Armageddon Maker

Armageddon Maker
Tipu daya enemy yang membuat murka



"Anma!! Apa kamu memakan bagianku !! " Liah memandang Anma dengan kesal.


Anma hanya tersenyum manis kepada Liah.


Ketika Druid itu merasa curiga dengan apa yang di lakukan oleh Anma, ia langsung menarik tubuh Liah ke arahnya dan kemudian memeluknya.


"Apakah kamu tidak keberatan Tuan Druid. Saya sedang merasa sangat tidak terkendali karena buah yang tadi anda berikan. Bisakah anda memalingkan pandangan anda ke arah lain. Supaya saya bisa menyelesaikan apa yang tadi sempat tertunda" Anma memeluk Liah sambil menatap Druid yang ada di belakang Liah.


Druid yang paham akan perkataan Anma langsung membalikan tubuhnya ke arah pintu keluar.


"Liah. Maafkan aku. Sepertinya kamu harus pergi dari sini. " Ucap Anma yang menatap wajah Liah dengan mulut yang masih belum bergerak sembari mempererat pelukannya kepada Liah


"He........?! suara dari Anma terdengar masuk dalam kepalaku". Ucap Liah seakan tidak percaya.


Anma sedikit tersenyum dengan apa yang ia dengar dari Liah yang tidak percaya.


" Ini adalah aku. Anma. Aku sedang menggunakan telepati kepadamu. Agar Druid itu tidak mendengar apa yang akan aku katakan padamu. " Anma mengendurkan pelukannya.


"Ke.....kenapa harus seperti ini? Bukankan ada cara yang lain? " Jawab Liah sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf.....Maafkan aku. Sebenarnya tidak ada cara lain yang aku pikirkan saat ini. Tapi mungkin, ini adalah cara yang tepat." Anma memegang dagu Liah dan membuat wajah Liah menatap ke arah wajahnya.


"Tapi, kenapa? Apakah ada yang salah?" Tanya Liah kepada Anma dengan memalingkan tatapan yang bawah.


"Sebenarnya, aku merasa aneh kepada Druid itu. Aku merasa seolah Druid itu bukanlah Druid asli." Jelas Anma sambil menatap ke arah Druid yang sedang berada di belakang Liah.


"Apa yang kamu magsud dengan Druid itu bukanlah Druid asli?" Liah memegang wajah Anma dengan kedua tangannya.


"Maaf tidak ada waktu menjelaskannya sekarang." Anma mencium bagian pipi Liah.


Karna merasa curiga, Druid itu memalingkan kembali wajahnya ke arah mereka berdua. Namun yang ia lihat adalah sepasang kekasih yang sedang berkasmara


" Tch " Druid itu langsung memalingkan wajahnya kembali.


"Maaf, dia sudah mulai merasa curiga sekarang" Ia berkata sambil melihat wajah Liah yang sedang memerah.


Liah hanya diam tanpa suara.


"Sekarang, kamu bersiaplah lari. Ketika aku memberikan sebuah tanda, kamu larilah dari tempat ini secepat yang kamu bisa" Anma melepaskan pelukannya.


"Kenapa aku harus lari." Liah memegang kembali tangan Anma yang semula memeluknya.


"Aku tidak mau kamu mati di sini. Jujur saja, aku tidak yakin bisa mengalahkan makhluk itu dalam kondisi seperti ini". Anma menundukan kepalanya di hadapan Liah.


" Apa yang kamu katakan." Liah menunjukan ekspresi marahnya dengan air mata yang secara tidak sadar mengalir dan membasahi pipinya.


"Sudah tidak ada waktu lagi." Anma kembali memeluk tubuh Liah untuk terakhir kalinya dan mengucapkan trima kasih setelahnya.


"Castle of stone" Anma langsung menggunakan sihir pertahanan yang sama ketika ia menghadapi tombak raksaksa dari Wizp O Wisper.


* Bruuu...m!!!!* Rumah kayu itu hancur karna kemunculan tembok batu itu yang setelah nya air hujan yang semula dihalangi oleh atap rumah kayu, kini telah menetes deras ke arah tubuhnya.


Ketika benteng batu itu muncul, Liah langsung berusaha lari sekuat tenaga keluar dari rumah kayu dengan menembus bagian tembok belakang rumah kayu itu.


Liah berlari dengan berlinang air mata ke arah yang berlawanan dengan area pertempuran. Ia berlari di antara gelapnya hutan yang sesekali disinari oleh kilatan petir yang menyambar.


......................


"Calling gread thunder" Anma langsung mengarahkan sihir petir raksaksa ke arah Druid palsu itu.


"Craaaaaaak" Suara asli dari Druid palsu itu akhirnya keluar.


Besarnya dammage dari petir raksaksa itu membuat benteng batu yang ia buat langsung berlubang cukup besar. Dari lubang itu, tubuh asli dari Druid palsu itu mulai terlihat. Tubuh yang semula tinggi dan gagah dengan kulit kulit kayu itu kini berubah menjadi sebuah tubuh kurus kering yang terlihat di beberapa bagian tubuh yang tidak tertutupi dengan baju khas penyihir sesat.


"Ternyata benar dugaanku" Ia kembali menunjukan sikap siaga dalam pertempuran untuk mengantisipasi gerakan dari makhluk itu.


