
" Ayah.....!! " Flora sempat menunjukkan ekspresi takutnya
" Ya sudah ayo... Ajak juga Willa dan Willna untuk ikut membantu " Kata Anma di samping Flora
" Baik ayah... " Jawab Flora dan setelahnya Flora menghampiri Willa dan Willna untuk membantunya memasak bersama Ayah.
Ketika Flora menghampiri Willa dan Willna, Anma meminta Liah untuk menggantikan Flora mengurus anak anak demi human sambil menggali informasi mengenai pedagang yang membawa mereka. Liah merespon permintaan Anma dengan menganggukkan kepalanya agar tidak di curigai.
Setelah Flora datang bersama Willa dan Willna, Anma langsung mengajak mereka ke dapur untuk mulai memasak.
......................
Ketika berada di dapur Flora terlihat sangat bersemangat mengajari Willa dan Willna mengenai berbagai macam tumbuhan yang bisa di makan dan tumbuhan yang bisa di jadikan rempah. Flora mengajari keduanya seperti saat Anma mengajarinya mengenai tumbuh tumbuhan itu ketika Flora membantunya memasak.
Selain mengajari keduanya mengenai tumbuh tumbuhan, Flora juga mengajari mereka bagaimana cara menggunakan batu asah sebagai pisau untuk memotong dengan potongan yang sempurna.
Ketika diajari tentang berbagai macam tumbuhan yang bisa di makan, Willa dan Willna terlihat lebih ceria dari sebelumnya. Selain itu mereka berdua juga sangat teliti dalam memotong tumbu tumbuhan itu seperti yang diajarkan oleh Flora.
Disaat Willa dan Willna mulai terlihat kesal, Anma menasehati Flora agar tidak terlalu bersemangat mengajari mereka berdua dan lebih menyarankan kepada Flora untuk menikmati prosesnya.
Dengan pola pengajaran yang lebih pelan dan menyenangkan, Willa dan Willna tiba tiba memeluk Flora dengan alasan bahwa apa yang Flora lakukan sempat membuat mereka mengingat kembali tentang ibu mereka.
Kata kata dari Willa dan Willna sempat membuat Anma berempati dan setelahnya ia menghibur mereka berdua dengan sebuah makanan yang baru selesai disajikan.
Walaupun sempat mendapat penolakan dari mereka berdua namun pada akhirnya mereka memakannya dengan sangat lahap.
Anma dan Flora kembali memasak makanan lain untuk disajikan kepada anak anak demi human, pasukan Riz dan juga untuk Liah dan teman temannya.
" Aku harap mereka bisa puas dengan makanan ini " Anma mengusap keningnya setelah selesai menyajikan makanan terakhirnya.
Di atas meja dapur, terdapat lebih banyak makanan daripada sebelumnya. Karena bertambahnya anak anak demi human dan kedatangan tak terduga dari pasukan Riz, Anma pun sempat meminta kepada Catgirl bersaudara serta Gellen dan anggota partynya untuk membuatkan meja baru didepan rumah kayu supaya mereka dapat makan malam bersama sama.
Setelah Gellen masuk dan mengatakan bahwa persiapannya sudah selesai, Anma pun mengangkut semua masakan itu menggunakan Item box miliknya. Willa, Willna dan Flora keluar terlebih dahulu dengan membawa beberapa masakan yang mampu mereka bawa dan setelahnya Anma mengikuti mereka.
......................
Di atas meja makan baru, Anma langsung mengeluarkan satu persatu makanan yang ia buat dari dalam item box miliknya.
" Sebagai perayaan atas bertambahnya keluarga baru kita, aku menyajikan makanan porsi besar untuk kalian. " Anma memberikan pengumuman atas bertambahnya anggota keluarga dan saudara baru.
Melihat makanan yang berlimpah itu, anak anak demi human dari karafan hanya bisa diam dan memegangi perutnya. Sementara Riz dan pasukannya terlihat tertunduk lesu dan suram.
" Hey? Apa yang kalian tunggu. Ayo, malanlah " Anma mengajak anak anak demi human dari karafan untuk ikut bersama.
" Ano, maafkan kami tuan... Kami tidak layak menerima kebaikan tuan " Salah seorang perwakilan demi human berbicara.
" Jangan seperti itu.. Ayo, ikutlah makan malam bersama kami. " Anma kembali mengajak mereka.
" Tapi kami hanya orang luar " Tambah perwakilan demi human dari karafan.
" Bukankah tadi aku sudah bilang bahwa ini adalah perayaan untuk menyambut keluarga baru kita. Yang berarti kalian juga termasuk " Anma menjelaskan kepada anak anak demi human dari karafan.
Mendengar hal itu, anak anak demi human dari karafan terlihat lebih ceria dari sebelumnya yang tidak lama setelahnya, Juan, Jian, Carmen, Cermen, Marin, Marista, Trista, Gellen dan Youland memberikan sebuah tempat untuk mereka semua duduk dan ikut makan malam.
Anak anak demi human itu terlihat sangat lahap ketika makan dan tidak jarang merekapun berebut satu sama lain dan membuat Liah dan teman temanya harus turun tangan untuk menasehati mereka sebelum membuat Anma marah.
Sadar atas tingkah laku anak anak itu, Anma hanya bisa memakluminya dan justru tertawa disaat Liah dan teman temanya harus berebut makanan dengan anak anak demi human.
Melihat situasi yang mulai tidak terkendali, Anma pun mengambil sebuah tindakan pencegahan
* Tplak * Anma menepuk meja makan dan membuatnya bergetar sesaat yang membuat seluruh teman teman Liah dan anak anak demi human dari karafan langsung terdiam.
