
Happy Reading
☔☔☔
"Maafkan papah, waktu itu kebetulan perusahaan papah sedang kritis, papah terpaksa menerima suntikan dana dari om Victor. " jelas Gani sambil menggenggam tangan putrinya.
Aurora diam saja tak menanggapi perkataan papahnya itu.
"Kamu marah? jika kamu ingin membatalkan pertunangan ini papah akan mengabulkannya, anggap saja sebagai rasa bersalah papah karena hal itu. " ucap Gani menatap anak perempuannya.
Elano yang mendengarnya pun langsung gelagapan, hubungan mereka baru saja membaik namun sekarang papah Aurora menawarkan hal seperti itu?? jelas Elano yang akan menolaknya.
"Gak bisa!" tolak Elano
"Benar, hubungan mereka berdua bahkan sudah lebih. " sahut Victor mendukung putranya.
"Maksudnya? lebih? " tanya Gani
"Iya kita su-"
"Bukan apa-apa pah! lebih baik dan romantis maksudnya... hahaha... iya kan Elano? "
Sebelum Elano mengatakan hal itu Aurora terlebih dahulu memotong perkataan lelaki itu.
Elano yang melihat kegugupan Aurora pun terse miring, ia punya alasan untuk mencegah Aurora membatalkan pertunangan.
"Tentu saja, sayang. " ucap Elano dengan menekan kata sayang
Aurora meringis malu mendengar panggilan dari Elano itu, apa rencana lelaki itu sebenarnya.
"Papah akan mendukung keputusanmu. " ucap Gani
"Bagus dong. " ucap Aurora
Ketiga lelaki itu menatap Aurora menunggu kata-kata yang akan diucapkan gadis itu selanjutnya.
"Karena Aurora gak marah kok sama papah, apa papah pikir Aurora akan merajuk dan marah dengan papah? Aurora tidak se childish itu menanggapi sebuah masalah,lagian alasan papah masuk akal. " ucap Aurora tersenyum menatap papahnya itu.
Hati Gani menghangat ,seketika perasaan khawatirnya perlahan pudar karena ucapan putrinya yang benar-benar sudah dewasa dan kritis.
"Bagaimana dengan pertunangan? " tanya Victor
Aurora terdiam menatap ketiga lelaki itu bergantian, pandangan Aurora terhenti saat bertatapan dengan mata hitam legam milik Elano, tersirat sebuah harapan disana.
Hening.
"Aurora bakal tetep jadi tunangan Elano. " ucap Aurora
Elano tersenyum puas mendengar ucapan gadis itu.
"Kamu serius? "
"Ya pah. "
"Kebetulan om Gani ada disini, saya ingin melamar Aurora dan me-"
"Kira-kira apa hukuman yang bagus untukmu Elano?? Kamu pikir menikah adalah hal yang mudah?? om akan mengajarkanmu bagaimana menjadi lelaki sejati agar pantas menjadi pendamping hidup putriku satu-satunya. " ancam Gani.
Papah Aurora merupakan sosok yang sangat protektif terhadap putri satu-satunya itu.
Gani sempat menyesal karena membuat putrinya bertunangan dengan lelaki brengsek seperti Elano. Namun ia juga sedikit merasa tenang karena sepertinya keduanya sudah saling mencintai.
"Hanya itu? aku bahkan bisa merelakan nyawa ku demi putri om " ucap Elano datar
Lagi-lagi Aurora yang mendengar perkataan Elano hanya bisa meringis malu.
"Shut up!! sudah jangan dilanjutkan, perkataan kalian membuatku jijik. " ucap Victor dengan ekspresi datarnya.
"Baiklah, ayo kita pulang saja. Bersama dua lelaki seperti mereka pasti membuatmu tak nyaman. " ucap Gani mengelus rambut Aurora.
"Ayo pah. "
Victor dan Elano hanya menatap mereka datar.
"Kita pulang, terimakasih jamuannya."
" Aku juga berterimakasih karena hal ini membuatku merasa lebih lega karena putriku sudah tahu akan hal ini." sindir Gani
Victor berdecak kesal mendengarnya, ia tak menyangka respon Aurora akan sesantai tadi, biasanya seorang perempuan akan mudah marah dan merajuk.
"Dia berbeda... " batin Victor
Setelah kepergian bapak dan anak itu, Victor berjalan kearah Elano dan menepuk pundak putranya itu, " ayah tahu kenapa kamu semakin tertarik sama gadis itu. "
Elano menatap ayahnya dengan menaikan sebelah alisnya.
"Dia seperti mamahmu, tidak mudah marah dan merajuk, sifat cerobohnya juga sama. "
Elano hanya menampilkan wajah datar.
"Ayah bakal terus dukung kalian, namun jika kamu menyakitinya jangan salahkan ayah yang akan membuatmu babak belur , boy. "
Victor menepuk pundak Elano kemudian berlalu pergi dari sana.
☔
☔
"Aland a-aku ingin menanyakan sesuatu padamu. "
"Apa? "
"A-apa kamu mulai suka dengan Laura?? " tanya Salsa hati-hati.
Salsa dengan susah payah mengucapkan pertanyaan itu yang selalu mengganggu pikirannya.
Salsa menatap Aland dengan pandangan penasaran dan juga berharap.
