Armageddon Maker

Armageddon Maker
Tamu tak di undang



Ketika mereka berdua dalam posisi seperti itu, sesuatu datang dari arah pintu masuk.


Suara ketukan dari pintu rumah kayu seolah tidak di dengar mereka berdua.


Ketika pintu di buka dari arah luar, cahaya dari kilatan petir membuat mereka tersadar bahwa mereka kedatangan seseorang.


Mereka yang sebelumnya sedang memandang satu sama lain langsung nemalingkan wajah mereka ke arah pintu yang terbuka.


"Oh. Maaf, sepertinya saya datang di saat yang tidak tepat ya. " Sebuah suara yang sangat berwibawa keluar dari seorang makhluk dari depan pintu masuk.


Mereka yang masih dalam posisi saling menindih langsung berdiri dan mencoba menjelaskan situasi.


"In...ini tidak se...seperi yang anda pikirkan" Ucap Liah panik.


"Ka...kami ta....tadi se...sedang" Makhluk itu memotong penjelasan Anma.


"Ya. Baiklah. Terserah kalian saja" Jawab makhluk itu dari pintu masuk.


Tidak lama setelahnya, makhluk itu berjalan masuk ke dalam rumah kayu yang hanya di sinari oleh beberapa obor.


Makhluk itu kemudian mengangkat tangan kanannya. Beberapa cahaya muncul dari sela sela tangan itu dan membuat rumah kayu itu terlihat cukup terang.


Dengan cahaya yang menerangi bagian dalam rumah kayu, mereka berdua sadar bahwa makhluk yang datang adalah seorang druid.


Druid adalah makhluk spiritual yang merupakan evolusi dari Ent atau manusia pohon. Berbeda dari Ent yang sebelumnya hanya berdiam diri dan berkamuflase menjadi pohon selama berabad-abad. Druid justru sering berjalan jalan dan mengawasi seluruh hutan sambil menebarkan bibit bibit pohon di semua area yang di lewati nya.


Druid juga memiliki pengetahuan serta kebijaksanaan yang tinggi serta memiliki sebuah skill bernama "COMANDO".


Skill " Comando " memungkinkan dirinya untuk memerintahkan pohon pohon di sekitarnya untuk menyerang musuh yang di tunjuknya serta dalam keadaan tertentu, pohon pohon itu dapat berubah menjadi Ent.


"Mohon maaf sebelumnya karna telah mengganggu kalian." Kata Druid sambil membungkukkan badanya ke arah mereka berdua.


"Kami tidak sedang melakukan apapun" Liah membantah.


"Lalu, apa yang membuat makhluk langka seperti anda datang menemui kami berdua?" Tanya Anma penasaran.


" Saya datang kemari untuk menyampaikan ucapan " Terima kasih" sekaligus untuk memberikan hadiah kepada kalian berdua. " Druid itu membungkuk dan mengambil sesuatu dari balik baju panjangnya.


Sebuah benda mirip buah di keluarkan dari balik baju itu. Druid itu mengajukan kedua tangannya yang memegang buah itu kepada mereka berdua.


"Terimalah hadiah dariku" Druid itu mendekatkan kedua tangannya kearah Anma dan Liah.


"Hadiah, atas dasar apa? Tuan Druid memberikan kami hadiah? " Tanya liah penasaran.


"Ini. Adalah hadiah untuk kalian. Karna telah mengusir " Wizp O Wizper" Dari hutan ini. Dan mengembalikan suasana hutan seperti semula." Jelas dari Druid itu.


"Jadi itu sebabnya. Pantas saja ketika masuk lebih dalam ke hutan ini hampir tidak ada suara dari makhluk lain" Anma menyimpulkan apa yang terjadi sebelum pertempuran dengan Wizp O Wizper.


Setelah merasa paham atas apa yang terjadi, Anma dan Liah pun mengambil buah itu.


"Ano, Anma, apakah kamu tahu ini buah apa? " Liah bertanya kepada Anma yang sedang memegang buah itu.


"Sebentar." Anma membolak balikan buah itu, mengamati kulitnya dan mengukur ukuran buah itu sambil mencoba mengukur beratnya.


"Buah ini bernama King Crown" Druid menjawab pertanyaan dari Liah yang seharusnya jawaban itu di sampaikan oleh Anma.


Anma yang sedang sibuk menganalisis merasa aneh pada jawaban dari Druid itu. Kemudian ia tersadar bahwa Druid itu bukanlah Druid yang sebenarnya.


Ia lalu menyimpulkan bahwa buah itu bukanlah King Crown melainkan Demon Crown.


Buah King Crown seharusnya berwarna kuning dengan ukuran dan berat buahnya berbeda dengan yang ia pegang saat ini.


Namun Demon Crown memiliki warna kulit hitam yang sama seperti buah yang ia pegang dan memiliki ukuran dan berat yang sama seperti yang ia pegang.


Dari kesimpulan itu, Anma langsung mengambil bagian untuk Liah dan lalu melemparnya ke item box tanpa sepengetahuan Liah.