AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
49# Ikan yang terpancing



Happy Reading


*


*


*


Elano berdecih, " jadi....apa lo yang kasih Aurora sate kerang, Mega? "


Pertanyaan itu langsung membuat Mega terdiam, si*l dia terpancing.


Sila yang mendengar perkataan Mega menggeram marah, bodoh sekali gadis itu!


"Loh bener juga secara gak langsung lo bilang kalau lo tau soal kejadian Aurora kemarin. " sahut Karel yang juga ikut berdiri disusul dengan Sagara yang juga ikut berdiri.


"Ngapain kalian berdiri? jongkok! " perintah Elano pada kedua sahabat nya itu.


Karel dan Sagara berdecak kesal mereka kembali berjongkok kembali sesuai perintah Elano.


"Kenapa lo diem? "


"Dengan keterdiaman lo semua bisa tau yang sebenarnya. " ucap Elano datar


"Gue cuma nebak Elano, kenapa lo selalu nuduh gue ? gue cuma mau jujur sama lo! " geram Mega


Dengan posisi murid lain juga ikut mendengarkan perkataan Mega dan Elano namun mereka hanya diam tak ingin memperkeruh keadaan.


Sementara disisi lain Aurora berjalan melewati lorong kelas menuju lapangan, ia takut terlambat upacara.


Namun saat sampai dilapangan ia mengkerut bingung saat melihat para murid sedang jongkok dibawah sinar matahari pagi yang masih belum terlalu panas. Aurora melihat ketengah lapangan dan melihat Elano berada disana sambil memegang mic, apa yang lelaki itu lakukan disana??


Aurora berjalan mendekat lewat belakang murid yang sedang berjongkok itu dan melihat Mega yang sepertinya sedang berdebat dengan Elano. Aurora diam mendengarkan.


"Jadi ini alasan lo lakuin ini ke kita semua?! sadar El dia emang pantas dapat kaya gitu!! dia itu jal*ng dan gak pantas sama lo! " ucap Mega


Aurora langsung melotot mendengar perkataan Mega, berani sekali dia berbicara dan mengatainya seperti itu didepan umum. Mega pasti segaja memperburuk reputasinya.


Aurora mendengus saat mendengar pembelaan Mega, pintar sekali mulut gadis itu mendusta.


Pandangan Aurora bertemu dengan tatapan Elano, Elano memandangnya dengan diam seolah mengisyaratkan Aurora untuk diam biarkan lelaki itu yang menyelesaikan sesuatu disana. Aurora mengangguk .


Mega masih saja mengelak membuat Aurora geram mendengarnya, sebenarnya Aurora lebih menunggu Sila tertangkap basar karena keceplosan.


Aurora tau kalau Mega hanya alat Sila untuk menjalankan rencana liciknya, sementara Sila sendiri yang menyusun rencana.


"Sila hmm.. dia lebih licik dari Mega, gue lebih suka Mega yang secara langsung menunjukkan ketidaksukaannya daripada Sila yang hanya berani play behind seolah dirinya tak melakukan sesuatu, orang yang seperti ini yang wajib gue dihindari. " ucap Aurora


Play Behind (bermain dibelakang)


"Elano lo bukan pemilik dari sekolah ini, lo gak bisa seenaknya kaya gini! " ucap Mega


"Apa hubungannya? "


"Lo gak berhak hukum kita cuma karena masalah pribadi lo!!! "


"Oh ya? "


Mega geram mendengar ucapan Elano yang terkesan biasa saja dan seperti mengejeknya. Mega langsung melihat sekitar dan menemukan keberadaan Aland disana.


"Aland lo itu anak pemilik sekolah, seharusnya lo cegah Elano yang biarin dia melakukan hal seenaknya kaya gini!! "


Aland yang sedari tadi diam pun mengernyit, kenapa dirinya dibawa-bawa?? padahal dirinya hanya ingin kegiatan unfaedah ini cepat berakhir namun malah di perkeruh dengan ocehan Mega.


"Aland!!! ngomong dong! "


Aland berdiri mengahadapi gadis itu, " apasih?? "


"Lo itu anak pemilik sekolah masa takut sama Elano. " ucap Mega


" Lagi males ngomong aja. "


Elano yang sedari tadi dianggarkan pun berdecak kesal, tinggal ngaku aja apa susahnya.


"Mega!! lo ngaku aja, kita cape tau jongkok terus!! " teriak Dava


"BENER TUHHH! " sahut seluruh murid kelas dia belas.


"Ngaku aja!! " teriak para murid


"Ini bukan salah gue! gue cuma disuruh!!! " teriak Mega menatap tajam ia tak ingin disalahkan sendirian.


Sila menggerakkan giginya saat mendengar perkataan Mega, ia melihat sekitar dan berusaha mencari akal agar Mega tidak melanjutkan perkataannya. Sila tersenyum miring saat melihat targetnya, Salsa!


Sila berjalan dan menarik tangan Salsa maju kedepan dan berada ditengah lapangan.


"Semuanya dengerin gue!!! "teriak Sila


Semua murid dari kelas 12 maupun kelas lain pun langsung menatap Sila dan Salsa.


