
Happy reading
⭐
⭐
⭐
"You too. " balas Aurora
Aurora sedang malas bertemu cewek naif itu, setiap ketemu rasanya ingin menjambak rambutnya sampai habis!
Dikamarnya Aurora menutup pintu kamarnya kencang, membuat Arsen yang berada dikamarnya pun mendengar walaupun sedikit.
Arsen keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Aurora.
Tok
tok
tok
"Dek!! buka pintunya!! " panggil Arsen
Aurora memunculkan kepalanya saja, "ada apa bwang? "
"Habis dari mana? kenapa baru pulang? " tanya Arsen sambil memasukkan kedua tangannya di celana hitam pendeknya.
"Habis pergi sama Laura," balas Aurora
"Ngapain ? gak lakuin hal yang macem-macem kan? " selidik Arsen
Aurora menggeleng, "gak bang, tenang,"
"Udah kan? aku capek, mau istirahat. "
"Yaudah sana.. oh ya abang besok ada acara ultah temen di club, mau ikut?? " tawar Arsen
Aurora menaikan sebelah alisnya, "ultah?club? gak deh bang.. ajak Laura aja. "
"Kok Laura,? apa hubungannya? abang aja gak dekat sama dia. "
Aurora mengedipkan matanya, "belum mau jujur nih? yaudah deh.. bay!! " ucap Aurora dan menutup pintu kencang membuat Arsen terkejut.
Aurora kembali membuka pintunya, "aku sibuk bang! "
Setelah mengatakan itu Aurora kembali menutup pintunya namun tidak sekencang tadi.Arsen yang melihatnya hanya mengelus dada sabar.
Aurora menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dan merogoh sakunya mengambil sebuah benda kecil, "gue buka besok aja deh, ngantuk. " ucap Aurora kemudian menyimpan benda itu di laci kamar.
⭐
Hari ini adalah hari sabtu, sekolah tetap menjalankan pembelajaran namun hanya setengah hari saja.
Aurora turun dari motor sport nya dengan santai lalu berjalan melewati siswa-siswi disana dengan tenang.
Banyak yang menggunjingnya, namun Aurora hiraukan dengan memakai handset dan menyetel lagu kesukaannya.
Aurora terus berjalan menuju kelasnya, sesampainya di kelas ia langsung disambut dengan para teman kelas sekaligus sahabatnya yang menyambutnya di kelas.
"Kalian kenapa? "
"Ra lo disuruh ke BK sama bu Nurul.. katanya mamahnya Salsa ke sekolah. " ucap Celline
"Oooh.. "
"Kenapa lo santai aja? " tanya Jovanya.
"Ya karena bukan gue yang dorong dia. " ucap Aurora santai.
"Kita bakal selalu dukung lo Ra! " ucap teman kelasnya.
Aurora mengeryit bingung, "kalian percaya sama gue? "
"Tentu saja, lo udah bantu kita kerjain PR, kalo lo sampai diskors kita gak ada lagi contekan. " ucap temannya
"Kalian manfaatin gue?? "
"Ya bisa dibilang gitu, tapi kita gak munafik , kita emang butuh lo. " ucap temannya jujur
Aurora tersenyum, " gue suka orang yang gak munafik. Gue juga butuh kalian sih nanti. " ucap Aurora, ini akan lebih mudah dengan mereka.
"Bantuan apa? " tanya Celline
"Besok kalo gue butuh kalian, gue bakal kasih tau. " ucap Aurora dibalas anggukan oleh yang lain.
Aurora meletakkan tas itu dan berjalan menuju BK, ia sempat ditawar untuk ditemanin Celline dan Jovanya, namun ia menolak nya.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, silahkan duduk. " ucap bu Nurul
"Ada apa bu? "
"Apa kamu yang mendorong anak saya ke kolam renang?" tanya ibu Salsa ramah, ia kira akan di ulti dengan teriakan ibu-ibu.
"Bukan saya, "
"Kenapa kamu berbohong? "
"Saya tidak berbohong. "
Bu Nurul menghela napas, "kenapa kamu tidak jujur? Salsa bilang kamu yang dorong dia. "
"Pliss bu, kalau saya dipanggil kesini karena hal itu maka sangat membuang waktu. Saya tidak pernah ada niat mendorong anak ibu ,dan tolong katakan pda anak ibu untuk lebih berani bertindak, jangan jadi pengecut. Saya tahu Salsa anak yang baik, polos, lemah lembut, namun di dunia ini sifat seperti itu sangat rawan di bully. Saya harap anak ibu bisa menjadi lebih baik lagi. " ucap Aurora
"Udah mah, aku juga gak papa kok,ini ketidaksengajaan." ucap Salsa
"Baiklah, kamu boleh pergi. "
"Terimakasih." Aurora berdiri dan membungkuk hormat, kemudian berjalan membuka pintu dan meninggalkan ruang itu.
Aurora tahu Salsa pasti juga tak mau dirinya sampai dihukum, karena ia tahu bukan Aurora yang membulinya.
"Anjir" ucap Aurora kesal sambil membersihkan rok nya.
Aurora refleks memegang saku almamater nya dan mendapati alat perekam percakapann di kafe itu tidak ada.
"Woiii!! jangan kabur lo!!! " teriak Aurora
Aurora segera menyusul orang itu ,berlari melewati lorong -lorong kelas. Ia banyak menabrak beberapa murid disana namun Aurora terus berlari kencang.
