AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
60# Xanderrior Bubar



Happy Reading


🍇


🍇


🍇


"Salsa?? " ucap Aurora tertahan.


Salsa yang juga sama terkejutnya dengan Aurora, bahkan dapat dilihat sampai bergetar ketakutan seperti seorang maling yang takut tertangkap.


"Aurora?? " lirih Salsa, namun sedikit lebih lega saat melihat ternyata Aurora yang menepuk nya.


"Salsa,ngapain lo disini?? " tanya Aurora sedikit mengecilkan suaranya.


"Ak-aku habis pergi kewarung dan lewat sini, aku gak tau kalau ada kejadian seperti ini. " ucap Salsa


Aurora menganggukan kepala paham, "tapi disini bahaya, apalagi lo sendirian. " khawatir Aurora


"Aku tau."


Aurora mengernyitkan dahi karena bingung, udah tau bukanlah balik cari jalan lain tapi malah milih nonton?? sendirian lagi.


"Kenapa kamu bisa ada disini?? " tanya Salsa balik


Aurora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, " sebenarnya aku juga tidak sengaja lewat . " alibi Aurora, tidak mungkin kan dia mengucapkan yang sebenarnya.


"Ohhh... "


Salsa kembali mengalihkan pandangannya kearah perkelahian itu, Aurora juga melakukan hal yang sama, jadi keduanya sekarang tengah mengintip di balik sebuah tembok bangunan.


Terlihat disana terdapat dua kerumunan, kerumunan pertama terdapat Elano dan abang Aurora, Arsen beserta Steven dan Stefano.


Sementara kerumunan kedua jauh lebih banyak karena disana terdapat anggota kedua geng, termasuk para anggota inti masing-masing geng itu.


"Gitu aja baperan. " sinis Dava


"Jangan asal ngomong lo!! " teriak anggota inti Xanderrior yang merasa tak terima.


"Yaelah, bener kan kalian pilih ketua macam Steven? jelas kalian itu semua bodoh!! " ejek Dava


"Woii jangan asal ngomong lo!! "


Perkelahian pun kembali terjadi dan semakin memanas seiring waktu yang semakin malam.


Aland kembali berhadapan dengan Jordan, keduanya saling menatap satu sama lain dengan pandangan siaga.


"Aland, Salsa itu pacar taruhan lo kan?? gue gak nyangka seorang Aland bisa pacaran, gue kira lo gay. " ejek Jordan


"Bacot lo! "


"Usttt...lo mau tau? gue pernah liat cewek lo di club, Kira-kira ngapain ya?? " ucap Jordan yang memang benar adanya. Namun Aland tak mengindahkan perkataan yang memang sengaja memancing emosinya.


"Apa dia ngejal@ng ?? uhhhh... bayar berapa satu malam sama dia?? " ucap Jordan


Aland yang sudah terpancing, langsung menghajar Jordan dan keduanya berkelahi dengan posisi hampir sama kuat nya.


"Aland... " lirih Salsa


Salsa melotot kan matanya saat melihat salah satu anggota Xanderrior berjalan membawa sebuah tongkat, sepertinya dia akan memukul dari arah belakang.


"Eh mau kemana lo?? " cegah Aurora saat melihat Salsa beranjak dari posisinya.


"Aland dalam bahaya Aurora, aku mau selamatin dia. " ucap Salsa panik


"Jangan bego!! bukannya nyelamatin lo malah bikin suasana jadi lebih buruk. " terang Aurora


"Aku gak peduli, aku harus selamatin Aland. " ucap Salsa menghentakkan tangan Aurora yang memegang tangannya kemudian berlari kearah kerumunan itu.


Aurora yang melihat kejadian itu, berdecak sangat kesal, "****!! badung banget kalau dibilangin. " gerutu Aurora


Aurora bingung hendak ikut menarik Salsa pergi atau dia diam disini? Aurora menggigit ujung kukunya karena bimbang.


"Pikir ayo Aurora lo harus mikir. " gumam Aurora


Alasan mengapa Salsa bisa menjadi tawanan Steven yaitu karena gadis itu memang berlari untuk menyelamatkan Aland, namun sebelum sampai untuk mencegahnya, justru Salsa langsung dihadang oleh Steven. Salsa ditarik paksa di hadapan Aland dan menyuruh Aland untuk menyerah dan membubarkan geng nya itu.


