AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
54# Sombong dikit gpp kan?



Happy Reading


🥦🥦🥦


Setelah kepulangannya dari kafe, Aurora langsung bergegas menuju rumah Laura.


Sebelum datang kesini Aurora sempat meminta alamat Laura dari Arsen dan dengan mudahnya lelaki itu memberikannya. Sebenarnya Aurora ingin menanyakan keadaan Laura pada Arsen namun entah mengapa dirinya ingin berkunjung ke rumah Laura.


Dengan motornya kini Aurora telah sampai di sebuah rumah yang besar , namun jelas masih besar dan luas rumah Elano.



Aurora sempat ragu untuk berkunjung apalagi ia hanya sendirian, jujur saja Aurora selama membaca novel For You belum pernah menemukan scane dimana Laura bersama keluarga nya itu yang membuat Aurora bimbang.


Namun dengan keberanian Aurora turun dari motornya dan berjalan mendekati pagar untuk memanggil satpam.


"Pak! "


"Maaf non siapa ya?? " tanya satpam ramah.


"Emm.. saya mau bertemu dengan Laura apa ada?? saya sahabatnya. " jelas Aurora


"Sahabat?? setahu saya non Laura tidak berteman dengan siapapun. " curiga satpam itu


Aurora berpikir sejenak, " saya teman lama pak, baru pulang dari Jerman jadi belum sempat bertemu. " jelas Aurora berusaha meyakinkan.


Satpam itu mengangguk dan membuka pintu gerbang mempersilahkan Aurora masuk.


Aurora berjalan kembali menuju motornya untuk memasukkan nya kedalam rumah agar aman.


"Makasih ya pak! btw nama aku Aurora, kalau bapak? " tanya Aurora sok akrab agar dirinya sewaktu-waktu bisa dengan mudah masuk.


"Oh neng Aurora, panggil saja mang Agung. " ucap satpam yang bernama Agung.


Aurora mengangguk dan tersenyum, " salken ya pak!! oiya Aurora titip motornya ya pak. "


"Siap neng. "


Dengan langkah pelan Aurora berjalan menuju pintu utama dan mengetuk pintunya namun tak ada respon.


Aurora mengedarkan ke sekitarnya dan melihat ada sebuah bell.


"Yaampun! ada bell ngapain ngetok pintu, rumah segede ini ketok pintu mana denger Aurora. " rutuknya sendiri


Aurora memencet bel dan berdiri menunggu respon dari pemilik rumah.


Setelah menunggu haampir 10menitan namun belum juga terbuka pintunya. Aurora berdecak kesal lalu mengetuk pintu dengan keras disertai gerbrakan.


Jika rusak nanti ia akan menyuruh papahnya untuk menggantinya , itu adalah pikiran pendek Aurora dalam kondisi sedikit kesal sekaligus lelah, jangan ditiru yak.


Tok brak!


Tok Brak!


seperti itulah bunyinya.


"Anji* penghuninya tuli semua apa gimana sih?!! "


Aurora menendang pintu itu dengan kakinya bertepatan dengan itu pintu terbuka membuat kaki Aurora menendang tulang kering seseorang.


"Arghhh.. " pekik lelaki itu


Aurora langsung mendongak dan terkejut saat melihat sosok didepannya.


"Apa-apan sih! sakit tauuu!! " teriak lelaki itu menatap Aurora tajam.


Aurora meringis malu, " ma-maaf dek.. "


Lelaki itu melotot mendengar panggilan dari Aurora, " dek?? gue lebih tua dari lo anjir!! bisa-bisanya lo panggil gue dek?!! " teriak lelaki itu.


Mendengar suara kencang lelaki didepannya membuat Aurora menjengit dan menutup telinganya.


"Ma-maaf bang. "


"Bang? gue bukan abang tukang bakso! " sentakan lelaki itu.


Aurora berdecak dan berkacak pinggang menatap lelaki didepannya dengan kesal, " terus gue harus panggil lo apaa??! jadi cowok kok sewot amat! " teriak Aurora kesal


"Lah lo kok jadi yang marah sih! "


"Lo duluan yang bentak gue! "


"Lo yang nendang kaki gue!! "


Keduanya berdebat membuat sosok lelaki lain datang untuk menghampirinya.


"Ada apa ini? " tanya lelaki itu.


"Dia dateng terus ngamuk, sewot lagi. " ucap lelaki pertama.


"Lo yang sewot ya!! " teriak Aurora tak terima.


"Sudah-sudah! jangan bertengkar." tegas lelaki kedua yang jika dilihat dia berusia sekitar 24 tahunan.


"Kamu juga Gilang, malu sama umur! "


"Dia yang mulia dulu kak. " bela lelaki bernama Gilang itu kesal.


"Eh..bapak dokter yang waktu itu rawat saya sakit ya?? " tanya Aurora saat melihat lelaki dewasa tadi.


Axel menatap Aurora datar kemudian berdehem menangguk.


"Masuk." perintah Axel


Aurora menangguk dan memasuki rumah mewah itu sambil menatap sinis lelaki bernama Gilang itu.


