Armageddon Maker

Armageddon Maker
Pemulihan sebagai tanda pengampunan



" Jadi, hanya ini yang ingin kamu selamatkan? " tanya Anma.


" I...iya Anma. Setidaknya, mereka yang datang pertama kali dan mulai membantuku. " Jawab Liah sambil tersenyum.


" Baiklah. Jika begitu, selain empat belas demi human ini apakah ada lagi yang ingin di selamatkan? " Anma bertanya sambil menunjuk ke arah empat belas demi human yang sedang taksadarkan diri.


" Ti...tidak ada lagi Anma. Da... dari lima puluh sembilan demi human di sana, setidaknya inilah yang aku anggap berharga. " Liah menjawab dan mulai duduk karna kelelahan.


" Ya sudah. Ayo kita pergi dari sini. " Anma mengajak Liah yang baru duduk tadi agar mulai berdiri.


" Tapi, teman teman ku ini bagai mana? " Liah bertanyabertanya karena khawatir.


" Oh, maaf. " Anma membuka sebuah portal hitam di bawah tubuh tubuh itu dan setelah tubuh tubuh itu pun terhisap.


" Selesai "


" Ano, apakah mereka baik baik saja? "


" Iya. Mereka tidak apa apa. Lagi pula, jika kita membawa mereka seperti tadi, racun yang berada dalam tubuh mereka akan bekerja lebih cepat dan membuat mereka menemui ajalnya" Anma membalikan tubuhnya sembari memandang ke arah langit.


" Begitu kah? Jika itu adalah yang terbaik, aku tidak akan menolak. Tapi kemana kita akan pergi? " Liah menjawab dengan tersenyum kemudian bertanya kepada Anma.


" Kita akan pergi ke dekat "Dungeon Zean". " Anma menjawab spontan.


" Dungeon Zean? Ano, itu tempat apa? " Tanya Liah.


" Akan aku jelaskan sambil kita berjalan. Jika kita di sini terlalu lama, Panasnya matahari nanti mungkin akan membuat kita cepat lelah. Jadi, ayo bergegas." Anma menjawab sambil menekan nekan papan status dan membuka peta ke arah "Dungeon Zean. "


Liah hanya mengangguk dan mulai berjalan mengikuti Anma.


Anma menjelaskan " Dungeon Zean " kepada Liah sambil berjalan mengikuti arah dari papan status.


Dungeon Zean merupakan dungeon yang tersembunyi di dekat desa milik Liah. Setidaknya butuh waktu empat jam perjalanan dari lokasinya saat ini.


Dungeon Zean adalah dungeon tingkat tinggi yang kedalamannya hampir seratus lima puluh Lantai ke bawah tanah dengan beberapa mini bos yang bisa dikatakan " Zona Raid "


" Zona Raid " Sendiri masih dalam proses pembuatan. Namun karena Anma menganggap bahwa dirinya telah terpanggil ke dunia game ia pun ingin mengetahui apakah program dalam game akan melarangnya masuk ke dalam dungeon itu.


Salah satu alasan kenapa ia sangat ingin ke sana adalah ia ingin mengetahui apakah kekuatannya masih sama kuatnya seperti dulu atau kah lebih lemah dari sebelumnya.


Selain itu ia juga berharap bahwa di sana masih terdapat beberapa item dari game sebagai hadiah penyelesaian " Zona Raid "


Anma dan Liah berada di dalam lantai pertama dari "Dungeon Zean " sebelum sinar matahari menyentuh mereka.


" Flora, tolong buatkan tembok akar untuk mengamankan bagian lantai pertama ini agar tidak ada monster yang muncul dari arah lantai dua dungeon. " Anma meminta kepada Flora.


" Baik ayah. Akan Flora lakukan. " Flora menjawab sambil mengambil alih kesadaran dari tangan akar dan membuat sebuah tembok akar yang mengelilingi bagian dalam goa di lantai pertama.


" Terimakasih Flora. "


" Iya ayah. Terima kasih kembali. "


Setelah lantai pertama di rasa aman, Anma mengeluarkan ke empat belas tubuh demi human yang terluka dari Item Box miliknya.


" Ano, Liah. Bisakah kamu memberi tahu siapa saja mereka ini? " Anma bertanya pada Liah.


" Iya. Yang pertama itu namanya Marin, Marista, dan Trista. Semula mereka adalah sembilan bersaudara namun hanya tiga bersaudara yang berhasil lari dari kota iblis." Liah menunjuk tiga demi human dengan ras kucing.


" Lalu yang di sana adalah Jian dan Juan. Mereka berdua adalah suami istri yang baru menikah beberapa bulan lalu." Liah menunjuk ke arah dua demi human dengan ras Minotaurus.


"Dan empat yang di sana adalah Carmen, Cermen, Gellen dan Youland. Mereka adalah satu party monster yang dulu sempat mencoba menantang ku ketika masih hidup sendirian di dalam hutan." Liah menunjuk ke arah dua demi human dengan ras oni bersaudara dilanjutkan dengan seorang demi human dengan ras rubah dan seorang demi human dengan ras tiger.


" Dan sisanya adalah Nico, Nila, Willa, Willna dan Sera. Mereka adalah anak anak yang di selamatkan oleh Party Gellen saat mencoba lari dari kejaran prajurit kota iblis. " Liah menunjuk ke arah dua demi human dengan ras kadal, dua orang demi human dengan ras kelinci dan seorang demi human dengan ras serigala.


