Armageddon Maker

Armageddon Maker
Ketika zona pribadi mulai terusik



" Ah... Ayoalah Nona Rizaz yang benar saja. Orang seperti itu. Pahlawanmu... Ahahahaha.... " Gabs semakin meledek.


" Hey Riz... Bolehkah aku melenyapkannya ? " Tanya Anma kepada Riz dengan tatapan yang sama seperti ketika ia melenyapkan para monster di desanya.


" Tidak Anma... Kamu tidak boleh membunuhnya karna itu akan membuatku dalam masalah " Riz mencoba mencegah Anma.


" Apa alasannya? " Tanya Anma kepada Riz.


" Ya... Itu ano... Dia adalah anak dari penguasa Gabs Gabs market yang merupakan....." Riz menjelaskan.


" Heh? Apaan pula tuh nama? Gabs gabs market? " Anma memotong penjelasan Riz.


" Kamu tidak tahu? " Tanya Riz


Anma hanya menganggukan kepalanya.


" Ah... Matilah kau...!!!!" Gabs datang dan langsung menebas kepala Anma dengan pedangnya


* Ting...... * Pedang besi mengkilao nan tajam yang di tebaskan ke arah Anma langsung pecah di saat mengenai bagian leher miliknya.


" Ya ampun... Kamu benar benar membuatku marah...!!! " Anma menatap tajam ke arah Gabs dengan mengeluarkan sebuah aura yang lebih mengerikan dari sebelumnua


Merasa mengenali aura yang keluar dari tubuh Anma, Flora dan Liah keluar dari rumah kayu dan membuat sebuah dinding sihir pertahanan.


Ketika Riz melihat dua wanita cantik keluar dari rumah kayu itu dan membuat  sebuah lingkaran sihir, ia sadar bahwa akan terjadi sesuatu yang mengerikan.


" Semuanya menjauh dari area ini.... Cepat!!! " Riz langsung memerintahkan pasukannya untuk menjauh.


" Eh... Apa... Apa... Apa ini? " Gabs tidak percaya tentang apa yang ia lihat.


Ketika Gabs berusaha untuk lari dari Anma yang marah, Anma langsung memegangi lehernya.


" Hey... Bukankah kamu tadi ingin membunuhku? " Tanya Anma kepada Gabs yang ketakutan


" Ah... Tidak... Kumohon... Tolong... Lepaskan... " Gabs meronta sambil memukul dan menendang tubuh Anma sekuat tenaganya.


" Hadapilah gerbang kematian yang aku ciptakan" Anma mengintimidasi Gabs.


Gabs yang terkena efek intimidasi semakin meronta sambil meminta pertolongan.


" Karna tadi kamu sudah menghina ku dan mencoba membunuhku.... Akan aku buat kamu menerima kematian yang tidak mudah " Anma kembali berbisik ke telinga Gabs.


" Swugh.... " Anma melempar tubuh Gabs ke arah langit dengan sangat cepat.


" Splash... " Anma melompat ke arah tubuh Gabs yang melayang jatuh.


"Dam........! Damm.......! Dam......! Boom......." Anma menghantamkan berbagai macam serangan brutal dammage tipe knockle ke tubuh Gabs hingga tubuhnya benar benar mendarat di atas tanah yang retak.


"Brac........" Tubuh Gabs jatuh seperti sebuah tomat sayur yang jatuh dari langit


* swught..... * Anma kembali ke posisinya semula sembari melihat tubuh Gabs yang sudah tidak dikenali


" aku akan membangkitkanmu.... lalu membuatmu kembali merasakan kematian... lalu aku akan membangkitkanmu.... lalu... " dengan Amarah yang masih mengelora dalam dirinya Anma menatap ke arah gumpalan aneh berwarna merah.


" Ayah... Sudahlah... Dia sudah tidak bernyawa lagi.. Jadi berhentilah... " Flora mencoba menghentikan Anma


Namun karna kata katanya tidak mampu menghentikan Anma, Flora langsung berubah ke tangan Alam dan mencoba menghentikan Anma secara paksa.


Ketika ia akan menjalankan niatannya, tubuh Anma pun terhenti sepenuhnya dan aura mengerikanpun menghilang.


"A.....!!!!? Tidak....!!! Berhentilah....!!! " Anma mendengar teriakan dari arah dimana Riz dan pasukannya dari jauh


Tidak lama setelahnya, Riz datang dengan noda darah di sekujur pakaian besi miliknya.


"Anma... Tolong... Tolong pasukan ku... " Riz memohon pertolongan dengan wajah yang ketakutan.


" Ya... Baiklah... Sebentar.... " Anma mengalihkan pandangannya ke arah Liah dan teman temannya.


" Liah, Juan, Jian, Gellen, Youland, Carmen, Cermen, Marin, Marista, dan Terista...... Liah, Juan, Jian, Gellen, Youland, Carmen, Cermen, Marin, Marista, dan Terista.... " Anma mencari sesuatu yang kurang dan pada akhirnya ia kembali menatap Riz


" Riz, dimana Nila, Nico, Willa, Willna dan Sera?! " Anma menarik baju besi yang di pakai oleh Riz hingga rusak.


