
Sesampainya ia di empat para demi human, Anma membicarakan tentang kondisi mereka mulai dari awal penyerangan hingga kondisi mereka saat ini.
Setelah para demi human itu menjelaskan apa yang terjadi, Anma langsung memberikan sihir penyembuhan untuk mereka yang masih dalam kondisi terluka serta memberikan sedikit mana kepada Youland sebagai bentuk terima kasihnya terhadap usahanya dalam merawat teman temannya ketika Anma pergi.
Dari semua demi human yang terluka, Anma sangat berduka atas kematian dari calon bayi Juan dan Jian. Walaupun mereka sempat berkeinginan membunuh Riz dan pasukannya untuk balas dendam atas kematian calon bayinya, tapi kini mereka sudah menghilangkan niatnya karna Anma justru membangkitkan kembali bayi dari Juan dan Jian yang sempat tewas akibat fatal dammage dari salah seorang prajurit Riz
Pada saat penyembuhan tubuh Jian yang terluka, Youlan sempat mengeluarkan tubuh bayi yang belum sempurna. Oleh karnanya Anma menyempurnakan tubuh bayi itu menggunakan sihirnya agar Juan dan Jian tidak bersedih akibat lahirnya bayi yang tidak sempurna.
Berkat usahanya, bayi Juan dan Jian berhasil di sempurnakan dan kembali di hidupkan. Tubuhnya mirip seperti Juan dalam versi kecil dengan sebagian tangan dan kakinya berwarna kehitaman akibat penyempurnaan oleh Anma.
Walaupun bayinya memiliki tubuh seperti itu, Juan dan Jian tetap berterima kasih kepada Anma karna telah memberikan harapan baru bagi mereka.
" Yosh.... Semoga anak ini di berikan kesehatan jangka panjang serta memiliki takdir yang cemerlang " Anma mengusap kepala bayi dari Juan dan Jian.
" Tn Anma..... Kami.... Kami sangat berterima kasih atas kebaikanmu " Juan dan Jian bersujud.
" Tidak apa... Lagi pula ini juga kesalahanku karna kelalaian ku, kalian hampir kehilangan anak kalian. Oh iya, jangan lupa berterima kasih kepada Youland juga ya " Anma mencoba membankitkan Juan dan Jian dari sukudnya.
" Baik tuan... Kami...kami akan berterima kasih kepada Youland. " Kata Juan sambil mengusap air matanya.
" Ano, Tuan.... Maukah tuan memberikan nya nama? " Jian bertanya sambil mengajukan bayinya.
" Maaf Jian.... Aku... aku tidak ahli dalam memberikan nama... Jadi... Maaf, aku tidak bisa memberikannya nama " Jawab Anma spontan.
" Ya sudah jika memang begitu dan sekali lagi Terima kasih ya. Tuan atas kebaikan yang Anda berikan.. " Jian membungkukkan tubuhnya untuk berterima kasih dan setelahnya ia dan Juan pegi menghampiri Youland.
Setelah Juan dan Jian pergi ke arah Youland, Anma pergi menuju tempat Flora dan Liah yang sedang mengurus anak anak demi human untuk menyembuhkan luka fisik dan mental yang mereka alami.
" Yo, Flora, Liah. Bagaimana keadaan anak anak ini. " Anma menyapa Flora dan Liah.
Ketika Anma datang, anak anak demi human dari karafan langsung lari dan bersembunyi di balik tubuh Flora.
" Duh... Ayah... Mereka baik baik saja " Anak anak demi human menarik Flora agar dia tidak pergi menuju ke arah Anma.
Karna Flora tidak bisa mendekat ke arah Anma, Liah pun mendekat sebagai ganti dari Flora.
" Seperti yang kamu lihat saat ini Anma, mereka sudah lebih baik dari sebelumnya. Walaupun mereka masih takut kepada mu, tapi sebenarnya mereka sangat ingin berterima kasih kepadamu " Liah menjelaskan.
" Syukurlah jika begitu keadaannya. " Anma tersenyum ke arah Liah, Flora dan Anak anak dami human yang sedang ketakutan.
Disaat ia berdekatan dengan tubuh Liah sambil memandang anak anak demi human yang sedang bermain bersama Flora, sebuah bayangan kembali muncul di hadapan ya yang hampir sama persis dan membuatnya kembali goyah.