" Sila ngapain bawa aku kesini, malu tau.. " ucap Salsa lirih


"Udah diem aja! " sentaknya pada Salsa


"Kalian mau tau rahasia terbesar seorang Aland?? sang cucu pemilik sekolah, idola yang kalian banggakan, dan kalian tau kan kalau cewek disamping gue itu pacar dari seorang Aland?? "


Mereka diam memandang Sila.


"Land!! lo pacaran sama Sila karena taruhan kan?? " teriak Sila nyaring.


"Maksud kamu apa Sila? " tanya Salsa


"Ya jelas dia jadiin lo pacar karena taruhan, jadi lo jangan sok kepedean, Aland gak suka sama cewek miskin kaya lo! " sengak Sila


Aland mendekati keduanya dan menarik tangan Salsa agar menjauhi Sila.


"Jangan ngaco!"


Salsa yang mendengarnya langsung menatap Aland dengan pandangan sulit diartikan.


"Aland... " panggil Salsa lirih


Aland mengusap wajahnya kelam, " jangan percaya, kalaupun itu iya , gue udah lupain semua itu. "


"Aku kecewa sama kamu..." ucap Salsa lirih


Sila tersenyum miring, ia agar menghancurkan semua orang yang berada disini dan orang yang paling ia hindari akan mendapatkan hadiah yang lebih istimewa, ya Aurora dan Laura!! Sila benci mereka!


"Maaf.. gu-"


Salsa melepaskan tangan Aland dan berlari pergi dari lapangan, Aland pun langsung mengejarnya, "Salsa!! "


"Awas lo Sila! " ancam Aland


Setelah kepergian kedua sejoli itu ,lapangan pun mendadak hening.


"Wahhh....!"


"Drama yang bagus, gue suka. "


Semua orang mengalihkan pandangannya kearah gadis yang berjalan menuju tengah lapangan, dia Aurora.


"Kalian semua boleh pergi, gue udah maafin kalian semua. " ucap Aurora tersenyum kepada semua teman-temannya.


Mereka menghela napas lega kemudian berdiri dari jongkoknya, ada yang langsung pergi ada juga yang duduk selonjoran disana sambil melihat ketengah lapangan.


"Sorry Ra! " interupsi beberapa murid


Aurora mengangguk tersenyum sebagai respon.Misi selesai.


Dimana para guru?


Jelas Elano telah memerintahkan om nya untuk mengadakan rapat dengan membahas persiapan ujian akhir semester, semua ini memang rencana Elano.


Karena ini dunia Novel para pemeran utama jelas berhak melakukan sesuatu dengan kuasanya, ingat ini bukan nyata sesuatu bisa saja terjadi .


"Ngapain lo kesini? oh udah sembuh? sayang sekali gue kira lo udah mati! " ejek Sila


Aurora mencebikkan bibinya, "em gue emang hampir mati, tapi Tuhan masih sayang sama gue. "


Arsen yang melihat kehadiran adiknya pun langsung menggeram marah, kenapa gadis itu susah sekali dibilangin! padahal Arsen sudah melarang kerja agar tidak berangkat sekolah.


Laura yang melihat Mega hendak menghampiri Aurora pun langsung menghalangi langkahnya membuat Mega tersungkur ke bawah karena tersandung kaki Laura.


"ups sengaja. "


"Kurangajar! sini lo! "


"Ayok! gue gak takut! "


Seperti biasa mereka pun berkelahi.


"Maaf mengganggu, jika kak Aurora mau tau memang benar kak Sila dan kak Mega yang udah rencanain ini. " ucap Abigail


"Jangan ikut campur bocah!!" sentak Sila


"Bahkan yang membuli kak Salsa itu bukan kak Aurora, jadi kalian semua jangan salahin kak Aurora, dia orang yang baik. " ucap Abigail menghiraukan bentakan dari Sila


"Seharusnya kak Sila itu malu karena ketahuan lakuin hal jahat kaya gini. " ucap Abigail


"Lo gak tau apa-apa, jadi diem!! " ucap Sila


"Untung lo cewek." ucap Arsen


"Arsen ini gak bener. " bela Sila dengan wajah memelas nya.


"Sila.. Sila.. ternyata ini sifat yang lo tutupi. " ucap Jovanya remeh.


"Pergi dari sini, sebelum gue marah!! gue gak pandang gender kalau marah, semuanya bakal gue habisin. " ucap Elano dengan suara rendahnya.


Sila berdecak kemudian melenggang pergi dari sana.


Aurora mendekati Abigail dan memeluk lelaki itu, "uhhhhh makasih adek baikkkk... " ucap Aurora sambil tersenyum.


"Sama-sama Kak. "


Arsen yang melihatnya mendengus kasar.


"Minggir! gak usah peluk-peluk! " sentak Elano menarik Abigail mundur.


Elano menarik pinggang Aurora mendekat, " bocah jangan berani-bernai lo sentuh pacar gue lagi! awas lo! "ucap Elano tajam.


Abigail justru tersenyum mendengar ancaman Elano, " Kalau kak Aurora udah bosen sama kak Elano, jadi pacar Abigail ya? "


"Damn!! gue bunuh lo saat ini juga! "


"Berani lo bunuh adik gue, gue bakal bunuh lo balik Elano!! " teriakkan menggelegar Laura dari jauh.


*


*


*


Gaje 🤣


like👍vote🎟coment✉️beri hadiah🎁folow👐


mampir yuk dicerita Cinta untuk Zara dijamin seru!!


SEE YOU!!