"Kenapa nanya kaya gitu?? lo masih gak percaya sama gue, Salsa? " tanya Aland balik
"Bu-bukan gitu, a-aku hanya ingin mengetahui perasaanmu Aland. " jawab Salsa sedikit gugup.
"Kenapa kamu tidak menjawab?? apa benar kamu mulai menyukainya??? " tanya Salsa lagi, hatinya benar-benar kacau sekarang.
Sebenarnya Aland senadiri juga tidak tahu akan perasaannya.
"Bukan urusanmu Salsa, yang harus lo tahu gue suka lo. " tekan Aland seolah tak ingin membahasnya.
Air mata Salsa mulai mengalir begitu saja, apa Aland hanya menyukainya?? cinta?? tertarik,??
"Aku itu pacar kamu Aland! aku berhak tahu perasaanmu! " sentak Salsa berusaha meredam tangisnya, bagaimanapun mereka sedang berada di dalam kafe.
"Kan udah gue bilang, gue suka sama lo! apa itu gak cukup Salsa?! kenapa lo harus penasaran akan hal lain! " sentak Aland balik.
Mendengar sentakan itu membuat air mata gadis itu semakin mengalir deras.
"Cukup, gue gak mau memperburuk hubungan kita, jangan pernah tanya soal itu lagi." peringat Aland.
"Hikss.... aku cuma butuh jawaban atas pertanyaanku. "
Aland hanya diam mendengar ucapan Salsa,membiarkan gadis itu meluapkan perasaannya.
"Jawab aku Aland!! " teriak Salsa dengan nafas memburunya menahan isakan.
Beruntung tempat duduk mereka berada di pojok kafe dekat dengan jendela. Mungkin ada yang mendengar ucapan namun para pengunjung terlihat cuek menyikapinya. Mereka hanya menganggap masalah anak remaja.
"Stop!! gue pergi. "
Aland berdiri dan berjalan meninggalkan Salsa yang menangis karena sikap Aland. Kenapa dia justru pergi? apa itu jawaban atas pertanyaan nya??
"Hikss... hiksss... "
Terdengar suara decitan kursi membuat Salsa mendongakkan kepalanya melihat sosok yang hendak duduk di seberang bangkunya.
"Aurora? " panggil Salsa lirih.
Aurora tersenyum, " Hai Salsa. " sapa Aurora
Salsa hanya diam sambil menahan isakannya, Salsa bingung kenapa Aurora bisa berada di sini? mengapa gadis itu memakai jaket dan pakaian serba hitam? bahkan Salsa sempat tak mengenalinya jika dari belakang.
"Gue gak sengaja dengar percakapan lo tadi, gue kesini mau kasih tahu lo kalau Aland gak ada perasaan apapun dengan Laura. Lo tenang aja. Pegang ucapan gue. Kalau lo mau gue bisa bantu lo buat memperbaiki hubungan lo sama Aland. " ucap Aurora
"Maksdunya??? " tanya Salsa bingung
Aurora tersenyum lagi, " seperti yang lo dengar tadi, . "
"Tapi itu ada syaratnya. " lanjut Aurora
"Syarat apaa? " tanya Salsa
Aurora mendekatkan wajahnya ke telinganya Salsa, " jadi mata-mata Mega dan Sila untuk gue, bagaimana? lo mau? " tanya Aurora
"Ta-tapi... "
"Gue bakal jamin itu Sal, lagian lo kan adik tiri Elano pasti mau dong bantu calon isterinya Elano.... " ucap Aurora tersenyum manis, sangat manis, padahal dalam hatinya memaki lelaki itu.
Aurora tahu Salsa tak bisa menolak jika menyangkut Elano, karena mamah Salsa yang juga memerintah Salsa untuk menuruti perintah lelaki itu.
"Gimana? "
"A-aku mau. " ucap Salsa
Aurora tersenyum dalam hati, "ini akan semakin mudah karena Salsa. "
Aurora berpamitan pergi dari sana dan sempat membisikkan sesuatu ke Salsa tentang tugas gadis itu.
Salsa berjalan menuju kamar mandi di kafe itu untuk membersihkan wajahnya sehabis menangis.
Saat sedang mencuci wajahnya tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka menampilkan dua orang gadis yang Salsa kenal.
"Mega? Sila? sedang apa kalian disini? " tanya Salsa bingung.
Mereka langsung memeluk Salsa, " aduh Salsa yang baik, lo pasti sedang sedih sekarang karena hubungan lo sama Aland, kita kesini mau menghibur lo tau... " ucap Mega tersenyum.
"Benar... eh btw tadi orang pakai jaket hitam siapa? kenapa ngobrol sama lo? " tanya Sila
"Em.. bukan siapa-siapa, hanya orang yang simpati. " jawab Salsa lirih.
"Lo mau kita bantu lo buat balas dendam sama Laura?? " tawar Sila
"Maksudnya? "
"Gini Salsa yang cantik! kita bakal bantu lo dapetin hati Aland balik dan sebagai gantinya buat Laura dan Arsen berantem, impas kan? Laura itu bibit pelakor Salsa.. kalau gak segera dikasih pelajaran bakal semakin menjadi. " ucap Sila menggebu-gebu.
"Gimana? "
☔☔☔
Hai🤭
Lama gk up, makasih loh yang udah nunggu🙈
Like vote coment dan beri hadiah guysss...
Btw di Jabar lagi sering hujan, jaga kesehatan ya guyss☔💕
See you!!! ☔