" Kalian tidak perlu berebut seperti itu. Jika kalian memang menginginkan makanan lebih, pasti akan aku buatkan lagi " Anma memberikan nasehat sebelum perang saudara terjadi di antara mereka.
" Kami juga minta maaf " Perwakilan lain dari demi human yang lebih terlihat dewasa mengikuti apa yang dilakukan oleh Liah.
" Jika kalian sudah paham... Silahkan lanjutkan makan kalian. Dan kalih ini aku harap kalian menjaga etika kalian ketika makan " Anma menegaskan.
" Baik Anma... " Jawab Liah.
" Baik tuan... " Susul perwakilan dari anak anak demi human.
Liah dan teman tamannya serta anak anak demi human dari karafan mulai kembali melanjutkan makan malamnya namun kalih ini etika makan mereka sudah lebih baik dari sebelumnya.
Sesekali mereka melihat ke arah Anma yang hanya diam dan memperhatikan mereka hingga akhirnya ia berdiri dan mulai meninggalkan meja makan.
" Maaf ya, Flora, Liah. Aku akan pergi menghampiri Riz sebentar. Jadi nikmatilah makanan yang masih tersisa " Anma berkata melalui telepati agar apa yang ia ucapkan tidak di dengar oleh demi human yang lain.
Ketika Anma pergi dari meja makan, si perwakilan dari anak anak demi human karafan bertanya kepada Liah mengenai alasan Anma pergi dari meja maka namun Liah hanya mengabaikan pertanyaan.
Merasa ada yang aneh kepada anak anak demi human, Flora mencoba untuk menghibur merek sembari menjelaskam bahwa Anma memiliki sebuah urusan dengan Riz dan pasukannya. Setelah mendengar jawaban dari Flora, si perwakilan itu pun kembali melanjutkan makan malamnya dan membuat anak anak lain kembali memakan makanan yang ada di hadapannya.
Di sisi lain, Riz sempat merasa iri atas kebaikan Anma terhadap para demi human dan berharap bahwa ia memiliki satu kesempatan untuk meminta maaf kepada teman teman demi human Anma.
" Riz, apakah kamu tidak ingin ikut makan malam bersama kami? " Anma menepuk pundak Riz dan bertanya akan hal itu .
" Ah.... ? Apakah boleh? " Riz tersadar dari lamunannya dan langsung menjawab spontan.
" Ya... Tentu saja. Ajak pula seluruh pasukanmu untuk ikut " Ajak Anma sambil tersenyum.
" Em... Tapi.... Soal masalah penyerangan tadi bagaimana...? Aku takut jika mereka akan marah.... Terlebih lagi aku sempat mendengar bahwa ada salah satu dari mereka yang tewas " Riz memeluk erat kedua kakinya
" Tak apa Riz... Semua sudah aku bereskan... Untuk itu, jika kamu menolak kesempatan ini... Mungkin tidak akan ada kesempatan lain lagi " Anma mengusap kepala Riz dan setelahnya pergi kembali ke tempat makan.
Riz termenung sesaat dan setelahnya ia mengumpulkan seluruh keberaniannya, ia pun bangkit dan mencegah Anma pergi.
" Anma... Ma...maukah..... ka.....kamu me....menemaniku u....untuk meminta maaf ke....kepada teman teman demi human? " Riz bertanya.
" Ya... Tentu. Kenapa tidak " Anma tersenyum.
Pada akhirnya Riz berjalan di belakang Anma sambil tertunduk ketakutan sampai di tempat makan para demi human.
Setelah sampai disana, Riz kembali menguatkan tekadnya dan berkat dukungan dari Anma, Riz pun maju dan meminta maaf atas semua kejadian yang dia sebabkan dan berharap bahwa ia dan pasukannya dapat berteman baik dengan para demi human.
Riz terdiam beberapa saat setelah mengucapkan permintaan maafnya.
Dalam keheningan itu, Anma mengucapkan sebuah kata yang membuat para demi human dan Riz kembali ceria seolah tanpa masalah.
Setelahnya, Riz mengajak pasukannya untuk makan bersama para demi human sebagai wujud dari persaudaraan.
Disaat Riz dan pasukannya mulai bergabung ke meja makan, Anma sangat senang karna ia bisa melihat bahwa manusia dan ras demi human bisa akrab. Dan disaat Anma menanyakan tentang kemungkinan adanya racun atau sesuatu yang lain dalam masakan itu, beberapa prajurit itu menjawab tanpa beban
" Jika itu memang benar adanya, mungkin kami akan sangat berterima kasih karena telah makan makanan yang lezat seperti ini ".
Anma yang mendengar ucapan itu hanya tertawa dalam hati dan tidak melakukan apapun terhadap mereka.
Di sisi lain ada beberapa anggota pasukan Riz yang sempat cemas mengenai makanan yang di sajikan. Mengingat mereka telah menyerang tiba tiba, mereka berfikiran bahwa makanan itu memiliki parasit maupun racun serta berfikiran bahwa kapten mereka telah di cuci otak oleh Anma.
Karena suasana hatinya yang sedang sangat baik, Anma tidak langsung meledakkan amarahnya seperti yang sebelumnya.
Ia justru menghampiri mereka dan berkata bahwa " Kalian akan menyesal jika tidak memakannya "
Dan setelahnya ia meminta ijin kepada mereka semua yang sedang berpesta untuk kembali ke kamar tidur miliknya.