Armageddon Maker

Armageddon Maker
Masakan dari Top Global



Di saat Anma sedang berfikir tentang apa yang akan ia lakukan, ada beberapa anak anak demi human yang masuk ke ruang dapur


"A..!!!! " Anak anak demi human itu menjerit dan memeluk kaki Anma.


" Tuan Anma, tolong kami. Ada monster yang sedang mengamuk di ruang makan " Kata Willa sambil menutupi mukannya dengan tangannya yang di selipkan di antara kaki Anma.


" Iya, tuan. Di ruang makan ada empat monster yang sedang mengamuk " Willna menambahkan.


Anma melepaskan pelukan mereka berdua dan kemudian menasehati mereka


" Willa, Willna. Mereka itu bukan monster melainkan kakak kakak kalian yang sedang membantuku menyiapkan makanan untuk kalian" Anma menasehati.


" Tidak. Kami tidak percaya. Di tangan mereka terdapat banya darah " Sanggah Willa sambil memeluk Willna yang sedang ketakutan.


" Ya sudah. Kalian berdua jangan menangis dan takut lagi ya. Selama kalian diam di sini, monster monster itu tidak akan masuk ke dalam sini. " Anma mengelus kepala mereka berdua agar lebih tenang.


" Baik tuan. Kami akan tenang " Willa dan Willna menjawab bersamaan.


" Anak baik " Anma tersenyum kepada mereka berdua.


Anma melanjutkan apa yang ia ingin lakukan.


" Iron skin " Anma merubah tubuhnya menjadi tubuh besi dan menumbuhkan lengan kanannya.


Melihat Anma berubah menjadi sesuatu yang lain, Willa dan willna merasa penasaran


" Ano, Tuan Anma? " Willa bertanya.


" Iya, Willa. Ada apa? " Anma menjawab.


" Tuan sedang apa? Apalah tuan akan pergi melawan monster monster itu? " Willa bertanya dengan wajah polosnya.


" Tidak, aku tidak akan pergi melawan monster monster itu. Tapi aku akan membuatkan hadiah yang tadi siang aku janjikan kepada kalian " Anma menjawab.


" O... Begitu. Ano, bolehkah kami membantumu tuan? " Willa mengajukan bantuan.


" Tidak, itu tidak perlu. Kamu cukup jaga adikmu agar dia tidak menangis lagi. " Anma menolak bantuan Willa


" Baik tuan. " Willa menjawab lalu duduk di samping Willna dan berusaha menghiburnya.


Merasa kasihan melihat Willa dan Willna yang ketakutan, Anma pun memutuskan untuk memasukkan mereka berdua ke dalam item box miliknya agar mereka tidak terlalu lama merasakan hal yang menakutkan.


Setelah memasukkan Willa dan Willna kedalam item box miliknya, ia kembali mengubah kedua tangannya menjadi sebuah pisau dan mulai membersihkan bangkai dari hewan yang di buru oleh Liah dan Flora.


Merasa kurang efektif hanya dengan dua lengan, Anma kembali menumbuhkan dua lengan untuk mempercepat proses pemotongan dan pengulitan dari babi hutan dan beruang.


" Trak tak tak tak sreseeet cring cring sreeset tak tak tak " Anma memotong babi hutan dan beruang hasil buruan menjadi beberapa bagian lalu mengulitinya.


Dengan empat lengan besi yang bisa ia ubah menjadi apapun yang ia mau, pekerjaan yang ia lakukan saat ini terasa lebih efektif dan efisien. Selain itu, Ia juga memiliki titel "Penjagal" dan titel " Tangan Ajaib " Yang membuatnya beraksi dengan sangat cepat ketika membuat sesuatu secara serius.


560 potongan rapi daging dan 390 potong lemak punggung tersusun rapi di atas meja dapur. Selain itu, terdapat 150 potong kulit yang di taruh di sebelah potongan daging itu.


" Oh, kalian sudah selesai membuat kegaduhan? " Anma bebalik dan menatap mereka yang sedang berkumpul di depan pintu dapur.


" Hehehe iya ayah. Maaf telah menimbulkan keributan tadi. " Flora menjawab.


