
Saat ini ia berada di sebuah balkon dari sebuah menara yang menjulang tinggi di atas tanah peperangan. Sejauh mata memandang, ia hanya melihat peperangan.
"Ayah.... Tiga giants telah kalah.... Apa yang harus kita lakukan" Tanya seorang melalui telepati.
" -nama seorang - , majulah dan serang semua musuh yang menentang ayah. Dan tunjukanlah hasil dari seluruh latihan pertempuran mu kepada ayah. " Ia memerintahkan kepada sosok yang tidak ia ingat
" Baik ayah. dengan ini aku akan menunjukan hasil dari semua latihan yang ayah ajarkan. " sosok yang tidak ia ingat bersorak dengan semangat.
Ia melihat sebelas pleton pasukan demi human tiba tiba keluar dari bangunan yang ia tempati.
Sebelas pleton itu di pimpin oleh seorang fallen angel dengan sebuah pedang berwarna biru menyala.
Dalam sekali tebas, seluruh musuh yang ada di hadapannya langsung kehilangan nyawa akibat hilangnya bagian atas tubuh mereka.
Formasi yang di pakai oleh pleton itu adalah formasi tombak trisula dimana pimpinan utama adalah ujung tombak dan dua pemimpin lainnya adalah pendukung.
" Lihatlah anak kebanggan mu itu sayang. Bukankah dia sangat luar biasa " Liah berkata dari samping tubuh Anma yang menatap ke area pertempuran.
" Bukan hanya - nama seorang - , Di Sana juga ada anakmu ayah. Dia adalah - nama seorang -" Flora mengusap Anma sambil menunjuk ke arah seorang peri hutan yang sedang bertarung dengan menggunakan akar pohon besi secara brutal.
Akar pohon besi itu melesat ke arah musuh dan kemudian bercabang dan menembus deretan musuh seolah akar besi itu adalah petir yang bercabang.
" Kemarilah kalian berdua. Kita akan segera membuat anak anak seperti mereka lagi" Ia mengatakan bahwa ia akan membuat anak seperti yang ia lihat bersama Flora dan Liah.
Ketika ia memeluk mereka berdua, pandangannya kembali kabur.
......................
Untuk yang kesekian kalinya ia melihat pemandangan yang berbeda dari suatu masa yang terlihat cukup damai.
Ia berdiri di bangunan yang sama namun pemandangan saat ini adalah sebuah pemandangan yang indah.
Dari ujung ke ujung ia melihat rumah rumah kayu dan batu yang di tutupi oleh rerumputan yang hijau seolah rumah rumah itu tumbuh dari dalam tanah.
Merasa puas atas apa yang ia lihat, pandangannya teralihkan ke arah bawah dimana ada banyak anak anak demi human yang sedang bermain.
Di Sana ia juga melihat Liah dan Flora sedang duduk dan menggendong seorang anak.
Melihat mereka berdua sedang sangat bahagia, ia pun melompat turun dari balkon tempatnya berdiri.
* Summmmms.... * Ia mendarat di atas tanah yang ramai dengan anak anak.
" Hey, lihat. Itu ayah!!! " Seorang anak peri hutan berteriak sambil menunjuk ke arah Anma.
Mendengar anak peri hutan itu, anak anak lain pun langsung berlari ke arah ia.
" Ayah... !! " Anak anak itu berlari ke arahnya sambil berteriak hal yang sama
" Eh, - nama seorang - Apa yang sedang kamu lakukan disini. Apakah tugas kerajaannya sudah selesai? " Tanya Liah yang sedang duduk sambil menggendong seorang bayi.
"Ah iya. Itu semua sudah aku selesaikan. " Jawab ia spontan.
"Hey ayah. Apakah ayah mau bermain bersama kami" Seorang demi human arc angel menarik tangan kiri miliknya.
"Ayolah ayah, bermain bersama kami" Seorang anak demi human rasa rubah menarik tangan kanannya.
Ia hanya mengikuti mereka sambil menuruti apa yang mereka mau.
" Anak anak. Jangan buat ayah kalian marah yah. Bermain lah dengan wajar" Flora berkata sambil menyuapi makanan kepada seorang bayi yang ia letakkan di atas ayunan pohon.
"Baik bu" Anak anak peri hutan itu menjawab bersamaan.
"Baik bibi" sahut beberapa anak lainnya.
Ia bermain dengan anak anak itu sampai mereka lelah dan tertidur diatas pangkuannya.
" pemandangan apa ini.... kenapa aku tidak bisa mengatakan apa yang ingin aku katakan " pikirnya dalam sebuah kejanggalan
"Silahkan tuan. Ini minuman tuan" Youland memberikan sebuah minuman kepada ia dan setelah itu ia mengusap anak anak demi human rasa rubah.
"Kalau begitu baiklah" Ia tertidur di bagian paha milik Youland sambil melihat ke arah anak anak yang tidur di samping mereka.
Tidak lama setelah itu, Liah dan Flora datang ke arah mereka.
"Youland, kamu curang. Seharusnya sekarang adalah giliranku untuk memanjakan ayah" Kata Flora.
