Armageddon Maker

Armageddon Maker
System dunia yang saling bergesekan



" Hmph" Anma melompat dari satu tebing ke tebing lainnya.


" Ayah, apakah kita akan kembali ke desa itu lagi? " Flora bertanya.


" Iya Flora. Jika kita sudah menaklukan Dungeon Zean, kita pasti akan kembali ke desa itu lagi " Jawab Anma.


" Oh iya ayah, kenapa ayah sangat ingin menjelajah dungeon itu? " Tanya Flora.


" Bukankah beberapa hari yang lalu ayah sudah menjelaskan alasan ayah " Jawab Anma.


" Em..... Benarkah? Flora tidak ingat bahwa ayah sudah menjelaskan alasan itu " Flora kembali bertanya.


" Ya baiklah, tujuan utama ayah ingin masuk ke sana adalah memperoleh beberapa item sihir tingkat tinggi yang dapat di kategorikan langka sampai legenda...... " Anma menjelaskan.


" Item sihir itu, seperti mantel sihir yang di berikan Riz tadi ya ayah? " Flora bertanya


" Iya, Flora. Tapi yang ayah inginkan adalah item item yang sangat kuat agar ayah dapat kembali bertualang seperti saat kita bertemu dahulu " Anma menjawab.


" Lalu apakah ada hal lain yang membuat ayah tertarik masuk ke dalam sana? " Flora kembali bertanya


" Mengenai itu, tanpa ayah bicarapun nanti kamu akan tahu hal itu " Anma menjawab dengan sebuah teka teki.


"Sressse........t " Anma meluncur keluar dari hutan dan sampai di depan rumah kayu.


......................


"Selamat pagi Tn Anma " Juan menyapa Anma yang baru keluar dari hutan.


"Selamat pagi juga Juan. " Anma membalas sapaan Juan.


" Apakah kamu sedang melakukan olahraga ringan Juan? " Anma bertanya.


" Iya tuan. seperti yang anda lihat saat ini. Saya selalu melakukan olahraga ringan ketika pagi agar tubuh ini tetap terjaga" Juan menjawab sambil mengangkat pohon besar seperti mengangkat barbel.


" Kalau tuan sendiri, apakah tuan juga sedang berolahraga? " Juan bertanya.


"Yah, mengenai itu.... Daripada berolahraga, aku justru sedang mencari tempat untuk latihan tempur untuk kalian" Anma menjawab.


" Wah, jadi latihan itu akan benar benar dimulai hari ini ? " Tanya Juan bersemangat sampai ia meremukkan pohon tumbang yang di angkatnya.


"Iya, Juan. Pelatihan itu akan dimulai hari ini" Jawab Anma.


" Kalau begitu, Dimanakah kita akan mulai latihan tempurnya tuan? " Juan bertanya.


" Mengenai itu akan aku jelaskan ketika kita berkumpul dengan semuanya" Anma menjawab.


" Oh iya, dimana yang lainnya? " Tanya Anma kepada Juan.


" Yang lain masih tertidur di dalam. Apakah tuan ingin saya membangunkan mereka? " Juan menjawab sambil merenggangkan otot ototnya.


" Yah, itu tidak perlu. Biarkan mereka beristirahat dulu. Lagi pula masih terlalu pagi untuk mereka." Anma menanggapi saran dari Juan sambil memandang area sekitarnya yang masih di selimuti oleh kabut.


" Baiklah tuan, jika itu memang keputusannya. " Jawab Juan dengan wajah kecewa.


" Oh iya Juan. Ini ada hadiah untuk mu. Seharusnya aku memberikan ini nanti tapi karena kamu terlihat kecewa jadi, aku berikan dulu hadiah untukmu " Anma menghibur Juan


dan memberikan sebuah zirah besi dari item boxnya.


" Ini untukmu Juan" Anma memberika zirah besi untuk Juan


" Wah, saya benar benar berterimakasih kepada tuan." Juan menerima baju zirah itu dan kemudian ia bersujud di depan Anma.


" Ini adalah baju yang saya inginkan sejak dulu... Tuan.... Terima kasih.... Terima kasih.... " Juan bersujud sambil memeluk baju zirah yang diberikan oleh Anma.


" Wah, syukurlah jika kamu suka. " Anma menepuk pundak Juan.


" Kalau begitu, aku pergi dulu ya, Juan. " Anma meninggalkan Juan yang sedang mengagumi baju zirah yang di berikan oleh Anma.


" Tuan, tunggu.... Anda mau kemana? " Tanya Juan pada Anma.


" Oh, itu.... Aku akan pergi ke dungeon untuk bertemu Alpa. Apakah kamu mau ikut? " Anma menjawab pertanyaan Juan sekaligus mengajak Juan untuk bertemu Alpa di dalam dungeon


" Tapi kata tuan tadi malam, kami belum boleh masuk ke dalam sana " Juan bertanya


"Yah itu kan jika kalian sendirian. Lagipula sekarang ini aku yang mengajakmu masuk ke sana. Ataukah kamu tidak ingin ikut? " Jelas Anma


" Baiklah tuan. Saya akan ikut. Tapi, baju zirah ini bagaimana? " Tanya Juan


" Kenapa harus repot? Kamu kan bisa memakainya sekarang. " Anma menjawab


" Baik tuan " Juan memakai zirah yang Anma berikan


Setelah Juan memakai zirah besi yang Anma berikan, mereka berdua akhirnya masuk ke dalam Dungeon Zean untuk bertemu dengan Alpa.


......................


"Ayah, dari mana ayah mendapatkan zirah besi itu?" Flora bertanya melalui telepati.


