku, dia telihat pasrah. Lelaki yang memukul kini berpindah memukul tembok yang ada di sampingnya secara kasar dan berkali-kali.


Dengan posisi seperti itu, Aurora dapat melihat wajah lelaki itu dengan jelas.


"Elano... " pekik Aurora terkejut sampai menutup mulutnya tak percaya.


Aurora dapat melihat bagaimana beringasnya lelaki itu memukul tembok tanpa menghiraukan tangannya yang sudah berdarah.


Elano yang merasakan kehadiran seseorang menolehkan wajahnya kearah Aurora berdiri. Tercetak jelas wajah kaget dan terkejutnya Elano saat melihat Aurora yang berdiri mematung disana.


"Aurora... " lirih Elano


Radit yang mendengar gumaman Elano langsung menatap kearah pandangannya, dia juga terkejut saat melihat keberadaan Aurora disana. Bagaimana bisa gadis itu berada di sini???


Radit , Elano tadi tengah memukuli Radit bukan karena dia melakukan kesalahan tetapi Elano memang sering melampiaskan amarahnya pada lelaki itu. Radit lah yang tau kelemahan Elano. Radit juga yang bisa meredakan emosi itu walaupun harus babak belur.


Sebenarnya waktu bersama Steven ia sedang menahan amarah bahkan sampai melihat Aurora yang dengan berani memukul Steven untuk menyelamatkan Salsa. Waktu itu Elano bisa menahannya, namun tidak untuk setelahnya. Elano masih butuh pelampiasan.


Bekerja menjadi tangan kanan Elano seperti Radit tentu tidak mudah, ya walaupun gaji yang diberikan Elano tak main-main, namun ia juga harus rela babak belur, Radit bahkan pernah dibawa ke rumah sakit karena ulah Elano. Namun itu memang sudah tugasnya;v


Elano bejalan pelan mendekati Aurora yang justru berjalan mundur.


"Aurora.. kamu kamu kenapa ada disini?? "


Aurora terus berjalan mundur. Elano terlihat seperti monster sekarang, dengan penampilan acak-acakan disertai darah di tangannya yang menetes tanah.


"Elano lo har-"


"Pergi dari sini. " usir Elano pada Radit


"Tapi.. "


"Pergi! "


"Lo gak bakal macam-macam kan?? ingat dia tunangan lo. " peringat Radit khawatir.


"Gue gak bego, mana mungkin gue lukain orang yang gue sayang. "


"Cepat pergi. "


Dengan berat hati Radit berlari pergi dari lorong jalan itu meninggalkan kedua insan itu disana. Semoga saja Elano tak melakukan hal yang berbahaya. Namun Radit percaya Elano tak akan melukai Aurora, ia tahu sebetapa cintanya Elano dengan Aurora.


Elano kembali menatap kearah Aurora yang masih saja berjalan mundur dengan pandangan terus menatap tangan Elano dengan tampang ketakutan.


Elano yang tau hal itu langsung menyembunyikan tangan di belakang, " Aurora kam- "


*


*


*


Hai Hai Hai... 😁


Repot ya kalau punya jiwa kepo dan suka penasaran...


Tinggalkan jejak ya👆


Like, vote, coment dan beri hadiah...


Yang mau double up? coment dong..


See you!!😍