
HAPPY READING
Arsen dkk menghentikan laju motornya saat sudah memasuki halaman rumah.
"Kalian bisa pergi,thanks bro! " ucap Arsen
"Santai aja."
Jaka dan Stefano berbalik kemudian melajukan motornya meninggalkan kediaman Aurora.Arsen memasukkan motornya di garasi kemudian menggandeng Aurora masuk ke dalam.
"Assalamu'alaikum!"
"Waalaikumsalam, yaampun sayang! Kamu gak papa kan? Kamu kemana aja sih. Buat mamah sama Oma khawatir. " pertanyaan beruntun dari Mamahnya
Aurora menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Em Aurora itu.. anu tadi.. " ucap Aurora tak jelas karena bingung
"Rara lagi main dirumah temennya mah, Oma, terus hpnya rusak jatuh jadi gak bisa hubungi mamah. " jelas Arsen berbohong.
Ia juga tak ingin mamah dan Oma nya tau Aurora diculik.
"Tapi kan bisa pinjam ponsel teman kamu nak. " sahut Oma
Kedua kakak beradik itu terdiam, "Em ponsel temen Rara juga rusak Oma, karena sama-sama jatuh. " alibinya
"Masa sih? kok bisa samaan? " tanya mamah tak percaya.
"Y-yaa emang gitu mah. "
"Udah deh mah, yang penting nih anak udah pulang. " potong Arsen
"Yaudah iya, sana kalian masuk kamar. "
"Eh tunggu. "
"Kenapa lagi? " tanya Arsen
"HP mu mana yang rusak? " tanya mamah
Aurora menolehkan kepalanya kearah Arsen, "Em udah dirongsokin sama Arsen, maksudnya sama bang Arsen. " koreksi nya saat melihat tatapan tajam abangnya.
"Yaudah sana ke kamar. "
"Tunggu dulu. "
"Apalagi sih mah?! " Ucap Arsen sebal
"Baju kamu kenapa berantakan gitu? itu jaket siapa? " tanya mamah pada Aurora.
Aurora terhenyak sebentar tak tau menjawab apa, "Tadi dia nyemplung got mah, terus ponselnya mati, itu jaket Elano. Udah kan? " jawab Arsen beruntun
Aurora menatap abangnya lagi, "Pinter juga nih orang bohongnya. "
Mamah dan Oma mengangguk, "Oh gitu yaudah sana ke kamar. "
"Gak dicegah lagi kan? " tanya Arsen memastikan
"Udah enggak, sana pergi. " usir Sinta tersenyum lucu.
Pagi Hari
"Kamu gak berangkat sekolah sayang? " tanya Sinta pada gadis yang baru saja turun dari kamarnya. Gadis itu berjalan menuruni tangga dengan baju tidur dan muka bantalnya.
"Gak mah, badan aku lagi gak enak banget. " ucapnya sambil berjalan mengambil air minum dan meneguknya.
"Kamu sakit? "
"Gak mah, cuma lagi loyo aja gak ada nafsu sekolah. " jawab Aurora dengan muka kusutnya.
"Jadi kamu sakit? "
"Gak mah, maksud aku itu lagi gak enak badan aja tapi gak sakit. "
Mamah Sinta menatap anaknya itu bingung, "Gak sakit kok gak enak badan, itu gimana konsepnya? "
"Ya mamah pikir sendiri aja konsepnya kaya gimana, " sahutnya lemah
"Ehh ehh kok suruh mamah yang mikir, kan kamu yang ngomong. "
"Udah ah mah aku mau keatas lagi , mau lanjut bobo. " ucap gadis itu kembali berjalan menaiki tangga.
"Kamu udah ijin sama sekolah belum?!! " teriak mamah dari bawah tangga.
"Udah mah, tenang aja. " ucap Aurora sambil mengacungkan jempolnya di udara.
"Dasar anak bagong, heran kok semakin hari makin begajulan itu anak. Padahal dulunya kaya putri solo lembut banget eh sekarang kaya barongan. " ucap mamah Sinta menggeleng heran.
"Mamah ngapain geleng-geleng?? Lagi nari India? "
"Astaga Arsen kamu ngagetin mamah mulu!. "
"Mamah kenapa? " tanya Arsen menaikan sebelah alisnya.
