Armageddon Maker

Armageddon Maker
Perburuan untuk menguji system yang bekerja



"Kalau begitu, Party Gellen, Juan, Jian dan anak anak demi human, tolong bersihkan area sekitar sini ya. Jika area ini bisa bersih lagi dari kekacauan, aku janji kepada kalian bahwa aku akan memasakkan sesuatu yang enak untuk kalian" Anma memberikan sebuah motivasi agar teman teman demi human terbakar semangat.


"Tapi tuan, tuan tidak perlu melakukan itu, biar saya dan suami saya saja yang memasak" Jian mencoba mencegah Anma untuk memasak.


"Tidak, itu tidak apa apa Jian. Lagi pula, ini juga sebagai tanda permintaan maafku kepada kalian. Karena telah merusak rumah yang kalian buat" Anma memberikan alasan.


"Apakah tuan yakin? " Jian bertanya.


"Tentu saja. Aku akan memasakkan sesuatu yang sepesial untuk kalian semua" Jawab Anma.


"Benarkah begitu? " Salah seorang anak demi human terlihat penuh harap.


"Itu benar. Jadi jangan sampai kalian mengecewakanku ya " Anma membungkuk dan tersenyum kepada anak anak demi human itu.


Anak anak demi human itu bersorak penuh kegirangan karena mereka akan memakan sesuatu yang baru bagi mereka.


Anma tersenyum melihat anak anak itu kegirangan.


" Nah untuk itu, Flora. Liah. Aku mengandalkan kalian dalam perburuan. Aku harap, kalian mendapatkan hasil buruan yang luar biasa. " Anma menunjukkan senyumannya kepada Flora dan Liah.


"Baik ayah. Flora akan berusaha yang terbaik untuk ayah." Flora menjawab dengan semangat.


"I...iya A...anma. Ak...aku juga akan berusaha yang terbaik" Liah masih merasa malu akibat apa yang telah ia ucapkan sebelumnya.


" Aku mengandalkan kalian" Anma mengusap kepala Flora dan di lanjutkan mengusap kepala Liah agar mereka lebih bersemangat dalam perburuan.


" Oh iya, untuk Catgirl bersaudara, bisakah kalian tunjukan kepadaku dimana tempat kalian mengambil air? Aku perlu air yang cukup agar masakanku nanti memiliki hasil yang sempurna. " Anma meminta kepada Catgirl bersaudara.


"Baik tuan, Kami akan menunjukan tempat dimana kami mengambil air itu" Trista menjawab.


"Kalau begitu, itu adalah tugas kalian untuk hari ini. Mengenai persiapan pelatihan untuk menghadapi monster dalam Dungeon Zean, akan aku bahas lain kali. Apakah kalian faham ? " Anma bertanya kepada semua yang ada di sekitarnya.


" Iya tuan, kami faham. " Seluruh demi human menjawab bersamaan.


"Iya ayah. Flora faham" Jawab Flora.


"Iya, Anma. Aku faham." Jawab Liah.


"Kalau begitu semangat mengerjakan" Anma memberi semangat kembali.


"Ya!! " Semua yang ada di sana langsunh mengerjakan tugasnya masing masing


Liah dan Flora pergi ke hutan setelah berpamitan kepada Anma dan teman teman demi human sementara demi human yang lain langsung membersihkan area sekitar mereka.


Juan mulai memindahkan batang pohon yang tumbang di bantu oleh Jian. Anak anak demi human mulai mengumpulkan potongan potongan kayu dari rumah kayu yang hancur dan menumpuknya untuk di bakar.


Party Gellen sedang mencari bahan untuk membuat rumah kayu yang baru sementara Anma pergi mengikuti Catgirl yang sedang menuju sumber mata air.


Selama perjalanan Anma hanya diam dan berfikir mengenai hal hal yang ganjil menurutnya. Catgirl bersaudara merasa tertekan dan takut karena mereka tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Anma.


Mereka terus berusaha mencari sebuah topik pembicaraan agar mereka bisa mengenal sosok dari Anma.


Ketika Trista ingin membuka sebuah topik pembicaraan, Anma terlihat sedang membaca sebuah mantra. Melihat hal itu, Trista merasa takut dan mengurungkan niatnya untuk membuka sebuah topik pembicaraan dengan Anma.