" Oah... Ya sudah. Terima kasih. Kalau begitu, aku akan mulai mengobati mereka. Jika mereka bangun nanti, kamu yang akan menjelaskan situasinya yah, Liah. " Pikiran Anma sempat melayang jauh ketika berusaha mengingat nama nama mereka karna terfokus pada sesuatu yang aneh.


Anma mulai melakukan penyembuhan massal dengan menggunakan " Aurora Helling " agar tubuh yang terluka kembali seperti semula dan menggunakan sihir " Pofuri " agar racun yang masuk kedalam tubuh mereka lenyap sepenuhnya.


ia kemudian pergi ke sisi lain gua untuk mencoba beristirahat sembari berharap papan status miliknya memberikan informasi yang berbeda.


Liah berterima kasih kepada Anma dan menunggu teman temannya tersadar.


......................


" Waa..... Tolong..... Kaka.... Marin..... Nico... Wa..... Juan...... " Demi human itu tersadar dan kemudian berteriak histeris seolah mereka masih berada di dalam desa yang di serang oleh Anma.


" Teman teman? Teman teman... Tolong tenanglah... " Liah berusaha memenangkan mereka semua.


Ketika Demi human itu menjerit keras, Flora berubah menjadi wujud dirinya semula dan menggunakan kekuatannya untuk mengikat para demi human itu supaya tidak mengganggu Anma ketika tidur.


" Maafkan Flora ya. Flora terpaksa melakukan ini suapaya ayah bisa beristirahat dengan tenang. " Flora terbang menuju ke arah Liah yang sempat kualahan menenangkan teman temannya.


" Ano, Flora Trima kasih ya dan maaf juga karna harus membuatmu keluar dengan wujudmu yang asli. " Liah meminta maaf kepada Flora.


" Jadi. Liah, bisakah kamu menjelaskan hal yang telah terjadi kepada mereka?seperti yang ayah sampaikan tadi. " Flora bertanya kepada Liah sambil melihat ke empat belas demi human yang sedang di ikat oleh Akar berduri milik Flora.


Setelah Liah mengangguk, Liah pun mulai menjelaskan situasi yang terjadi kepada teman temannya.


Teman teman Liah yang semula panik, kini mulai tenang dan mulai mengerti situasi yang terjadi. Mereka semua meminta maaf atas kegaduhan yang telah mereka buat.


Tidak lama setelah itu, Flora, Liah dan teman teman Liah pun mulai bercerita dan mendekatkan diri supaya lebih akrab dengan Flora dan Liah.


Mereka berbincang mengenai banyak hal dimulai dari ketika mereka di selamatkan oleh Liah, pembangunan desa dan lainnya. Saking senangnya mereka saat mengakrabkan diri, mereka larut dalam kesenangan dan membuat Anma terbangun dari tidurnya.


" Uwa.........hm. " Anma menguap dan mulai bangkit dari tidurnya dan mendapati tidak ada perubahan dalam papan status miliknya.


" Ayah...!! " Flora terbang ke arah Anma dan langsung memeluknya.


" Eh.... Flora. Kenapa kamu ada dalam bentuk aslimu? " Anma bertanya kepada Flora.


" Hehehe... Tadi Flora sempat membantu Liah untuk menenangkan teman temannya. " Jawab Flora.


Anma pun melihat ke arah Liah dan teman temannya yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya dan Flora berdiri.


" Anma...!! " Liah memanggil Anma sambil melambaikan tangannya.


Anma membalasnya dengan melambaikan tangan kirinya dan mulai berjalan mendekati Liah dan teman temannya.


" Selamat siang tuan Anma. " Teman teman Liah menyambut Anma sambil mensujudkan tubuh mereka layaknya seorang pelayan.


" Oah.. Iya selamat siang juga. Maaf jangan terlalu bersikap begitu. " Anma menjawab sambil merasa kebingungan melihat sikap teman teman Liah yang terlihat begitu tiba tiba.


" Ano... Anma, mereka sangat berterima kasih kepadamu karena telah menyelamatkan mereka. " Liah membuka topik pembicaraan .


"Oh.. Itu. Jangan berterima kasih kepadaku. Berterima kasih lah kalian kepada Liah. Karena jika dia tidak memintanya, Aku mungkin sudah meratakan desa tadi. " Anma berniat melemparkan candaan.


Mereka yang menganggap candaan itu serius langsung menunjukan ketakutan mereka.


"Tapi, tenang. Aku tidak melakukannya karena permintaan dari Liah." Anma menjelaskan.


Seketika itu ekspresi mereka langsung berubah ke ekspresi yang normal.


"Ano, Tuan. Bolehkah saya berjabat tangan dengan tuan? " Juan demi human dengan ras minotaurus bertanya kepada Anma.


" Maaf, bukannya aku tidak mau tapi, saat ini aku hanya memiliki satu lengan dan oleh karena itu aku merasa tidak sopan kepada kalian. " Anma menjawab.


" Oh. Ano.. Maafkan Flora karena tidak segera berubah" Flora langsung menyadari situasi.


" Tidak apa apa Flora. Tetaplah disini." Anma langsung mencegah Flora untuk berubah.


Anma pun mulai mencoba mengakrabkan diri dengan teman teman Liah.