Armageddon Maker

Armageddon Maker
Kelalaian yang membuat Flora melemah



" Halo semuanya, maaf menunggu. Saat ini, ayah sedang bersiap menjelajahi lantai pertama dari dungeon itu dan, ayah ingin kita semua mempersiapkan diri" Flora menyampaikan pesan dari Anma.


" Ano, Flora. Mempersiapkan diri untuk apa? " Tanya Liah.


" Kata ayah, kita harus mempersiapkan stamina, mana, makanan, minuman, alat pertahanan dan baju perlindungan. " Jawab Flora.


" Maaf, nona Flora. Apakah magsudnya kita harus istirahat terlebih dahulu untuk hari ini? " Tanya Gellen.


" Iyah. Mungkin magsudnya begitu" Jawab Flora.


" Jika itu magsudnya. Ayo teman teman, kita bagi tugas. Seperti biasanya. " Liah berdiri dan membakar semangat teman temannya.


" Baik Kepala Desa " Semua teman teman Liah berteriak semangat.


Setelah pesannya tersampaikan, Flora kembali masuk ke dalam goa menuju tempat Anma berada.


Ketika Flora pergi, Liah mulai beraksi untuk mempersiapkan semuanya untuk Anma.


Liah terlihat senang ketika menanti pujian dari Anma karena menyelesaikan tugas yang di berikan.


Party Gellen bertugas untuk berburu binatang magis tingkat sedang. Juan dan Jian bertugas mencari buah buahan dan sayuran yang layak untuk dimakan dan untuk di jadikan obat. Catgirl bersaudara pergi mencari sungai untuk mendapatkan air dan menangkap ikan. Sementara Liah dan anak anak demi human bekerja sama untuk membuat sebuah rumah kayu sederhana.


" Ayah. Pesannya telah tersampaikan. " Flora melapor kepada Anma.


" Kalau begitu, baguslah. Sekarang kita akan mulai masuk ke area pertempuran baru yang belum pernah di jelajahi. " Anma berkata dengan penuh tekad.


" Baik ayah. Lalu apa yang harus kita siapkan? " Tanya Flora.


" Pertanyaan bagus. " Jawab Anma


" Karena dungeon ini belum pernah di jelajahi, maka ayah akan menguji coba mantra area di sini. " Anma menjelaskan.


Anma melangkah ke arah bebatuan yang mengarah ke lantai dua dari Dungeon Zean. Setelah sampai di sana, Anma mulai merapal kan sebuah mantra.


" Dark poison. " Anma merapal kan sebuah mantra sihir.


Setelah mantra di ucapkan, kabut hitam pekat keluar dari tangan kiri Anma. Kabut itu perlahan semakin membesar dan secara perlahan melelehkan bebatuan yang ada di dinding dan atap goa itu.


Anma mengayunkan tangan kirinya seolah ia melemparkan sesuatu ke arah pintu masuk lantai dua dari Dungeon Zean. Setelah Anma mengayunkan tangannya, kabut hitam itu langsung masuk ke arah lantai dua Dungeon dan mulai melelehkan apapun yang di lewatinya.


" Iron Wall " Anma menutup jalan yang mengarah ke lantai dua itu dengan sebuah dinding yang terbuat dari besi.


" Ano, Ayah. Apakah kita bisa pergi ke lantai dua sekarang? " Flora bertanya kepada Anma.


" Untuk apa Flora? Bukankah tadi ayah sudah menggunakan sebuah mantra area untuk memusnahkan monster di Lantai dua itu? " Anna menjelaskan.


" Apakah benar ? Tapi yang Flora lihat tadi, Ayah hanya mengayunkan tangan ayah ke arah lantai dua dan kemudian menutupnya dengan tembok aneh itu. Jadi Flora bingung" Flora mengatakan apa yang ia lihat.


" Tadi ayah cuma merapal kan mantra pemusnah tingkat sedang supaya monster yang lemah bisa langsung binasa. " Jawab Anma.


" Kenapa begitu ayah? Bukankah monster lemah bisa meningkatkan kekuatan teman teman Liah? " Flora menyanggah.


" Jika monster lemah terlalu banyak, kita akan membuang stamina kita dan cepat kelelahan. Jadi ayah mengambil inisiatif untuk memusnahkan mereka supaya kita bisa lebih cepat ke lantai terakhir. " Anma menambahkan.


" Lalu, apakah mantra itu bisa bertahan lama? " Flora bertanya tentang mantra pemusnah tadi.


" Sepertinya cukup lama. Lagi pula di sini hanya ada satu jalur masuk udara. Jadi mantra itu bisa bertahan lama. " Anma menjelaskan.


" Hanya satu? Berarti jalur udara itu hanya di sini? Lalu, bagai mana cara mengeluarkan efek dari mantra itu? " Tanya Flora.


Anma hanya terdiam karena dia tidak memikirkannya sampai kesana.


" Em.... akh... lupakan saja hal yang baru ayah katakan. " Anma mencoba menutupi kesalahannya.