Saat menuju parkiran ia melihat orang itu telah memasuki sebuah mobil, Aurora langsung berlari menuju motornya tanpa memakai celana ia langsung menancap gas motornya.
Aurora sempat dicegah oleh satpam disana namun ia abaikan.
Aurora mengejar mobil itu dengan lihai.
"Cepetan dong!" ucap orang itu menyuruh orang yang sedang mengendarai mobil itu.
"Ini juga udah cepet! dia aja yang pake motor jadi lebih mudah ngejar. " ucap Steven
Ya orang yang menabrak Aurora tadi adalah Mega, ia memakai celana agar Aurora tidak dapat mengenalinya sebagai perempuan.
"Lo udah dapet rekaman itu,? " tanya Steven
Mega mengeluarkan sebuah alat perekam, "gue udah dapat. " ucapnya tersenyum tipis.
"Bagus, gak nyangka mantan orang yang gue sukai bisa bergerak semulus itu. " ucap Steven
"Lo ngomongin gue apa si Aurora itu? " tanya Mega
"Emang gue pernah suka sama lo? gak! ya jelas gue lagi ngomong Aurora. " ucap Steven menusuk.
"Lo masih suka sama dia? "
"Tentu saja, tapi gue mau buat dia menderita dulu baru gue ajak dia buat jadi milik gue. " ucap Steven tersenyum licik.
Mega tersenyum tipis mendengarnya.
"Jago juga dia ngendarain motornya. " puji Steven pada Aurora yang masih mengejar mobil mereka.
Steven mengambil jalan di sebelah kanan namun lampu sen ia arahkan ke sebelah kiri, membuat Aurora salah berbelok.
"Hahaha.. dia tertipu. " tawa Steven saat melihat motor Aurora berjalan ke jalur sebelah kiri.
Sementara kini Aurora memberhentikan motornya, " si*l !! " ucap Aurora memukul kepala motornya.
Namun setelahnya ia tersenyum remeh, " untung rekaman itu udah gue pindah ke HP gue, silahkan kalian dengerin bunyi kentut gue di rekaman itu. " ucap Aurora tertawa renyah
Sebelum Aurora tidur tadi malam ia telah mengirim rekaman itu ke ponselnya dan mengisi alat rekaman itu dengan suara kentutnya. Entah mengapa ia melakukan hal konyol seperti itu, karena kebetulan perutnya sedang kembung dan sering kentut.
"Gimana ya ekspresi mereka saat buka rekaman itu? pftttt.. kocak pasti. " tawa Aurora semakin menggema.
"Mbak? " panggil seseorang membuat Aurora menghentikan tawanya.
"Ah iya dek? "
"Mbak gila ya? kenapa ketawa sendiri ? " ucap bocil itu dengan polosnya membuat Aurora langsung terdiam.
"Ooh gak kok dek, mba lagi telfonan sama teman, jadi jangan anggap mba gila ya.Nih liat. " ucap Aurora sambil memperlihatkan telfon ya yang sempat ia pencet asal dan kebetulan diangkat oleh orang itu.
"Ohh gitu ya mba? " Aurora mengangguk
"Kalau begitu aku permisi. "
Bocil itu pun pergi menyeberangi jalan. Aurora mengecek ponselnya dan terkejut saat dirinya justru menelpon Elano, dan Elano juga mengangkatnya.
Aurora langsung mematikan telpon itu dan memasukkan nya ke saku.
"Si*l banget gue hari ini, udah dipanggil BK, ditabrak orang, dibilang gila, dan kepencet nelpon Elano? " ucap Aurora kembali memakai helm nya.
Aurora menyalakan motornya dan menjalankannya meninggalkan tempat itu.
"Kenapa El? " tanya Sagara saat melihat Elano terdiam sambil memegang telponnya.
"Siapa yang nelpon lo? " tanya Karel
"Aurora."
"Kenapa sebentar banget? bilang apaan dia? " tanya Karel
Mereka bertiga sedang berada di rooftop dan membolos pelajaran.
"Ooh gak kok dek, mba lagi telfonan sama teman, jadi jangan anggap mba gila ya.Nih liat." ucap Elano menirukan Aurora yang berbicara tadi.
Karel dan Sagara menahan tawanya, "serius dia ngomong kaya gitu? "
"Yaa, ada suara anak kecil juga. " ucap Elano
"Terus? " tanya Karel penasaran
"Oh gitu ya mbak? " ucap Elano sekali lagi sambil menirukan gaya bahasa bocil itu.
"Kenapa lo gak cek aja lewat cincin Aurora? "
"Gak bisa, mungkin cincin itu ditutup sesuatu sama dia. " ucap Elano datar
"Pfttt.. jangan anggap mbak gila ya. Jangan-jangan cewek lo itu lagi dikatain gila sama anak kecil? hahahha.. kalo itu, itu kocak banget.." ketawa Karel pecah
"Tunangan lo makin hari makin aneh El... ada-ada saja. " ucap Sagara
Senyum kecil terbit di ujung bibir Elano, aneh tapi Elano suka.
⭐
⭐
Hai🙋♀️
Besss ada yang bucin><
Like, 👍vote,🎟coment,✉️dan beri hadiah.🎁..
see you!!!⭐