Di sisi lain, Anma justru berfikir dan secara tidak sadar ia mengatakan apa yang ia fikirkan dengan sangat pelan dan terkesan seperti sebuah mantra. Pada akhirnya ia memutuskan untuk membuka papan statusnya.


Anma menekan nekan papan status. Namun yang ia lihat hanyalah status skill, level, dan sebuah nama "Armagedon". Armagedon sendiri dalam game "OUROBOROS GUARDIAN DARKNESS". Wujudnya masih belum di tunjukan dalam game versi yang Anma mainkan saat ini.


Entah karna kebetulan atau tidak, namun boss bernama Armagedon di gambarkan sebagai boss yang menyerang seluruh penjuru Daratan Valleia dengan pasukan demi human, monster dan berbagai makhluk lain yang di kategorikan sebagai makhluk mitos.


Karena terlalu fokus dengan papan status miliknya, ia tidak sadar bahwa ia sudah berada di tepi sungai dimana Catgirl bersaudara mengambil air disana.


"Maaf, Tuan Anma. Sekarang kita sudah sampai" Marin berusaha menyadarkan Anma yang terlalu fokus kepada papan statusnya.


"Oh. Ya. Maaf. " Anma meminta maaf kepada Marin.


"Ano, Tuan. Bolehkah saya tahu, apa yang sedang tuan lakukan? " Marista bertanya kepada Anma ketika Trista dan Marin tertunduk.


"Akh, apakah kalian tidak melihatnya? " Anma bertanya sambil menunjukkan papan status miliknya.


Catgirl bersaudara hanya menggelengkan kepalanya karena mereka tidak melihat apapun.


Anma menepuk kepalanya karena ia baru tersadar bahwa selain para player, mereka tidak bisa melihat apapun.


"Ya sudah, Lupakan saja. " Anma mencari sebuah topik pembicaraan sambil memandang apa yang ada di hadapannya.


"Ah, iya. Baiklah. " Marista menjawab.


"Pemandangan yang menyejukan mata " Anma berkata dengan ekspresi wajah senang.


" Maaf, Tuan Anma. Saya dan saudara saya akan mulai mengumpulkan air dan menangkap ikan. Apakah tuan ingin di temani oleh salah satu dari kami? " Trista meminta izin.


"Oh. Tidak. Tidak perlu seperti itu. Lagi pula aku bisa melindungi diri sendiri dan aku harap kalian mendapatkan banyak ikan ya " Anma mengizinkan.


"Baiklah tuan. Kami akan berusaha untuk menangkap banyak ikan. " Setelah Trista berpamitan, ia langsung pergi ke arah saudaranya yang menunggu di hilir sungai.


Anma melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan


Catgirl bersaudara membalas lambaian tangan itu dan pergi menyusuri sungai.


Ketika Catgirl bersaudara telah menghilang dari pandangannya, ia megalihkan pandangannya ke arah sungai di depannya untuk sesaat dan setelahnya, ia mulai melanjutkan rencananya.


Ia duduk di dekat air sungai yang mengalir dan setelahnya mengeluarkan toples kaca yang ia buat tadi malam lalu menaruh toples itu di samping tempatnya duduk.


Ia lalu mengeluarkan gumpalan aneh yang telah di bersihkan dari racun yang kini sudah terlihat seperti gumpalan daging segar.


setelah dirasa cukup bersih, ia melemparkan seluruh daging daging itu ke arah aliran sungai cukup lama dan setelah melihat daging daging itu mengapung, ia menggunakan sihir airnya untuk membuat air sungai itu melayang bersamaan dengan daging yang mengapung di atasnya.


Ketika air itu melayang, ia menggunakan sihir airnya itu untuk membuat sebuah pusaran air di udara dan membuat sebuah tornado air mini.


daging daging yang mengapung bersama air yang tenang tadi ikut berputar didalamnya dan secara perlahan tornado air yang tidak berwarna kini mulai berwarna merah darah.


Melihat hal itu, ia langsung memisahkan daging di dalam tornado itu dengan air sungai yang melayang dengan sihir pemisah.


