
" Ayah... Kamu hebat." Flora menepukkan kedua tangannya.
" I... Iyah, Kamu hebat Anma. Ta...tapi, apakah mereka baik baik saja? " Liah bertanya dengan khawatir.
" Sudah... Mereka tidak apa apa. Aku akan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Jadi kamu bisa tenang" Jelas Anma sambil tersenyum kepada Liah.
" Syukurlah.... " Liah merasa lega.
Teman teman Liah masih menutupi rasa ketakutan mereka terhadap Anma.
" Tuan. Ano, apakah Juan baik baik saja? " Jian bertanya dengan khawatir.
" Juan baik baik saja. Jadi tenanglah" Anma menjawab sambil menenangkan Jian.
" Kalau Gellen dan Youland bagaimana? " Tanya Oni bersaudara.
" Mereka baik baik saja" Anma tersenyum kepada mereka berdua.
"Flora. Bisa kemari sebentar? Ayah butuh bantuan mu" Anma memanggil Flora.
" Baik ayah. Aku akan membantu ayah apapun itu" Flora tersenyum sambil berjalan ke arah Anma.
Anma membisikan sesuatu kepada Flora dan setelahnya, mereka berjalan di antara Liah dan teman temannya dan pergi menuju goa " Dungeon Zean ".
Merasa curiga dengan Anma dan Flora, Liah dan teman temannya mengikuti mereka bedua hingga di depan goa. Namun ketika mereka ingin memasuki goa itu, Liah dan teman temannya tidak bisa masuk karena dihalangi oleh tembok akar milik Flora yang diantara tembok itu, mengikat beberapa bongkahan batu besar.
" Apakah ayah hanya memintaku membuat ini? " Flora bertanya pada Anma.
" Tidak. Tentu saja tidak. Aku ingin kamu mengawasi teman teman Liah. Ketika ayah mengeluarkan mereka dari item box tadi." Anma menjelaskan.
" Baik ayah. Flora akan mengusahakan yang terbaik. " Flora menjawab sambil tersenyum.
" Anak baik. " Anma mencubit pipi Flora.
Flora hanya tersenyum malu atas apa yang di lakukan oleh Anma.
" Baiklah, saatnya mengeluarkan yang pertama. " Anma bersiap akan sesuatu.
Anma mulai menarik sesuatu dari item box secara perlahan. Tidak lama setelahnya, perlahan mulai keluar sebuah kepala milik Trista di teruskan dengan seluruh badan hingga kakinya dan setelahnya, ia berteriak karena kesakitan.
"Wa......... " Trista berteriak.
" Sleep " Anma menutupkan kedua mata Trista sambil merapal kan mantra tidur.
Setelah Trista kembali tidur, Anma mulai menyembuhkan kaki Trista yang patah dengan sihir regenerasi dan helling lalu menyadarkannya kembali.
Trista yang sempat berteriak kini mulai tenang dan terlihat kebingungan seolah ia baru saja bermimpi.
" Tuan, apa yang Anda lakukan terhadap saya? Apakah saya melakukan sesuatu? " Trista kebingungan.
" Trista, apakah kamu tidak ingat tentang pelatihan tadi? " Anma bertanya kepada Trista.
" Oh. Iya, aku mengingatnya." Jawab Trista.
" Kalau begitu. Ya sudahlah tidak apa. Tadi, aku sempat memberikan sesuatu kepada kakimu untuk melindungimu. Tapi, kamu harus bisa menjaga rahasia ini agar teman teman yang lain tidak iri denganmu. Mengerti? " Anma menjelaskan kepada Trista yang kebingungan dan memberikan sebuah informasi palsu agar Trista dapat lebih kuat dari sebelumnya.
" I..iya. Mengerti tuan. Saya akan berjanji untuk menjaga hal ini dari yang lainnya. " Jawab Trista.
" Kalau begitu. Kamu boleh pergi sekarang. Dan apabila kamu mengatakan rahasia ini maka kehidupanmu akan berakhir saat itu juga. " Anma memberikan ancaman serius kepada Trista yang padahal niatnya hanya bercanda.
" I...iya tu...tuan... " Jawab Trista dengan wajah ketakutan dan mencoba keluar dari dalam goa itu.
Flora membuka gerbang dari tembok akar dan Trista pun keluar dari dalam goa itu.
" Ano, Ayah. Apakah itu tadi adalah hal yang benar untuk dilakukan ? " Flora bertanya.
" Tentu saja tidak. Tapi ayah hanya akan menguji mereka. " Jelas Anma kepada Flora.
" Jadi, ayah berniat menguji mereka? Tapi untuk apa? " Flora kembali bertanya.
" Ayah hanya ingin tahu apakah mereka dapat termotivasi agar menjadi lebih kuat. " Jelas Anma kembali.
" Tapi kenapa harus dengan ketakutan? Bukankah ayah adalah orang yang baik? " Flora bertanya.
