Armageddon Maker

Armageddon Maker
Sesuatu yang seharusnya tidak ada dalam system



"Ti....tidak. It...itu tidak benar. La...lagipula, ak..aku sudah memutuskan. Bahwa aku hanya mencintaimu!!! " Liah mengungkapkan perasaannya kepada Anma di depan Flora, Alpa serta seluruh teman temannya.


"Eh....? " Liah terkejut dengan apa yang barusan ia katakan.


Liah menundukan kepalanya sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.


Anma tertawa dengan apa yang barusan di katakan oleh Liah.


Sementara Alpa, Flora dan teman teman Liah terkejut akan pengakuan itu.


"Itu tadi adalah pengakuan yang luar biasa" Alpa memberikan pujian kepada Liah.


"Tidak di sangka, Kepala desa kita akan mengungkapkan perasaannya di saat seperti ini" Trista berkata kepada saudaranya.


" Iya benar, Kepala desa kita akhirnya mengungkapkan perasaannya." Marista menjelaskan kembali apa yang di katakan Trista.


"Kepala desa memang yang terbaik dalam hal kejujuran" Marin mengacungkan jempolnya kepada Liah.


"Ah... Sudah jangan di lanjutkan. Aku malu" Liah menutup wajahnya.


"Jangan seperti itu Liah. Aku senang akhirnya kamu bsisa mengungkapkan perasaanmu kepada Tuan Anma" Carmen memeluk Liah dari belakang.


"Iya, Kakak memang benar. Seharusnya saat ini kamu merasa lega" Cermen mengelus kepala Liah.


"Sudahlah. Jangan di lanjutkan. Aku malu " Liah menekuk kedua lututnya lalu mendekap lututnya.


" Aku tidak percaya bahwa kepala desa yang keras kepala ini bisa jatuh hati " Gellen meledek Liah dengan sedikit tawa.


" Memang sulit di percaya " Youland tertawa dengan menutup mulutnya.


"Sudah sudah. Jangan seperti itu. Kita hargai keputusan Liah." Anma mencoba menenangkan mereka semua.


" Jadi, Anma. Apa kah kamu.... "Tanya Liah.


" Ya. Bukankah dulu aku pernah mengatakannya kepadamu? " Jawab Anma sambil tersenyum kepada Liah.


"Ano, ayah... Ano.... " Flora mencoba bertanya kepada Anma melalui telepati.


"Flora... Ayah tahu apa yang ingin kamu tanyakan. Lagi pula dulu juga kita pernah mengalami situasi seperti ini dan Flora juga sudah tahu jawabannya kan" Jawab Anma melalui telepati.


Flora yang merasa cemburu akhirnya membatalkan pertanyaan pada Anma.


" Baiklah. Ayok, kita lanjutkan lagi bagaimana kelanjutan kejadian tadi? " Anma mencoba mengalihkan topik pembicaraan disaat Flora terlihat sedih sembari memegangi bagian dadanya.


"Yah. Sejujurnya setelah itu, ledakan ke dua terjadi dan itu membuat kami terhempas dan setelahnya kami tidak ingat hal lain lagi." Jawab Liah kepada Anma.


"Yang lain? Apakah ada yang ingat setelahnya? " Anma bertanya kepada demi human yang ada di sekitarnya


" Maaf tuan. Saya akan melanjutkan cerita tadi. Seperti yang telah Nona Liah katakan pada akhir ceritanya. Nona Liah bertemu dengan saya di lantai dua dungeon ini. "


" Pada awalnya saya mengira bahwa mereka adalah musuh yang harus saya musnahkan. Namun di saat Nona Liah mengarahkan kampaknya kepada saya, saya mendengar bahwa kampak itu meminta pertolongan. " Alpa menjelaskan kejadian yang ia alami.


"Sebentar, Alpa. Kenapa kamu bisa mendengar suara dari kampak milik Liah? " Flora bertanya kepada Alpa.


" Saya juga tidak tahu mengenai hal itu Nona Flora. Suara itu tiba tiba saja masuk kedalam pikiran saya. " Alpa menjawab pertanyaan Flora.


" Flora, Alpa adalah monster ciptaan ayah yang telah berevolusi dan Kampak Darah milik Liah juga ciptaan dari ayah. Kesamaan itu mungkin membuat mereka saling memahami satu sama lain. " Anma menjawab pertanyaan Flora.


" Jadi begitu penjelasannya. Lalu, Flora bagaimana? " Tanya Flora kepada Anma.


" Flora, ayah akan jelaskan nanti. nika Flora memiliki pertanyaan lain, nanti ayah akan jawab." Anma mengusap kepala Flora dengan tangan kirinya karena merasa bahwa Flora sedang bersedih akan suatu hal.


"Baik ayah... Maaf sudah mengganggu ceritanya. " Flora meminta maaf sembari menutupi kesedihannya.


"Silahkan Alpa, Lanjutkan ceritanya" Flora mempersilahkan Alpa untuk bercerita.


"Baik Nona Flora. Akan saya lanjutkan" Alpa berterima kasih kepada Flora.