Armageddon Maker

Armageddon Maker
Arti pertemuan Flora dengan Liah



" Li..li...liah to...tolong lep...lepaskan pe...pelukanmu." Anma meminta pada Liah untuk melepaskan pelukannya.


" Oah.... Iya, Maaf." Liah pun melepaskan pelukannya.


" An...anma maafkan aku. Yah? " Liah meminta maaf kepada Anma.


" I....i....Iyah. Tidak apa apa" Anma menjawab Liah sambil memegang tenggorokannya.


Ketika Anma memegang tenggorokannya, Ia tersadar bahwa ada sesuatu yang terasa aneh.


"Anu, Anma.... Ap....apakah. Kamu baik baik saja? " Tanya Liah khawatir.


"Iya, aku tidak apa apa." Jawab Anma sembari memegang dadanya


Namun ia akhirnya tersadar. Bahwa tangan kanannya kini berubah menjadi sebuah akar akar tanaman yang berbentuk seperti tangan.


" A....ayah!!" Suara dari Flora terdengar menembus pikirannya.


" Flora " Anma berteriak di hadapan Liah.


" Ano, Flora itu siapa?" Liah bertanya pada Anma dengan ekspresi kebingungan.


" Akh.... Flora itu, " Anma membayangkan wujud Flora kembali. Seolah ia bertemu kembali dengan Flora.


Disaat ia membayakan wujud Flora, tangan akar itu bersinar lalu ia terbang ke hadapan Anma dan Liah. Cahaya yang begitu terang secara perlahan mulai menampakan diri dengan wujud seorang gadis cantik yang sesuai bayangannya.


" Ayah... Ayah....! Ayah....!! " Flora keluar dari cahaya itu dan langsung memeluk Anma.


" F...f..flora!! " Anma membalas pelukan Flora sambil meneteskan air matanya.


Liah hanya bisa memandangi mereka berdua dengan kebingungan.


"Ano, Anma. Siapa Peri hutan ini? Dan kenapa ia memanggilmu ayah? " Liah bertanya kepada Anma.


Anma tidak menanggapi Liah yang menanti jawaban. Namun ia justru terfokus kepada Flora.


" Flora...! Flora!! Ini benar benar kamu!! Senangnya" Anma mempererat pelukannya kepada Flora.


"I...iya ayah, in...ini Flora" Flora menjawab sambil mempererat pelukannya.


Melihat mereka tidak menanggapi pertanyaannya, Liah pun bangkit dan memisahkan Anma dan Flora yang sedang berpelukan dengan erat.


" Cukup!! " Liah berusaha memisahkan pelukan mereka berdua.


" Agh... " Flora terlempar cukup jauh dari Anma karena Liah mendorong mereka terlalu kuat.


Sementara Anma hanya berada di posisinya sambil menghapus air matanya.


" Akh.... Maaf ya Liah. Aku tadi tidak memperhatikanmu. " Anma tersenyum kepada Liah.


" I...iya. Ak...aku tidak apa" Liah menjawab Anma sambil tersipu malu.


Mereka berdua saling memandang sambil berbalas senyuman.


"Ayah?! Jangan lupakan Flora!!" Flora melompat ke arah tubuh Anam yang sedang duduk dan melewati celah antara Anma dan Liah.


Melihat hal yang sama kembali terjadi, Liah berusaha memisahkan mereka kembali. Namun, ketika Liah akan memisahkan mereka berdua, Anma mengangkat tangan kirinya, dan seolah memberikan tanda bahwa ia tidak apa.


"Jadi Liah, kenalkan. Ini Flora." Anma mengenalkan Liah kepada Flora.


" Dan Flora itu? " Liah menanyakan status Flora, karena selalu memeluk Anma.


" Anak Ayah!! " Flora menjawab sambil mempererat pelukannya kepada Anma.


Liah merasa kesal ketika Flora melontarkan kata katanya.


" I...iya. Bisa di bilang begitu." Anma mengusap kepala Flora dengan tangan kirinya.


Liah menggelengkan kepalanya. Karna tidak mengerti akan situasi yang sedang terjadi.


" A...aku...aku ini, Siapa yah? " Liah yang sempat yakin untuk mengatakan sesuatu, namun ia kehilangan apa yang ingin ia katakan.


Liah sempat berfikir bahwa ia adalah seorang yang sepesial untuk Anma. Namun ketika Flora memanggil Anma dengan sebutan ayah, ia tidak bisa mengatakannya karena tidak yakin bahwa Anma juga merasakan hal yang sama. Liah pun hanya bisa menahan apa yang ingin ia katakan kepada Flora.