" Kami juga minta maaf tuan. Atas apa yang telah terjadi " Youland, Jian, Oni bersaudara dan Catgirl bersaudara menundukan kepalanya.


" Sebelum aku memaafkan kalian, kalian harus membersihkan kekacauan yang kalian buat ya? " Anma memberikan sebuah perintah.


" Baik tuan, kami akan membersihkan kekacauan yang kami buat " Jian sebagai perwakilan menjawab perintah Anma.


" Nah, sisanya tolong tunggu di ruang makan. Tapi untuk Flora, kamu tetap di sini. Karna ayah butuh bantuan " Anma menepukkan ke empat tangan besinya dan setelahnya ia meminta mereka yang tersisa untuk menunggu di ruang makan.


Setelahnya, demi human yang berkumpul itu melakukan apa yang di perintahkan oleh Anma sementara Flora tetap di ruang dapur untuk membantu Anma.


"Ano, Ayah. Apa yang bisa Flora bantu? " Flora bertanya kepada Anma.


" Bisakah kamu menumbuhkan beberapa Jamur Kreken di atas tulang tulang itu? " Anma menjawab sambil menunjuk ke arah tulang tulang yang menumpuk.


" Ano, maaf ayah. Flora tidak mengetahui bentuk dari Jamur Kreken. " Flora menundukkan kepalanya.


" Ya sudah, tidak apa apa. Akan ayah tunjukan seperti apa bentuk dari jamur kreken " Anma berusaha menghibur Flora agar tidak murung.


Secara tiba tiba, Anma menempelkan dahinya ke dahi Flora.


"Ayah, apa yang ayah lakukan? " Tanya Flora bingung.


"Flora, tenanglah. Coba pejamkan kedua matamu dan setelahnya buka kembali kedua matamu yang terpejam tadi " Jawab Anma sambil menjelaskan apa yang harus Flora lakukan.


Mendengar apa yang Anma katakan, Flora langsung mengikuti apa yang tadi Anma katakan. Ia memejamkan matanya dan setelahnya membuka matanya kembali.


Di saat ia membuka matanya kembali, ia melihat sebuah jamur besar berwarna kuning tiba tiba sudah ada di atas tumpukan tulang yang di tunjuk oleh Anma.


" Ayah, apakah itu Jamur Kreken? " Flora bertanya.


" Iya, Flora. Itu adalah Jamur Kreken. " Anma menjawab.


" Tapi kenapa jamur itu bisa tumbuh di sana? " Tanya Flora kembali.


" Tadi ayah membagi ingatan milik ayah kedalam pikiran Flora untuk sesaat. Ini juga sebagai sebuah percobaan kepada Flora mengenai kekuatan tersembunyi dari tubuh Flora. " Anma menjelaskan.


" Kenapa ayah berfikir seperti itu? Kan yang mengerti kemampuan diri Flora adalah Flora sendiri. Tapi kenapa ayah bisa menyimpulkan hal seperti itu? " Flora memulai perdebatan.


" Itu mudah saja. Karna Flora adalah anak ayah. Jadi ayah tahu betul apa yang ada di dalam diri Flora walaupun Flora tidak menyadarinya. " Jawab Anma secara singkat.


" Ayah curang...! Kan Flora juga ingin tahu apa yang Flora miliki " Flora menunjukan wajah emosinya.


" Di saatnya nanti, pasti akan ayah beri tahu. " Anma kembali mengusap kepala Flora.


" Karna jamurnya sudah ada, bisakah ayah meminta tolong lagi. Flora? " Anma bertanya kepada Flora.


" Hmph... Jika ayah tidak memberitahukan apa kekuatan tersembunyi milik Flora, Flora akan menolak permintaan ayah. " Flora memalingkan wajahnya.


" Apakah Flora ingat apa yang akan terjadi jika Flora menolak permintaan ayah? " Anma memberi sebuah nasehat


Flora langsung memegangi kepalanya dan kembali menghadap ke tubuh Anma kembali.


" Jadi, apa yang perlu Flora bantu ayah? "Flora bertanya kepada Anma.


