
Anma menekan peta analisis cukup lama dan setelahnya, ia menekan seluruh titik hitam dalam lantai dua dan menandainya. Setelah tanda selesai di buat, Anma memanggil Flora yang sedang tidur bersama Liah untuk kembali ke bentuknya.
"Splas" Flora berubah menjadi cahaya dan melesat langsung ke dalam goa dimana Anma menunggunya.
"Splas" Party Gellen terkejut dengan sebuah cahaya yang tiba tiba melewati mereka dengan sangat cepat.
"Maaf ya, Flora. Mengganggu waktu tidurmu" Anma meminta maaf kepada Flora yang sudah berbentuk tangan alam.
Flora tidak menjawab Anma.
"Sepertinya dia tidur dengan nyenyak. Jika begini ya sudah lah, aku akan membiarkannya untuk beristirahat." Anma tersenyum sambil mengusap tangan alam.
Saat Anma sudah mendapatkan tangan kanannya kembali, ia mengangkat tangan itu lalu menghantamkan nya ke tanah.
Tangan Alam itu masuk kedalam tanah dan mulia memanjangkan dirinya ke seluruh gumpalan aneh yang telah di tandai.
Ia lalu menggunakan sihir penetral racun kepada gumpalan aneh itu dan setelahnya, ia menyimpan seluruh gumpalan itu kedalam item box miliknya.
"Yosh. Saatnya menunjukkan ketakutan kepada mereka berempat." Anma menepukan kedua tanganya dan setelahnya ia mulai merapal mantra.
"Monster Maker" Anma merapal sebuah mantra penciptaan monster.
Di hadapannya, muncul sebuah benda hitam dengan rantai rantai putih yang mengikat sebuah benda lonjong berwarna hitam. Anma menggerakkan kedua tangannya serta seluruh jari jarinya untuk membuat sebuah wujud monster yang ia ciptakan.
Setelah ia selesai, benda yang semula hanya berbentuk lonjong kini berubah menjadi sebuah monster kalajengking dan setelah monster itu terbentuk, Anma kembali menggerakkan tangannya seolah membuka gerbang yang pada akhirny amonster ciptaannya keluar dan bertumbuh besar.
"Craaaaaaaaaa" Giants scorpion mengeluarkan suara kerasnya sebagai tanda untuk mengintimidasi musuh.
Ketika monster itu berteriak party Gellen hanya terdiam kaku karna efek intimidasi dari "Giants scorpion"
Setelah monster itu mengeluarkan suaranya, tubuh monster itu seolah menunjukan sikap tuduk kepada Anma yang merupakan penciptanya.
"Alpa. Musnahkan seluruh monster di lantai ini dan cegah monster dari lantai setelahnnya agar tidak keluar ke lantai pertama." Anma mengusap bagian capit dari Giants Scorpion itu sambil memberinya perintah.
Giants scorpion itu menundukan kepalanya dan mulai pergi dan menyerang monster di area sekitarnya.
Anma pergi berbalik ke arah party Gellen yang masih terkena efek intimidasi.
"Dasar demi human nakal. Seharusnya kalian mematuhi perintah ku" Anma berkata sambil memegang wajah Gellen.
Gellen dan seluruh anggota party nya hanya bisa terdiam dengan perasaan takut yang mendalam terhadap Anma.
"Tu...tuan, ma...maafkan ak...aku" Gellen mencoba mengatakan sesuatu.
Ketika Gellen ingin mengatakan kata selanjutnya, Anma mengubah bentuk tangan alam menjadi sebuah tombak berduri dan dihadapkan tepat ke antara kedua mata milik Gellen.
"Sepertinya, aku akan melanggar janjiku kepada Liah. Tapi sepertinya tidak juga. Lagi pula Liah masih tertidur pulas di rumah yang kalian buat. Jadi jika aku memusnahka kalian di sini. " Anma menakut nakuti Gellen dan anggota partynya.
"Lagi pula dengan sebuah sihir pengubah ingatan, aku dapat membuat Liah melupakan keberadaan kalian." Anma memainkan tombak berduri itu di antara kedua mata milik Gellen.
"Tuan..!! Hentikan..!! Tolong jangan sakiti kami!!" Youland menggunakan telepati tepat ketika Anma melesakan tombak berduri itu ke arah wajah Gellen.