Air sungai yang berbentuk tornado mini berwarna merah darah itu, Anma kembalikan ke dalam sungai setelah menggunakan sihir penetral agar sungai tidak tercemar. Sementara daging daging yang telah ia pisahkan tadi langsung di masukkan kedalam toples yang ada di sampingnya.


Anma kembali menggunakan sebuah sihir alkimia untuk mencoba membuat toples kaca yang baru namun tekstur dari tanah di dekat sungai terasa berbeda, dia pun membatalkan niatannya.


Ia kembali memandangi area sekitarnya dan tertuju pada sebuah gundukan batu berwarna putih yang tidak asing baginya.


Karena merasa penasaran akan hal itu, ia memasukan toples kaca berisi daging monster itu kedalam item box nya dan mulai pergi ke arah gundukan batu putih itu.


"Analisis" Anma menggunakan kemampuan analisisnya untuk mengidentifikasi gundukan batu itu.


Anma membaca status dari gundukan batu putih itu.


" Batu Garam Sungai adalah bebatuan beracun yang merupakan hasil dari sebuah proses penguraian materi kimia secara alami yang dilakukan secara terus menerus oleh alam. Tingkat racun menengah. Efek - pengurangan Hp 0,2% selama 10 detik. Fungsi tidak diketahui. Merupakan bahan dasar dari garam pengasinan." -status-


" Mungkin bagi banyak player, item ini tidak berguna. Tapi untukku, item ini cukup lumayan" Anma bergumam pada dirinya sendiri.


Tidak lama setelah itu, Anma membuat sebuah lingkaran sihir alkimia ke arah gundukan batu putih itu yang perlahan membuat gundukan batu putih itu mulai meleleh seperti saat box pasir di lelehkan.


Berbeda dengan proses pembuatan toples kaca dimana cairan yang diambil sebagai bahan dasar. Di proses pembuatan garam pengasinan, bahan yang di ambil adalah batuan kecil yang hampir serupa dengan pasir berwarna putih.


Anma kembali menggunakan sihir pemisah untuk memisahkan batuan pasir putih dengan lelehan. Butiran pasir dan lelehan itu dimasukkan kedalam item box di soket yang berbeda.


Ketika Anma sedang membuat garam pengasinan, ia melihat seekor beruang jamur yang sedang mencari ikan di dekat air terjun dan itu membuatnya ingat tentang Flora dan Liah yang sedang berburu.


"Flora.... " Anma menggunakan telepati.


" Iya ayah... Apa ada yang bisa Flora lakukan untuk ayah? " Flora menjawab.


" Iya. Bagaimana hasil perburuan kalian berdua ? " Anma bertanya.


" Kami sudah mendapatkan banyak hasil buruan ayah." Jawab Flora.


" Benarkah begitu? Lalu apa saja hasil buruan kalian? " Anma bertanya.


" Iya itu, kami mendapat dua ekor babi hutan, tiga ekor beruang dan saat ini kami sedang mencoba untuk menaklukan empat ekor semut api raksaksa " Jawab Flora.


" Wah, kalau begitu setelah kalian mengalahkan mereka, kalian harus langsung kembali ke rumah kayu dan minta mereka yang disana untuk memotong hasil buruan kalian. Oh iya, tolong pisahkan antara bagian daging, bagian lemak, dan bagian kulit. Karena ayah akan melakukan seuatu untuk bagian bagian itu."


" " Thorn bind " . Baik ayah, akan Flora sampaikan kepada teman teman Flora" Jawab Flora setelah mengeluarkan sebuah sihir miliknya.


"Kalau begitu semangat ya. Kalian berdua. Ayah akan segera kembali ke rumah kayu." Anma memberi semangat kepada Flora.


"Baik ayah. " Flora menjawab.


Setelah berbicara dengan Flora melalui telepati, Anma kembali melanjutkan proses pembuatan garam pengasinan sampai ia merasa cukup.


" Tuan Anma. Kami sudah selesai disini dan kami akan kembali. Apakah tuan sudah selesai di sana? " Tanya Trista dari sebrang sungai dan berjalan ke arahnya.


Anma hanya mengacungkan jempolnya ke udara yang menandakan bahwa ia telah selesai.