" Tolong potong jamur jamur itu menjadi bentuk panjang dan sedikit tipis yah, Flora. Dan setelah itu, kamu boleh memilih antara kembali ke ruang makan ataupun tetap disini bersama ayah? " Jawab Anma.


" Itu sangat mudah ayah. Flora akan memotongnya dengan sangat cepat seperti kedipan mata " Flora menyombongkan diri.


" Hahahaha... Ayah mengandalkan mu ya Flora " Anma tertawa karna kesombongan Flora.


Flora merubah tangannya menjadi sebuah pisau daun untuk memotong Jamur Kreken dengan lebih mudah. Sementara Anma mulai memasak daging daging yang telah ia potong dengan menggunakan berbagai macam sihir.


" Bagaimana Flora? Apakah ini terlihat sangat enak? " Anma bertanya pada Flora yang sedang memotong motong Jamur Kreken


" Sebentar ayah " Flora mendekat ke arah Anma dan melihat sajian makanan yang ia buat.


" Flora cicipi ya ayah " Flora mengubah tangannya kembali ke bentuk semula dan mulai mengambil potongan daging yang ada di dalam toples itu.


" Ayah, daging ini terasa sangat lembut dan kenyal. Dan rasanya juga sangat pas antara daging yang gurih dan potong lemak itu.


Walau terasa sedikit asin tapi rasa dari daging itu ketika dikunyah membuat Flora ketagihan " Flora kembali mengambil beberapa potong daging lagi.


" Apakah kamu suka dengan makanan ini Flora? " Anma bertanya


" Tentu saja ayah. Apapun makanan yang ayah buat pasti sangat enak. Hehehehe...." Jawab Flora sambil tersenyum manis


" Baguslah kalau begitu. Jika kamu memang suka. Habiskan saja makanan ini. Karena ayah akan membuat beberapa makanan yang seperti ini lagi. " Anma mencubit pipi Flora dengan gemas.


" Waaa.... Sakit ayah " Flora memegang bagian pipinya yang di cubit.


" Hahahaha.... Maaf, maaf. Silahkan dilanjutkan makannya. Oh iya, jangan lupa jika sudah selesai lanjutkan lagi memotongnya ya. Flora " Anma kembali ke memasak makanan yang sama lagi.


" Selamat makan. " Flora mulai memakan beberapa potong daging yang di sajikan.


"Oh iya, nama makanan ini apa ayah?. " Flora bertanya dengan mulut yang penuh dengan daging.


" Oh, itu. Itu namanya adalah Goulash " Anma menjawab sambil memasak beberapa makanan yang serupa


Setelah beberapa porsi semur daging dimasak, Anma kembali memasak beberapa makanan lagi menggunakan bahan yang masih tersisia.


" Flora, tolong bantu ayah membawakan makanan ini ke meja makan " Anma meminta tolong kepada Flora.


" Baik ayah. " Flora membawa makanan makanan itu menggunakan tangan yang telah ia ubah menjadi beberapa akar.


" Terimakasih ya Flora. Ayah sangat tertolong " Anma tersenyum kepada Flora


Flora membalas senyuman Anma dan pergi ke arah ruang makan.


Melihat Flora telah pergi ke ruang makan, Anma mengeluarkan bunny girl bersaudara dari item box miliknya ke tempat semula.


" Willa, Willna.... Monster yang kalian lihat telah di usir oleh Liah dan Flora. Jadi kalian bisa keluar sekarang " Anma duduk di samping Willa yang sedang memeluk Willna.


" Benarkah begitu tuan? Tapi, kami masih takut untuk pergi keluar " Willa memegang tangan Anma dengan erat.


" Ya sudah. Ayo kita keluar bersama sama. Jika nanti masih ada monster yang tersisa, pasti akan aku kalahkan " Anma menghibur Willa dan Willna yang masih dalam kondisi ketakutan


" Ba....baik tu....tuan. " Willa memegang tangan Anma dan mulai bangkit dari duduknya bersama dengan Willna.


Anma memegang tangan Willa dan Willna dengan tangan besi yang masih belum berubah kembali semula dan pergi menuju ruang makan.


