
Melihat mereka berdua pergi, Anma langsung melangkah pergi keluar rumah kayu dan masuk kedalam goa dari "Dungeon Zean".
Tempat yang ia tuju adalah tembok besi yang telah ia buat.
Di saat Anma mencium kening Flora dan Liah, Demi human dari Party Gellen diam diam mengintip mereka dari balik pintu yang sedikit terbuka.
Setelah Flora dan Liah pergi, mereka berlima memutuskan untuk mengikuti kemana Anma pergi.
Mereka terkejut karena Anma masuk kedalam goa "Dungeon Zean". Mereka terus mengikuti Anma sampai ke tempat dimana terdapat sebuah benda aneh yang ada di hadapan Anma.
" Erase " Anma memengangkat tangan kirinya dan "Iron Wall " Langsung menghilang.
" Night vision " Anma kembali mengucapkan sebuah mantra sambil mengusap matanya.
Anma yang semula hanya melihat kegelapan kini mulai melihat area sekitar dengan jelas. Sebelum ia mulai melangkah, ia sempat menekan nekan papan status miliknya dan menyadari bahwa ada beberapa titik putih yang ada di belakangnya.
Ia pun menyadari bahwa titik titik putih itu adalah party Gellen. Selain itu ia juga melihat beberapa titik merah yang berarti menandakan musuh dan beberapa titik hitam yang menandakan bahwa ada musuh yang telah mati atau di kalahkan.
"Dasar kalian ini. Kenapa kalian ikut masuk kedalam sini" Anma berkata melalui telepati kepada Gellen.
"Ah, ini aneh. Padahal Tuan Anma ada jauh di depan sana. Tapi kenapa aku mendengar suaranya. " Gellen berpikir.
"Gellen, tolong kembalilah ke rumah kayu dan ber istirahat." Anma menasehati.
"Apakah ini benar benar Tuan Anma? Aku benar benar tidak percaya dia berkata seperti itu." Gellen tetap tidak mempercayai Anma.
"Gellen, kembalilah. Atau sesuatu yang buruk akan menimpamu" Anma menasehati.
"Jika benar ini memang tuan Anma seharusnya dia berbalik dan mengatakannya langsung kepada kami. " Pikir Gellen.
" Jika kamu berfikir seperti itu, ya sudah lah. Aku tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi." Anma berhenti menasehati Gellen dan mulai melangkah masuk lantai dua dari "Dungeon Zean".
"Jadi, Gellen. Apakah kita harus mengikuti Tuan Anma? " Tanya Cermen.
"Iya. Kita harus mengikutinya. Jika Tuan Anma dalam bahaya dan kita menolongnya, kita pasti akan di hadiahkan kampak seperti milik kepala desa" Jawab Gellen.
"Tapi, bukankah Tuan Anma sudah bilang bahwa monster di sana sangat kuat?" Youland bertanya.
"Tenanglah Youland. Di sini ada kita dan lagi pula kita adalah yang terkuat kedua setelah kepala desa" Carmen menjawab.
"Lihat, Tuan Anma mulai bergerak. Ayo kita ikuti" Gellen memberikan aba aba.
Anma berjalan masuk dan mengamati area sekitar lantai dua dungeon. Yang ia lihat hampir sama seperti di lantai pertama namun dalam lantai ini, hampir seluruh bebatuan nya meleleh akibat sihir yang di keluarkan Anma tadi siang.
Hampir seluruh bebatuan meleleh di sana dan beberapa wujud aneh tak ber bentuk ada di sana.
Party Gellen terkejut dengan kondisi lantai dua dari dungeon. Karna yang mereka lihat adalah bebatuan di dinding goa telah meleleh. Begitu pula dengan batuan di atap goa dan di lantai goa yang terlihat sangat mengerikan. Melihat hal itu, Gellen sebagai ketua Party. Memilih untuk tetap diam balik bebatuan yang tidak meleleh.
"Dilihat dari peta analisis, kemungkinan besar ini adalah tubuh monster yang meleleh akibat racunku tadi. Jika dilihat dari kondisinya, mungkin ini bisa menjadi bahan dasar pembuatan item yang bagus." Anma berkata dalam hatinya sambil melihat sekeliling dan sesekali ia memegang gumpalan aneh di tangannya.