"Silahkan duduk. "


"Ada urusan apa kamu kesini? " tanya Axel


"Saya mau ketemu sama Laura kak. " ucap Aurora


"Ada hubungan apa lo sama cewek itu? " tanya Gilang


"Dia sahabat saya. "


Keduanya nampak terkejut mendengarnya namun segera menormalkan kembali ekspresi nya, sebelum itu Aurora sudah melihatnya terlebih dahulu.


"Dia ada dikamar. " ucap Axel


"Yaudah saya kesana ya kak! btw dimana kamarnya? " ucap Aurora senang


"Mending lo pulang deh. " usir Gilang


Aurora menatap Gilang sinis, " dih ngatur, gue mau ketemu sahabat gue jadi lo gak bisa atur gue. "


"Ini rumah gue. "


"Rumah kedua ortu lo kalik. "


Jawaban dari Aurora membuat Gilang terdiam begitupun dengan Axel yang menatap Aurora dingin.


"Dia lagi tidur, mending kamu pulang sekarang. " usir Axel juga membuat Aurora bingung.


"Ada apa sih sebenernya. " batin Aurora


"Gak mau! mau ketemu Laura dulu baru pulang! " kekeh Aurora, ia semakin penasaran dengan keluarga Laura asli.


Terdengar suara langkah kaki mendekati arah mereka, " sebaiknya kamu pulang, sebelum saya menyuruh pengawal menyeret mu pergi. "


Aurora terbelalak melihat tampang didepannya itu membuat Aurora meringis takut.


"Aku gak mau!! " tolak Aurora


"Lauraaaaa! yuhuuuuuu gue ada disini lo keluar dong..." teriak Aurora membahana.


"LAU-"


"Stop!! pergi dari sini sekarang. " tekan lelaki yang baru saja datang, bisa ditebak umurnya sekitar 28tahunan.


Ganteng sih tapii sangar dan nyeremin.


"Gak mau gue pengin ketemu Laura titik!!! " tolak Aurora tegas. Enak aja ia sudah susah payah datang kesini eh malah diusir!.


"Pergi dari sini sebelum saya melakukan hal kasar padamu. " ucap lelaki tadi dengan merogoh sesuatu di saku belakang.


"Kak Bima jangan! " sentak Axel membuat lelaki bernama Bima itu melakukan kembali sesuatu kedalam saku celananya.


Gilang yang merasa kakak tertuanya sudah marah langsung menyeret Aurora keluar , namun Aurora tetap Aurora yang selalu teguh pendirian sebelum sesuatu yang ia inginkan tercapai.


"Apaan sih! lepasin gue mau ketemu Laura bego!! " teriak Aurora


"LAURA GUE AURORA ADA DI RUM-" teriak Aurora terhenti saat seseorang pria seumuran dengan papah dan om Victor menuruni tangga.


"Jangan buat keributan dirumah saya. " tegas lelaki paruh baya itu.


"Om maaf tapi saya ingin bertemu dengan Laura om tapi malah gak dibolehin sama tiga orang itu. " tunjuk Aurora pada A, B, G. atau Axel, Bima, Gilang.


"Saya tidak peduli. "


Tiba-tiba bodyguard datang menahan kedua tangan Aurora membuat Aurora terkejut, "apa-apan ini!! lepasin woiiii!! " berontak Aurora


Ujung mata Aurora sempat bersitatap dengan seorang gadis yang sangat ia kenali berada di tangga atas menyembunyikan dirinya dibalik dinding, "itu Laura. " batin Aurora


Aurora menatap Laura dengan curi pandang, bisa ia melihat Aurora menggelengkan kepalanya menyuruh Aurora pergi, tapi kenapa???


"Bawa gadis itu keluar. " perintah pria paruh baya itu.


Tubuh Aurora diseret dengan kasar membuat Aurora kesusahan mempertahankan posisinya.


"Anji*g!!! kalian gak bisa berbuat kaya gini sama gueee!!! "


"Lepasin!!! "


"Asal kalian tau gue itu putri tersayang papah Gani Aldebaran!!! tunangan dari Elano King Alister!!! calon mantu ayah Victor de Alister!!! gue bakal aduin kalian!!!! " berontak Aurora dengan teriakan membahananya karena kesal diperlakukan seperti ini.


"Maafin Aurora ya pah bawa-bawa nama papah.. " batin Aurora


"Lepasin dia. " perintah lelaki paruh baya itu.


Setelah terlepas dari dua bodyguard itu Aurora langsung menatap mereka yang berada disana dengan remeh, ayolah siapa yang tidak tahu marga Aldebaran dan Alister, Aurora tersenyum senang.


Gapapa kan sombong dikit??


"Ayo om, om pasti takut kan?? " ejek Aurora dengan ekspresi tengilnya.


Seno papah dari Laura menggeram saat melihat ekspresi menyebalkan gadis itu.


Begitupun dengan trio ABG, Axel, Bima, Gilang yang menatap Aurora dingin. Suasana menjadi menegangkan.


Run Aurora!! runnnn...


🥦


🥦


🥦


Kira-kira kenapa ya kok gak bisa ketemu sama Laura?🤣🤣


Like, Vote coment dan beri hadiah yakk🙏


See youu!!