Armageddon Maker

Armageddon Maker
Akibat kelalaian Anma



"Flora!! " Liah berteriak sambil mencoba menarik tubuh Flora agar tidak menghantam bebatuan itu.


Flora terkapar lemas. Sementara Liah berusaha mencari cara bagai mana cara membangunkan Flora.


"Anma!! Apa yang terjadi kepada Flora? Ap...apakah ini salahku? " Liah berteriak panik.


Anma yang sedang berada di depan pintu masuk lantai dua, langsung bergerak dg kecepatan penuh ke arah suara Liah.


"Zooooommmmzzzzz" Hembusan angin yang cukup besar datang bersamaan dengan tubuh Anma yang melesat sedang menuju ke arah Flora dan Liah.


"Akh, Flora?! Flora!! Jawab ayah Flora? " Anma berteriak sambil berusaha membangunkan Flora.


Flora tidak bergerak sana tidak merespon suara dari Anma.


"Anma, Flora kenapa? " Tanya Liah.


"Entahlah. Aku pun tidak tahu apa yang terjadi" Anma menjawab Liah.


"Flora, bangunlah. Maaf jika aku salah. Seharusnya aku tidak mengganggu proses penyembuhanmu tadi." Liah mulai merasa bersalah kepada Flora.


"Liah. Tenanglah sebentar. Ak...aku akan berusaha menyelamatkan Flora. Walaupun sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi pada Flora" Anma berusaha menenangkan Liah.


Untuk pertama kalinya Anma melihat bahwa sesosok makhluk pemanggilan dapat terkapar lemas tanpa suatu sebab.


"Ba...baiklah Anma. Ak...aku akan tenang. Tap..tapi, apa yang akan kamu lakukan? " Tanya Liah kebingungan.


"Ak...aku akan memberikan sebagian energi manaku pada Flora." Anma langsung menjawab spontan.


" Bagaimana bisa itu di lakukan? Flora adalah Flora dan kamu adalah kamu! setiap makhluk hidup memiliki batas mana tertentu dan itu tidak dapat di ubah Anma. " Liah panik.


"Liah, Flora itu terikat dengan ku. Jadi mungkin dengan membagi mana milikku, aku bisa membuatnya lebih baik." Anma menjelaskan.


"Tapi, yah, itu, ano.. " Liah terlihat kebingungan antara harus percaya kepada anma ataupun tidak.


"Maaf ya Liah, aku akan melakukannya sekarang. Jika tidak, mungkin Flora berada dalam bahaya." Anma mencoba meyakinkan Liah.


Setelah mendengar perkataan Liah, tanpa keraguan, Anma langsung mencoba membagi mana miliknya pada Flora melalui tubuhnya yang di ubah menjadi sesosok monster tipe elemen air


Liah yang melihat seuatu perubahan pada tubuh Anma hanya tidak percaya dan menutup kedua matanya.


Anma mulai memasukan bagian wajahnya yang hanya sebuah air yang berbentuk kepala tanpa adanya mata, mulut, telinga maupun hidung.


Liah hanya bisa menutup matanya dan sesekali melihat Anma yang sedang menolong Flora.


Anma terus melakukan hal yang sama kepada Flora. Hingga warna rambut dari Flora yang semula putih pucat kembali berwarna kuning bercahaya.


Anma yang menyadari perubahan yang mencolok itu pun terus memberikan seluruh mana yang ia miliki hingga Flora benar benar pulih.


Setelah rambut dari Flora kembali bersinar seutuhnya, Flora pun terbangun dan mengarahkan pandangannya ke arah Flora.


melihat anaknya terbangun, Anma yang semula berbentuk manusia dengan seluruh tubuh terdiri dari air yang berkilauan langsung merubah bentuknya kembali ke bentuk manusia.


"Ayah!!!" Flora memeluk Anma dengan erat.


"Flora!! Akhirnya kamu tersadar" Anma membalas pelukan Flora.


Melihat Flora kembali tersadar, Liah langsung memeluk Flora dan Anma sekaligus."Flora!! Maafkan aku!! " Liah menangis bahagia karena Flora kembali seperti semula.


"Tidak apa Liah, ini juga bukan salahmu" Flora mencoba menenangkan Liah.


"Jika saja tadi ayah menyadari perubahan pada dirimu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Jadi maafkan ayah ya, Flora" Anma mengusap air matanya karena takut kehilangan Flora.


"Sudahlah ayah. Lagi pula, sekarang Flora sudah sembuh. Jadi, ayah tidak perlu lagi merasa bersalah. " Liah ikut menenangkan Anma.


Mereka berdua mencoba menenangkan Anma yang masih menyalahkan dirinya sendiri.


Walaupun Anma terlihat kuat dan hebat. Namun di hadapan Flora dan Liah, Anma memiliki hati yang rapuh karna baginya, Liah adalah penyelamat dan Flora adalah anak yang sangat ia inginkan selama ini.


Disaat Anma mulai tenang, mereka bertiga mulai membahas berbagai hal mengenai persiapan yang dilakukan untuk menghadapi setiap lantai dari "Dungeon Zean".