Makhluk itu adalah Wizp O Wisper yang menyerangnya di saat ia sedang mencari makanan di hutan tadi siang.


Namun entah kenapa disaat Liah datang menolong, Wizp O Wisper itu menghilang dan justru menampakan kembali tubuhnya dengan wujud seorang Druid.


Pertempuran hebat pun kembali terjadi. Anma yang masih merasa lemas berusaha secara mati matian untuk tetap bertahan.


"Buuuuum!! Buuuuum!! Buuuum!! " Wizp O Wizper itu terus mendaratkan pukulan pukulan dasyat dengan tongkatnya.


Anma yang lemas tidak bisa berbuat banyak selain terus bertahan dengan harapan bahwa ia dapat mengulur waktu supaya Liah berhasil selamat.


Kuda kuda yang mulanya sempurna, kini mulai tumbang karena hantaman yang bertubi tubi dari Wizp O Wizper itu.


Tidak berselang lama, tubuh yang semula siaga kini mulai tertunduk tanpa tenaga.


Disaat ia dalam kondisi terburuk, terdengar suara dari kegelapan hutan. Yang menembus derasnya suara hujan badai itu.


"Anma!! Aku kembali untuk menyelamatkanmu!!" Liah melompat dari dahan suatu pohon ke dahan lainya.


Mendengar hal itu, Anma yang dalam posisi tidak menguntungkan mulai berfikir keras tentang bagaimana caranya untuk menyelamatkan Liah.


"Liah!!! Pergilah dari sini!!!!Dia bukan tandingan untukmu" Terika Anma dengan tenaga yang masih tersisa.


"Tidak, tidak. Aku tidak ingin. Pahlawanku mati disini." Liah mulai mendekati area pertempuran itu.


Melihat Liah yang semakin dekat dengan area pertempuran, Wizp O Wizper itu mengalihkan serangannya ke arah Liah.


Ketika Liah menyadari bahwa makhluk itu menuju ke arahnya, ia mulai bersiap menghadangnya dengan kampak raksaksa yang ia bawa di belakangnya.


"Agh" Liah gagal menghadang serangan dari makhluk itu.


Serangan makhluk itu melesat dengan kecepatan penuh dan menghantam bagian perut Liah yang menyebabkan tubuh Liah terlempar jauh kembali ke arah kegelapan hutan semula ia muncul.


"Liah!!" Anma berteriak dengan penuh amarah.


Kini Anma yang semula dalam keadaan tidak di untungkan bangkit dengan penuh amarah.


Dalam amarahnya yang meluap lupa, sebuah icon sihir berkedip dengan cepat seolah sihir itu memanggilnya untuk digunakan.


Setelah ia melihat kedipan itu semakin cepat, ia langsung menekan icon itu.


Pancaran cahaya putih keluar dari tubuh Anma. Dibelakang tubuhnya, muncul akar akar berduri yang melambai lambai karena terkena gelombang kejut dari tubuh yang penuh amarah itu.


"Natural magic. FOREST RAGE" sebuah mantra sihir berskala besar di rapal oleh Anma.


Akar akar berduri yang ada di belakangnya langsung melesat dan menembus bagian tubuh Wizp O Wizper.


dengan berbagai serangan dengan tipe fatal attack yang bersifat brutal, pada akhirnya ia berhasil mengalahkan Wizp O Wizper itu.


akibat dari penggunaan sihir itu, ia kehilangan banyak energi sihir (mana) dan staminanya yang membuatnya tidak lagi kuat untuk berdiri maupun mencari Liah.


Pada akhirnya ia tergeletak lemah di atas tanah tempat Wizp O Wizper di musnahkan.


Dalam pengelihatan nya yang samar samar, ia melihat Liah yang berlari ke arahnya sambil menyeret kampak raksaksa itu.


Tidak lama setalah itu ia terpejam untuk sesaat dan kembali membuka matanya.


Pandangan yang ada di depannya adalah Liah. Ia memangku tubuh Anma yang sudah terbujur lemah. Namun perlahan, suhu tubuh Anma mulai menurun karna dinginnya hujan kala itu.


Dengan sisa sisa tenaganya, Anma mengangkat tangan kirinya dan mencoba mengusap wajah Liah yang sedang mengeluarkan air matanya.


Melihat tangan yang terangkat, Liah langsung memegang tangan itu ke arah wajahnya sambil menangis.


"Anma. Anma. Kumohon bangunlah" Liah berteriak sambil memegang erat salah satu tangan dari Anma.


"L.....liah, Akh. Tetaplah hidup un..untuk...ku....." Anma mengunakan sisa sisa terakhir tenaganya untuk menyampaikan perasaan yang ia rasakan pada Liah.


Liah yang mendengar kalimat itu, langsung melihat ke arah wajah Anma yang sedang tersenyum. Namun disaat Liah ingin menyatakan perasaan yang sama, mata Anma telah terpejam.


Melihat hal ini, Liah langsung berteriak seakan tidak percaya bahwa penyelamatnya akan pergi secepat ini.


"Anma!! Kumohom bangunlah." Liah memeluk erat tubuh Anma.


Setelah menyampaikan perasaan nya kepada Liah, ia langsung kehilangan pengelihatannya.


Yang mulanya itu adalah wajah cantik dan senyum manis dari Liah, kini berubah menjadi kegelapan. Suara tangisan dari Liah pun perlahan mulai menghilang.