
Setelah melihat latih tanding dari teman - teman Liah, Anma pun mulai mencoba melepaskan pelukan Flora dan berdiri untuk melakukan latih tanding bersama mereka.
"Hebat.... Kalian semua sungguh Hebat!!" Anma berjalan mendekati area pelatihan yang merupakan tanah kosong di depan goa "Dungeon Zean".
Mereka semua menundukan kepalanya dan mengucapkan terima kasih atas pujian dari Anma.
Sementara mereka yang masih anak anak langsung memeluk kaki Anma.
Melihat anak anak demihuman itu memeluk Anma, Flora hanya bisa tersenyum dan menganggap hal itu wajar.
"Tadi, aku sempat teringat bahwa ada salah satu dari kalian yang menginginkan senjata seperti milik Liah? Iya kan?" Anma bertanya kepada teman tekan liah sambil mengusap rambut salah satu dari anak anak yang memeluk kakinya.
"I...itu, saya tuan. Maaf, jika itu tidak sopan" Cermen mengangkat tangannya sambil menundukan kepalanya.
"Oh, ternyata benar ya. Kalau begitu aku akan membuatkan senjata seperti milik Liah. Tapi dengan syarat, Kalian semua harus bisa memberikan Luka kepada ku. " Anma memberikan sebuah tantangan dengan sebuah hadiah berupa magic item.
Teman teman Liah dan Liah langsung tersentak dan tidak percaya.
"Ano, Anma... Apakah kamu benar benar ingin melakukan itu? " Tanya Liah kawatir.
"Iya. Tentu saja aku ingin melakukannya. Lagi pula, latih tanding seperti tadi aku rasa kurang untuk menghadapi pertempuran yang sesungguhnya." Jawab Anma
"Maaf, tuan. Apakah sebelumnya tuan pernah ikut berperang? " Tanya Sera seorang demi human dengan ras manusia serigala.
"Iya, itupun dulu sekali" Anma mengusap kepala Sera.
Teman teman Liah kembali menunjukan ketakutan mereka
"Apakah kalian tidak ingin senjata seperti milik Liah? " Anma meberikan pilihan.
Dengan sebuah kalimat untuk memancing keberanian mereka, akhirnya salah satu dari mereka melangkah maju.
"Jika Juan ikut, maka saya akan ikut" Jian pun melangkah maju mendampingi suaminya.
"Kami juaga siap" Catgirl bersaudara maju bersamaan.
"Kami juga tidak akan kalah" Party Gellen maju paling akhir.
"Ano, tuan. Bolehkah kami ikut melawan tuan? " Tanya Sera karena sangat menginginkan sebuah senjata kuat.
"Tidak. Untuk kalian, kalian bisa memperhatikan latih tanding ini bersama Liah dan Flora." Anma mengusap kepala Sera yang kemudian mulai melangkah maju untuk mempersiapkan latih tanding.
Anak anak demi human itu berlari ke arah Flora yang sedang duduk. Sementara Liah berjalan kearah Flora dan anak anak itu.
Anma mulai bersiap dengan mode pertahananya. Karna kini ia hanya menggunakan satu tangan.
"Aturannya sederhana. Jika kalian tidak sanggup untuk melawan, kalian boleh mengangkat tangan dan mundur. Lalu apabila salah satu diantara kalian yang berhasil memberikan luka kepadaku, aku akan membuatkan senjata seperti milik Liah. "Anma bersiap dalam posisi bertarung.
"Satu hal terakhir, apakah Jian sedang hamil? " Anma bertanya.
"Iya. Tapi, saya siap bertarung melawan anda. Lagi pula, tadi kan anda lihat. Bahwa saya berlatih tanding dengan suami saya dengan serius. " Jian menjawab.
"Tapi, maaf Jian. Kamu harus mundur. Karna aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada calon anakmu itu. " Anma menyarankan Jian untuk mundur.
Dengan wajah yang kecewa, Jian pun akhirnya mundur sebelum pertarungan di mulai dan pergi ke tempat Liah, Flora dan anak anak demi human.
"Yosh. Apakah kalian sudah siap? " Anma membakar semangat mereka sambil mengangkat kepalan tangannya ke udara.
"Ya... Kami siap" Seluruh teman teman Liah bersorak semangat.