Di dalam ruang makan, Anma melihat seluruh demi human mereasa tidak sabar untuk makan. Setelah menyuruh Willa dan willna duduk ke kursi yang masih kosong, Anma langsung menyajikan makanan yang ia bawa dan menaruhnya di sebelah makanan yang telah Flora letakkan terlebih dahulu.


" Seperti yang aku janjikan di siang tadi, aku memasakkan makanan makanan yang sangaaaaaat enak kepada kalian. Aku harap, kalian suka makanan yang aku buat. " Anma membungkukkan tubuhnya.


" Ayah tidak perlu membungkuk seperti itu " Kata Flora melalui telepati


" Tidak apa, Flora. Ayah melakukan ini karena ini adalah keinginan ayah. Lagipula, ayah juga berjanji untuk memberikan mereka sesuatu yang sepesial. "


" Nah agar mereka merasa bahwa mereka juga sepesial maka ayah membungkukkan tubuh ayah sebagai tanda penghormatan kepada mereka." Jelas Anma melalui telepati.


Di atas meja makan itu, terdapat banyak sekali makanan yang sesuai untuk semua ras. Ada Goulas , seak , sup daging jamur, tongseng, sup ikan dan sup ikan jamur untuk demi human tipe pemakan daging. Lalu, ada juga sup jamur kreken, sup buah king crown, shalad, prekedel dan beberapa minuman herbal untuk di minum oleh semua demi human.


" Apa yang kalian tunggu? " Anma melihat para demi human terlihat malu malu untuk memakan makanan yang ia sajikan.


Namun berbeda dengan para demi human, Flora justru sangat menikmati bubur daging yang Anma buat.


" Silahkan di makan " Anma mempersilahkan kembali kepada seluruh demi human untuk memakan makanan yang di sajikan.


" Ayo, Liah, Gellen, Cermen dan Carmen. ini enak loh " Flora mengacungkan toples berisi bubur daging ke arah Liah dan Party Gellen.


Kesal karena mereka hanya melihatnya makan, Flora langsung mengambil satu suappan Gpulaah ddan menyukpalkannya secara paksa ke mulut Liah, Gellen, Carmen dan Cermen.


"Cplkcplkcplak" Liah mencoba untuk menela makanan yang di masukan Flora secara paksa sementara Gellen dan Oni bersaudara sedang mencoba untuk memutahkannya.


"Emmmmh. Ini enak Flora " Liah berkata sambil menempelkan kedua sikunya.


Mendengar Liah berkata seperti itu, Gellen dan Oni bersaudara langsung membatalkan niatnya dan mencoba untuk merasakan rasa dari makanan yang Flora siapkan kepada mereka.


" Nah kan benar." Flora langsung menuangkan bubur daging di atas piring kayu yang ada di depan Liah, Gellen dan Ono bersaudara.


Melihat Liah, Gellen dan Oni bersaudara makan dengan lahap. Demi human yang lain mulai mengambil makanan yang sesuai dengan selera mereka.


Catgirl bersaudara mengambil sup ikan, sup ikan jamur dan sup daging ikan. Sementara anak anak demi human lebih menyukai sup daging sama seperti Liah dan Party Gellen.


Melihat suasana seperti itu, secara tidak sadar, Air mata kembali keluar dari mata Anma. Sadar bahwa ia mulai menangis, Anma mengusapkan kedua matanya dan kembali makan makanan yang ada di sana.


Setelah semua makanan yang di sajikan habis tak tersisa, Anma menyuruh mereka untuk segera tidur karena besok mereka akan memulai pelatihan. Ia juga memberikan sebuah peringatan kepada mereka agar mereka tidak kembali melakukan hal croboh seperti masuk ke dalam dungeon zean dengan melirik ke arah Party Gellen.


"Yosh. Selamat malam semuanya" Anma bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke tempat tidurnya yang baru.


" Selamat malam ayah " Jawab Flora.


" Selamat malam Anma " Jawab Liah.


" Selamat malam Tuan " Jawab seluruh demi human bersamaan.


Anma masuk ke dalam kamarnya yang baru dan memulai menyiapkan sebuah rencana untuk pelatihan besok.