
Di dalam tubuh milik Liah, Anma mulai melihat berbagai jendela ingatan masa lalu.
Dari saat Liah kecil hingga sekarang yang ia lihat hanyalah terlihat masa yang kacau.
Dari berbagai kenangan milik Liah, Anma di dekati oleh sebuah serpihan masa lalu dimana Liah sedang di tindas oleh anak anak iblis lain yang di belakangnya ada beberapa iblis dewasa yang ikut menyaksikan.
" Kumohon...! Kumohon...!! Hentikan..!! Ini sangat menyakitkan. " Liah menutupi wajahnya dengan tangan agar wajahnya tidak terkena lemparan batu dari anak anak iblis yang berwujud sempurna.
" Diamlah ! Ini adalah hadiah untukmu. Jadi terimalah" Bentakan seorang iblis dewasa dengan ras minotaurus.
Mendengar kalimat itu, Liah kecil menangis lebih keras.
" Tangisanmu tidak akan mengubah apapun. Karena bentuk itu kamu tidak perlu hidup di dunia ini" Kata iblis dewasa dari ras dark slime yang sedang berdiri di belakang anak anak itu.
Liah kecil terus menangis dengan harapan bahwa kan ada dari mereka yang mengasihaninya dan menolongnya.
Anak anak dengan wujud sempurna dari ras Pig Nan, Montain Wolf dan Imp, terus melempari Liah dengan batu dan sesekali dari mereka melemparkan sihir kecil yang membuat tangan yang melindungi Liah mengalami luka yang serius.
Mereka terus menindas Liah kecil dan tidak ada seorang iblis yang lewat merasa kasihan kepada Liah.
Merasa di pilih oleh serpihan ingatan itu, Anma dengan wujudnya datang ke hadapan Liah di masa lalu.
Dengan kuasa atas waktunya, Anma menghantamkan tendangannya ke arah kedua iblis dewasa tadi dengan keras dan membuat mereka terbang dan menghantam iblis dari ras Chareberus yang langsung bertarung dengan mereka berdua.
Melihat dua iblis di belakang mereka di kalahkan, tanpa rasa takut anak anak iblis itu mulai menantang Anma.
"Hey !! Berani sekali kamu mencari masalah dengan tubuh sempurna !!! apakah kamu bosan hidup!!!" Teriak anak dari ras Pig Man.
Anak dari ras Imp dan Montai Wolf tertawa setelahnya.
Tanpa memperdulikan anak anak itu, Anma langsung memberikan " hit " dari ras pigmen sampai ras Imp.
* Swiiiiing * Anak anak itu terbang tinggi dan jatuh kearah beberapa makhluk dengan ras slime beracun yang sedang berbelanja.
tanpa menyadari anak anak yang terkenal itu, tidak lama setelah itu tubuh mereka menghilang tak bersisa.
" Healing " Anma menggunakan sihir penyembuhan kepada tangan Liah kecil.
Liah kecil yang menangis itu perlahan membuka kedua tangannya dan melihat Anma yang sedang berada di depannya.
" Ano, tuan... tuan terima.... terima kasih.... karena.... karena menolongku. " Liah berkata sambil mengusap air mata yang terus menetes dari wajahnya.
" Iya. Tak masalah bagiku untuk menyelamatkanmu. " Anma mendekati tubuh Liah kecil.
" Jika besar nanti, kamu harus bisa melawan anak anak seperti tadi yah? " Anma mengusap kepala Liah kecil sambil mencoba menghiburnya.
" Ta...tapi tuan, mereka adalah iblis sempurna. Sementara, Ak.....aku... Adalah iblis yang tidak sempurna. " Liah kecil mengusap air matanya sambil berusaha melihat seperti apa orang yang menolongnya.
" Tidak masalah. Selama kamu memiliki kekuatan dan keberanian, kamu bisa melawan meraka yang bertindak tidak adil kepada mu." Anma mengusap air mata Liah kecil.
" Tuan, apakah tuan juga iblis tidak sempurna ? " Liah yang sudah melihat tubuh seorang penolongnya langsung memeluk tubuh orang itu.
Anma hanya diam ketika Liah kecil berkata seperti itu dan kemudian Anma membalas pelukannya.
" Ano. Tuan, bolehkah ak.... aku mengetetahui nama tuan? " Liah kecil melepaskan pelukannya dan bertanya kepada Anma.
" Saat ini, aku belum bisa mengatakan nama asli ku kepadamu. Tapi, suatu hari nanti ketika kamu sudah dewasa dan kuat, aku janji bahwa kita akan kembali bertemu lagi. " Anma mulai berdiri dan mengusap kepala Liah kecil.
" Apakah tuan bisa berjanji seperti itu? Jika aku sudah dewasa, aku akan kembali bertemu dengan Tuan? Tapi kenapa? Apakah tuan akan pergi sekarang? " Liah kecil memegang tangan kiri Anma seolah menghentikannya agar tidak pergi.