Sambil menggigit ujung kukunya, pandangan Aurora terus menatap Salsa yang tengah berlari dengan sedikit lambat karena gadis itu memakai sandal jepit biasa.


Disisi lain Elano masih saja memberontak dari genggaman Arsen dan Stefano. Ketiganya masih saja sibuk untuk meredam emosi Elano yang jika sampai tersalurkan akan benar-benar berbahaya.


Steven mengusap ujung bibirnya menatap Elano sinis, namun pandangannya langsung tertuju pada seorang gadis yang tengah berlari kearah seseorang.


Steven tersenyum miring melihatnya.


"Ternyata gadis itu ingin menyelamatkan kekasihnya??namun sayang justru dia yang sedang dalam bahaya. " gumam Steven tersenyum licik.


Melihat Arsen yang sedang sibuk mengurus amarah Elano, Steven berjalan perlahan kearah gadis yang tengah berlari kemudian mencegat nya.


Salsa terkejut saat tiba-tiba seseorang yang tidak ia kenali berhenti tepat didepannya, Salsa memundurkan badannya memberi jarak.


"Ma-mau apa kamu hah??! "


"Mencoba menjadi pahlawan?? mending lo ikut gue. "


Steven langsung menyambar tangan Salsa dan menyeret ketengah kerumunan.


"Lepasin!! "


"Lepasin!! " berontak Salsa


"Diem! " bentak Steven


Steven benar-benar menyeret tubuh Salsa dengan kasar menuju tengah jalan tempat mereka berada. Steven mengapit leher Salsa.


"Hahahhahaa... coba kalian liat siapa gadis ini.. " tawa Steven


Semua orang yang tengah sibuk dengan kondisinya masing-masing langsung berhenti dan mengahada kearah Steven berada.


"Salsa??!! " ucap Arsen terkejut melihat gadis itu.


Dughh!


Tiba-tiba dari arah belakang, pundak Aland di pukul menggunakan sebuah balik kayu dan membuat lelaki itu meringis kesakitan.


"Awsshh... " memegang pundaknya.


"Wah parah lo! mainnya lewat belakang!! " Jaka dan Dava langsung mendorong jauh lelaki yang memukul Aland .


"Aland kamu gak papa kan?? " tanya Salsa khawatir.


"Memang tidak ada, tapi gue punya penawaran buat lo. " ucap Steven


"Apa?? "


"Gue bakal serahin pacar kesayangan lo ini tapi lo dan semua anggota Delvander mengaku kalah dari Xanderrior, gimana???" ucap Steven penuh kemenangan.


"Ogah!! " sentak Sagara, ia jelas tak akan terima keputusan seperti itu.


Delvander adalah geng yang dibuat Sagara, Karel, Radit dan Elano setelah kejadian Elano dijauhi sahabatnya.Jelas Sagara akan menolak itu mentah-mentah apalagi hanya karena seorang gadis.


"Oke." ucap Aland


Karel dan Sagara melototkan matanya kaget, " bangs@t!! ini perkumpulan geng, gue sama Elano yang buat, buka lo anjir!! " protes Sagara.


"Jangan seenaknya aja lo ambil keputusan!! apalagi gara-gara cewek!! anjir lo! " geram Sagara


Aurora yang melihat perdebatan dibalik tembok masih berusaha berpikir keras bagaimana cara membubarkan perkumpulan tawuran itu tanpa ada luka apalagi keributan.


Aurora berjalan mendekati kerumunan itu dengan mengeratkan topinya agar wajahnya tidak terlihat jelas.


Aurora mengendap-endap lewat belakang anggota Xanderrior, ia berjalan mendekati tempat Steven berdiri yang kebetulan membelakangi posisi Aurora sekarang.


Dengan langkah hati-hati....


BUGH!!


Aurora memukul bagian tengkuk kepala Steven menggunakan balik kayu yang memang ia ambil sewaktu bersembunyi di balik tembok. Pukulan itu cukup keras membuat Steven langsung jatuh dan pingsan di tempat.


Salsa dan orang yang menontonnya terkejut dengan aksi Aurora yang menurut mereka sangat berani.


