Armageddon Maker

Armageddon Maker
Pertengkaran kecil



"Aku akan melatih kekuatan dan ketahanan kalian satu per satu yang bergantung pada hasil latihan kalian bersama Liah." Jelas Anma


"Dan untuk Liah dan Flora, kalian juga harus berlatih melawanku tanpa menggunakan sihir" Anma menambahkan.


"Tapi, Ayah. Flora tidak ingin melawan ayah." Flora menundukan kepalanya.


"Flora benar. Kami tidak akan melukaimu. Anma" Liah menambahkan.


"Jika kalian tidak ingin berlatih. Mungkin kalian juga bisa terbunuh di sana." Anma menatap ke arah Flora dan Liah.


" terlebih lagi jika monster terlalu kuat, aku tidak yakin bahwa aku bisa melindungi kalian semua " tambahnya.


Flora dan Liah hanya terdiam


"Jika kalian berdua bisa lebih kuat, Aku akan mengabulkan keinginan kalian sebagai hadiah" Anma mencoba menyemangati.


"Benarkah ayah? Ayah akan mengabulkan keinginan kami" Flora terlihat lebih baik.


"Iya benar Flora." Jawab Anma


"Keinginan apa yang kamu magsud Anma ? Apakah keinginan itu terbatas? " Tanya Liah.


"Aku akan mengabulkan semua keinginan kalian berdua. Apapun itu." Jawab Anma.


"Apapun itu? Benarkah Sungguh? " Tanya liah bersemangat.


"Iya. Apapun itu. Selama itu masih tercapai dengan kekuatan ku. " Anma menjawab.


"Jika seperti itu, jika aku memintamu untuk menyembuhkan ku seperti Flora, apakah kamu bisa mengabulkan nya?" Liah memberikan contoh permintaanya.


" memang apa yang terjadi? " Gellen bertanya pada Liah.


" yah... soalnya.... dia menenggelamkan wajah Flora di atas wajahnya sendiri yang di telah berubah ke bentuk air.... dan... dan.... " Liah merasa malu untuk menceritakan apa yang dilihatnya ketika Anma menolong Flora.


" berubah ke bentuk air? " Carmen bingung.


" iya.... seperti saat aku menggunakan iron natural weapom - Iron Skin - " Anma menjelaskan sembari mempraktikannya menggunakan tangan kiri nya.


" jadi.... tuan bisa merubah bentuk tubuh tuan sesuai keinginan tuan? " Youland menyimpulkan dengan semangat.


" ya... kurang lebih seperti itu. " Anma tersenyum


" dan... dan... encu........ " Liah masih berusaha menceritakan apa yang terjadi.


"Hehehe...... jika kamu memang sangat menginginginkannya, Aku akan menyembuhkan mu seperti Flora tadi." Anma menjawab


Flora dan Liah saling memandang dan tersenyum senang sementara teman teman Liah hanya terlihat kebingungan dengan apa yang mereka bahas.


"Kalau begitu ayah. Flora dan Liah akan melawan ayah" Kata Flora bersemangat.


"Iya. Benar kata Flora. Kamu akan kami lawan. Jadi bersiaplah Anma" Liah menambahkan.


"Hebat. Itu baru bersemangat." Jawab Anma sambil menepukkan kedua tangannya.


"Iya. Tentu saja kalian akan mendapatkan hadiah dairku. Tapi itu tergantung pada pencapaian kalian" Anma menjawab sambil tersenyum.


"Yosh, kalian dengar kan? Apa yang baru saja di katakan Tuan Anma?! " Gellen bersorak.


"Ya!! " Seluruh demi human yang ada di ruangan itu serempak mengucapkan kata yang sama.


"Kalau begitu mulai besok kita harus bisa menjadi lebih kuat!! " Gellen menyemangati teman teman lainnya.


"Ya!! " Mereka kembali bersorak


Setelah membakar semangat mereka, meraka pun mulai pergi ke kamarnya masing masing dan menyisahkan Anma, Flora dan Liah.


"Ayok Flora, kita tidur bersama" Liah mengajak Flora.


"Iya. Duluan saja Liah. Flora mau bersama ayah lebih lama lagi dan jika di bolehkan, Flora mau tidur bersama ayah." Jawab Flora.


"Kamu tidak boleh seperti itu Flora. Nanti kamu mengambil kesempatan ketika tidur dengan Anma. Itu kan curang" Liah menunjukan ekspresi jengkelnya.


"Nggak, Flora nggak mau. Lagi pula Flora kan anak ayah. Pleee" Flora menjawab sambil meledek Liah.


"Flora!! " Liah mencubit pipi Flora.


Melihat mereka berdua bertengkar di hadapannya, Anma lebih memilih untuk diam dan menikmati pertengkaran mereka.


"Ayah...! Liah jahat" Kata Flora sambil membalas cubitan dari Liah.


"Aku tidak jahat Flora, aku hanya tidak ingin kamu mengambil kesempatan bersama Anma" Liah kembali mencubit pipi Flora.


Anma langsung memisahkan mereka berdua dengan duduk di antara mereka agar pertengkaran mereka tidak semakin memanas.


"Ayah, Aku sayang ayah" Flora langsung memeluk Anma.


"Ak...aku ju..juga sayang kepadamu Anma" Liah memeluk Anma.


Walaupun Anma sudah duduk di antara mereka, mereka masih bertengkar dengan cara menarik tubuh Anma agar lebih dekat ke tubuh mereka masing masing


"Agh.. Flora, Liah. Cepat hentikan pertengkaran kalian atau kalian tidak akan mendapat hadiah kalian." Anma mengambil keputusan disaat ia mulai jengkel atas pertengkaran mereka berdua.


"Iya, maafkan kami." Liah dan Flora langsung melepaskan pelukan mereka dan menundukan kepalanya sambil meminta maaf.


"Karna sudah malam, kalian tidurlah dulu." Anma menasehati Liah dan Flora.


"Iya, kami berjanji" Flora dan Liah menjawab bersamaan.


"Cepat tidur dan jangan bertengkar lagi yah" Anma berdiri dan setelahnya mencium kening Liah dan Flora.


"Baik ayah. " Flora menjawab.


"Baik Anma. " Liah menjawab.


Mereka berdua kemudian berdiri dan mencium pipi Anma lalu pergi ke kamar mereka dengan bergandengan tangan.