Armageddon Maker

Armageddon Maker
Hari pertama di dunia game



" Tuan...?!" Suara dari pelayan guild memanggil dirinya.


" Tuan..?! Bangun tuan...!!" Suara yang dia dengar makin keras. Namun dia tetap mengabaikan suara itu.


" Tuan!! Mohon segera bangun !!" Setelah teriakan dari pelayan yang ketiga kalinya, dia akhirnya terbangun.


" Iya, iya, aku bangun" Setelah membuka matanya, dia terkejut bahwa dia masih ada di bangunan guild dalam game.


"Anu, apakah penutupan game di batalkan?" dia yang terkejut atas apa yang dilihatnya langsung bertanya pada pelayan guild.


" Maaf tuan, saya tidak tahu apa yang anda maksud penutupan game" Jawab pelayan guild.


" Yang saya magsudkan itu penutupan server dari game Ouroboros Guardian Darkness. " Tegasnya.


" Penutupan server? Game? Ouroboros? Guardian? Darkness?" Pelayan guild menunjukkan ekspresi kebingungan.


"Iya, itu yang tadi kamu sebutkan. Apakah itu tertunda? " dia kembali bertanya.


" Maaf tuan, saya benar benar tidak tahu apa yang Anda bicarakan. " Jawab pelayan guild itu dengan ekspresi marah.


Dia pun melihat area sekelilingnya dan berusaha menyadari apa yang telah terjadi.


" Ah... Benar. Mungkin tidak ada data untuk membalas pertanyaanku tadi. " Pikirnya sesaat.


" Tuan, apakah tuan berasal dari sini ?" Pelayan itu bertanya pada dia.


" Tidak, saya tidak berasal dari sini. Sebenarnya saya dari Ibu Kota Dominic " dia menjawab.


" Tuan datang dari Ibu Kota Dominic ke kota ini dengan menggunakan baju seperti itu?? " Pelayan itu bertanya sambil menunjuk baju yang dia kenakan.


Dia pun melihat ke arah baju yang dikenakannya dan dia pun terkejut setelah melihat pakaiannya sendiri.


" Loh, kok seperti ini? Seharusnya ini adalah zirah besi ?!" dia berteriak seakan tidak percaya karena sekarang yang dia pakai hanyalah sebuah kain kusuh nant kusam.


Dia sempat berpikir bahwa baju zirah nya ikut hangus dalam pertempurannya melawan Boss dari Ruins Darkness. karena hanya sampai saat itulah ingatan mengenai baju besinya.


" Tuan, tolong jangan banyak berbicara yang tidak jelas. " Pelayan itu kembali menunjukkan ekspresi marah.


" Tetapi yang aku katakan itu adalah kebenaran! " dia menegaskan.


" Tuan tolong pergilah dari sini. Karena guild akan segera memulai acara penyambutan para petualang kelas elite yang baru kembali dari pertarungan melawan Laba - laba Riot! "Jelas pelayan guild dengan tersenyum senyum sendiri ketika dia menyebutkan "Petualang Elite".


" Petualang elite? Apakah mungkin akan ada player lain di sini? " dia bertanya pada pelayan itu tentang informasi mengenai Petualang Elite.


"Player baru? Sudah lah tuan, saya lelah dengan semua kalimat yang tidak saya pahami. Sebaiknya tuan pergi sekarang juga. Sebelum saya memanggil petugas keamanan untuk mengusir anda keluar dari sini?! " Pelayan itu mengatakannya dengan intonasi suara yang lebih keras.


" Iya, saya dengar. Tidak usah mengatakannya dengan nada seperti itu!" Sebelum dia menyelesaikan kalimat selanjutnya, dia dihampiri dua orang petugas berwujud golem besi yang di program sebagai penjaga keamanan guild.


Untuk sesaat dia mengingat salah satu event pada game yang hampir sama dengan apa yang dia alami saat ini. Namun karena sebuah data yang tertanam di program, dua golem itu mulai menyeret dia secara paksa.


Sembari di seret oleh kedua golem itu, mata miliknya terus melihat ke arah pelayan tadi dengan penuh amarah.


