AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
62# Perhatian Aurora membuat Elano melayang



Happy Reading


*


*


*


Sesuai perintah dari Elano, Radit berlari kecil kembali ke tempat mereka kumpul.


"Apa gak papa gue tinggalin Aurora sama Elano sendiri disana?? " pikir Radit


Radit sebenarnya juga ragu, namun ia juga tidak bisa membantah perintah dari Elano karena semua yang ada pada tubuh Radit sudah menjadi hak lelaki itu.


Flashback


Waktu itu Radit kecil tengah tengah meringkuk sambil menangis di bawah guyuran hujan, seorang anak kecil yang ditinggal orang tuanya dan tidak kembali lagi sampai sekarang.Radit kecil meringkuk dibawah bangunan pos sambil menggigil kedinginan.


"Mamah sama Papah kemana? kenapa tidak balik menjemput Radit.. "


"Radit kedinginan mah.. hikssss. "


"Radit lapar... "


Semua baju mahal yang bocah itu pakai basah terkena guyuran hujan, malang sekali nasibnya.


"Apa mamah sama papah lupa jemput aku?? " pikirnya berusaha berpikir positif.


Anak lelaki yang baru saja berumur sekitar 5 tahun, meringkuk kedinginan, siapa yang tidak tega melihatnya,??


Sebuah mobil ven berwarna hitam berhenti tepat di dekat Radit kecil meneduh,pintu terdengar terbuka.


"Ini payungnya tuan.. "


Tak tak tak


Terdengar suara langkah kaki mendekat, Radit semakin meringkukkan tubuhnya ketakutan. Segala pikiran negatif bersarang diotak kecilnya, apa dia penjahat??


Pria itu berjongkok di depan bocah itu, " kenapa bocah seperti mu berada di sini?? dimana orang tua mu?? " tanya pria itu.


Mendengar perkataan pria yang tidak dikenali nya membuat Radit kecil semakin menangis.


Seolah tau bahwa anak kecil itu ketakutan, pria itu mengelus pundak kecil yang bergetar karena kedinginan.


"Saya bukan orang jahat, jadi jangan takut. "


"Saya akan membantumu, percayalah. " ucap Pria itu lembut.


Dalam beberapa menit anak kecil itu masih terdiam, namun perlahan mendongak kan kepala menatap pria itu dengan takut.


"Om gak mau culik Radit kan? "


"Tidak, dimana rumahmu? "


"Aku tidak tau om. "


"Kemana orang tuamu? "


"Aku tidak tahu, mereka menyuruhku untuk menunggu disini namun sampai sekarang belum juga kembali menjemput ku.. " ucap Radit yang sudah mulai tidak takut.


Pria itu tersenyum tipis, ternyata anak ini sengaja dibuang.


"Ayo ikut om.. "


"Aku tidak kenal sama om, kata mamah jangan mau diajak siapapun jika dengan orang yang tidak dikenal. " ucap Radit kecil.


"Nama om Victor. "


"Aku akan merawatmu,apa kamu mau?? "


"Tapi bagaimana dengan orang tuaku? nanti jika meraka kesini dan tidak melihat ku bagaimana. " ucap Radit


"Mereka tidak akan menemuimu lagi. " ucok Victor dalam hati.


"Itu urusan om, sambil menunggu orang tuamu apa kamu ingin pulang bersama om?? " tawar Victor


Sebenarnya bisa saja ia menyeret anak itu pergi dan membawanya ke rumah, namun ia tak mau berbuat kasar apalagi dengan bocah yang terbuang seperti ini.


"Emm... "


"Mau om! "


"Bagus.. " ucap Victor


Begitulah cerita seorang Radit, Victor membesarkan Radit sampai sebesar sekarang namun ia juga memberikan sebuah syarat.


"Jadilah tangan kanan anakku , jaga dan turuti perintahnya. " ucap Victor


Flashback off


Sebagai balas budi, Radit tentu saja mengiyakan permintaan ayah angkatnya itu. Radit sudah menganggap Elano sebagai adiknya jika sudah berada dirumah.


