
Saat dia sampai di gerbang kota, dia kembali duduk dan memandangi area perbukitan di depannya. Dia berpikir mengenai apa yang harus dia lakukan jika dia benar benar terjebak di dunia ini.
Dalam lamunannya, akhirnya dia mulai berusaha mencari tahu apa yang masih tersisa dari dirinya.
" Pakaian ku telah hilang, begitu juga seluruh item di item box . Apa mungkin seluruh item itu telah dihitung ulang oleh development untuk digantikan dengan uang di dunia nyata? Atau karena pertempuran terakhir waktu itu ?" dia menempelkan kedua tangannya ke kepala karena merasa frustrasi.
" Ya ampun....!! aku tidak memiliki apapun lagi selain kain lusuh ini ." dia merasa kesal atas kejadian buruk yang menimpa nya.
" Jika mengingat kejadian tadi. Sepertinya aku masih memiliki skill yang telah aku pelajari saat aku masih menjadi seorang player." dia yang frustrasi akhirnya bangkit dari duduknya dan mulai menekan nekan layar yang hanya bisa dilihat olehnya.
"Skill skill dasar masih ada dan bisa digunakan. Skill khusus juga masih tercantum dalam statusku. Setidaknya, ini bisa ku jadikan sebagai kekuatan untuk bertahan hidup di sini. " dia mengepalkan tangannya dan melompat kegirangan karena dia masih memiliki kekuatan untuk menghadapi Dunia Baru ini.
* Gruuuwuuuk * Suara perutnya berbunyi dan langsung menghancurkan kegembiraannya.
" Aduh, perutku lapar. " dia memegang bagian perutnya.
" Lebih baik aku pergi ke hutan untuk mencari makanan. Lagi pula jika aku masih di sini mungkin aku akan dicari oleh para npc prajurit dan menimbulkan lebih banyak masalah seperti tadi." Pada akhirnya dia memutuskan menuju hutan yang ada di antara perbukitan Kota Roxy.
......................
Dia berjalan dan mencari cari buah atau apapun yang bisa dimakan. Dia terus berjalan maju sampai akhirnya dia terhenti karena melihat seseorang tergeletak di atas rumput aneh di dalam hutan.
Dia berjalan mendekati tubuh yang tergeletak itu. Namun setelah dia mengamati tubuh itu dan mencari tahu apa yang telah terjadi pada tubuh itu. dia menyadari bahwa tubuh itu sedang dimakan oleh rumput pemangsa.
" Rumput pemangsa?! Iya, benar, ini adalah rumput pemangsa. " dia berteriak sambil melihat rumput aneh yang ada di bawah tubuh yang tergeletak itu.
" Cara untuk menyelamatkannya hanya dengan menghancurkan inti orbnya. " pikirnya sesaat.
" Sepertinya ini sangat cocok untuk menguji coba skill yang masih tersisa sembari menguji sistem apakah masih bisa bekerja seperti biasanya. " dia pun mulai menunjukkan skillnya untuk menolong tubuh npc malang itu.
" Natural weapon -iron skin- " Seketika itu tubuhnya berubah berwarna keperakan.
Hal pertama yang dia lakukan adalah memotong bagian rumput pemangsa yang menjerat tubuh itu, setelah semua bagian terpotong dia memindahkan tubuh malang itu ke tempat yang lebih terang untuk melihat lebih jelas anggota tubuhnya yang terkena serangan.
" Gawat!! " dia terkejut karena bagian dari rumput pemangsa itu sudah memakan kedua tangannya. Selain itu, dia juga terkejut karena tubuh yang semula dia pikir tubuh seorang pria ternyata seorang wanita.
Pada pandangan pertama, dia terpesona pada kecantikan wajah wanita itu. Namun tidak berselang lama dia terfokuskan kembali untuk melanjutkan pertolongan pada tubuh wanita itu. Saat dia terfokus untuk membedah kedua tangan tubuh malang itu,tiba tiba kedua tangan itu menggenggam tangannya dan terdengar suara sangat lemah.
"To--tolong!! se-selamatkan ak-aku." Kedua mata yang semula terpejam, mulai terbuka sambil mengeluarkan air mata disertai dengan darah.
Saat pandangan mata mereka berdua bertemu, untuk pertama kalinya ada sebuah perasaan baru yang dia rasakan.
Jantungnya mulai bedetak kencang yang pada akhirnya dia kehilangan kefokusannya untuk menolong.
"Ka--kamu pa-pasti ak-akan ak-aku selamatkan. " dia menjawab dengan kalimat yang melantur.
Merasa bahwa mungkin proses penyembuhannya akan membuat wanita itu lebih kesakitan, dia pun memutuskan untuk memberinya mantra tidur.
Setelah wanita itu tertidur, dia kembali memulai proses pembedahan kedua tangan wanita itu. dia menggunakan kembali skill natural weapon-iron skin- (medicine hand) untuk mencabut bagian dari rumput yang masih menancap di antara bagian dalam dari tangannya.