" Flora, Liah itu adalah seorang yang berharga bagi ayah" Anma menjawab pertanyaan Flora yang di tujukan untuk Liah.


Mendengar hal itu, Liah tersipu malu, karena ia tahu bahwa Anma merasakan hal yang sama.


" Orang yang berharga untuk ayah? Apakah itu berarti dia juga anak ayah? " Flora langsung menyimpulkan.


Mendengar kesimpulan dari Flora, Anma hanya bisa tersenyum.


" Liah, dia ini Flora. Dia adalah Peri hutan yang aku rawat ketika ia masih menjadi sebuah bibit alam. Jadi, bisa di simpulkan bahwa secara tidak langsung, Flora adalah anakku." Anma tersenyum sambil menjelaskan siapa itu Flora lewat telepati kepada Liah.


Liah yang sempat cemas karena takut bahwa Anma telah memiliki seorang wanita, pada akhirnya ia paham dan semua pemikirannya hanya sebuah ketakutan belaka.


" Hey, Ayah.... Berarti aku punya adik ya? " Flora bertanya pada Anma.


" Adik? " Anma bertanya pada Flora.


" Iya, iya. Flora kan lebih dulu bersama ayah. Jadi, Liah adalah adik Flora" Flora kembali menyimpulkan seenaknya sendiri.


Anma hanya bisa menahan tawanya dalam hati.


" Liah, duduklah bersama kami di sini" Flora mengajak Liah untuk duduk di samping Anma.


" I....iyah " Liah memberanikan diri untuk duduk di samping Anma yang sedang di peluk erat oleh Flora.


Ketika Liah duduk di samping Anma, ia merasa sangat iri kepada Flora karena Flora terus memeluk Anma. Liah pun hanya bisa memandang mereka berdua tanpa bisa berkata kata.


"Liah. Apa yang ingin kamu lakukan? " Anma bertanya lewat telepati.


" M, An....anma.... Ak...aku ju...juga ing....ingin memelukmu...." Jawab Liah sambil menunjukan ekspresi berharap kepada Anma.


" Kalau kamu memang ingin, silahkan saja. Lagi pula Flora juga menganggap mu sebagai seorang adik" Anma menjawab sambil tersenyum kepada Liah.


" Ano, apakah tidak apa apa?" Liah bertanya untuk meyakinkan bahwa ia boleh memeluk Anma.


" Iya. Tidak apa apa." Anma menjawab sambil mengelus Flora yang sangat senang.


* Cruuwuk * Anma dan Liah mengeluarkan suara perut yang sama.


Mendengar suara tadi, Flora langsung tertawa.


" Ahahaha, apakah ayah dan Liah lapar?" Liah tertawa dalam pelukan Anma.


" Heheheh..., Flora. Bisakah kamu menumbuhkan beberapa tanaman untuk kami makan? " Anma bertanya pada Flora sambil mengelus rambutnya.


"Baik ayah." Flora menjawab sambil tersenyum manis.


Flora pun melepas pelukannya dari Anma dan berjalan ke arah tembok kayu yang berlubang. Flora kemudian duduk dan mengusap permukaan di atas tanah itu. Tidak lama setelahnya, muncul beberapa pohon King Crown dari tanah yang di usapkan Flora.


"Wah, King Crown" Anma terkejut karna Flora menumbuhkan buah yang sangat mengenyangkan.


" Iya ayah. Ini adalah buah King Crown" Flora menjawab Anma sambil memetik beberapa buah King Crown.


Setelah cukup banyak memetik buah king crown. Pohon itu kemudian kembali kedalam tanah seperti semula.


" Ini ayah. Makanan untuk ayah. Liah juga ya. Liah kan tadi mengeluarkan suara yang sama seperti milik Ayah" Flora memberikan 5 Buah King Crown kepada Anma dan Liah.


Melihat Anma berusaha dengan keras membuka kulit dari "King Crown" dengan tangan kirinya, Liah pun menolong Anma membukakan kulit buah itu dan menyuapinya. Melihat Liah yang sedang menyuapi Anma, Flora pun mengikuti apa yang Liah lakukan. Pada akhirnya Anma disuapin oleh Liah dan Flora secara bergiliran sampai buah terakhir.


" Flora, Liah. Terimakasih atas bantuannya." Anma berkata sambil tersenyum kepada mereka berdua.


" Sama sama ayah. Kesenangan ayah adalah kesenangan untuk Flora" Flora kembali memeluk Anma.


Sementara Liah sedang sibuk untuk memakan buah miliknya.