" Maaf Flora, ayah bukan orang baik. Namun, ayah akan bersikap baik kepada mereka yang layak. Karenanya, ayah lebih suka menanamkan rasa takut kepada mereka agar mereka bisa patuh pada ayah dan bersamaan dengan itu mental mereka akan menjadi kuat seiring berjalannya waktu. " Anma kembali menjelaskan.
"Jadi begitu. Ayah, jika suatu saat Flora berbuat jahat apakah ayah akan membenci Flora? " Flora bertanya dengan menundukkan wajahnya.
"Hahahaha.... Kamu tidak mungkin menjadi jahat Flora. Lagi pula kamu selalu ada bersama ayah dan kamu juga sudah menjadi bagian dari ayah. Oleh karena itu, ayah tidak akan membiarkan kamu berubah menjadi jahat. " Anma bangkit dari duduknya dan mengusap rambutnya agar ia ceria kembali.
Flora tersentak kaget atas jawaban dari Anma dan kembali memeluk Anma secara spontan.
" Ayah, tolong jaga Flora dengan baik agar Flora tidak menjadi jahat. " Flora memegang tangan kiri Anma dengan kedua tangannya.
" Iya, Flora. Ayah pasti akan menjagamu selama ayah bisa. " Anma menarik tubuh Flora lalu memeluknya.
" Ano, Ayah. Aku menyayangimu. " Flora berbisik di telinga Anma sambil mempererat pelukannya.
" Aku juga menyayangimu Flora. " Anma berbisik kepada Flora sambil mempererat pelukannya.
" Jadi, ayah. Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? " Tanya Flora
" Kita akan memberikan hal yang sama kepada Gellen, Youland, Juan, Marista dan Marin. Seperti yang ayah lakukan kepada Trista. " Jawab Anma sambil melepaskan pelukannya.
" Kalau begitu, Flora akan diam dan memperhatikan. " Jawab Flora sambil melepaskan pelukannya kepada Anma dan kembali berdiri di belakang Anma.
Anma kembali menarik sebuah kepala dari gerbang item box dan secara perlahan tubuhnya berhasil di keluarkan. Kalih ini yang keluar adalah Juan.
Anma melihat tubuh Juan yang mengalami luka berat. Hampir seluruh tubuhnya mengalami keretakan tulang serta patah tulang di beberapa bagian. Melihat hal ini, Anma menggunakan sihir regenerasi dan healling seperti yang ia lakukan kepada Trista.
Setelah Juan pergi, Anma kembali melakukan hal yang sama dan yang di keluarkan saat ini adalah Youland.
Ketika Anma melihat tubuh Youland untuk yang pertama kalinya, ia sempat merasa sesuatu yang aneh pada diri Youland. Namun dirinya tetap mengabaikannya hingga untuk yang kedua kalinya ia melihat tubuh Youland. Ia pun menyadari sesuatu.
......................
" Ayah... Apa yang kamu lakukan? " Flora berteriak dan menampar Anma.
" Ayah.....! Ayah kan sudah punya Flora. Tapi kenapa ayah melakukan hal semacam itu? Jika ayah mau, ayah boleh memegang milik Flora! Jika ayah memintanya. " Flora memarahi Anma dengan wajah yang memerah.
" Ayah, Bodoh... ! Aku benci ayah. " Flora membalikan tubuhnya ke arah yang berlawanan dan mulai melangkah pergi keluar goa.
" Flora, Kembali kesini!! " Anma berteriak kepada Flora.
"Hiiiiiiiyaaaaaaaaaaaaa... " Flora berteriak histeris sambil memegang kepalanya.
Anma langsung pergi ke arah Flora dan meninggalkan tubuh Youland yang belum di sembuhkan.
" Flora, apakah kamu tidak apa apa? " Anma mendekati Flora yang sedang berjongkok dan memegangi kepalanya.
" A...ayah, tadi itu sangat sakit.." Flora menjawab sambil mencoba menutupi wajahnya.
" Flora? Apakah kamu ingat jika kamu melawan perintah ayah, maka kamu akan seperti ini? " Anma menjelaskan sambil mencoba memeluk Flora.
Flora hanya terdiam dalam pelukan Anma.
" Kalau begitu, kamu berubahlah kembali ke wujud tangan alam agar kamu bisa mengerti apa yang tadi ayah lihat." Anma membisikkan perintah kepada Flora agar ia kembali ke wujud tangan alam dan membuatnya tenang.
Flora pun kembali ke wujud tangan alam dan menyatu dengan tubuh Anma.
Setelah masalah yang terjadi, Anma kembali ke tubuh Youland dan mencoba untuk menyembuhkannya.
Bagian kepala dan punggung Youland mengalami keretakan ketika latih tanding tadi. Anma kembali menggunakan sihir yang sama. Namun ketika Anma menggunakan sihirnya, bagian dada kanan milik Youland bersinar seolah ber reaksi kepada sihir yang di gunakan oleh Anma.
Cahaya itu bersinar untuk sesaat dan setelah cahaya itu kembali menghilang sesaat sebelum Youland tersadar.
