
"Hey, Alpa. Mungkin kamu akan kesulitan dalam berkomunikasi dengannya tapi aku menciptakan dia untuk bertarung bersamamu di dalam dungeon sampai kami semua siap bertempur sepenuhnya. " Anma berkata kepada Alpa tentang keberadaan Sese yang baru di ciptakan.
" Baik tuan. Sekali lagi, saya ber Terima kasih atas bantuan tuan. " Alpa membungkuk hormat.
" Oh iya, satu hal lagi " Anma membuka item box miliknya
" Ini untukmu dan Sese. Walaupun ini mungkin tidak berguna karna kekuatanmu, setidaknya ini ku berikan hadiah untukmu " Anma mengeluarkan sebuah zirah kulit dan beberapa makanan dalam toples kepada Alpa dan Sese.
" Tuan, ini terlalu berlebihan " Alpa menolak pemberian Anma.
" Sudah, Trima saja." Anma memaksa.
Meliajt sese langsung memakan makanan dalam toples, Alpa langsung berubah sikap
" Baik tuan. Akan saya trima hadiah dari tuan. " Jawab Alpa
"Dan untuk mempermudah komunikasi antara kamu dan Sese, lebih baik jika sesekali kamu berbicara dengannya. Dan tolong Pakaikan baju ini untuk menutupi tubuh manusia dari Sese yang tidak tertutup oleh bulu" Anma menambahkan.
" Baik tuan, akan saya laksanakan " Alpa kembali membungkuk.
" Nah, urusanku di sini sudah selesai. Jadi, sampai jumpa lagi Alpa dan Sese" Anma mulai berbalik dan mengucapkan salam perpisahan
" Ayok, Juan. Kita kembali. " Ajak Anma sambil berjalan keluar dari dungeon
" Ba...baik tuan " Juan menjawab.
" Sampai jumpa lagi Tuan Anma " Alpa melambaikan tangan tanda perpisahan sementara Sese hanya terdiam tanpa kata.
Setelah melambaikan salam perpisahan, Anma dan Juan kembali berjalan dari lantai tiga dungeon ke permukaan.
" Tuan, bolehkah saya bertanya? " Tanya Juan kepada Anma
" Ya, Tentu. Memang kamu ingin bertanya tentang apa " Jawab Anma.
" Ya, itu. Apakah kami bisa ber evolusi seperti Alpa dan Sese di suatu saat nanti? " Tanya Juan kepada Anma.
" Mengenai itu.... Em..... Entahlah. " Anma memikirkan tentang evolusi dari para demi human
" Atau mungkin di waktu dekat ini kalian juga akan berevolusi " Anma berkata tentang kemungkinan evolusi para demi human ketika Juan terlihat kecewa
" Benarkah itu tuan? " Juan kembali bersemangat.
" Ya. Itu mungkin di saat kalian berlatih selama satu bulan itu, kalian dapat berevolusi " Anma kembali menegaskan
" Jika begitu, maka saya harus berlatih dengan sungguh sungguh dalam latihan itu" Juan mengepalkan tangannya dan melesatkan tinjunya ke ruang kosong di hadapannya.
" Ya. Semangat itu bagus. Tapi jangan terlalu berlebihan. " Anma menyarankan.
" Tidak apa tuan. Saya ingin berevolusi agar bisamenjadi kuat seperti Alpa. " Jawab Juan
" Kenapa Alpa? Apakah kamu tidak ingin menjadi lebih kuat sepertiku? " Tanya Anma
" Yah, sepertinya itu mustahil. " Jawaban Juan spontan.
" Kenapa mustahil? " Tanya Anma
" Karena selain dari kekuatan, tuan juga memiliki sihir serta beberapa kemampuan yang sangat sulit di kuasai " Jawab Juan
" Hahahaha..... Benar juga katamu Juan. " Anma tertawa karna jawaban Juan.
Setelah Anma dan Juan sampai di permukaan, mereka berdua terkejut ketika melihat Liah dan demi human yang lain sedang sibuk mencari sesuatu.
" Anma !" Liah berteriak ketika melihat Anma keluar dari Dungeon Zean
" Ya, Liah. Ada apa? " Anma bertanya.
"Juan!! " Jian berteriak ketika Liah akan menjawab pertanyaan dari Anma
" Jian, ada apa denganmu? " Juan bertanya pada Jian.