Aurora meringis ngilu dan kasihan, namun ia juga terpaksa karena keadaan. Maafkan Aurora ya Steven, semoga aja dia tidak gagal otak.


"Pergi Sal... " bisik Aurora


Semua orang langsung menatap kearah Aurora berdiri, mereka tidak melihat wajah Aurora karena tertutup topi hitam yang hanya bisa melihat hidung kebawah.


Aurora segera berbalik badan hendak pergi dari sana, namun tiba-tiba sebuah tarikan membuat topi Aurora terlepas dan menjadikan wajah Aurora terpampang jelas oleh anggota yang berada disana.


"Aurora??! " pekik Karel dan Dava, sementara yang lainnya juga ikut terkejut.


"Hehehe... " Aurora hanya bisa menampilkan ekspresi bodohnya.


"Mampus gue bakal dimarahi Arsen setelah ini. " batin Aurora


Elano yang mendengar seseorang menyebutkan nama gadisnya langsung berlari menuju Aurora berada, begitupun Arsen yang sangat terkejut dengan aksi adiknya itu.


"Aurora? ngapain kamu disini?? " omel Elano yang emosinya langsung menguap tak tersisa saat melihat kehadirannya.


"Kamu tau disini itu bahaya!! "


"Anu itu, em anu... "


"Bego! " ucap Arsen sambil menoyor dahinya Aurora membuat Aurora terdorong sedikit kebelakang.


"Maaf bang.. " ucap Aurora tak berani menatap mata Arsen, ia sebenarnya juga mengambil resiko .


Sementara Salsa sudah berada di pelukan Aland, "kamu gak papa? "


"Gak papa, cuma luka kegores pisau dikit. "


PROK PROK PROK!!!


Terdengar suara tepuk tangan dari arah barat,terlihat sosok laki-laki bertubuh kekar dan gagah berjalan kearah geng Xanderrior yang entah sejak kapan sudah berkumpul.


Pria bertato tengkorak di lengan kiri?? Aurora seperti pernah melihatnya.


"Dia siapa lagi?? " tanya Karel entah pada siapa.


"Tau tuh. "


"Mana bertato lagi, serem. "


"Drama yang lumayan. "


Sosok itu berjalan kedepan kearah Aurora berada, dengan sigap Elano berdiri didepan Aurora sebagai tameng.


Sambil berjalan perlahan lelaki itu membuka masker hitamnya, terpapanglah wajah yang sejak kemarin membuat Aurora bergidik ngeri.


Aurora tau lelaki itu, dia adalah Bima! kakak kedua dari Laura.


Sering berada di dekat lelaki itu Aurora selalu merasakan tekanan kuat yang membuatnya ingin terus menghindar.


"Geng anda lumayan juga. "


"Jika kalian ingin memenjarakan dia, silahkan, dia sudah bukan lagi anggota kami. " tunjuknya pada Steven yang masih pingsan.


"Saya hanya menuruti permintaan lelaki itu untuk terkahir kalinya, dan siapa sangka lawan lelaki itu adalah seorang Elano King Alister, siapa yang tidak tahu anda?? saya rasa semua pembisnis dunia bawah maupun atas tau anda. "


"Karena mereka sudah berada dibawah kuasa saya,mulai detik ini tidak ada lagi geng Xanderrior mereka bubar. " ucap Bima dengan tatapan datar, benar-benar datar.


"Alhamdulillah." celetuk Jaka lega.


Semua orang bersorak senang mendengarnya. Itu artinya tidak ada lagi geng yang akan membuat rusuh jalanan.


"Bima Xin Brijaya. " panggil Elano yang tau siapa lelaki itu.


"Bersainglah denganku suatu saat, King... "


Setelah mengatakan itu Bima langsung berbalik badan dan berjalan pergi diikuti para geng Xanderrior. Namun Aurora juga sempat bersitatap dengan lelaki itu , Bima memandang Aurora seperti pandangan yang sulit diartikan.


" Apa dia tuan Bima, sosok pemuda yang menguasai dunia bawah?? "


"Sangat menyeramkan. "


"Bener,liat tato nya aja udh serem. "


🍇


🍇


🍇


Hai Hai haiii


Like, vote, coment dan beri 🎁✨ yakkkk...


see you!!