Armageddon Maker

Armageddon Maker
Pengampunan



"Waa..... Tolong..... Kaka.... Marin..... Nico... Wa..... Juan...... " Demi human itu tersadar dan kemudian berteriak histeris seolah mereka masih berada di dalam desa yang di serang oleh Anma.


"Teman teman? Teman teman... Tolong tenanglah... " Liah berusaha memenangkan mereka semua.


Ketika Demi human itu menjerit keras, Flora berubah menjadi wujud dirinya semula dan menggunakan kekuatannya untuk mengikat para demi human itu supaya tidak mengganggu Anma ketika tidur.


"Maafkan Flora ya. Flora terpaksa melakukan ini suapaya ayah bisa beristirahat dengan tenang" Flora terbang menuju ke arah Liah yang sempat kualahan menenangkan teman temannya.


" Ano, Flora Trimakasih ya dan maaf juga karna harus membuatmu keluar dengan wjudmu yang asli" Liah meminta maaf kepada Flora.


"Jadi. Liah, bisakah kamu menjelaskan hal yang telah terjadi kepada mereka?seperti yang ayah sampaikan tadi." Flora bertanya kepada Liah sambil melihat ke empat belas demi human yang sedang di ikat oleh Akar berduri milik Flora.


Setelah Liah mengangguk, Liah pun mulai menjelaskan situasi yang terjadi kepada teman temannya.


Teman teman Liah yang semula panik, kini mulai tenang dan mulai mengerti situasi yang terjadi. Mereka semua meminta maaf atas kegaduhan yang telah mereka buat.


Tidak lama setelah itu, Flora, Liah dan teman teman Liah pun mulai bercerita dan mendekatkan diri supaya lebih akrab dengan Flora dan Liah.


Mereka berbincang mengenai banyak hal dimulai dari ketika mereka di selamatkan oleh Liah, pembangunan desa dan lainnya. Saking senangnya mereka saat mengakrabkan diri, mereka larut dalam kesenangan dan membuat Anma terbangun dari tidurnya.


"Uwa.........hm." Anma menguap dan mulai bangkit dari tidurnya dan mendapati tidak ada perubahan dalam papan status miliknya.


"Ayah...!!" Flora terbang ke arah Anma dan langsung memeluknya.


"Eh.... Flora. Kenapa kamu ada dalam bentuk aslimu?" Anma bertanya kepada Flora.


"Hehehe... Tadi Flora sempat membantu Liah untuk menenangkan teman temannya.". Jawab Flora.


Anma pun melihat ke arah Liah dan teman temannya yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya dan Flora berdiri.


Anma membalasnya dengan melambaikan tangan kirinya dan mulai berjalan mendekati Liah dan teman temannya.


"Selamat siang tuan Anma" Teman teman Liah menyambut Anma sambil mensujudkan tubuh mereka layaknya seorang pelayan.


"Oah.. Iya selamat siang juga. Maaf jangan terlalu bersikap begitu." Anma menjawab sambil merasa kebingungan melihat sikap teman teman Liah yang terlihat begitu tiba tiba.


"Ano... Anma, mereka sangat berterima kasih kepadamu karna telah menyelamatkan mereka" Liah membuka topik pembicaraan .


"Oh.. Itu. Jangan berterima kasih kepadaku. Berterima kasih lah kalian kepada Liah. Karna jika dia tidak memintanya, Aku mungkin sudah meratakan desa tadi. " Anma berniat melemparkan candaan.


Mereka yang menganggap candaan itu serius langsung menunjukan ketakutan mereka.


"Tapi, tenang. Aku tidak melakukannya karna permintaan dari Liah." Anma menjelaskan.


Seketika itu ekspresi mereka langsung berubah ke ekspresi yang normal.


"Ano, Tuan. Bolehkah saya berjabat tangan dengan tuan? " Juan demi human dengan ras minotaurus bertanya kepada Anma.


"Maaf, bukannya aku tidak mau tapi, saat ini aku hanya memiliki satu lengan dan oleh karena itu aku merasa tidak sopan kepada kalian. " Anma menjawab.


"Oh. Ano.. Maafkan Flora karna tidak segera berubah" Flora langsung menyadari situasi.


" Tidak apa apa Flora. Tetaplah disini." Anma langsung mencegah Flora untuk berubah.


Anma pun mulai mencoba mengakrabkan diri dengan teman teman Liah.