Anma menekan peta analisis cukup lama dan setelahnya, ia menekan seluruh titik hitam dalam lantai dua dan menandainya. Setelah tanda selesai di buat, Anma memanggil Flora yang sedang tidur bersama Liah untuk kembali ke bentuknya.
"Splas" Party Gellen terkejut dengan sebuah cahaya yang tiba tiba melewati mereka dengan sangat cepat.
"Maaf ya, Flora. Mengganggu waktu tidurmu" Anma meminta maaf kepada Flora yang sudah berbentuk tangan alam.
Flora tidak menjawab Anma.
"Sepertinya dia tidur dengan nyenyak. Jika begini ya sudah lah, aku akan membiarkannya untuk beristirahat." Anma tersenyum sambil mengusap tangan alam.
Saat Anma sudah mendapatkan tangan kanannya kembali, ia mengangkat tangan itu lalu menghantamkan nya ke tanah.
Tangan Alam itu masuk kedalam tanah dan mulia memanjangkan dirinya ke seluruh gumpalan aneh yang telah di tandai.
Ia lalu menggunakan sihir penetral racun kepada gumpalan aneh itu dan setelahnya, ia menyimpan seluruh gumpalan itu kedalam item box miliknya.
"Yosh. Saatnya menunjukkan ketakutan kepada mereka berempat." Anma menepukan kedua tanganya dan setelahnya ia mulai merapal mantra.
"Monster Maker" Anma merapal sebuah mantra penciptaan monster.
Di hadapannya, muncul sebuah benda hitam dengan rantai rantai putih yang mengikat sebuah benda lonjong berwarna hitam. Anma menggerakkan kedua tangannya serta seluruh jari jarinya untuk membuat sebuah wujud monster yang ia ciptakan.
Setelah ia selesai, benda yang semula hanya berbentuk lonjong kini berubah menjadi sebuah monster kalajengking dan setelah monster itu terbentuk, Anma kembali menggerakkan tangannya seolah membuka gerbang yang pada akhirny amonster ciptaannya keluar dan bertumbuh besar.
"Craaaaaaaaaa" Giants scorpion mengeluarkan suara kerasnya sebagai tanda untuk mengintimidasi musuh.
Anma hanya terdiam di hadapan monster ciptaannya sambil tersenyum puas.
Ketika monster itu berteriak party Gellen hanya terdiam kaku karna efek intimidasi dari "Giants scorpion"
Setelah monster itu mengeluarkan suaranya, tubuh monster itu seolah menunjukan sikap tuduk kepada Anma yang merupakan penciptanya.
"Alpa. Musnahkan seluruh monster di lantai ini dan cegah monster dari lantai setelahnnya agar tidak keluar ke lantai pertama." Anma mengusap bagian capit dari Giants Scorpion itu sambil memberinya perintah.
Giants scorpion itu menundukan kepalanya dan mulai pergi dan menyerang monster di area sekitarnya.
Anma pergi berbalik ke arah party Gellen yang masih terkena efek intimidasi.
"Dasar demi human nakal. Seharusnya kalian mematuhi perintah ku" Anma berkata sambil memegang wajah Gellen.
Gellen dan seluruh anggota party nya hanya bisa terdiam dengan perasaan takut yang mendalam terhadap Anma.
"Tu...tuan, ma...maafkan ak...aku" Gellen mencoba mengatakan sesuatu.
Ketika Gellen ingin mengatakan kata selanjutnya, Anma mengubah bentuk tangan alam menjadi sebuah tombak berduri dan dihadapkan tepat ke antara kedua mata milik Gellen.
"Sepertinya, aku akan melanggar janjiku kepada Liah. Tapi sepertinya tidak juga. Lagi pula Liah masih tertidur pulas di rumah yang kalian buat. Jadi jika aku memusnahka kalian di sini. " Anma menakut nakuti Gellen dan anggota partynya.
"Lagi pula dengan sebuah sihir pengubah ingatan, aku dapat membuat Liah melupakan keberadaan kalian." Anma memainkan tombak berduri itu di antara kedua mata milik Gellen.
"Tuan..!! Hentikan..!! Tolong jangan sakiti kami!!" Youland menggunakan telepati tepat ketika Anma melesakan tombak berduri itu ke arah wajah Gellen.