
"Astral memory" Adalah sebuah sihir penghapus ingatan. Cara pengaktifan dari sihir ini adalah seorang yang ingin di hapus ingatanya atau di rubah ingatanya, pertama harus di buka titik potensialnya.
Setiap makhluk berwujud manusia selalu memiliki pola yang sama seperti pentagon namun jika hewan dan tumbuhan memiliki pola potensial yang rumit. "Astral Memory" Jarang di ketahuilah player dari generasi versi game ke 2 karna sihir ini hanya ada di program pada versi pertama ketika masih berupa game.
"Astral Memori" Pada waktu pertama kali di gunakan untuk menangkap monster kelas tertentu setelah monster itu berada dalam kondisi kritis.
"Astral memori" Juga digunakan untuk mengubah ingatan dari monster yang akan di jual belikan. Namun di versi ke 2 dari game ini, sihir dasar "Astral Memory" Digantikan menjadi sebuah item bernama "Summoning Stone" Yang cara kerjanya cukup singkat yaitu dengan hanya melemparkan batu ke arah monster yang kritis tadi maka monster tersebut langsung di jinakkan dan masuk kedalam "summoning stone".
"Semoga, dengan menggunakan "Astral Memory", ingatan dan masa lalu Liah dapat aku rubah." Anma berharap.
Sambil melihat tubuh Liah yang sedang tertidur, Anma mulai membuka titik potensial dari tubuh Liah.
Anma memulainya dengan menekan bagian dahi Liah yang dilanjutkan ke bagian punggung kaki kanannya lalu kebagian pundak kirinya, kemudian ke bagian pundak kanannya lalu kembali ke bagian punggung kaki kirinya dan akhirnya kembali ke dahinya.
Tidak lama setelah itu, sebuah pentagon sihir melayang di atas tubuh Liah dan perlahan, pentagon itu mulai berwarna putih menyala. Setelah melihat pentagon itu telah bercahaya, itu menandakan bahwa "Astral Memory" Telah di aktifkan.
Ketika "Astral Memory" telah di aktifkan, Anma kembali membayangkan tubuh Flora.
Flora pun kembali muncul dengan cara yang sama seperti ketika ia muncul pertamakali.
"Flora. Tolong jaga tubuh kami berdua." Perintah Anma, kepada Flora.
"Tapi. Tapi ayah?, Flora juga ingin ikut bersma ayah" Flora menolak perintah Anma dan setelahnya, sebuah gelombang kejut menyerang dirinya.
"Hiya..h" Flora menjerit sambil memegang kepalanya.
"Kamu tidak apa apa Flora?" Anma bertanya sambil mendekati Flora.
"Mungkin itu karna Flora menolak perintah ayah." Anma mengusap kepala Flora.
"Jika itu benar, Maafkan Flora ya ayah" Flora menjawab dan memegang tangan Anma yang sedang mengusap kepalanya.
"Iya..... iya... Ayah maafkan" Anma menjawab dan membatu Flora yang sedang berjonkok.
"Terima kasih ayah. " Flora berterima kasih kepada Anma.
"Jadi Flora, Tolong jaga tubuh kami berdua ya? Jika perlu, Kamu bisa menggunakan kekuatan mu untuk menyembunyikan tempat ini agar tidak di serang oleh makhluk berbahaya di hutan ini" Anma menjelaskan sambil mengusap kepala Flora.
"Iya, baiklah ayah. Flora akan menjaga tubuh ayah dan Liah agar tetap aman" Flora menjawab sambil menundukan kepalanya.
"Anak baik. Kalau begitu ayah akan pergi sekarang. " Setelah Anma memuji Flora, Anma pun pergi ke arah pentagon dari "Astral Memory".
Ketika Anma sudah berada di dekat pentagon itu, Anma membuat sebuah lingkaran menggunakan darahnya untuk menjaga pentagon agar tidak bertambah besar.
"Dengan kekuasaan atas ruang dan waktu yang ku pijak saat ini, aku perintahkan kepadamu, wahai penguasa ruang dan waktu. Izinkan aku mengubah serpihan dari masa lalu untuk kebaikan masa kini."
" Jika diriku dalam masa itu benar benar di izinkan ada maka izinkan aku untuk membantu dirinya semampuku. Namu apabila diriku tidak di izinkan untuk berada pada dalam masa lalu itu, maka lemparkanlah kembali keberadaanku ke masa sekarang. Kumohon padamu, berilah tiga petunjuk untuk ku agar aku bisa membantu dirinya hidup hingga masa kini. Terbukalah gerbang masa lalu. Astral Memory" Anma merapalkan mantra dengan keras.
Lingkaran yang melindungi pentagon mulai berputar searah jarum jam namun pentagon yang di dalamnya justru memutar ke arah sebaliknya.
Sebuah portal putih muncul di atas pentagon yang kemudian menghisap tubuh Anma untuk masuk kedalam tubuh Liah.