"Sekarang kamu duduklah di samping ayah. Karena ayah ingin membicarakan sesuatu denganmu. " Anma membuka topik untuk mengalahkan pembicaraan sebelumnya.


Setelah Flora duduk, Anma mulai membahas mengenai " Rune Suci " dan memberikan penjelasan singkat kepada Flora.


"Jadi, mengapa " Rune Suci" bisa ada pada tubuh Youland?" Flora bertanya.


"Ayah juga tidak tahu apa sebabnya. Tapi untuk saat ini kita hanya bisa mengamati efek yang akan terjadi pada Youland. " Jawab Anma sembari meminta Flora untuk tidak membahas tentang rune suci dengan Youland


Flora menganggukan kepalanya.


......................


" Ne... ayah... apakah kita akan menjelajahi sesuatu yang tidak memungkinkan kita untuk menang? " Flora bertanya karena merasa khawatir dengan apa yang Anma katakan mengenai monster tipe menengah dan yang lainnya.


" yah.... sebenarnya ayah tidak terlalu yakin untuk memenangkan seluruh pertarungan di dalam dungeon itu. " jawabnya singkat


" tapi setidaknya, ayah bisa meningkatkan level kekuatan baik itu untuk ayah sendiri, anak anak demi human, Liah dan teman temannya serta yang lebih penting adalah ayah ingin tahu apakah kamu bisa melewati batas maksimal dari level mu saat ini Flora. " Anma mengusap kepala Flora sembari mengatakan keinginannya.


" Heeee......h ? apakah aku dan teman temanku bisa menaikkan kekuatannya sampai mendekati kekuatan Flora ? " Liah tiba tiba menyahut dari belakang Anma dan Flora.


" Aku tidak bisa menjanjikan kekuatan sebesar Flora pada kalian. " Jawab Anma dengan spontan


" Namun jika meningkatkan kekuatan dan pengalaman kalian ke tingkat lebih tinggi, aku mungkin bisa menjanjikan itu pada mu dan teman temanmu " tambahnya sembari menatap ke arah dungeon.


" Waaah......! jadi ini yang kalian berdua kerjakan sejak tadi siang? " Liah mengalihkan pandangannya ke mulut goa yang tertutup benteng besi tanpa cela.


" Setidaknya untuk saat ini kami berhasil menyelesaikan apa yang aku rencanakan tadi siang. " Anma menepuk besi itu hingga berbunyi sangat keras.


" Hehehe.... jadi, bagaimana dengan persiapan di luar? " tanya Anma pada Liah yang sedari tadi hanya terfokus pada benteng besi itu.


" Yah, kami sudah menyelesaikan persiapan di luar. Kita tinggal menunggu party Gellen dan catgirl bersaudara yang sedang berburu dan mengumpulkan air minum. Kita juga harus menunggu Juan dan Jian yang sedang mengumpulkan buah buahan dan tanaman herbal untuk persiapan kita untuk masuk kedalam " Dungeon Zean ". " Jawab Liah.


" Kalau begitu, kamu pasti sudah berusaha keras untuk menyiapkannya. Kamu memang pemimpin yang hebat Liah. " Anma memuji Liah.


" Benarkah begitu? Kalau benar begitu, ayo kita keluar untuk berterima kasih kepada mereka. " Anma mulai melepaskan pelukannya dari Flora.


" Tapi Anma. Apakah Flora baik baik saja ?" Tanya Liah khawatir ketika melihat tubuh Flora yang berbeda dari sebelumnya.


" Flora tidak apa apa Liah. Flora hanya kelelahan saja. " Flora perlahan bangkit dari duduknya dengan gerakan yang masih lemas.


" Flora, apakah kau yakin kamu baik baik saja? " Tanya Liah.


" Iya, Flora tidak apa apa Liah. " Jawab Flora.


" Ya sudah. Ayo, kita keluar dari sini. " Liah mulai berjalan keluar dengan di dampingi Flora.


Sebelum mereka berdua pergi, Anma sempat berkata bahwa ia akan ke depan pintu masuk lantai dua dari untuk memeriksa sesuatu.


Namun tidak lama setelah Flora dan Liah berjalan pergi, Flora tiba tiba jatuh dan menghantam bebatuan di bawahnya.


......................


" Flora!! " Liah berteriak sambil mencoba menarik tubuh Flora agar tidak menghantam bebatuan itu.


Flora terkapar lemas. Sementara Liah berusaha mencari cara bagai mana cara membangunkan Flora.


" Anma!! Apa yang terjadi kepada Flora? Ap...apakah ini salahku? " Liah berteriak panik.


Anma yang sedang berada di depan pintu masuk lantai dua, langsung bergerak dengan kecepatan penuh ke arah suara Liah.


" Zooooommmmzzzzz " Hembusan angin yang cukup besar datang bersamaan dengan tubuh Anma yang melesat sedang menuju ke arah Flora dan Liah.


" Akh, Flora?! Flora!! Jawab ayah Flora? " Anma berteriak sambil berusaha membangunkan Flora.