" Iya, saat ini tugasku sudah selesai. Jadi aku akan pergi. Maka dari itu, jadilah lebih kuat dari sekarang. Agar aku bisa bertemu denganmu lagi. " Anma melepaskan genggaman Liah.
" Sampai jumpa lagi Liah. " Anma berkata lirih sesaat sebelum menghilang dari ingatan itu.
Liah bangkit menjadi anak yang pemberani dan lebih kuat sebelumnya. terlebih lagi, ia juga melihat bahwa Liah mulai bisa melindungi sesama ras demi human
Setelah menghancurkan sebuah serpihan masa lalu, serpihan baru langsung menghampiri Anma.
Dari serpihan kedua itu, Anma melihat sebuah masa ketika Liah sudah remaja yang sedang di jadikan target sihir oleh ayahnya.
"Huaa.... !!" Liah remaja mulai menjerit kesakitan karna sihir api yang dilemparkan ayahnya.
Melihat anaknya terbakar, Ayah Liah hanya tertawa tanpa rasa bersalah atas apa yang ia lakukan dan iblis iblis yang sedang menonton ikut bersorak kegirangan.
Sementara Anma yang melihatnya tidak tega, mencoba menolong Liah.
"Healing Wind" Anma merapalkan mantra sambil menggoyangkan telunjuk kirinya lalu menunjuk ke arah Liah yang sedang terbakar.
* Shuh * Api hitam yang membakar tubuh Liah akhirnya padam.
Liah tergeletak lemas di atas lantai kayu yang masih berupa arang panas dengan luka bakar hampir 100%.
Hembusan angin dari "Healing Wind" membuat luka bakar dari Liah mulai ber regenerasi dengan cukup cepat dan memperbaiki luka luka yang di timbulkan oleh "Fire Darkness".
Melihat anaknya mulai ber regenerasi dan menyembuhkan seluruh lukanya, Ayah Liah merasa heran pada Liah sembari mencari tahu siapa yang mengganggu dirinya
kesal krena tidak menemukan apapun, ayah dari Liah pun melampiaskan kekesalannya kembali pada tubuh Liah yang masih ber regenerasi.
Melihat hal ini, Anma tidak tinggal diam yang pada akhirnya Anma menerobos masuk kedalam rumah itu dan mencoba menolong Liah.
" Aurora Helling " Anma menerobos masuk sambil menunjukan lengan kirinya ke arah Liah yang sedang dalam keadaan kritis.
Melihat hal yang terjadi, Ayah Liah langsung melepaskan Liah dan mulai bersiap menyerang Anma yang ada di depan pintu masuk.
Ayah Liah langsung bersembunyi dibalik bayangan dari benda benda yang ada di sekitarnya.
Karena Anma sudah mengetahui teknik yang sering Shadow Demon gunakan, Anma langsung menggunakan "Ghost Blast" untuk membuat cahaya menyinari semua sudut ruangan begitu pula bagian dari benda benda yang berpotensi menimbulkan bayangan.
Mendengar sebuah mantra yang belum pernah ia dengar sebelumnya, Ayah Liah langsung menghunuskan beberapa bagian dari tubuhnya yang berupa bayangan ke arah wajah Anma serta mengikat seluruh bagian tubuhnya.
Namun hal yang selanjutnya terjadi adalah tubuh milik Ayah Liah yang secara perlahan mulai terbakar.
Tubuh dari Ayah Liah pun kembali ke bentuk semulanya yaitu sebuah bayangan hitam sambil berguling seperti Liah ketika terbakar tadi.
" Tidak...!!! Tidak...!!! Ak....aku mohon...!! Am...ampuni aku!!! " Ayah Liah memohon ampun kepada Anma.
Anma hanya terdiam tanpa ekspresi dan terus mendekati tubuh Ayah Liah.
Tidak seperti Liah yang diselamatkan oleh Anma.
" Setelah semua permohonan ampunan dari anakmu tidak kamu turuti, kamu justru memohon ampun seperti dia , disaat kamu tahu bahwa ada yang lebih kuat dari mu? " Anma menatap ke arah tubuh Shadow Demon yang terkena dammage
tanpa adanya sebuah respon, Anma memutuskan untuk menyelesaikan apa yang ingin ia lakukan pada ayah yang kejam itu.
Dengan cahaya dari "Ghost Blast" yang terus mendekat ke arah tubuhnya, keberadaan dari tubuh Ayah Liah pun hanya menyisakan sebuah item sihir berupa dark rune.
Dark Rune merupakan sebuah item untuk pembuatan sebuah sebuah senjata berkekuatan dari kegelapan maupun beraura kegelapan. Melihat item ini, Anma langsung mengambilnya dan memasukkannya kedalam Item Box.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" hit " adalah tipe serangam minimum yang seharusnya tidak memberikan dammage namun hanya berfokus pada efek pukul mundur ( knock back)
" Ghost Blast " Merupakan sebuah cahaya Penyucian tingkat tinggi karena cahaya yang keluar dapat menerangi sebuah ngarai sampai ke dasarnya.