Armageddon Maker

Armageddon Maker
Menguji syistem dunia



Ia duduk di dekat air sungai yang mengalir dan setelahnya mengeluarkan toples kaca yang ia buat tadi malam lalu menaruh toples itu di samping tempatnya duduk.


Ia lalu mengeluarkan gumpalan aneh yang telah di bersihkan dari racun yang kini sudah terlihat seperti gumpalan daging segar.


setelah dirasa cukup bersih, ia melemparkan seluruh daging daging itu ke arah aliran sungai cukup lama dan setelah melihat daging daging itu mengapung, ia menggunakan sihir airnya untuk membuat air sungai itu melayang bersamaan dengan daging yang mengapung di atasnya.


Ketika air itu melayang, ia menggunakan sihir airnya itu untuk membuat sebuah pusaran air di udara dan membuat sebuah tornado air mini.


daging daging yang mengapung bersama air yang tenang tadi ikut berputar didalamnya dan secara perlahan tornado air yang tidak berwarna kini mulai berwarna merah darah.


Melihat hal itu, ia langsung memisahkan daging di dalam tornado itu dengan air sungai yang melayang dengan sihir pemisah.


Air sungai yang berbentuk tornado mini berwarna merah darah itu, Anma kembalikan ke dalam sungai setelah menggunakan sihir penetral agar sungai tidak tercemar. Sementara daging daging yang telah ia pisahkan tadi langsung di masukkan kedalam toples yang ada di sampingnya.


Anma kembali menggunakan sebuah sihir alkimia untuk mencoba membuat toples kaca yang baru namun tekstur dari tanah di dekat sungai terasa berbeda, dia pun membatalkan niatannya.


Ia kembali memandangi area sekitarnya dan tertuju pada sebuah gundukan batu berwarna putih yang tidak asing baginya.


Karena merasa penasaran akan hal itu, ia memasukan toples kaca berisi daging monster itu kedalam item box nya dan mulai pergi ke arah gundukan batu putih itu.


"Analisis" Anma menggunakan kemampuan analisisnya untuk mengidentifikasi gundukan batu itu.


Anma membaca status dari gundukan batu putih itu.


" Batu Garam Sungai adalah bebatuan beracun yang merupakan hasil dari sebuah proses penguraian materi kimia secara alami yang dilakukan secara terus menerus oleh alam. Tingkat racun menengah. Efek - pengurangan Hp 0,2% selama 10 detik. Fungsi tidak diketahui. Merupakan bahan dasar dari garam pengasinan." -status-


" Mungkin bagi banyak player, item ini tidak berguna. Tapi untukku, item ini cukup lumayan" Anma bergumam pada dirinya sendiri.


Tidak lama setelah itu, Anma membuat sebuah lingkaran sihir alkimia ke arah gundukan batu putih itu yang perlahan membuat gundukan batu putih itu mulai meleleh seperti saat box pasir di lelehkan.


Berbeda dengan proses pembuatan toples kaca dimana cairan yang diambil sebagai bahan dasar. Di proses pembuatan garam pengasinan, bahan yang di ambil adalah batuan kecil yang hampir serupa dengan pasir berwarna putih.


Ketika Anma sedang membuat garam pengasinan, ia melihat seekor beruang jamur yang sedang mencari ikan di dekat air terjun dan itu membuatnya ingat tentang Flora dan Liah yang sedang berburu.


"Flora.... " Anma menggunakan telepati.


" Iya ayah... Apa ada yang bisa Flora lakukan untuk ayah? " Flora menjawab.


" Iya. Bagaimana hasil perburuan kalian berdua ? " Anma bertanya.


" Kami sudah mendapatkan banyak hasil buruan ayah." Jawab Flora.


" Benarkah begitu? Lalu apa saja hasil buruan kalian? " Anma bertanya.


" Iya itu, kami mendapat dua ekor babi hutan, tiga ekor beruang dan saat ini kami sedang mencoba untuk menaklukan empat ekor semut api raksaksa " Jawab Flora.


" Wah, kalau begitu setelah kalian mengalahkan mereka, kalian harus langsung kembali ke rumah kayu dan minta mereka yang disana untuk memotong hasil buruan kalian. Oh iya, tolong pisahkan antara bagian daging, bagian lemak, dan bagian kulit. Karena ayah akan melakukan seuatu untuk bagian bagian itu."


" " Thorn bind " . Baik ayah, akan Flora sampaikan kepada teman teman Flora" Jawab Flora setelah mengeluarkan sebuah sihir miliknya.


"Kalau begitu semangat ya. Kalian berdua. Ayah akan segera kembali ke rumah kayu." Anma memberi semangat kepada Flora.


"Baik ayah. " Flora menjawab.


Setelah berbicara dengan Flora melalui telepati, Anma kembali melanjutkan proses pembuatan garam pengasinan sampai ia merasa cukup.


" Tuan Anma. Kami sudah selesai disini dan kami akan kembali. Apakah tuan sudah selesai di sana? " Tanya Trista dari sebrang sungai dan berjalan ke arahnya.


Anma hanya mengacungkan jempolnya ke udara yang menandakan bahwa ia telah selesai.