
Saat ia memandangi icon icon itu, ia mencoba mengingat kembali setiap fungsinya. Baik dari icon magic maupun icon skill yang ia miliki.
Saat Anma mengingat sebuah fungsi dari salah satu icon itu, Anma pun mencoba menciptakan sebuah beda melalui "Alcemis" yang merupakan sebuah skill penciptaan sebuah barang dengan kekuatan sihir yang memiliki bermacam macam efek yang bergantung kepada jenis barang yang di ciptakan.
Anma mencoba skill "Alcemis" untuk membuat sebuah toples kaca dengan efek penyembuhan. Dengan bahan dasar pasir halus yang ada di pijaknya ia mulai melakukan percobaanya.
Pada proses awal pembuatan toples kaca, Anma mengumpulkan pasir halus itu menjadi sebuah bentuk persegi yang kemudian ia panaskan dengan sihir apinya.
Setelah persegi pasir itu meleleh, Anma memisahkan serpihan batu dari lelehan pasir yang telah panaskan dengan sihir pemisahan.
Setelah kedua partikel itu di pisahkan, Anma membentuk sebuah toples dari lelehan pasir yang nampak seperti air.
Setelah terbentuk sebuah toples, Anma menyempurnakannya dengan cara mendinginkannya dengan sihir angin secara bertahap hingga topes itu mulai terlihat sempurna.
Setelah toples kaca itu selesai di buat, Anma merasa puas akan apa yang ia ciptakan. Walaupun ketika di dalam dunia game, ia bisa menciptakan apapaun yang ia mau karna sebuah item bernama "Costum Stuff".
Tetapi karna dunia game telah berubah menjadi dunia nyata baginya, Anma merasa kecewa akan hal itu karena seluruh item miliknya terkena reset. Tidak ambil pusing atas kejadian yang menimpanya, Anma memandangi toples kaca itu sejenak dan setelahnya, ia langsung menyimpannya kedalam item box dan berusaha untuk menerima kenyataan itu sambil mencoba untuk tidur.
tidak lama setelah ia terlelap, sesuatu mulai memanggilnya dan sesuatu yang aneh pun mulai terasa
"Ayah.... Bangunlah....!!! " Flora berusaha membangunkan Anma.
"Anma... Bangunlah....!!! " Liah berusaha membangunkan Anma
Anma yang secara samar samar mendengar teriakan mereka berdua perlahan membuka kedua mata nya.
Ia terkejut karena saat ini ia terikat oleh dinding akar buatan Flora.
"Syukurlah Ayah sudah bangun. Tadi Flora sangat ketakutan melihat ayah yang seperti tadi." Flora memeluk Anma sambil membawanya turun dari dinding akar buatannya.
"Ano, ini Anma kan? " Tanya Liah kepada Anma.
"Iya. Ini aku Anma" Anma menjawab dengan senyuman.
"Ano, Flora. Liah. Apa yang terjadi disini? Apakah kita di serang sesuatu ? Atau apa? " Tanya Anma kepada Flora dan Liah.
"Yah, itu.... " Flora dan Liah saling memandang cukup lama dan setelahnya mereka menceritakan apa yang terjadi.
Di sisi lain, teman teman Liah duduk di belakang Liah sambil mencoba menahan rasa sakit mereka.
"Yah, itu dimulai ketika Flora dan Liah mulai tidur di kamar Liah. Di saat mulai larut malam, Flora mendengar suara ayah memanggil Flora dan setelahnya Flora tidak mengingat apapun lagi." Flora menceritakan ingatan terakhir sebelum terjadi sebuah bencana.
"Saat aku merasa bahwa Flora tidak lagi berada di kamar bersamaku, aku mencoba mencari Flora di kamarmu. " Liah melanjutkan bagiannya.
"Untuk memastikan apakah Flora secara diam diam masuk ke sana atau memang kamu sendiri yang memanggilnya. "
"Lalu, apakah Flora benar benar ada di kamarku? " Tanya Anma kepada Liah.
"Aku tidak tahu mengenai hal itu, namun di saat aku mulai mencoba masuk ke kamarmu, gelombang dasyat tiba tiba meledak dari dalam kamarmu" Jawab Liah sambil melanjutkan ceritanya.
"Lalu apa yang terjadi? " Tanya Anma karena penasaran.
"Setelah gelombang dasyat itu, teman temanku mulai terbangun dan menjelaskan kepadaku bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk" Liah melanjutkan ceritanya.
" mungkin dengan naluri alami mereka yang separuh bentuknya adalah binatang, mereka dapat menyadari sesuatu yang mengerikan " pikir Anma sesaat sembari menganggukkan kepalanya.
"Jika tidak salah, ayah tiba tiba mengeluarkan sebuah ledakan energi sihir yang mengerikan" Flora memotong cerita dari Liah.