
"Flora, Liah itu adalah seorang yang berharga bagi ayah" Anma menjawab pertanyaan Flora yang di tujukan untuk Liah.
Mendengar hal itu, Liah tersipu malu, karna ia tahu bahwa Anma merasakan hal yang sama.
"Orang yang berharga untuk ayah? Apakah itu berarti dia juga anak ayah? " Flora langsung menyimpulkan.
Mendengar kesimpulan dari Flora, Anma hanya bisa tersenyum.
"Liah, dia ini Flora. Dia adalah Peri hutan yang aku rawat ketika ia masih menjadi sebuah bibit alam. Jadi, bisa di simpulkan bahwa secara tidak langsung, Flora adalah anakku." Anma tersenyum sambil menjelaskan siapa itu Flora lewat telepati kepada Liah.
Liah yang sempat cemas karna takut bahwa Anma telah memiliki seorang wanita, pada akhirnya ia paham dan semua pemikirannya hanya sebuah ketakutan belaka.
"Hey, Ayah.... Berarti aku punya adik ya? " Flora bertanya pada Anma.
"Adik? " Anma bertanya pada Flora.
"Iya, iya. Flora kan lebih dulu bersama ayah. Jadi, Liah adalah adik Flora" Flora kembali menyimpulkan seenaknya sendiri.
Anma hanya bisa menahan tawanya dalam hati.
"Liah, duduklah bersama kami di sini" Flora mengajak Liah untuk duduk di samping Anma.
"I....iyah" Liah memberanikan diri untuk duduk di samping Anma yang sedang di peluk erat oleh Flora.
Ketika Liah duduk di samping Anma, ia merasa sangat iri kepada Flora karna Flora terus memeluk Anma. Liah pun hanya bisa memandang mereka berdua tanpa bisa berkata kata.
"Liah. Apa yang ingin kamu lakukan? " Anma bertanya lewat telepati.
"M, An....anma.... Ak...aku ju...juga ing....ingin memelukmu" Jawab Liah sambil menunjukan ekspresi berharap kepada Anma.
"Kalau kamu memang ingin, silahkan saja. Lagi pula Flora juga menganggapum sebagai seorang adik" Anma menjawab sambil tersenyum kepada Liah.
"Ano, apakah tidak apa apa?" Liah bertanya untuk meyakinkan bahwa ia boleh memeluk Anma.
"Cruuwuk" Anma dan Liah mengeluarkan suara perut yang sama.
Mendengar suara tadi, Flora langsung tertawa.
"Ahahaha, apakah ayah dan Liah lapar?" Liah tertawa dalam peluakan Anma.
" Heheheh..., Flora. Bisakah kamu menumbuhkan beberapa tanaman untuk kami makan? " Anma bertanya pada Flora sambil mengelus rambutnya.
"Baik ayah." Flora menjawab sambil tersenyum manis.
Flora pun melepas pelukannya dari Anma dan berjalan ke arah tembok kayu yang berlubang. Flora kemudian duduk dan mengusap permukaan di atas tanah itu. Tidak lama setelahnya, muncul beberapa pohon King Crown dari tanah yang di usapkan Flora.
"Wah, King Crown" Anma terkejut karna Flora menumbuhkan buah yang sangat mengenyangkan.
...
...
"Iya ayah. Ini adalah buah King Crown" Flora menjawab Anma sambil memetik beberapa buah King Crown.
Setelah cukup banyak memetik buah king crown. Pohon itu kemudian kembali kedalam tanah seperti semula.
"Ini ayah. Makanan untuk ayah. Liah juga ya. Liah kan tadi mengeluarkan suara yang sama seperti milik Ayah" Flora memberikan 5 Buah King Crown kepada Anma dan Liah.
Melihat Anma berusaha dengan keras membuka kulit dari "King Crown" dengan tangan kirinya, Liah pun menolong Anma membukakan kulit buah itu dan menyuapinya. Melihat Liah yang sedang menyuapi Anma, Flora pun mengikuti apa yang Liah lakukan. Pada akhirnya Anma disuapin oleh Liah dan Flora secara bergiliran sampai buah terakhir.
"Flora, Liah. Terimakasih atas bantuannya." Anma berkata sambil tersenyum kepada mereka berdua.
"Sama sama ayah. Kesenangan ayah adalah kesenangan untuk Flora" Flora kembali memeluk Anma.
Sementara Liah sedang sibuk untuk memakan buah miliknya.