"Sudahlah Flora tidak apa. Lagi pula kamu juga sudah sering melakukan hal yang sama. " Liah mengusap kepala Flora dengan pelan.
Mereka berdua pun akhirnya duduk di samping Youland dan Anma sambil memandangi anak anak mereka yang sedang tertidur.
Karna suasana yang sangat menenagkan, secara perlahan ia mulai merasakan kantuk dan pada akhirnya ia tertidur dengan perasaan bahagia.
......................
"Hey. Bagaimana pendapatmu tentang semua hal tadi " Tanya seorang melalui telepati.
Ia memandang area sekitar namun yang ia lihat hanyalah kegelapan.
"Yah, semua hal tadi tersa sangat menyedihkan namun yang terakhir tadi terasa sangat menyejukan." Jawab Anma lada sosok yang masuk kedalam pikirannya.
"Yah itu memang menyenangkan. Namun semua itu akan berakhir sama seperti yang kamu lihat di bagian awal ingatan yang aku tunjukkan. " Tambah seorang dari dalam kegelapan.
"Lalu, apa tujuanmu menunjukan semua itu? " Ia bertanya kepada orang itu.
"Tujuanku hanyalah satu. Yaitu membawa kamu untuk menjadi seorang pembawa kehancuran seperti itu." Jawab suara itu.
"Sebenarnya, kamu itu siapa? Kenapa kamu bisa menunjukkan semua hal tadi? " Anma berteriak dalam kegelapan.
"Siapa aku? Aku adalah kamu dan kamu adalah aku" Seorang itu menjawab sambil tertawa di balik bayangan.
Setelahnya, bayangan hitam itu mulai terhisap dan membentuk sebuah tubuh berwarna hitam.
tubuh itu mirip tubuh yang ia lihat pada saat si sebuah ruangan asing dari serpihan ingatan masa lalu yang ia di tunjukan oleh tubuh itu.
"Halo Anma. Ini aku Armagedon" Bayangan hitam itu melambaikan tangannya.
"Eh ? Apa yang kamu bilang? " Ia seolah tidak percaya akan apa yang ia lihat di depannya.
"Aku bilang " Halo " kepadamu Anma" Jawab Armagedon
"Oh, iya. Maaf. Tapi apa kenapa bisa kamu terlihat seperti diriku? " Ia bertanya kepada Armagedon.
"Iyah, bukankah sudah aku bilang bahwa aku adalah kamu dan kamu adalah aku" Armagedon menjawab.
"Sebentar. Jika aku memang benar benar kamu tapi kenapa kamu bisa berbentuk seperti itu? " Tanya ia kepada Armagedon
"Bukankah sudah aku katakan di awal pertemuan tadi bahwa aku akan membawamu kepada kehancuran yang telah di takdirkan" Jawab Armagedon.
"Tapi kenapa? Aku tidak berniat untuk membuat kehancuran ! Kenapa kamu justru mengatakan hal seperti itu? " Ia marah di hadapan Armagedon.
"Kenapa? Karena aku Armagedon! Sumber dari bencana dan kehancuran. Dan kamu ialah wadah diriku untuk menghancurkan dunia yang busuk ini" Armagedon membalas ucapan Anma.
" lagi pun, apakah kamu tidak melihat masa dimana seorang elf yang kita selamatkan harus menerima sebuah dunia yang sangat kejam?" Tambahnya sesaat
" dan lagi, apa kamu tidak mengingat bagaimana dunia memperlakukan Liah yang memiliki tubuh tak sempurna ? " Bentak Armagedon pada Anma sambil menunjukan serpihan ingatan milik Liah yang telah dirinya ubah.
Sosok bernama Armagedon itu pun kembali menunjukkan ingatan di sebuah masa ketika Anma yang gagal memeluk Flora yang mulai menghilang
"Liah!! Flora!! Tidak!!! Aku tidak akan membiarkan kalian mengalami nasib seperti itu!! " Anma memegang kepalanya sembari menahan tangisnya.
" Hahahaha... Teruslah berteriak karena apapun yang akan terjadi, kamu pasti akan melihat hal yang sama seperti ini di masa depan nanti" Armagedon tertawa sambil menunjukan ilusi yang menunjukan masa depan dimana sosok Flora dan Liah tidak bernyawa.
"Tidak!!! Aku tidak percaya kepadamu. Suatu saat nanti pasti... pasti..... aku pasti akan mengubah masa depanku dengan caraku sendiri" Ia berteriak kepada Armagedon sambil mencoba bangkit dari keterpurukan
"Kepada kau yang menciptakan jalan perjuanganku. Ubahlah masa depanku menjadi lebih cerah. Ubahlah masa depanku agar penuh kebahagiaan. Tolong ubah lah" Ia berteriak di hadapan Amagedon.
" Terserah pada dirimu Anma... mau seperti apapun kau berusaha, kau akan tetap melihat sebuah masa depan yang sama seperti masa yang aku perlihatkan " Gumam Armagedon sebelum kegelapan kembali menyelimuti diri Anma.