" Soal itu, seharunya aku bertanya padamu tentang hal yang sama " Jian membalas bertanya pada Juan
" Kenapa kamu menghilang dua hari yang lalu? " Tanya Jian kepada Juan
" Dua hari yang lalu? Yang benar? " Juan bertanya kepada Jian
"Iya, dua hari yang lalu. Kenapa kamu dan Tn Anma menghilang" Jian menegaskan.
" Aku rasa ini aneh Juan. Padahal kamu kan tahu tadi pagi aku keluar untuk berolahraga dan setelahnya, aku bertemu dengan Tn Anma.
Setelah itu, Tn Anma mengajak ku pergi ke dalam Dungeon Zean untuk bertemu dengan Alpa " Jelas Juan kepada Jian.
" Lalu, kenapa pakaianmu seperti itu? " Jian bertanya
" Ini? Ini adalah hadiah dari Tn Anma sebagai pakaian untuk menghadapi monster di dalam dungeon itu " Juan menjelaskan
Setelah Juan menjelaskan apa yang terjadi, demi human yang lain langsung menatap ke arah Anma seakan ingin dia yang menjelaskan apa yang terjadi.
" Ya ampun " Anma memegang kepalanya.
" Flora kembalilah ke wujud mu " Dengan telepati, Anma memerintahkan kepada Flora untuk kembali berubah.
" Baik ayah " Setelah Flora menjawab, Tangan Alam kembali terputus dan berubah ke wujud Flora sepenuhnya.
Setelah Anma mencoba untuk menjelaskan, Liah dan Flora langsung memptong pembicaraan
"Flora! Aku mencarimu " Liah langsung memeluk Flora
" Tenang Liah. Aku tidak kemana mana " Jawab Flora
" Flora, Liah. Bisakah kalian tenang sedikit " Anma berkata kepada mereka berdua agar lebih tenang sedikit.
"Baik Ayah. " Jawab Flora
" Baik Anma. " Jawab Liah
" Ano, maaf Tuan. Apakah yang dikatakan oleh Juan tadi itu adalah sebuah kebenaran? " Jian bertanya kepada Anma.
" Iya, Jian. Semua yang dijelaskan oleh Juan itu benar " Anma menjawab.
"Tapi Tuan, kenapa pada saat kami kembali dari dungeon saat itu, tidak terjadi perbedaan waktu seperti yang di alami oleh Tuan dan Juan saat ini? " Gellen bertanya spontan dan membuat demi human yang lain terkejut.
"E.....? Jadi kalian sudah pernah masuk ke sana? " Tanya Juan kepada Gellen.
Namun ketika gellen di tanya seperti itu, ia justru tertunduk sambil memegangi mulutnya.
" Apakah yang Gellen katakan itu benar Tuan? " Juan mengalihkan pertanyaan itu kepada Anma.
" Itu benar Juan. Apakah kalian tidak mengingat apapun tentang beberapa malam sebelumnya? " Anma menjawab pertanyaan Juan sembari memberikan pertanyaan kepada demi human yang lain.
Demi human yang lain mencoba mengingat apa yang terjadi beberapa malam sebelumnya
" Emm.....h " Gellen mencoba berbicara namun ketika ia melirik ke beberapa anggota partynya, mereka justru menggelengkan kepala tanda untuk diam.
" Ano, Tuan. Jika tidak salah ingat, di saat setelah tuan makan malam bersama kami, bukankah tuan langsung pergi ke kamar tuan sendiri? " Marin mengangkat tangannya dan setelahnya ia menjelaskan apa yang ia ingat di beberapa malam sebelumnya.
" Itu, benar. Bukankah selain itu Kepala Desa, Gellen, Youland, Carmen dan Cermen juga sempat menghilang " Marista menambahkan
" E...? Kenapa kalian bisa tahu hal seperti itu? " Tanya Trista
" Hiyah itu, ano... " Marin dan marista saling menatap satu sama lain
" Sebenarnya kami juga penasaran dengan apa yang ada di dalam dungeon itu... Tapi ketika kami mencoba melihat situasi, kami tidak melihat Gellen dan partynya ada di kamarnya " Marin menjelaskan
" Tapi ketika kami mencoba masuk ke dalam dungeon itu, sebuah raungan monster terdengar sangat mengerikan dan itu membuat kami membatalkan niat kami untuk masuk ke sana " Marista menjelaskan
" Wee...... Kalian curang.... Padahal aku juga ingin ikut tapi kenapa kalian tidak mengajak ku juga " Trista jengkel
" Yah, mau bagaimana lagi kamu juga sudah tidur ketika kami berencana untuk masuk ke sana " Marin menjelaskan.