" Mereka adalah anak anak demi human yang bersama mereka " Anma melepaskan genggamannya dan menunjuk ke karah teman teman Liah.


" Ak... Aku tidak melihat mereka..... Aku.. Aku sungguh tidak melihat mereka.... " Riz memegang bagian baju besi yang di genggam oleh Anma hingga rusak.


Mendengar jawaban dari Riz yang kurang memuaskan, Anma pun mulai membuka peta dari papan statusnya.


" Anma... Apakah kamu akan menolong pasukanku? " Riz mencoba bangkit dari duduknya


" Kumpulkan saja mereka di sini. Pasti nanti akan aku urus mereka. " Jawab Anma sambil mengabaikan keberadaan Riz.


" Liah.... Tolong bantu Riz untuk membawa pasukan gilanya ke tempat ini. Jika teman temanmu bisa membantu, itu akan lebih baik. " Anma berkata kepada Liah yang sedang membantu penyembuhan teman temannya bersama Youland.


" Baik Anma... Lalu apa yang akan kamu lakukan? " Tanya Liah kepada Anma


" Aku akan membawa Sera, Nila, Nicol, Willa dan Willa kembali " Anma menjawab dengan wajah serius.


" Mereka menghilang....?! Ya ampun, mereka menghilang....!! Anma...!! Tolong bawa mereka kembali dengan selamat...! " Liah berteriak kepada Anma karena tidak sempat menyadari bahwa anak anak demi human telah menghilang


Anma kembali memperluas peta miliknya untuk menemukan titik keberadaan Sera dan yang lainnya.


" Akh... Ayolah... Mereka pasti masih disekitar sini " Anma bergumam.


......................


Dengan seluruh sisa tenaganya, ia berlari mengelilingi hutan dengan harapan bahwa anak anak demi huma bisa segera ditemukan.


" Ayah... Aku menemukan mereka " Flora berkata melalui telepati.


" Benarkah itu Flora? Dimana mereka? " Anma bertanya


" Mereka ada di sebelah selatan hutan ini... Dan mereka di kurung dalam sebuah kereta kuda yang di kelilingi sebuah pasukan yang mirip seperti pasukan Riz tadi... " Jawab Flora.


" Bagus Flora. Kamu memang bisa di andalkan. " Anma memuji Flora.


Setelah mendengar informasi dari Flora, Anma memperbesar jangkauan petanya  hingga menemukan titik titik putih yang sedang bergerak.


" Yosh. Kecepatan maksimal " Anma mulai meningkatkan kecepatan larinya untuk mencapai Sera dan yang lainnya.


"Seugh.......! Brush......! " Anma berlari dengan kecepatan tinggi dan membuat seluruh jalan yang dilewatinya terbakar oleh api yang tidak lama padam setelah terkena hembusan dari angin yang ia pecahkan dengan kecepatannya.


......................


Dari kejauhan Anma melihat sebuah karafan berisi banyak demi human yang saling berdesakan. Ketika Anma memastikan bahwa titik putih itu menandakan lokasi Sera dan yang lainnya, Anma langsung menyerang mereka dengan sangat cepat.


" Droooooop.... ki......ckh!! " Anma langsung melesatkan fatal dammage ke arah pasukan yang sedang berjalan di sisi kanan karavan


" Brush......!! " Anma langsung menumbangkan lima orang prajurit berbaju besi yang berada di samping karavan tanpa mereka sadari.


" Swingh...... Hell...... Driilll!!" Setelah menyerwng dengan kecepatan penuh pada prajuri itu Anma yang masih dalam posisi melayang memutar tubuhnya 180° dengan cepat penuh kembali menyerang dengan putaran tubuhnya yang mirip ujung bor yang berputar cepat


* Seught.... Gring!!!!!!!! * Anma memberikan fatal dammage pada prajurit yang ada di sisi kiri karafan.


Karna teknik dari Hell Drill membuat banyak getaran, pada akhirnya seluruh prajurit yang mengawal karavan tersadar bahwa mereka sedang di serang.


Ketika prajurit dari sisi kanan karafan pergi ke sisi kiri karafan, mereka melihat para rekannya telah kehilangan nyawa


" WA..........!!!!!" Kelima prajurit tadi berteriak setelah Anma menunjuk ke bagian perut mereka yang tidak lagi seperti semula


Kelima prajurit itu masih tidak percaya bahwa tubuh mereka telah berbeda dari sebelumnya mereka tumbang bersamaan.


Melihat sesuatu yang sangat mengerikan sedang terjadi, empat prajurit yang tersisa telah memutuskan untuk melarikan diri disaat rekannya yang sesama prajurit berteriak.


" Tidak semudah itu kalian lari dariku.... Flora..... Sekarang giliranmu.... " Anma mengusap matanya yang terhalang oleh darah dan meminta Flora untuk melenyapkan prajurit yang tersisa


" Baik ayah.... " Flora menjawab setuju.


Setelah Flora menjawab, Anma memasukkan tangan alam ke dalam tanah untuk memberikan fatal dammage pada prajurit yang tersisa