" Apakah ayah mencurinya? " Flora bertanya dengan nada tinggi


"Tentu tidak. Ayah tidak mencurinya " Jawab Anma.


" Lalu kenapa bisa ayah mendapatkan zirah itu? " Tanya Flora kembali


" Ya itu.... Ayah mengambilnya dari dalam toko pandai besi yang terbakar " Jawab Anma


" Ayah.....!! Mau bagaimanapun juga ayah tetap mencuri dari toko itu... " Flora mengeluarkan amarahnya melalui telepati.


"Iya... Iya... Ayah salah... Tapi jika ayah tidak mengambilnya, zirah itu mungkin akan di ambil oleh para orc atau mungkin juga zirah itu akan rusak karena terbakar dan tertimpa bangunan toko itu sendiri " Anma menjelaskan


" Lalu.. Apa yang akan terjadi jika zirah itu terbakar dan tertimpa bangunan? " Flora bertanya dengan cuek


" Tentu saja zirah itu tidak akan laku lagi... " Anma menjawab Flora


" Hmph.... Ayah tetep saja salah " Flora berkata dengan nada yang tinggi


" Ya sudah... Jika kita kembali ke Desa Riz, ayah akan membayarnya. " Jelas Anma


" Benar begitu? " Flora mulai merendahkan nada suaranya


" Iya, ayah janji. " Anma berjanji untuk kembali ke desa itu dan membayar apa yang telah ia ambil.


" Baguslah jika begitu. " Nada dari Flora kembali normal.


Setelah berdebat dengan Flora cukup lama, Anma dan Juan akhirnya bertemu dengan Alpa.


......................


"Boomm.... Boommm.... Boom....... " Alpa memukul monster yang ada di hadapannya dengan sangat keras.


" Hey, Alpa. Apakah kamu butuh bantuan? " Anma menyapa Alpa dan setelahnya ia mengeluarkan sihir proteksion kepadanya.


"Ting..... " Serangan salah satu monster ditahan oleh proteksion.


"Wugh..... Boo......mmm" Alpa menghajar monster tadi dengan sangat kuat hingga terpental jauh.


" Selamat datang Tuan Anma dan Terima kasih atas pertolongannya tadi. " Alpa membungkuk kepada Anma.


" Ya, santai saja. Oh iya, Alpa. Apakah kamu sudah makan dan beristirahat dengan cukup? " Tanya Anma kepada Alpa.


" Ya, tuan. Saya sudah beristirahat dengan cukup dan saya juga sudah makan dengan cukup" Jawab Alpa.


" Apa yang kamu makan ? " Tanya Anma kepada Alpa karena ia belum pernah melihat bahwa monster yang di summon dapat bertahan lama dan bahkan dapat berevolusi.


"Saya memakan mereka yang masih layak untuk di makan dan untuk mereka yang tidak layak akan saya biarkan " Alpa menjawab pertanyaan Anma sambil menunjuk beberapa tubuh monster yang sudah tidak utuh.


" Pantas saja kamu cepat ber evolusi " Anma menepuk pundak Alpa


"Iya tuan. Itupun juga berkat tuan. Karena tuan menciptakan saya dengan tubuh serangga. Jadi, saya bisa memakan mereka dari luar maupun dari dalam tubuh mereka " Jawab Alpa.


" Dari dalam tubuh? Magsudmu? Kamu masuk ke dalam tubuh monster dan memakannya dari dalam? " Tanya Anma kembali.


" Iya, Tuan. Di batas lantai ke dua, saya pikir bahwa saya akan mati ketika monster berbentuk ular raksaksa menelan tubuh saya. Tapi berkat tubuh yang Tuan berikan begitu monster itu menelan saya, saya dapat bertahan dan dengan keinginan untuk hidup serta melayani tuan, saya menyerang balik monster itu dari dalam tubuhnya dan memakannya dari dalam " Jelas Alpa.


" Wah, Kamu hebat Alpa. Bisa memenangkan pertarungan antara hidup dan mati. " Anma kembali menepuk pundak Alpa karna kagum.


" Terima kasih atas pujian tuan. " Alpa membungkuk.


" Sudahlah tidak perlu seperti itu" Anma menarik tangan Alpa agar berhenti bersujud.


" Monster maker " Anma kembali menciptakan sebuah monster dengan cara yang sama seperti saat ia menciptakan Alpa.


" Caa..........hs...! " Di hadapannya, kembali muncul seekor monster Laba laba dengan wujud raksaksa.


Namun tidak lama setelah monster laba laba itu di buat, tubunya tiba tiba bersinar dan berubah wujud menjadi sebuah tubuh wanita dewasa dengan bagian tubuh laba laba di bagian bawahnya.


" Are? Kenapa dia bisa langsung ber evolusi? " Anma bingung terhadap monster yang baru ia ciptakan


Ketika anma sedang mencari sebuah penjelasan mengenai monster itu, monster itu justru bersujud seakan menanti perintah dari Anma.


" Hey, bangkitlah. " Anma berkata pada monster laba laba itu.


Monster laba laba itu bangkit dan melihat sekitarnya. Namun ketika ia melihat Juan dan Alpa, dia langsung mengambil sikap siap menyerang.


" Tunggu.... Jangan serang mereka. Mereka adalah temanmu. " Anma langsung berdiri dihadapan monster itu dan menghalanginya untuk bertarung dengan Juan dan Alpa


Setelah mendengar apa yang Anma katakan, monster itu langsung mengubah sikapnya.


" Nah untuk sekarang, aku akan memanggilmu dengan nama Sese. (Secondary Spider Evolution) " Anma mengangkat tangannya ke arah monster itu dan memberinya nama


Monster itu hanya menangguk tanpa kata.