
"Calling gread thunder" Anma langsung mengarahkan sihir petir raksaksa ke arah Druid palsu itu.
"Craaaaaaak" Suara asli dari Druid palsu itu akhirnya keluar.
Besarnya dammage dari petir raksaksa itu membuat benteng batu yang ia buat langsung berlubang cukup besar. Dari lubang itu, tubuh asli dari Druid palsu itu mulai terlihat. Tubuh yang semula tinggi dan gagah dengan kulit kulit kayu itu kini berubah menjadi sebuah tubuh kurus kering yang terlihat di beberapa bagian tubuh yang tidak tertutupi dengan baju khas penyihir sesat.
"Ternyata benar dugaanku" Ia kembali menunjukan sikap siaga dalam pertempuran untuk mengantisipasi gerakan dari makhluk itu.
Makhluk itu adalah Wizp O Wisper yang menyerangnya di saat ia sedang mencari makanan di hutan tadi siang.
Namun entah kenapa disaat Liah datang menolong, Wizp O Wisper itu menghilang dan justru menampakan kembali tubuhnya dengan wujud seorang Druid.
Pertempuran hebat pun kembali terjadi. Anma yang masih merasa lemas berusaha secara mati matian untuk tetap bertahan.
Ia telah mengaktifkan kembali sihir pertahanan "Wall of Ston" Untuk perlindungan ekstra pada tubuhnya yang lemas.
"Buuuuum!! Buuuuum!! Buuuum!! " Wizp O Wizper itu terus mendaratkan pukulan pukulan dasyat dengan tongkatnya.
Anma yang lemas tidak bisa berbuat banyak selain terus bertahan dengan harapan bahwa ia dapat mengulur waktu supaya Liah berhasil selamat.
Kuda kuda yang mulanya sempurna, kini mulai tumbang karna hantaman yang bertubi tubi dari Wizp O Wizper itu.
Tidak berselang lama, tubuh yang semula siaga kini mulai tertunduk tanpa tenaga.
Disaat ia dalam kondisi terburuk, terdengar suara dari kegelapan hutan. Yang menembus derasnya suara hujan badai itu.
"Anma!! Aku kembali untuk menyelamatkanmu!!" Liah melompat dari dahan suatu pohon ke dahan lainya.
Mendengar hal itu, Anma yang dalam posisi tidak menguntungkan mulai berfikir keras tentang bagaimana caranya untuk menyelamatkan Liah.
"Liah!!! Pergilah dari sini!!!!Dia bukan tandingan untukmu" Terika Anma dengan tenaga yang masih tersisa.
"Tidak, tidak. Aku tidak ingin. Pahlawanku mati disini." Liah mulai mendekati area pertempuran itu.
Melihat Liah yang semakin dekat dengan area pertempuran, Wizp O Wizper itu mengalihkan serangannya ke arah Liah.
Ketika Liah menyadari bahwa makhluk itu menuju ke arahnya, ia mulai bersiap menghadangnya dengan kampak raksaksa yang ia bawa di belakangnya.
"Agh" Liah gagal menghadang serangan dari makhluk itu.
Serangan makhluk itu melesat dengan kecepatan penuh dan menghantam bagian perut Liah yang menyebabkan tubuh Liah terlempar jauh kembali ke arah kegelapan hutan semula ia muncul.
"Liah!!" Anma berteriak dengan penuh amarah.
Dalam amarahnya yang meluap lupa, sebuah icon sihir berkedip dengan cepat seolah sihir itu memanggilnya untuk digunakan.
Setelah ia melihat kedipan itu semakin cepat, ia langsung menekan icon itu.
Pancaran cahaya putih keluar dari tubuh Anma. Dibelakang tubuhnya, muncul akar akar berduri yang melambai lambai karna terkena gelombang kejut dari tubuh yang penuh amarah itu.
"Natural magic. FOREST RAGE" sebuah mantra sihir berskala besar di rapal oleh Anma.
Akar akar berduri yang ada di belakangnya langsung melesat dan menembus bagian tubuh Wizp O Wizper.
dengan berbagai serangan dengan tipe fatal attack yang bersifat brutal, pada akhirnya ia berhasil mengalahkan Wizp O Wizper itu.
akibat dari penggunaan sihir itu, ia kehilangan banyak energi sihir (mana) dan staminanya yang membuatnya tidak lagi kuat untuk berdiri maupun mencari Liah.
Pada akhirnya ia tergeletak lemah di atas tanah tempat Wizp O Wizper di musnahkan.
Dalam pengelihatan nya yang samar samar, ia melihat Liah yang berlari ke arahnya sambil menyeret kampak raksaksa itu.
Tidak lama setalah itu ia terpejam untuk sesaat dan kembali membuka matanya.
Pandangan yang ada di depannya adalah Liah. Ia memangku tubuh Anma yang sudah terbujur lemah. Namun perlahan, suhu tubuh Anma mulai menurun karna dinginnya hujan kala itu.
Dengan sisa sisa tenaganya, Anma mengangkat tangan kirinya dan mencoba mengusap wajah Liah yang sedang mengeluarkan air matanya.
Melihat tangan yang terangkat, Liah langsung memegang tangan itu ke arah wajahnya sambil menangis.
"Anma. Anma. Kumohon bangunlah" Liah berteriak sambil memegang erat salah satu tangan dari Anma.
"L.....liah, Akh. Tetaplah hidup un..untuk...ku....." Anma mengunakan sisa sisa terakhir tenaganya untuk menyampaikan perasaan yang ia rasakan pada Liah.
Liah yang mendengar kalimat itu, langsung melihat ke arah wajah Anma yang sedang tersenyum. Namun disaat Liah ingin menyatakan perasaan yang sama, mata Anma telah terpejam.
Melihat hal ini, Liah langsung berteriak seakan tidak percaya bahwa penyelamatnya akan pergi secepat ini.
"Anma!! Kumohom bangunlah." Liah memeluk erat tubuh Anma.
Setelah menyampaikan perasaan nya kepada Liah, ia langsung kehilangan pengelihatannya.
Yang mulanya itu adalah wajah cantik dan senyum manis dari Liah, kini berubah menjadi kegelapan. Suara tangisan dari Liah pun perlahan mulai menghilang.