
Anma merasa sangat senang ketika melihat Liah terbangun dan memeluk kampak itu dari jendela ingatan lain. Beberapa jendela hitam mulai berubah menjadi jendela ingatan perjuangan Liah remaja.
Setelah melihat beberapa ingatannya menyenangkan itu, Anma kembali didatangi oleh serpihan terakhir.
Dari serpihan itu nampak Liah dewasa yang sedang berjuang melawan party Petualang kelas silver sendirian dengan Kampak Khandara.
Kesimpulan itu ia ambil setelah melihat sebuah lencana putih di kalungkan di setiap anggota party itu.
*Tiiiiing!! Cetang!!! Tiiiiiiing!! Boooooom!! Boooooom!! Cetang!! Tiiiiiiing!!* Berbagai suara muncul ketika Liah sedang berusaha memukul mundur Party petualang.
Party petualang itu beranggotakan 4 orang anggota yang terdiri dari seorang pemimpin party dengan baju zirah besi dengan senjata dual sword, serta beranggotakan seorang wizard, seorang pendeta, dan seorang pengguna matrial art.
Pemimpin party itu terus menyerang Liah dengan teknik dual sword nya sementara Liah terus memblokir serangan itu dengan kampak besarnya dan beberapa kali memukul mundur pemimpin party itu.
Ketika pemimpin party itu terluka cukup parah, seorang pendeta menggunakan sihir "healing" untuk memulihkan pemimpin party itu.
Di saat ketua party dalam proses penyembuhan, wizard dari party itu terus memberikan dukungan dengan tipe sihir penyerangan setara "magic arrow" dan "fire ball" yang membuat Liah dipukul mundur.
Disaat Liah mulai kehilangan pertahanannya, pengguna matrial art dari party itu mulai melancarkan serangannya.
Pengguna matrial art itu menyerang dengan menggunakan teknik drop kick dan mengarahkannya ke arah Liah yang memiliki celah yang cukup lebar.
Liah yang sempat kehilangan pertahanannya, mulai memperbaiki posisinya untuk menghadapi "drop kick" dari pengguna matrial art. Tapi sayangnya kerja sama yang baik antara wizard dan pengguna matrial art itu sangat bagus dan membuat Liah gagal menahan serangan dari mereka berdua.
Liah yang sedang menghadang drop kick, justru menerima sihir magic shock wafe, yang membuat tubuhnya kaku dan tidak bisa bergerak.
*Booom!!!* Kerasnya tendangan dari pengguna matrial art itu membuat Liah terpental cukup jauh ke arah hutan dari area pertempuran.
Liah berusaha bangkit dan kembali menyerang. Liah menggunakan skill khususnya yaitu "silent killer" untuk membunuh ketua party itu. Namun sangat disayangkan ketika ia akan berubah menjadi bentuk bayangan, pendeta itu melancarkan "cuntinual light" dan memberikan cahaya ke area pertempuran yang ada di pinggiran hutan.
Sesaat setelah melihat situasi sekitarnya yang tidak menguntungkan, Liah berusaha kabur kedalam hutan dan mengabaikan kampaknya yang tertinggal.
Namun, dalam pelariannya kedalam hutan, ia teringat bahwa kampak miliknya bukanlah kampak biasa. Oleh karnanya, Liah kembali ke area pertempuran. Sambil menggunakan "magic ilusion" di area hutan yang cukup lebat.
Dengan menggunakan sihir itu, Liah menciptakan clone dirinya dari bayangan bayangan yang ada dalam hutan itu.
Melihat tubuh liah yang semakin bayak, pendeta dari party itu mengangkat tongkatnya sambil menggunakan "continual light" agar clone dari Liah lenyap.
Namun akibat dari jarak yang cukup jauh, efek dari continual light tidak sampai ke hutan yang pada akhirnya party itu mulai maju mendekati hutan.
Dengan penuh ke hati hatian, party itu mulai mendekati hutan sembari mengurangi jumlah clone dari Liah.
Namun setelah semua tubuh itu menghilang, party itu tidak menemukan adanya Liah yang asli.
"Slassssssh!!!" Liah memberikan serangan kejutan pada party itu.
Merasa terkejut karna pendetanya telah tewas, party itu kemudian mulai membentuk formasi 3 penjuru yang merupakan formasi pertahanan dengan saling membelakangi dan mengamati setiap area di semua sisi.
Melihat situasi telah berbalik, Liah kembali menggunakan ilusi nya agar salah satu dari mereka melakukan kesalahan dan menyebabkan hancurnya formasi itu.
Satu persatu dari anggota party itu mulai mengurangi clone clone milik Liah sembari bertahan dan saling melindungi satu sama lain.
