
Anma menghetikan tombak itu sebelum menyentuh kulit dari Gellen.
Gellen langsung tak sadarkan diri akibat rasa takut yang tidak bisa ia kontrol.
Carmen dan Cermen hanya terdiam dengan raut wajah katakutan.
"Hohoho... Tidak aku sangka, jika kamu memiliki kemampuan telepati." Anma mengubah tombak berduri itu kembali ke bentuk tangan alam.
Anma yang semula ada di depan Gellen, kini telah berada di depan Youland.
"Tuan, tolong maafkan kami" Youland memohon kepada Anma agar ia mengampuni seluruh anggota party.
"Aku bisa melakukan itu. Tapi, harus ada ganti yang setara dengan itu? " Anma memegang dagu Youland sambil menatap matanya.
Youland tidak dapat berfikir apapun dalam tekanan itu.
Ketika Youland sedang berfikir keras, tangan alam milik Anma mulai bercabang dan perlahan mulai menjalar kewajah Youland.
Dengan kondisi yang semakin tertekan Youland pun memutuskan.
"Jika tuan berkenan, tuan bisa mengambil tubuh saya sebagai ganti atas kesalahan yang di buat oleh ketua. Jadi, maafkanlah mereka" Youland berkata melalui telepati.
Mendengar keputusan dari Youland, Anma pun menarik kembali akar akar yang merambat dan membebaskan mereka berempat dari efek intimidasi.
Mereka berempat menundukan kepala mereka dan meminta maaf kepada Anma. Anma hanya diam dan melihat tingkah mereka dengan tatapan kosong hingga salah satu dari mereka mulai berbicara.
"Tuan, maafkan kami. Kami tidak bermagsud untuk melawan perintah dari tuan. Saya merelakan tubuh saya sendiri sebagai ganti atas kesalahan yang kami buat. " Gellen mencoba menebus kesalahannya.
"Tidak. Kamu tidak perlu melakukannya. Karna sebelum kamu, Youland sudah mengatakan hal yang sama." Anma menjawab permintaan dari Gellen.
Mendengar jawaban dari Anma, Gellen langsung berbicara dengan Youland serta Oni bersaudara. Mereka berdebat tentang keputusan yang telah Youland pilih.
"Ano Tuan Anma. Apakah tidak ada jalan tengah untuk kami semua ? Agar tidak ada dari kami yang di korbankan? " Cermen bertanya kepada Anma.
"Kami sudah bersama sejak dulu. Jadi jika ada salah satu dari kami yang menghilang kami akan merasa kehilangan yang teramat dalam." Carmen menambahkan.
"Iya, baiklah aku akan memutuskan jalan tengah untuk kalian." Anma menjawab pertanyaan dari Cermen yang sedang menahan tangisnya.
Anma terdiam untuk beberapa saat dan pada akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kembali sesuatu yang ia berikan kepada mereka. Pada awalnya mereka terkejut akan keputusan tersebut. Namun saat ini mereka menerima keputusan itu sebagai ganti dari kesalahan mereka agar mereka ber empat selalu bersama.
Anma mengarahkan tangan alam ke arah mereka ber empat. Tangan akar itu mulai bercabang dan mengarah ke bagian yang di berikan sebuah item palsu.
"Claps" Cabang cabang itu menebus bagian yang dimaksud dan setelahnya tubuh mereka terkapar ke tanah.
"Eater" Anma memasukan tubuh mereka ke dalam item box miliknya dan berjalan pergi meninggalkan lantai dua dungeon.
Anma berjalan masuk ke rumah kayu kembali.
Setelah ia masuk, ia langsung mengeluarkan tubuh Gellen dan anggota partynya dan menata tubuh mereka serta enyembuhkan bagian bagian yang terluka akibat dari tangan alam seperti semula.
Setelah semua itu selesai ia memutuskan untuk pergi ke kamar yang telah di siapkan untuknya.
Di dalam kamar itu, Anma menekan papan status miliknya dan melihat perkembangan yang ada pada dirinya. Namun yang ia lihat masih sama seperti sebelumnya. Merasa kecewa atas apa yang di lihat olehnya, ia akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah icon icon yang mewakili magic dan skill miliknya.
Saat ia memandangi icon icon itu, ia mencoba mengingat kembali setiap fungsinya. Baik dari icon magic maupun icon skill yang ia miliki.
