Armageddon Maker

Armageddon Maker
Wujud asli Liah



*Swups......!!* Sesuatu seperti ekor muncul dari belakang Liah.


"Ayah! ternyata yang tadi Flora pegang itu adalah ekor dari Liah." kata Flora dengan polosnya.


" Pantas saja tidak bisa di tarik." Flora menjelaskan kepada Anma lewat telepati.


"Ah, Iya. Flora, Ta...tadi juga ayah melihatnya" Jawab Anma.


Liah tertunduk lemas di pelukan Anma sembari mengibaskan ekornya.


Liah merasa malu akan hal yang telah terjadi hingga ia berharap bahwa Anma tidak melihat ekornya yang berkibas seperti saat ini.


"Ja...jadi, Li...liah. Se...sebenarnya ka...kamu ini apa?" Anma bertanya seolah kaget dengan ekor dari Liah.


"It....itu, mengingatkanku pa...pada se...sesuatu yang buruk." Liah menjerit sambil memeluk tubuhnya sendiri karna ketakutan.


"Ano, Anma. Ap...apa yang ka...kamu ketahui tentang de...demi-human ?" Liah mencoba bertanya kepada Anma mengenai demi human.


"Yang aku ketahui, Demi human adalah sebuah ras campuran antara manusia dengan iblis. "


" Bagi mereka yang di anggap sempurna akan memiliki tubuh yang serupa dengan iblis namun bagi mereka yang tidak sempurna akan serupa seperti manusia. Mereka yang sempurna selalu menganggap rendah Demi human yang tidak sempurna. Oleh karna itu tidak jarang dari mereka yang tidak sempurna dijadikan budak oleh sesama demi human. " Anma menjelaskan.


Dalam back story dari dasar game yang ia mainkan, ia sempat membaca bahwa game ini di sajikan dalam sebuah masa dimana ras manusia terus bermusuhan dengan ras iblis.


Oleh karena itu ia tidak bisa menjelaskan apa itu demi human pada Liah. namu ia justru menjelaskan pengertian tentang demi human menurut pemikirannya sendiri.


"An....anma, apa yang ak...akan ka...kamu lakukan ji...jika ak...aku seorang "Demi human" yang menjijikan." Liah berteriak kepada anma dan mulai meneteskan air matanya.


"Jika kamu adalah demi human, aku tidak mempermasalahkannya." Jawab Anma sambil perlahan mendekati Liah.


"Liah, ke...kenapa kamu menganggap kamu itu seorang demi human serta menyebutkan bahwa dirimu itu menjijikan?" tanya Anma sambil mendekatkan diri ke tubuh Liah yang bersujud.


"An...anma, ap...apakah ka....kamu. mau menerima kenyataan bahwa ak...aku ini se...seorang demi human yang menjijihkan?." Tanya Liah di hadapan Anma.


"Tenanglah, Liah. Aku bisa menerima itu. Dan berhentilah menyebutkan bahwa kamu itu menjinihkan? " Jawab Anma sambil menghapus air mata dari Liah.


Melihat Anma yang mengusap air matanya, Liah langsung memegang kedua tangan itu dan mencoba untuk berbicara.


"Anu, A....ayah. Ap...apakah Li...liah menangis Ka....karna Flo.....fora?" Tanya Flora melalui telepati.


"Tidak. Buka karna kamu Flora. Tapi karna hal lainnya." Anma menjawab Flora yang merasa bersalah.


Setelah merasa baikan, Anma dan Liah berbicara tentang beberapa hal.


"An...Anma, se...sebenarnya, ak...aku ingin menceritakan sesuatu tentang diriku. Bisakah kamu berjanji kepadaku? " Liah menatap Anma dengan serius.


"Aku akan berjanji." Anma mengusap air mata Liah dengan kedua tangannya.


"Kamu harus berjanji. Ba...bahwa kamu ak...akan se...selalu be....bersamaku ap....apapun yang terjadi. " Liah memegang kedua tangan Anma sambil mengusapkannya ke arah wajahnya.


"Aku berjanji. " Aku akan selalu ada bersamamu. Apapun yang terjadi"." Anma mempererat gengaman tangannya.


"A...ayah, apakah Flora juga harus ikut berjanji? " Flora bertanya pada Anma lewat telepati.


"Kamu tidak perlu ikut berjanji. Lagi pula, Liah tidak mengetahui apapun mengenai kamu yang masih bisa berbagi kesadaran dengan ayah walaupun dalam bentuk tangan akar." Anma menjelaskan.


Setelah merasa siap, Liah pun mulai bercerita mengenai sebuah kebenaran tentang dirinya.