AURORA TRANSMIGRATION

AURORA TRANSMIGRATION
59# Tawuran ll



Happy Reading


πŸ“


πŸ“


πŸ“


"Nice to met you Elano. " ucap lelaki itu menegakkan tubuhnya dan berjalan mendekati Elano.


"Gue kira lo udah di penjara. "


"Gak semudah itu mereka nangkap gue, lagian gue belum puas balas dendam sama lo. " ucap lelaki itu


Arsen yang memang sedikit jauh posisinya dengan Elano langsung berjalan mendekati kedua orang itu.


"Siapa lo sebenarnya?" tanya Arsen


Arsen yang memang tidak melihat sepenuhnya wajah lelaki didepannya hanya bisa mengernyitkan dahi bingung.


Lelaki itu membuka maskernya secara perlahan kemudian mendongakkan kepala ke depan menatap Arsen dengan senyuman sinis.


Arsen yang melihatnya terkejut.


"Steven Gilbert" ucap Arsen yang tadinya terkejut langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi datar.


"Ternyata lo ketua Xanderrior. " sinis Arsen


"Itu dulu." sahut Steven


"Maksud lo?? "


Steven tersenyum miring dan tidak menjawab pertanyaan dari Arsen.


"Adik lo Aurora cantik juga. " pancing Steven


Elano yang tadinya diam dan tenang langsung memunculkan pergerakan dengan tatapan tajamnnya.


Steven tersenyum miring melihatnya.


"Jangan bawa-bawa adik gue!! " bentak Arsen


"Arsen, adik lo terlalu cantik buat Elano doang jadi dibagi dua aja gimana?? biar sama-sama bisa ngerasain tubuh indahnya. " ucap Steven dengan santainya.


Bughhhh!!!


Elano yang memang sudah terpancing amarah saat lelaki itu menyebutkan nama Aurora, kini amarah Elano tak bisa ditahan ketika gadisnya dibilang seperti itu.


Karena pukulan Elano yang tiba-tiba membuat tubuh Steven langsung tersentak ke belakang dan jatuh diatas tanah. Elano berjalan dan langsung menarik kerah baju milik Steven.


"Jaga mulut lo!!"


"Sekali lagi lo bilang hal jorok tentang Aurora, gue bakal kirim lo ke kuburan sekarang juga!! " tegas Elano sambil menghentakkan tubuh Steven.


"Upsss.. sorry, gue takuttt... " ucap Steven dengan ekspresi takut sambil berusaha menegakkan tubuhnya kembali.


"HAHAHAAAA..." suara tawa Steven terdengar keras di selingi suara perkelahian yang masih belum juga reda.


Stefano yang mendengar suara suara orang tertawa langsung menolehkan wajahnya dan melihat siapa yang tertawa di saat seperti ini.


"Bang Steven?? "


Dengan cepat Stefano langsung menghajar dua orang geng Xanderrior yang menjadi lawan mainnya. Setelah dua lawannya sudah tumbang, Stefano langsung berlari membelah kerumunan orang yang tengah berkelahi itu .


"Bang Steven... ?" panggil Stefano lirih sambil mengatur napasnya.


"Oh Stefano...." sapa Steven berjalan mendekati Stefano dan hendak memeluknya namun dengan sigap Stefano langsung menghindar.


Steven terkekeh melihatnya," kenapa??. "


"Asal lo tau, mereka itu cuma pengaruh buruk, mereka juga yang udah bunuh Diva adik kita!!buka mata lo!!" bentak Steven


Bughhhh!!


Untuk kedua kalinya Steven mendapa4 sebuah tinjauan. Stefano meninju wajah Steven sampai membuat sudut bibirnya berdarah.


"Lo pikir gue gak tau apa yang terjadi sebenarnya?? abang sendiri yang udah bunuh Diva!!! abang yang cabut selang infus nya!! abang yang udah celakai Diva!!! abang juga yang udah buat persahabatan Vano hancur!!! itu semua salah abang!!! " teriak Stefano mengeluarkan semua isi pikiran yang selama ini ia pendam.


"Bukan Elano yang bunvh Diva, tapi abang sendiri yang udah bunuh adik abang sendiri!! " geram Stefano sambil menunjuk tepat diwajah Steven.


Semua orang yang tengah berkelahi langsung menghentikan aksinya dan menatap kearah suara itu berasal.


"Kalian bakal kalah. " ucap Jordan sambil mengatur napasnya begitupun dengan Aland.


"Sok tau. "


"Mereka ngapain sih?? " tanya Dava yang langsung mendekati Aland setelah selesai berkelahi. Sama seperti yang lain dengan napas yang sedikit ngos-ngosan.


"Bukannya itu Steven?? jadi ketua Xanderrior Steven?? " tanya Karel


Semua anggota baik Delvanderr maupun Xanderrior yang tadi berkelahi langsung mengambil posisi duduk di atas aspal jalan sambil beristirahat. Wajah mereka penuh dengan lebam.


"Ohhh.. jadi lo udah tau vano?? " tanya Steven yang tersenyum pias.