Saat Anma mengingat sebuah fungsi dari salah satu icon itu, Anma pun mencoba menciptakan sebuah beda melalui "Alcemis" yang merupakan sebuah skill penciptaan sebuah barang dengan kekuatan sihir yang memiliki bermacam macam efek yang bergantung kepada jenis barang yang di ciptakan.
Pada proses awal pembuatan toples kaca, Anma mengumpulkan pasir halus itu menjadi sebuah bentuk persegi yang kemudian ia panaskan dengan sihir apinya.
Setelah persegi pasir itu meleleh, Anma memisahkan serpihan batu dari lelehan pasir yang telah panaskan dengan sihir pemisahan.
Setelah kedua partikel itu di pisahkan, Anma membentuk sebuah toples dari lelehan pasir yang nampak seperti air.
Setelah terbentuk sebuah toples, Anma menyempurnakannya dengan cara mendinginkannya dengan sihir angin secara bertahap hingga topes itu mulai terlihat sempurna.
Setelah toples kaca itu selesai di buat, Anma merasa puas akan apa yang ia ciptakan. Walaupun ketika di dalam dunia game, ia bisa menciptakan apapaun yang ia mau karna sebuah item bernama "Costum Stuff".
Tetapi karna dunia game telah berubah menjadi dunia nyata baginya, Anma merasa kecewa akan hal itu karena seluruh item miliknya terkena reset. Tidak ambil pusing atas kejadian yang menimpanya, Anma memandangi toples kaca itu sejenak dan setelahnya, ia langsung menyimpannya kedalam item box dan berusaha untuk menerima kenyataan itu sambil mencoba untuk tidur.
tidak lama setelah ia terlelap, sesuatu mulai memanggilnya dan sesuatu yang aneh pun mulai terasa
"Ayah.... Bangunlah....!!! " Flora berusaha membangunkan Anma.
"Anma... Bangunlah....!!! " Liah berusaha membangunkan Anma
Anma yang secara samar samar mendengar teriakan mereka berdua perlahan membuka kedua mata nya.
Ia terkejut karena saat ini ia terikat oleh dinding akar buatan Flora.
"Syukurlah Ayah sudah bangun. Tadi Flora sangat ketakutan melihat ayah yang seperti tadi." Flora memeluk Anma sambil membawanya turun dari dinding akar buatannya.
Anma dan Flora kembali, Liah dan teman temanya berusaha mendekat ke arah mereka berdua.
"Ano, ini Anma kan? " Tanya Liah kepada Anma.
"Iya. Ini aku Anma" Anma menjawab dengan senyuman.
"Ano, Flora. Liah. Apa yang terjadi disini? Apakah kita di serang sesuatu ? Atau apa? " Tanya Anma kepada Flora dan Liah.
"Yah, itu.... " Flora dan Liah saling memandang cukup lama dan setelahnya mereka menceritakan apa yang terjadi.
Di sisi lain, teman teman Liah duduk di belakang Liah sambil mencoba menahan rasa sakit mereka.
"Yah, itu dimulai ketika Flora dan Liah mulai tidur di kamar Liah. Di saat mulai larut malam, Flora mendengar suara ayah memanggil Flora dan setelahnya Flora tidak mengingat apapun lagi." Flora menceritakan ingatan terakhir sebelum terjadi sebuah bencana.
"Saat aku merasa bahwa Flora tidak lagi berada di kamar bersamaku, aku mencoba mencari Flora di kamarmu. " Liah melanjutkan bagiannya.
"Untuk memastikan apakah Flora secara diam diam masuk ke sana atau memang kamu sendiri yang memanggilnya. "
"Lalu, apakah Flora benar benar ada di kamarku? " Tanya Anma kepada Liah.
"Aku tidak tahu mengenai hal itu, namun di saat aku mulai mencoba masuk ke kamarmu, gelombang dasyat tiba tiba meledak dari dalam kamarmu" Jawab Liah sambil melanjutkan ceritanya.
"Lalu apa yang terjadi? " Tanya Anma karena penasaran.
"Setelah gelombang dasyat itu, teman temanku mulai terbangun dan menjelaskan kepadaku bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk" Liah melanjutkan ceritanya.
" mungkin dengan naluri alami mereka yang separuh bentuknya adalah binatang, mereka dapat menyadari sesuatu yang mengerikan " pikir Anma sesaat sembari menganggukkan kepalanya.
"Jika tidak salah, ayah tiba tiba mengeluarkan sebuah ledakan energi sihir yang mengerikan" Flora memotong cerita dari Liah.