Flora tidak bergerak sana tidak merespon suara dari Anma.


" Anma, Flora kenapa? " Tanya Liah.


" Entahlah. Aku pun tidak tahu apa yang terjadi" Anma menjawab Liah.


" Flora, bangunlah. Maaf jika aku salah. Seharusnya aku tidak mengganggu proses penyembuhan mu tadi. " Liah mulai merasa bersalah kepada Flora.


" Liah. Tenanglah sebentar. Ak...aku akan berusaha menyelamatkan Flora. Walaupun sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi pada Flora. " Anma berusaha menenangkan Liah.


Untuk pertama kalinya Anma melihat bahwa sesosok makhluk pemanggilan dapat terkapar lemas tanpa suatu sebab.


" Ba...baiklah Anma. Ak...aku akan tenang. Tap..tapi, apa yang akan kamu lakukan? " Tanya Liah kebingungan.


" Ak...aku akan memberikan sebagian energi manaku pada Flora. " Anma langsung menjawab spontan.


" Bagaimana bisa itu di lakukan? Flora adalah Flora dan kamu adalah kamu! setiap makhluk hidup memiliki batas mana tertentu dan itu tidak dapat di ubah Anma. " Liah panik.


" Liah, Flora itu terikat dengan ku. Jadi mungkin dengan membagi mana milikku, aku bisa membuatnya lebih baik. " Anma menjelaskan.


" Tapi, yah, itu, ano...." Liah terlihat kebingungan antara harus percaya kepada anma ataupun tidak.


" Maaf ya Liah, aku akan melakukannya sekarang. Jika tidak, mungkin Flora berada dalam bahaya. " Anma mencoba meyakinkan Liah.


" Iyah, itu. Ah....! Anma, cepat lakukan. " Liah yang panik akhirnya mengizinkan Anma melakukan apa yang ingin ia Lakukan


Setelah mendengar perkataan Liah, tanpa keraguan, Anma langsung mencoba membagi mana miliknya pada Flora melalui tubuhnya yang di ubah menjadi sesosok monster tipe elemen air


Liah yang melihat seuatu perubahan pada tubuh Anma hanya tidak percaya dan menutup kedua matanya.


Anma mulai memasukan bagian wajahnya yang hanya sebuah air yang berbentuk kepala tanpa adanya mata, mulut, telinga maupun hidung.


Liah hanya bisa menutup matanya dan sesekali melihat Anma yang sedang menolong Flora.


Anma terus melakukan hal yang sama kepada Flora. Hingga warna rambut dari Flora yang semula putih pucat kembali berwarna kuning bercahaya.


Anma yang menyadari perubahan yang mencolok itu pun terus memberikan seluruh mana yang ia miliki hingga Flora benar benar pulih.


Setelah rambut dari Flora kembali bersinar seutuhnya, Flora pun terbangun dan mengarahkan pandangannya ke arah Flora.


melihat anaknya terbangun, Anma yang semula berbentuk manusia dengan seluruh tubuh terdiri dari air yang berkilauan langsung merubah bentuknya kembali ke bentuk manusia.


" Ayah!!! " Flora memeluk Anma dengan erat.


" Flora!! Akhirnya kamu tersadar. " Anma membalas pelukan Flora.


Melihat Flora kembali tersadar, Liah langsung memeluk Flora dan Anma sekaligus."Flora!! Maafkan aku!! " Liah menangis bahagia karena Flora kembali seperti semula.


" Tidak apa Liah, ini juga bukan salahmu. " Flora mencoba menenangkan Liah.


" Jika saja tadi ayah menyadari perubahan pada dirimu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Jadi maafkan ayah ya, Flora. " Anma mengusap air matanya karena takut kehilangan Flora.


" Sudahlah ayah. Lagi pula, sekarang Flora sudah sembuh. Jadi, ayah tidak perlu lagi merasa bersalah. " Liah ikut menenangkan Anma.


Mereka berdua mencoba menenangkan Anma yang masih menyalahkan dirinya sendiri.


Walaupun Anma terlihat kuat dan hebat. Namun di hadapan Flora dan Liah, Anma memiliki hati yang rapuh karna baginya, Liah adalah penyelamat dan Flora adalah anak yang sangat ia inginkan selama ini.


Disaat Anma mulai tenang, mereka bertiga mulai membahas berbagai hal mengenai persiapan yang dilakukan untuk menghadapi setiap lantai dari "Dungeon Zean".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rune Suci merupakan sebuah item dengan kategori kusus karna perbedaan dalam setiap ukuran "Rune" berpengaruh kepada peringkat dalam klas item. Jika ukurannya kecil maka itu termasuk item klas normal.


Jika ukuran "Rune" itu sedang sampai besar maka itu termasuk ke dalam item klas sepesial sampai unik. Biasanya "Rune Suci" adalah drop item dari monster tipe "Cahaya" namun dalam perkembangan dalam game. Tidak jarang ada monster tipe lain yang memiliki drop item rune ini.