Sampai sekarang Radit belum juga siapa nama kedua orang tuanya dan bagaimana kabar mereka, namun ia selalu berdoa agar keduanya masih hidup sampai sekarang. Dibalik itu Radit juga sangat bersyukur bisa ditemukan oleh Victor, jika tidak ia tak akan tahu bagaimana nasibnya hingga sekarang.


Karena sibuk ngelamun. sambil berjalan, kini Radit sudh sampai di tempat mereka berkumpul dan beristirahat.


"Lah kok lo sendiri??? "


"Elano udah baikan? "


"Wihh sampai bonyok gitu, pasti nyeremin banget ya.. " ucap Dava bergidik ngeri.


"Mana Elano? " tanya Aland


Radit mendudukkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari teman-temannya itu.


Radit mengehela napas berat.


"Elano masih disana. " ucap Radit


"Kenapa gak ikut sama lo?? masih belum pulih? " tanya Jaka


"Gue di suruh pergi sama dia. " ucap Radit


"Loh kenapa? " tanya Sagara


"Elano lagi sama Aurora. "


Brugh!


"Apa?!! " teriak Arsen kaget dan langsung berdiri dari duduknya membuat kursi kayu yang ia duduki terjengkang kebelakang.


Arsen melihat sekitar dan memang tidak ada Aurora disana.


"Oh ****!! " desis Arsen


"Bagaimana bisa lo ninggalin Aurora disana sama Elano dengan kondisi seperti itu??!! lo bego apa gimana!! " geram Arsen mencekik kerah baju Radit membuatnya berdiri.


"Sabar Sen... jangan emosi, dengerin penjelasan Radit dulu. " ucap Dava menenangkan Arsen.


"Bener tuh. "


"Elano yang minta, dia bilang dia gak akan mungkin menyakiti orang yang dia cintai. " bela Radit


"Bego!! orang kalau lagi emosi otaknya bakal jadi tolol!! gue gak mau adek gue kanapa-napa @njing!! " geram Arsen


"Gue harus kesana sekarang. "


Arsen hendak beranjak dari sana namun segera dicegah oleh Radit.


"Percaya sama Elano, dia gak seburuk itu. "


"Tap-"


"Bener Sen, gue juga tau sifat Elano apalagi dia sekarang udah bucin banget sama Aurora jadi gak mungkin dia sakitin adek lo. " ucap Sagara


Arsen menghela napas kasar berusaha menahan gejolak emosi, " oke. "


*


*


Elano kembali menatap kearah Aurora yang masih saja berjalan mundur dengan pandangan terus menatap tangan Elano dengan tampang ketakutan.


Elano yang tau hal itu langsung menyembunyikan tangan di belakang tubuhnya.


Elano berjalan mendekati gadis itu namun Aurora justru langsung memundurkan langkahnya.


"Aurora kamu jangan salah paham, ak-aku hanya-"


Aurora menggelengkan kepalanya, " ternyata ini sifat mu dibelakang. " lirih Aurora


"Aurora.. Aurora tunggu!! "


Elano mengejar langkah Aurora yang belari pergi, dengan sigap Elano menahan tangan Aurora yang langsung membuat gadis itu memberontak dengan tangan bergetar.


"Lepasinnn... lepasinnn tangan gue.. "


"Aurora dengeri aku okay... " ucap Elano lembut.


Aurora melirik kearah pergelangan tangannya yang dipegang menggunakan tangan Elano yang berlumuran darah. Tubuh Aurora langsung bergetar ketakutan. Aurora benci darah!


Elano yang merasakan getaran pada tubuh Aurora mendadak panik.


"Sayang, kamu kenapa?? " panik Elano


"Lepasin pegangan tanganmu!! " bentak Aurora dengan nada bergetar.


Elano yang mengetahui asal ketakutan Aurora langsung melepaskan tangannya dari tangan Aurora, "maaf.. " ucap Elano


Aurora masih terdiam sambil mengatur napasnya agar pobianya tiba-tiba muncul, ia berusaha menekan rasa takutnya itu.


Elano berbalik badan dan berjalan menjauh kemudian duduk di sebuah pembatas jalan. Elano merobek bajunya untuk mengelap darah yang menodai tangannya.


Aurora melihat kearah lelaki itu, hatinya merasa kasihan dan ingin membantu membersihkan lukanya namun ia tak suka melihat darah.


