
"Suasana yang menyenangkan" Anma berkata dalam hatinya.
Malam semakin larut dan hidangan yang disajikan pun mulai habis. Anak anak demi human mulai pergi ke kamarnya yang di antar oleh Juan dan Jian dan setelahnya, mereka tidur bersama di ruangan yang telah disiapkan.
Di ruang makan, Anma membahas persiapan untuk menghadapi monster dalam "Dungeon Zean" bersama Flora, Liah, Party Gellen dan Catgirl bersaudara.
"Jadi, Tuan Anma. Apa yang akan kita bahas untuk menghadapi dungeon besok? " Tanya Gellen.
"Melihat hasil dari hari ini, sepertinya kita tidak bisa masuk ke dungeon besok" Jawab Anma.
"Tapi kenapa tidak bisa? Bukankah kita akan mengisi tenaga kita malam ini suapaya besok bisa mengatasi semua monster dalam dungeon?" Marista mengatakan pendapatnya.
"Iya, itu memang benar. Kita memang akan beristirahat malam ini untuk memulihkan tenaga. Tapi jika kita masuk dungeon itu besok, kesempatan untuk selamat itu kecil." Anma menjelaskan.
"Tapi, kita kan punya tuan Anma. Pasti monster di sana akan langsung binasa" Cermen mengatakan pendapatnya.
"Sejauh apa kalian tahu bahwa aku kuat? " Tanya Anma kepada demi human yang ada di tempat itu.
"Ya, lebih kuat dari golem raksaksa" Liah menjawab.
"Hahaha. Jadi kamu masih mengingat kejadian itu Liah? " Tanya Anma.
"Tentu saja Anma. Itu adalah hal yang paling membekas. Karna cuma kamu yang bisa menghancurkan golem dengan satu tendangan" Liah bercerita dengan penuh keceriaan.
"Nah, kan. Benar. Tuan Anma itu kuat" Carmen merasa puas dengan cerita yang diceritakan oleh Liah.
"Ya. Itu memang benar. Tapi, golem raksaksa itu dan monster dalam dungeon itu sangat berbeda" Anma menyangkal bahwa dirinya itu kuat.
Jika di hitung dari reset level dalam setiap pembaharuan game maka saat ini, level miliknya sudah mendekati level 10000. Dengan statistik rata rata kekuatan mendekati 999.
Sedangkan "Dungeon Zean" merupakan "Zona Raid" yang masih dalam proses pembangunan. Itu berarti kekuatan Anma saat ini masih belum bisa di prediksikan akan mengalahkan semua monster di dalam dungeon itu.
Terlebih lagi Heal Poin "HP" milik Anma telah di kurangi 15% untuk di korbankan dalam kontrak darah demi Flora. Yang berarti saat ini Anma bisa langsung KO setelah mendapat serangan langsung dari monster tingkat langka sampai tingkat legenda.
"Ayah tenang saja. Flora pasti akan menjaga ayah. " Kata Flora.
"Iya, Flora benar. Selain itu, Aku juga akan berusaha melindungimu." Liah menambahkan.
"Kalau begitu. Mohon bantuannya yah. Liah. Flora" Anma berharap kepada Liah dan Flora.
"Jadi, Tuan Anma. Apakah besok kita akan masuk ke dungeon?" Youland bertanya.
"Tentu saja tidak" Jawab Anma.
"Tapi kenapa lagi? Apa yang harus di cemaskan? " Tanya Gellen.
"Aku cemas kepada kalian. Apakah kalian tidak cemas kepada diri kalian sendiri?" Anma meninggikan nada bicaranya.
Teman teman Liah langsung terdiam.
"Ano, Tuan Anma. Apa yang anda cemaskan terhadap kami? " Trista bertanya kepada Anma.
"Aku cemas kepada ketahanan dan kekuatan kalian yang masih jauh dari kata layak" Jawab Anma.
"Layak? Apa itu berarti kita masih terlihat lemah? " Tanya Marin kepada Anma sambil melihat seluruh tema temannya.
"Iya. Kalian semua masih lemah" Jawab Anma.
"Ano, Apakah kami harus seperti Liah? Agar terlihat layak? " Cermen bertanya.
"Tidak. Kalian tidak perlu seperti Liah. Kalian hanya perlu menjadi lebih kuat dari sekarang." Anma memberikan motivasi.
"Lalu, Kapan kita akan pergi ke dungeon itu? " Tanya Gellen yang terlihat emosi.
"Karna aku melihat potensi dari kalian, sepertinya kita akan siap dalam waktu satu bulan dari sekarang." Jawab Anma.
Seluruh teman teman Liah yang ada di ruangan itu terlihat lebih baik dari sebelumnya.
......................
"Aku akan melatih kekuatan dan ketahanan kalian satu per satu yang bergantung pada hasil latihan kalian bersama Liah." Jelas Anma
"Dan untuk Liah dan Flora, kalian juga harus berlatih melawanku tanpa menggunakan sihir" Anma menambahkan.
"Tapi, Ayah. Flora tidak ingin melawan ayah." Flora menundukan kepalanya.
"Flora benar. Kami tidak akan melukaimu. Anma" Liah menambahkan.
"Jika kalian tidak ingin berlatih. Mungkin kalian juga bisa terbunuh di sana." Anma menatap ke arah Flora dan Liah.
" terlebih lagi jika monster terlalu kuat, aku tidak yakin bahwa aku bisa melindungi kalian semua " tambahnya.