"Itu tadi adek kamu gak berangkat sekolah kar-"
"Aurora sakit? " potong Arsen
"Kamu ya orang tua lagi ngomong malah dipotong . " ucap mamah sambil mencubit pinggang Arsen.
"Awsshh iya mah gak usah cubit juga kali. " ucap Arsen sambil mengelus bekas cubitan mamahnya itu.
"Kamu sih, itu adek kamu lagi gak enak badan tapi gak sakit. "
"Maksudnya? " tanya Arsen bingung
"Mamah juga gak tau, tadi Rara bilangnya kaya gitu. " jawab mamahnya polos.
Arsen menyugarkan rambutnya kebelakang, "terserah deh, Arsen pamit berangkat mah. " salim nya
"Iya hati-hati! jangan kebutan! " teriak beliau yang dibalas acungan jempol diudara oleh Arsen.
Jam sudah menunjukan pukul 7 lebih namun sahabat satunya belum juga datang membuat Celline dan Jovanya heran.
"Mana tuh anak kok belum ada batang hidungnya. " ucap Celline sembari terus menatap pintu kelas.
"Kayaknya gak berangkat . " sahut Jovanya
"Masa sih kok gak ada ijinnya. "
"Mana gue tau. Coba chat aja. "
"Bener juga. " Celline mengambil ponsel barunya di tas berniat mengirim pesan pada Aurora.
Sedangkan sangat empu alias Aurora sedang tiduran di ranjangnya sembari menonton televisi.
Ting
Celline Imut : Lo dimana? kok belum mmasu
Anda : Gue gak berangkat beb, lagi gak enak badan
"Apa katanya? gak berangkat? " tanya Jovanya pada Celline
"Iya, katanya lagi gak enak badan. " jawab Celline sambil memperlihatkan chat itu.
"Dia sakit? "
"Kayaknya sih, coba gue tanya sakit apa. "
Aurora Jelek: Lo sakit? sakit apa😱
"Idih emot lo lebay banget Cell. " komentar Jovanya
"Yakan biar keren. Ada emot ngapain gak di pake. " sahutnya santai.
"Belum."
Dilain sisi Aurora kembali membuka ponselnya memeriksa pesan dari sahabatnya itu dan berekspresi jijik saat melihat emot Celline,"Nih anak ekspresif banget,heran."
Celline Imut : Gue cuma gak enak badan gak sakit, Btw emot lo norak banget🤮
"Gimana udah jawab? " tanya Jovanya
"Katanya dia cuma gak enak badan tapi gak sakit. " jawab Celline
"Gak enak badan tapi gak sakit maksudnya gimana? " bingung Jovanya
Celline menggeleng, "Gak tau juga. Mungkin badannya lagi gak enak tapi jiwanya gak sakit."Jovanya memijat pelipisnya saat mendengar ucapan Celline, "Gini amat punya 2 sahabat. "
"Lo kenapa Jo? sakit juga? " tanya Celline
"Iyaa sakit mental liat kelakuan lo!!!" jawab Jovanya ngegas.
"Lo kenapa sih Jo? PMS? "
"Jangan pernah panggil Jo Celline! Vanya itu aja, bisa kan? atau Jovanya jangan Ja Jo ja Jo.. lu kira gue bojo lu?! "
"Iyaiya gak usah ngegas juga. "
Ting
Celline Imut : GWS ya buat Aurora kuh😘kita usahain jenguk, jangan lupa makanannya!
Aurora duduk dari tidurnya mengelus dada pelan, "Gini amat punya sahabat.Gak di dunia nyata gak disini dapetnya model gini terus. "
Brak!
Pintu kelas terbuka keras karena ulah seseorang dengan tanpa rasa bersalah nya, mereka yang berada di dalam kelas hanya bisa mengelus dada.
"Aurora mana? " tanya Elano
"Anu ..dia gak berangkat sekolah. " jawab Celline
Elano menaikan sebelah alisnya, "sakit? "
"Kayaknya gitu, kenapa gak lo tanya aja sama dia. " jawab Jovanya
Elano berniat meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan Aurora, sejak kejadian ia dicuekin dan Aurora selalu menghindarinya membuat Elano mudah sekali emosi dan marah, Elano butuh Aurora.Setelah mendengar gadisnya tidak berangkat sekolah ia langsung keluar dari kelas begitu saja.