Setelah semua bagian dari rumput pemangsa berhasil dikeluarkan dari tubuhnya, dia merapal mantra penetralan (popuri) untuk mempercepat proses penghilangan racun dalam tubuh serta menambahkan mantra penyembuhan (healing) untuk mempercepat proses regenerasi daging dan kulit yang berlubang agar kembali seperti semula.
" Sungguh, gadis malang. Hampir saja kamu terbunuh dalam hutan ini. " dia memandang wajah wanita itu sembari mengusap wajahnya tanpa sadar.
* Uwwuuuuuurrrrrkkkkkkk * Suara perutnya makin keras dari sebelumnya.
" Aduh, karena terlalu fokus menolong wanita ini, ku sampai lupa akan rasa lapar ku. Terlebih lagi, mengapa ketika aku menatap matanya tadi, aku merasa sangat iba ?"dia bergumam sambil menatap wajah wanita itu kembali.
Tidak lama setelahnya, dia terfokus kepada suara aneh dari rerumputan panjang yang ada di sekitarnya.
* Kres, kres, kres *Suara dari beberapa rumput yang terinjak oleh sesuatu terdengar sangat jelas.
Dia langsung mengambil sikap pertahanan karena menyadari ada sesuatu yang sedang mengarah kepadanya.
* Quiiiiiik!! UiiiiiiiiQuiiiiiiiik!! Quiiiiik!! * seekor anak babi hutan melompat keluar dari simak simak itu dan pergi.
" Huuh. Untung lah, hanya seekor anak babi hutan." dia merasa lega karena yang keluar bukanlah monster ataupun hewan buas tipe pemangsa.
Waktu berlalu cukup cepat ketika dia sedang terfokus kan untuk membedah kedua tangan dari wanita malang itu.
Setelah menolong wanita malang itu, dia merasa ragu untuk meninggalkan wanita malang itu sendirian di hutan sementara dia harus mencari makanan.
setelah berpikir keras untuk bisa melakukan apa yang ingin dia lakukan, pada akhirnya dia mulai menekan nekan kembali papan status yang hanya bisa dilihat olehnya kembali dan menemukan sebuah skill bertahan hidup dari basic skill petualang.
" Sepertinya ini bisa digunakan. " dia menunjuk icon rumah kayu.
" Sip, skill telah diaktifkan kembali. " dia menyemangati dirinya sendiri.
Dengan mode otomatis dalam fitur game, dia dapat membuat rumah kayu sederhana dalam waktu yang singkat melalui skill bertahan hidup.
" Ah, sebelum aku pergi mencari bahan makanan lebih baik aku membuat barikade tombak kayu. Untuk menghalau binatang buas yang mungkin akan menyerang tubuh wanita malang ini." dia pun mulai memotong beberapa pohon di sekitar area rumput pemangsa dengan skill iron skin yang masih aktif dan mulai membuat barikade tombak kayu.
" Sip. Rumah kayu sederhana dengan barikade tombak kayu telah selesai dibuat. Sekarang aku bisa pergi untuk mencari makanan untuk mengisi perutku. " Setelah memastikan bahwa tempat yang dia buat dirasa cukup aman, dia pun menandai lokasi ini ke peta dari papan status dan pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari makanan.
......................
Saat dia berjalan masuk menuju hutan yang lebih dalam, dia hanya mendengar keheningan yang rasanya cukup menakutkan. Tidak ada suara gesekan daun daun yang diterpa angin, suara dari burung burung yang berkicauan maupun suara dari hewan hewan lainnya. Selain itu cahaya matahari seakan telah ditolak oleh hutan.
Ketika pandangan yang di depannya mulai tidak bisa dibedakan antara pohon dan jalan yang akan dilewati, dia melihat cahaya kecil mirip api yang melayang layang. Namun yang dia lihat bukan hanya satu cahaya itu melainkan lebih dari satu di mana cahaya itu saling berderet seolah menunjukkan jalan diantara gelapnya hutan.
Tanpa adanya kekhawatiran atas sesuatu yang mungkin berbahaya baginya, dia pun mulai berjalan mendekati cahaya itu. Ketika dia sudah dekat dengan cahaya itu, satu persatu cahaya itu menghilang dan membawanya masuk lebih dalam ke dalam hutan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
- Rumput pemangsa adalah sebuah objek tabu ketika dunia dalam game versi terdahulu. Namun tipe rumput ini telah diperbaharui menjadi lebih berbahaya dalam versi kini.
+Dalam beberapa kasus biasanya rumput ini akan mengikat kendaraan guild yang sedang dalam misi pengiriman. Namun karena sudah ditambahkan sebuah data, rumput ini menjadi sangat berbahaya.
+Dalam sebuah kasus terbaru, seorang player pernah terjerat rumput ini tanpa sengaja dan membuat bagian tubuh yang terikat rumput ini merasakan sensasi terbakar.