
"Iya sudahlah. Yang terpenting sekarang, kita sudah bisa kembali dan ber istirahat." Anma menyarankan.
"Tapi Flora ingin bersama ayah untuk melakukan hal hal yang hebat seperti dulu." Jawab Flora.
"Iya, baiklah. Tapi sekarang kita harus duduk dulu di sana." Anma menyarankan.
"Baik ayah" Flora meng iyakan.
"Sekarang kamu duduklah di samping ayah. Karna ayah ingin membicarakan sesuatu denganmu" Anma membuka topik pembicaraan.
Setelah Flora duduk, Anma mulai membahas mengenai "Rune Suci" dan memberikan penjelasan singkat kepada Flora.
"Rune Suci" merupakan sebuah item dengan kategori kusus karna perbedaan dalam setiap ukuran "Rune" berpengaruh kepada peringkat dalam klas item. Jika ukurannya kecil maka itu termasuk item klas normal.
Jika ukuran "Rune" itu sedang sampai besar maka itu termasuk ke dalam item klas sepesial sampai unik. Biasanya "Rune Suci" adalah drop item dari monster tipe "Cahaya" namun dalam perkembangan dalam game. Tidak jarang ada monster tipe lain yang memiliki drop item rune ini.
Setelah menjelaskan lebih rinci lagi, Flora pun paham apa yang di magsudkan mengenai "Rune Suci"
"Jadi, mengapa " Rune Suci" bisa ada pada tubuh Youland?" Flora bertanya.
"Ayah juga tidak tahu apa sebabnya. Tapi untuk saat ini kita hanya bisa menganatinya dari jarak yang normal. Apakah ia akan kehilangan kekuatannya atau justru sebaliknya." Anma menjelaskan.
Flora menganggukan kepalanya.
" ayah... apakah kita akan menjelajahi sesuatu yang tidak memungkinkan kita untuk menang? " Flora bertanya karena merasa khawatir dengan apa yang Anma katakan mengenai monster tipe menengah dan yang lainnya.
" yah.... sebenarnya ayah tidak terlalu yakin untuk memenangkan seluruh pertarungan di dalam dungeon itu. " jawabnya singkat
" tapi setidaknya, ayah bisa meningkatkan level kekuatan baik itu untuk ayah sendiri, anak anak demi human, Liah dan teman temannya serta yang lebih penting adalah ayah ingin tahu apakah kamu bisa melewati batas maksimal dari levelmu saat ini Flora. " Anma mengusap kepala Flora sembari mengatakan keinginannya.
"Heeee......h ? apakah aku dan teman temanku bisa menaikkan kekuatannya sampai mendekati kekuatan Flora ? " Liah tiba tiba menyahut dari belakang Anma dan Flora.
" namun jika meningkatkan kekuatan dan pengalaman kalian ke tingkat lebih tinggi, aku mungkin bisa menjanjikan itu pada mu dan teman temanu " tambahnya sembari menatap ke arah dungeon.
" Waaah......! jadi ini yang kalian berdua kerjakan sejak tadi siang? " Liah mengalihkan pandangannya ke mulut goa yang tertutup benteng besi tanpa cela.
" setidaknya untuk saat ini kami berhasil menyelesaikan apa yang aku rencanakan tadi siang. " Anma menepuk besi itu hingga berbunyi sangat keras.
" hehehe.... jadi, bagaimana dengan persiapan di luar? " tanya Anma pada Liah yang sedari tadi hanya terfokus pada benteng besi itu.
"Yah, kami sudah menyelesaikan persiapan di luar. Kita tinggal menunggu party Gellen dan catgirl bersaudara yang sedang berburu dan mengumpulkan air minum. Kita juga harus menunggu Juan dan Jian yang sedang mengumpulkan buah buahan dan tanaman herbal untuk persiapan kita untuk masuk kedalam "Dungeon Zean"." Jawab Liah.
"Kalau begitu, kamu pasti sudah berusaha keras untuk menyiapkannya. Kamu memang pemimpin yang hebat Liah " Anma memuji Liah.
"I...itu biasa saja. Lagi pula, teman temanku juga berusaha dengan sangat keras" Jawab Liah sambil tersipu malu.
"Benarkah begitu? Kalau benar begitu, ayo kita keluar untuk ber terima kasih kepada mereka" Anma mulai melepaskan pelukannya dari Flora.
"Tapi Anma. Apakah Flora sudah di akan baik baik saja ?" Tanya Liah khawatir.
" Flora tidak apa apa Liah. Flora hanya kelelahan saja. " Flora perlahan bangkit dari duduknya dengan gerakan yang masih lemas.
"Flora, apakah kau yakin kamu baik baik saja? " Tanya Liah.
"Iya, Flora tidak apa apa Liah." Jawab Flora.
"Ya sudah. Ayo, kita keluar dari sini." Liah mulai berjalan keluar dengan di dampingi Flora.
Sebelum mereka berdua pergi, Anma sempat berkata bahwa ia akan ke depan pintu masuk lantai dua dari "Dungeon Zean" untuk memeriksa sesuatu.
Namun tidak lama setelah Flora dan Liah berjalan pergi, Flora tiba tiba jatuh dan menghantam bebatuan di bawahnya.