" Sepertinya, kamu mengajari Flora dengan baik ya Liah. Mereka sekarang sudah terlihat akrab. " Anma tidak sengaja menarik pinggul Liah ketika ia goyah.
" Ya seperti itulah. " Liah menjawab dengan senyuman.
" Syukurlah Liah tidak menyadarinya " Gumam Anma sambil memegang kepalanya sesaat.
" Ano, Anma.... Mengenai Juan dan Jian.... Bisakah kamu menolong mereka? " Liah bertanya sambil memandang wajah Anma.
" Mengenai anak mereka? " Anma menjawab sambil melihat ke arah Flora yang sedang bermain bersama anak anak demi human.
" Ya... Soal bayinya..... Kata Youland, bayi mereka telah tewas dan membuat Juan marah besar...." Liah menjelaskan musibah yang menimpa Juan dan Jian.
" Benarkah!! " Liah berteriak senang.
" Iya... Tentu saja " Jawab Anma.
" A......!! " Liah berteriak senang sambil memeluk erat tubuh Anma.
Teriakan Liah membuat Flora dan anak anak demi human yang sedang bermain terkejut.
" Liah.... Kamu bisa memelukku nanti. Disaat anak anak demi human itu tertidur " Anma mencoba menyadarkan Liah tentang situasi saat ini.
" Hmph " Flora membuang muka ketika melihat Anma menatap ke arahnya dan kembali bermain dengan anak anak demi human.
" Ah... Iya... Maafkan aku... " Liah melepaskan pelukannya.
" Ya... Tak masalah bagiku... Tapi mungkin kamu juga harus meminta maaf kepada Flora. Karna tadi ia terlihat sangat kesal " Jelas Anma
"Flora cemburu.... Hixhixhixhix... " Liah menutupi mulutnya agar tawanya tidak terdengar Flora.
" Liah... Cepat minta maaf kepada Flora. " Anma berkata di telinga Liah dengan nada sedang.
" Ah.. Iya... Baik Anma... Akan aku lakukan sekarang " Setelah berhenti tertawa Liah menghampiri Flora untuk meminta maaf.
Anma sedikit tertawa ketika melihat Liah yang sedang berusaha keras meminta maaf kepada Flora namun Flora justru terus berusaha mengabaikannya.
Merasa cukup dengan apa yang dilihatnya, Anma pun membantu Liah untuk meminta maaf.
" Flora, maukah kamu membantu ayah untuk memasak lagi? " Anma menepuk pundak Flora yang sedang mengabaikan Liah.
" Hmph... Tidak.... Flora masih sibuk dengan anak anak. " Flora mengabaikan Anma.
" Ya sudah, jika kamu memang sibuk.. Tapi jangan salahkan ayah ya, jika Liah menghabiskan makanan pertama yang ayah sajikan seperti saat Flora memakan makanan pertama ayah " Anma mencoba membujuk Flora.
" Em..... Etto.... " Flora dalam kondisi bimbang.
" Ya sudah. Teruskan saja mengurus anak anak sementara ayah akan memasak bersama Liah. " Anma berjalan meninggalkan Flora.
" Ayah..... Flo....flora ikut membantu " Flora menarik tangan Anma agar berhenti melangkah.
Anma hanya tersenyum dan mencoba melepaskan pegangan Flora
" Ayah....! " Flora meninggikan suaranya
" Hehehe... Iya iya.. Flora boleh ikut membantu " Anma langsung menarik Flora agar jatuh ke pelukannya.
" Ano... Ayah... Flora malu... dilihat banyak anak anak demi human " Flora berkata sambil menutupi wajahnya yang memerah.
" Bukankah tadi kamu sempat iri dengan Liah? Jadi ayah mencoba memberikan hal yang sama kepada Flora agar Flora berhenti bermusuhan dengan Liah. Mengerti " Anma berkata melalui telepati agar percakapannya tidak di dengar oleh Liah maupun anak anak demi human.
" Ya ayah... Flora mengerti.. " Jawab Flora melalui telepati
" Baguslah kalau begitu.... Ayo kita memasak... " Anma melempar Flora dari pelukannya dan kembali menariknya seolah sedang berdansa