"Bagus kalau lo udah tau, lo mau tau alasan gue bunuh Diva?? hahhaha.. gue suka sama dia, tapi apa? dia justru jadian sama cowok sok keren itu!! dia udah rebut Diva dari gue sial@n!!! " tunjuk Steven kepada Elano.


"Gue emang gila karena cinta sama adik gue sendiri!!! tapi bagi gue kalau gue gak bisa milikin Diva maka Elano juga gak bisa!!! itu alasan gue bunuh adik gue sendiri, gue gak mau jadi satu-satunya orang yang tersakiti!!! dan gue bahagian liat dia terpuruk karena kepergian Diva. " teriak Steven sambil terkekeh pelan.


"Gila." celetuk Jaka yang melihatnya dari jauh.


"Bukan gila lagi tapi udah stres akut, bisa-bisanya mereka jadiin dia ketua. " celetuk Sagara


"Kan mereka sama-sama gila, ketuanya aja gitu apalagi anggotanya. " sindir Karel


"Bacot lo!! gue kan udah bilang bukan cuma dia!! " ucap Jordan emosi saat mendengar perkataan Karel.


"Dasar baperan. "


Mereka semua sama-sama mendengar dan melihat kejadian menarik di tengah tawuran mereka, dengan santai Dava merebahkan tubuhnya diatas aspal karena lelah.


"Lo gila bang!! "


"Seharusnya sekarang lo udah ada dirumah sakit jiwa. " ucap Arsen


"Gue gak peduli!! gue gak suka Elano bahagia."


" Jadi gue juga bakal buat Aurora menjadi seperti Diva, sepertinya seru..." ucap Steven tersenyum misterius.


"Sial*n!! "


Elano yang memang sedang tadi tengah menahan mati-matian emosinya, kini justru kembali bangkit lagi bahkan lebih meluap-luap.


Bughhhh!


"@njing!! "


Bughhhh!


"Bajing@n lo!! "


Dughhh!


Elano menyerang Steven dengan ganas beberapa pukulan maut terus ia layangkan sampai Steven tak ada waktu untuk bertahan apalagi menyerang balik.


Steven terus saja menghindari pukulan dan tendangan dari Elano namun tak mampu, karena kecepatan pukulannya.


"Uhuughukkk.. " batuk Steven


Sekarang Elano berada di atas tubuh Steven, " lo salah cari lawan Steven. " bisik Elano


Elano hendak menginjak perut Steven namun segera dicegah oleh Arsen dan Stefano, keduanya langsung menarik Elano menjauhi tubuh Steven yang sudah terkapar di tanah.


"Lepasin anji!ng!! gue mau hajar dia!!! " berontak Elano


Stefano dan Arsen yang mencekam kedua tangan Elano berusaha menghalangi Elano bahkan karena kekuatan yang memang sangat besar membuat keduanya tersentak kesana-kemari.


"Atur emosi lo!! jangan sampai lo berbuat hal yang berbahaya!! ' tekan Arsen


" Gue gak peduli!! lepasin gue bangs@t!! "


"Aurora bakal takut liat kondisi lo kaya gini, jadi atur emosi lo. " ucap Arsen berusaha menenangkan.


"Gue Gap peduli!! minggir!! " sentak Elano


πŸ“


πŸ“


Sementara disisi lain Aurora yang sedang mengendarai motor menuju lokasi kejadian, namun sebelum sampai di lokasi Aurora melihat banyak motor di sebuah warung.


Aurora menghentikan motornya, " Permisi pak. "


"Iya neng?? "


"Mau nanya, itu motor siapa?? kenapa banyak sekali? " tanya Aurora sopan


"Ohhh.. ini tadi ada anak laki-laki yang titip motor disisi, ada apa neng?? " tanya pak Parjan.


"Mereka kemana pak,? "


"Ke arah sana neng. " tunjuk sang kakek


Aurora menganggukan kepala,kemudian turun dari atas motornya dan memarkirkan nya bersama motor-motor itu.


"Saya titip motor juga ya pak. "


"Siap neng. "


Setelah mengucapkan terimakasih, Aurora langsung berlari menuju lokasi dimana pertempuran itu terjadi.


Hoshh..hoshh..hoshh..


Aurora memberhentikan larinya saat sudah dekat dengan lokasi, Aurora menumpukan kedua tangannya di lutut untuk mengatur napasnya.


"Capek banget, kalau gini mending tadi bawa motor aja. " decak Aurora


Aurora dapat melihat keributan di depan sana, namun pandangan Aurora justru terpaku pada sosok perempuan yang tengah bersembunyi di belakang sebuah tembok menatap kearah perkelahian itu.


"Siapa?? " tanya Aurora bingung.


Aurora berjalan mendekati sosok itu dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Setelah sampai tepat dibelakang perempuan itu, Aurora menepuk pundaknya dengan pelan.


Dapat Aurora rasakan perempuan itu terjengit kaget, secara perlahan membalikkan badan.


Aurora memundurkan badannya untuk menjaga jarak. Saat melihat wajah perempuan itu Aurora langsung melototkan matanya terkejut.Perempuan itu juga sama terkejutnya.


"Lo.. "


πŸ“


πŸ“


πŸ“


Like, vote, coment dan beri hadiah yak.. biar semangat nulisπŸ™ˆ


Aku bakal double up!!


see you!!