Pengguna matrial art terus menggunakan pukulannya untuk menghentikan hantaman kampak yang mengarah ke dirinya, sementara wizard sedang membuat mantra pemanggilan untuk memanggil sebuah makhluk dan si ketua party itu terus melesatkan pedangnya ke arah clone itu sambil mencari kemana tubuhnya yang asli.
Dalam situasi yang tidak terkendali, formasi itu hancur akibat si ketua party terbunuh oleh serangan fatal dari beberapa tubuh ilusi milik Liah yang menyerang secara bersamaan.
Tidak ingin menyerah dalam keadaan yang tidak menguntungkan, pengguna matrial art menggunakan skillnya berupa pembakar diri.
Pembakaran diri merupakan skill aktif dimana sang pengguna akan memangkas 90% total hpnya untuk meningkatkan serangannya sebesar 200%.
Dalam kondisi terkepung, si Wizard dari prty itu akhirnya menyelesaikan mantranya.
* gabruuuum * golem tanah raksaksa muncul dari tempat si Wizard berada dan melemparkan beberapa tubuh ilusi milik Liah.
Wizard itu mulai mengambil alih perintah dan menyarankan pengguna matrial art untuk mundur karna situasi tidak mungkin di menangkan.
Mendengar perintah dari wizard. Pengguna matrial art itu lalu melompat ke arah lengan kiri dari golem itu. Namun sayang, ketia ia melompat, ada 5 clone milik Liah yang melesatkan kampaknya ke arah si pengguna matrial art dari belakangnya.
*Slesssss, slesssss, slesssss* Tubuh dari pengguna matrial art itu terkena fatal dammage yang membuatnya tewas.
Melihat anggota terakhir dari party nya tewas, si Wizard pun menggunakan sihir damage area " Branching lightning.
Sihir "Branching lightning" menyambar seluruh clone Liah dan memberikan efek kaku kepada mereka.
Melihat seluruh musuhnya kaku, Wizard yang merupakan anggota terakhir dari party itu langsung memerintahkan golem untuk meremukkan mereka.
Satu persatu clone dari Liah di hancurkan oleh golem itu hingga tubuh aslinya di temukan.
Ketika sebuah " Bogem " milik golem mengarah ke tubuh Liah yang masih terkena efek kaku, Anma datang dan menghantamkan " Bogem " Miliknya ke arah " Bogem " Milik Golem.
* Booooooom!!! * Hantaman kedua "Bogem" itu mengakibatkan gelombang kejut yang kuat. Dimana tanah yang dipijak mulai retak dan hembusan angin yang dahsyat terbentuk akibat benturan tadi.
Liah yang sedang mengalami efek kaku, juga terlempar cukup jauh dari area pertempuran.
Setelah menghantamkan " Bogem " miliknya, Anma langsung menghantamkan kaki kanannya ke arah pergelangan tangan dari golem itu.
* Duuuuaaaaarrr!!! * Pergelangan tangan milik golem itu hancur akibat tendangan dari Anma.
Wizard yang berada di atas golem itu goyah dan tidak percaya bahwa ada seorang manusia yang mampu menghancurkan lengan Golem dengan hanya menendangnya.
" Tu...tu....tuan bertangan satu. " Liah berteriak ke arah Anma yang sedang berdiri di hadapan golem itu.
Anma hanya melambaikan tangan kirinya seolah memberikan kode bahwa ia mengucapkan halo kepada Liah.
Wizard itu mulai berfikir bahwa seorang bertangan satu itu adalah iblis dan merupakan Sekutu dari Liah.
Tanpa ragu, Wizard itu langsung mengarahkan tangan golem yang tersisa untuk menghancurkan Anma.
Anma hanya menghindari "Bogem" milik golem itu dan melompat ke arah kepala Golem itu lalu menendang wizard yang ada di atasnya.
* Ghk * Memuntahkan darah dari mulutnya karena serangan fatal dari Anma yang menyerangnya.
Wizard itu jatuh dan menghantam permukaan tanah.
Setelah wizard itu jatuh, Anma langsung menendang kepala golem itu dengan sekuat tenaganya.
*Duuuaaaaaaarrrrrrrr * Kepala dari golem batu itu meledak setelah menerima tendangan dari Anma.
Tubuh golem yang tersisa akhirnya roboh dan menimpa wizard yang ada di belakangnya.
Pada akhirnya, Tubuh wizard itu tewas mengenaskan akibat runtuhnya golem ciptaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Branching lightning merupakan sihir tipe cahaya berupa sambaran perir yang bercabang
Bogem memiliki persamaan dengan kepalan tangan