Terlihat dengan telaten lelaki itu membersihkan darah sesekali meringis sakit.


Aurora dapat melihat kesungguhan dan kekhawatiran dari tindakan Elano, lelaki itu tidak ingin Aurora melihatnya dalam kondisi seperti ini.


Melihat ringisa Elano membuat hati Aurora merasa kasihan dan bergerak ingin membantunya. Aurora memejamkan matanya erat untuk merilekskan pikirannya.


Bagaimana pun ia harus bisa melawan ketakutannya itu!


"Anggap aja itu sirup strawberry Aurora.. "


"Itu sirup... "


"Itu sirup rasa strawberry bukan darah.. "


Aurora membuka matanya kemudian berjalan perlahan menuju tempat Elano berada.


Aurora berdiri di depan Elano yang terduduk di bawah. Elano mendongakkan kepalanya menatap Aurora terkejut.


"Ngapain kamu kesini??! jangan liat jika kamu takut. " perintah Elano menyembunyikan lukanya dibelakang tubuhnya.


Aurora menjongkokkan tubuhnya, " aku bantu bersihin lukanya. "


Elano tekejut mendengar ucapan Aurora, " kamu takut darah! jangan dipaksa Aurora. " peringat Elano


"Aku bisa membersihkannya sendiri. "


"Bukannya ketakutan harus dilawan Elano?? aku tidak mau tersesat didalamnya, apalagi sampai membiarkan orang yang kucintai terluka. " ucap Aurora


"Kamu tidak per-"


Sebelum Elano menyelesaikan kalimat nya, Aurora langsung mengambil tangan Elano yang terluka.


Aurora menatap luka itu dengan napas memburu. Semua ekspresi yang gadis itu keluarkan selalu Elano lihat dan ia amati.


"Itu hanya sirup strawberry yang manis... " batin Aurora berusaha berpikir jernih.


Aurora merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah betadine dan kain kasa. Aurora memang sengaja membawanya karena memang dari awal ia mencari Elano karena khawatir dengan keadaan lelaki itu.


"Kenapa kamu bawa seperti itu? " tanya Elano


"Aku sengaja membawanya karena khawatir dengan keadaanmu. "


Kini fokus Elano tertuju pada wajah Aurora yang berjongkok di depannya dengan tatapan serius mengobati luka Elano. Tangan Elano sedikit lecet dibagian jari-jarinya, mungkin karena memukul terlalu keras.


Elano tersenyum melihat keseriusan Aurora , gadis itu sampai berkeringat banyak karena menahan takut. Elano akui Aurora gadis yang perhatian dan pemberani.


"Selesai."


Aurora mengehela napas kasar saat sudah melakukan tugasnya dengan baik, walaupun harus berkeringat banyak seperti ini. Padahal hanya membalut luka keringatnya sudah seperti habis lari maraton.


"Terimakasih."


"Sama-sama El. "


"Kemajuan yang sangat baik Aurora, kamu bisa mengendalikan rasa takutnya. " puji Elano


"Aku hanya membayangkan bahwa itu adalah sirup manis. " sahut Aurora terkekeh pelan.


"Tapi itu berhasil. "


"Iyakah??"


"Iya."


"Huh..aku beneran takut bercampur khawatir tadi. " curhat Aurora


"Sini." suruh Elano


"Ngapain? "


"Sini duduk sini. " ucap Elano memerintahkan Aurora agar duduk disampingnya.


Aurora menurut saja dan kini telah duduk di samping Elano.


"Hadap sini. "


"Apalagi El-"


Saat Aurora menolehkan wajahnya kesamping Elano langsung mencium bibir Aurora, Elano tersenyum saat merasakan gadis itu tersentak kaget.


"El... "


"Diam dan nikmati."



Aurora yang terbawa suasana diam tak menolak ciuman Elano, namun ia juga tak membalasnya. Aurora hanya diam.


Elano melepaskan ciumannya dan mengacak rambut Aurora gemas, " makasih perhatiannya sayang.. "


APA??


Kenapa pipi Aurora mendadak panas, ia tidak baper kan?? gak mungkin!


*


*


*


Uwuw sekali


Like, vote, coment dan beri hadiah yuk..


Kalau banyak yang coment besok aku updet ><


See you!!