"Pak buka gerbangnya. " suruhnya pada satpam
"Tidak bisa! ini masih waktu pelajaran, kamu mau bolos ya?! "
"Saya disuruh keluar buat fotocopy sesuatu sama guru. " Elano memperlihatkan sebuah kertas pada satpam itu.
Satpam itu mengangguk dan membuka gerbangnya.See? Elano bisa keluar tanpa repot-repot bertindak.
Gadis yang katanya sedang sakit itu kini sedang duduk di balkon kamar menikmati udara segar sambil memakan beberapa camilan.
"Gue tuh bingung. Novelnya masih berjalan atau gak dan gue juga bingung kenapa hampir semua kejadian pasti gue yang alami"
"Kira-kira gue bisa balik apa gak? apa yang harus gue lakuin sekarang? Arghhhh ayolah mikir dong, lo jadi otak jangan malesan! " geramnya sendiri sambil memukul kepalanya.
"Siapa cowok diperpus dan waktu di BK? " tanyanya pada dirinya sendiri.
"Gue gak paham anjrit.." ucapnya sambil mengacak rambutnya.
Deru motor mengalihkan kegiatan gadis itu, ia berdiri berjalan menuju pagar balkon untuk melihatnya,"Elano? ngapain dia kesini. "
Aurora berlari dan bergegas keluar dari kamar menuju ruang tamu.
"Eh sayang udah turun tadi Oma mau ke atas padahal, tuh ada Elano di depan. " ucap Oma
"Ngapain dia disini? "
"Mau jenguk kamu lah, udah sana temuin dia. " ucap beliau sambil mendorong Aurora menuju pintu masuk.
"Sini masuk nak!" suruh Oma pada Elano yang dijawab anggukan oleh lelaki itu.
Aurora hanya membuntuti mereka dari belakang dengan langkah malasnya.
"Nah kalo butuh sesuatu suruh Aurora aja ya nak Elano, kalau gak mau bilang aja sama oma biar oma jewer telinganya." ucap oma
"Iya Oma, "
Oma pun pergi meninggalkan keduanya yang dilanda keheningan, Aurora memberengut kesal karena ucapan oma nya,dikira dirinya pembantu.
"Nih..." Elano menyodorkan sebungkus pelastik untuk Aurora.
"Apaan? "
Aurora membukanya terdapat sebungkus nasi goreng, ayam bakar, snack dan Kiranti?
Aurora mendongakkan kepalanya menatap Elano, "Ini maksudnya apa? " tanya Aurora sambil memperlihatkan dua botol Kiranti.
"Buat lo"
"Hah? "
"Lo sakit karena lagi datang bulan kan?"
"Datang bulan? siapa? gue? " tunjuk nya pada diri sendiri dengan ekspresi konyolnya.
"Ya"
"Jadi lo kira sekarang gue sakit karena lagi datang bulan? "
Elano mengangguk.
"Makasih,tapi gue gak lagi PMS. "
"Ohhh.. "
"Ngapain lo peduli sama gue?kita gak udah gak ada hubungan apa-apa. " ucap Aurora sambil melipat kedua tangannya dengan posisi berdiri.
"'Lo masih tunangan gue. "
"Sejak kapan? gak ada lagi tunangan. "
"Lo masih tunangan gue selama ortu kita belum setuju. "
"Gue bakal kasih tau mereka. "
"Mereka gak bakal setuju. " jawab Elano
"Kenapa sih ?! kenapa lo jadi selalu nahan gue?! bukannya lo gak suka sama gue Elano! "bentak Aurora kesal karena ucapannya terus dibalas datar oleh lelaki itu.
"Gue muak sama lo Elano! gue pengin kita batalin pertunangan ini! " teriak Aurora berdiri dari duduknya.
"Oke!"
" Oke kalo itu mau lo!! " geram Elano ikut berdiri dari duduknya menatap dingin Aurora.
"L-lo serius? "
🌷
🌷
🌷
🙋♀️Anyeong!
⚠️JANGAN LUPA Like👍Vote🎟coment✉️beri hadiah🎁Jadikan Favorit💌
SEE YOU !