* bam... * dia dilempar oleh kedua golem tadi hingga terdengar jelas sebuah benturan dan kembali pingsan.


................


"Jika ku perhatikan, apakah mungkin aku terjebak di dunia ini ?" Sambil menggaruk kepalanya, dia terus melihat seluruh npc yang berjalan kesana kemari sambil menunjukkan berbagai ekspresi yang semula tidak ada dalam game.


Setelah itu, dia mencoba mempercayai apa yang dia alami dan melangkah pergi meninggalkan gedung guild.


Ketika dia akan melangkah pergi, dia melihat sekumpulan npc bejalan ke arahnya dengan pakaian khas petualang.


"Apakah mungkin, mereka yang di sebut "Petualang Elite" itu ?" Belum sempat dia bertanya pada sekumpulan npc itu, dia mendengar kalimat ejekan dan provokasi dari salah seorang npc.


" Hey, orang yang hina!! Pergilah dari sini!! Kau hanya merusak pemandangan gagah dari bangunan guild ini!! " Ejek npc yang berlagak layaknya seorang pemimpin.


Dengan tubuh besar yang memakai armor barbarian dengan pedang besar yang ada di punggungnya.


" Benar pergilah!! " Tegas npc yang di sampingnya dengan tubuh kurus yang memakai atribut penyihir dengan tongkat melengkung dengan batu orb ungu di atasnya.


" Bau tubuhmu mencemari udara segar di sini" Ejek npc yang di samping kirinya dengan tubuh sedang dan memakai pakaian seorang pemanah.


" Pergilah!! " Tegas npc di belakang tubuh barbarian yang tidak dapat dia lihat.


Merasa kesal atas apa yang yang dia alami sejak pagi itu, dia pun memutuskan untuk melampiaskan kemarahannya pun pada para npc yang mengejeknya.


" Sepertinya kalian dapat aku jadikan pelampiasan untuk rasa marah ini. Yosh, bersiap siaplah kalian." dia mulai menarik tangan kanannya ke belakang seolah bersiap memukul.


dia yang mulanya ada di pintu depan guild langsung tiba di depan tubuh npc barbarian itu.


* Splash........ Buuuu.......k!!!! * dia langsung memberikan fatal dammage ekstra knock back pada npc barbarian itu dengan tangan kanannya.


* Buuum!!!! * Suara dahsyat dari benturan antara tangan miliknya dengan wajah si barbarian


* Sresssss!! * Saking kerasnya benturan, membuat tubuh barbarian terhempas kebelakang bersamaan dengan npc yang ada di belakangnya.


" Heh.... Lemah!! " dia mendengus ke arah npc barbarian itu sembil menggosokan kepalan tangan yang penuh dengan bercak darah.


Saking kerasnya benturan tadi, bagian wajah npc barbarian hampir berbentuk kepalan tangan serta npc yang ada di belakangnya mengalami patah tulang yang cukup serius karena ikut terseret npc barbarian yang terhempas hingga membentur tembok sebuah bangunan.


Kerasnya benturan juga membuat npc di sekitarnya mulai berkumpul dan melihat apa yang telah terjadi hingga sebuah keributan terjadi di area itu.


" Hey, apa yang terjadi di sini. " Tanya seorang npc prajurit yang datang menghampiri tempat kejadian.


" Kami tidak tahu. " Jawab seorang npc di antara kerumunan itu.


" Yang ku lihat tadi hanyalah asap. " Jawab seorang npc di depannya.


" Aku hanya mendengar benturan keras di sini. " Tegas seorang npc di belakang npc prajurit.


" Apakah tidak ada di antara kalian yang melihat kejadian ini? " Tanya prajurit kembali.


" Tidak, kami tidak tahu. " Jawab para npc yang ada di kerumunan itu.


Seakan tidak peduli dengan apa yang telah dilakukannya. dia pergi meninggalkan keramaian itu dan berjalan ke arah gerbang kota sambil memandangi seluruh jalan yang ada di sekitarnya sembari membandingkannya dengan apa yang dia lihat sebelumnya ketika masih berupa game.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


-Petualang Elite merupakan sebuah title dalam game ketika seorang player berhasil menaklukan sebuah dungeon tipe menengah dalam waktu singkat