Flora dan Liah hanya terdiam
"Jika kalian berdua bisa lebih kuat, Aku akan mengabulkan keinginan kalian sebagai hadiah" Anma mencoba menyemangati.
"Benarkah ayah? Ayah akan mengabulkan keinginan kami" Flora terlihat lebih baik.
"Iya benar Flora." Jawab Anma
"Aku akan mengabulkan semua keinginan kalian berdua. Apapun itu." Jawab Anma.
"Apapun itu? Benarkah Sungguh? " Tanya liah bersemangat.
"Iya. Apapun itu. Selama itu masih tercapai dengan kekuatan ku. " Anma menjawab.
"Jika seperti itu, jika aku memintamu untuk menyembuhkan ku seperti Flora, apakah kamu bisa mengabulkan nya?" Liah memberikan contoh permintaanya.
" memang apa yang terjadi? " Gellen bertanya pada Liah.
" yah... soalnya.... dia menenggelamkan wajah Flora di atas wajahnya sendiri yang di telah berubah ke bentuk air.... dan... dan.... " Liah merasa malu untuk menceritakan apa yang dilihatnya ketika Anma menolong Flora.
" berubah ke bentuk air? " Carmen bingung.
" iya.... seperti saat aku menggunakan iron natural weapom - Iron Skin - " Anma menjelaskan sembari mempraktikannya menggunakan tangan kiri nya.
" jadi.... tuan bisa merubah bentuk tubuh tuan sesuai keinginan tuan? " Youland menyimpulkan dengan semangat.
" ya... kurang lebih seperti itu. " Anma tersenyum
" dan... dan... encu........ " Liah masih berusaha menceritakan apa yang terjadi.
"Hehehe...... jika kamu memang sangat menginginginkannya, Aku akan menyembuhkan mu seperti Flora tadi." Anma menjawab
Flora dan Liah saling memandang dan tersenyum senang sementara teman teman Liah hanya terlihat kebingungan dengan apa yang mereka bahas.
"Kalau begitu ayah. Flora dan Liah akan melawan ayah" Kata Flora bersemangat.
"Iya. Benar kata Flora. Kamu akan kami lawan. Jadi bersiaplah Anma" Liah menambahkan.
"Hebat. Itu baru bersemangat." Jawab Anma sambil menepukkan kedua tangannya.
"Ano, Tuan Anma. Maaf jika ini tidak sopan. Apakah kami juga boleh meminta sesuatu sebagai hadiah? " Gellen bertanya.
"Iya. Tentu saja kalian akan mendapatkan hadiah dairku. Tapi itu tergantung pada pencapaian kalian" Anma menjawab sambil tersenyum.
"Yosh, kalian dengar kan? Apa yang baru saja di katakan Tuan Anma?! " Gellen bersorak.
"Ya!! " Seluruh demi human yang ada di ruangan itu serempak mengucapkan kata yang sama.
"Kalau begitu mulai besok kita harus bisa menjadi lebih kuat!! " Gellen menyemangati teman teman lainnya.
"Ya!! " Mereka kembali bersorak
Setelah membakar semangat mereka, meraka pun mulai pergi ke kamarnya masing masing dan menyisahkan Anma, Flora dan Liah.
"Ayok Flora, kita tidur bersama" Liah mengajak Flora.
"Iya. Duluan saja Liah. Flora mau bersama ayah lebih lama lagi dan jika di bolehkan, Flora mau tidur bersama ayah." Jawab Flora.
"Kamu tidak boleh seperti itu Flora. Nanti kamu mengambil kesempatan ketika tidur dengan Anma. Itu kan curang" Liah menunjukan ekspresi jengkelnya.
"Nggak, Flora nggak mau. Lagi pula Flora kan anak ayah. Pleee" Flora menjawab sambil meledek Liah.
"Flora!! " Liah mencubit pipi Flora.
Melihat mereka berdua bertengkar di hadapannya, Anma lebih memilih untuk diam dan menikmati pertengkaran mereka.
"Ayah...! Liah jahat" Kata Flora sambil membalas cubitan dari Liah.
"Aku tidak jahat Flora, aku hanya tidak ingin kamu mengambil kesempatan bersama Anma" Liah kembali mencubit pipi Flora.
Anma langsung memisahkan mereka berdua dengan duduk di antara mereka agar pertengkaran mereka tidak semakin memanas.
"Ayah, Aku sayang ayah" Flora langsung memeluk Anma.
"Ak...aku ju..juga sayang kepadamu Anma" Liah memeluk Anma.
Walaupun Anma sudah duduk di antara mereka, mereka masih bertengkar dengan cara menarik tubuh Anma agar lebih dekat ke tubuh mereka masing masing
"Agh.. Flora, Liah. Cepat hentikan pertengkaran kalian atau kalian tidak akan mendapat hadiah kalian." Anma mengambil keputusan disaat ia mulai jengkel atas pertengkaran mereka berdua.
"Iya, maafkan kami." Liah dan Flora langsung melepaskan pelukan mereka dan menundukan kepalanya sambil meminta maaf.
"Karna sudah malam, kalian tidurlah dulu." Anma menasehati Liah dan Flora.
"Iya, kami berjanji" Flora dan Liah menjawab bersamaan.
"Cepat tidur dan jangan bertengkar lagi yah" Anma berdiri dan setelahnya mencium kening Liah dan Flora.
"Baik ayah. " Flora menjawab.
"Baik Anma. " Liah menjawab.
Mereka berdua kemudian berdiri dan mencium pipi Anma lalu pergi ke kamar mereka dengan bergandengan tangan.