Karena merasa tidak asing dengan apa yang ia lihat, Anma kembali merapal sebuah mantra di dekat tubuh Youland.
" Akh.... A...ano... tu...tu...tuan " Youland mencoba mengatakan sesuatu kepada Anma.
Anma hanya terfokus kepada cahaya yang hanya bisa di lihat olehnya.
Tangan alam milik Flora, mulai bergerak perlahan sembari mengikat tubuh Youland.
" A.......!! " Youland berteriak disaat tangan Alam menjerat seluruh tubuhnya.
Dalam konsentrasi penuh akan kendalinya terhadap lengan milik Flora, akhirnya Anma berhasil menarik sebuah batu putih dari dalam tubuh Youland.
" Ah.... Betapa senangnya aku melihat ini " Anma menatap ke arah batu putih itu tanpa melihat ke arah tubuh Youland yang terkapar lemas.
" Ya ampun.... Youland.... Maafkan aku... Aku... Aku tidak bermaksud menyakitimu seperti tadi." Anma meminta maaf setelah menyadari tubuh Youland yang terkapar beberapa saat setelah ia menyimpan baru putih itu.
" I...i....itu tidak apa apa tuan. La...lagi...lagi pula, ak... aku. " Jawab Youland sambil menunjukan wajah merah dengan ekspresi tersenyum puas.
" Eh? Apa yang kamu bicarakan? " Anma kebingungan.
" Ayah, bodoh. " Suara kesal dari Flora kembali masuk melalui telepati.
" Jangan seperti itu Flora. Lagipula kamu juga tadi merasakannya kan? Sesuatu yang tidak asing. " Anma menjawab melalui telepati
" Hmph. Itu tadi seperti sebuah batu" Flora menjawab Anma dengan nada sebal.
" Iya, itu benar. " Anma menjawab
" Tapi kenapa bisa ada batu di tubuh Youland? " Flora kembali bertanya.
" Itu, akan ayah bahas nanti lagi." Jawab Anma pada Flora.
" Ah, iya. Youland, maaf karena hal tadi. Sebenarnya tadi aku hanya memberikan sesuatu kepadamu agar kamu bisa lebih kuat dari sebelumnya. Namun jika kamu membicarakan hal ini kepada yang lainnya maka, sesuatu itu akan menghancurkan tubuhmu. " Anma mengubah topik pembicaraan.
" Ja...jadi.. seperti i.. itu... " Youland masih terbaring lemas.
" Jika kamu sudah merasa baik kan, kamu bisa langsung ke luar karena teman temanmu sudah menunggumu. " Ucap Anma kepada Youland.
Tidak lama setelahnya, Youland mulai berdiri dan meninggalkan Anma di dalam goa.
" Jadi ayah, kenapa bisa ada batu di dalam payudara Youland? " tanya Flora melalui telepati.
" Entahlah Flora. Tapi dari cahaya nya mungkin itu adalah "Rune Suci". "Jawab Anma.
" Lalu, "Rune Suci itu apa ayah? ". " Tanya Flora kembali
" Tentang " Rune suci" ayah akan menjelaskan nanti. Setelah teman teman Liah yang terluka, Ayah sembuhkan. " Jawab Anma.
Anma pun kembali mengeluarkan sebuah tubuh dari item box nya, tubuh itu ternyata milik Gellen.
Tidak seperti yang lainnya, tubuh Gellen hanya memiliki luka ringan dan luka berat yang dia alami hanya di bagian kuku tajamnya. Anma mulai menggunakan sihir yang sama dan tidak lama setelahnya, Gellen tersadar. Tidak ada tanda tanda benda sihir di sekitarnya. Jadi Anma langsung memberikan informasi palsu seperti yang ia berikan kepada Juan, Youland dan Trista.
Kalih ini, Anma mengatakan bahwa ia telah memberikan sesuatu kepada Gellen di bagian punggung tangannya atau bisa di katakan bahwa di bagian cakar pedangnya telah di tanamkan sesuatu. Setelah menjelaskan, Gellen keluar dengan penuh semangat dan berjanji untuk menjaga informasi yang Anma berikan.
Yang terakhir adalah Marin dan Marista. Kedua tubuh mereka di keluarkan secara bertahap. Marin di sembuhkan terlebih dahulu dan diberi informasi palsu mengenai sesuatu yang Anma tanamkan di kedua tangannya yang akan membuatnya lebih kuat dan setelahnya, Marin pun pergi.
Setelah Marin pergi, Marista di keluarkan dari item box, lalu di sembuhkan. Dan setelah Marista sadar, Anma memberikan informasi palsu mengenai sesuatu yang di tanam di bagian tubuhnya yang akan membuatnya semakin kuat dan setelahnya, Marista pun pergi.
Setelah semua teman teman Liah di sembuhkan, hanya tersisa Anma di dalam goa itu.
Anma memerintahkan Flora untuk kembali ke wujud perinya untuk menyampaikan pesan kepada Liah dan teman temannya.