Armageddon Maker

Armageddon Maker
Pertolongan pertama



Setelah wanita itu tertidur, ia kembali memulai proses pembedahan kedua tangan wanita itu. Ia menggunakan kembali skill natural weapon-iron skin- (medicine hand) untuk mencabut bagian dari rumput yang masih menancap diantara daging daging di tangannya.


Setelah semua bagian dari rumput pemangsa berhasil dikeluarkan dari tubuhnya, ia merapal mantra penetralan (pofuri) untuk mempercepat proses penghilangan racun dalam tubuh serta menambahkan mantra penyembuhan (healing) untuk mempercepat proses regenerasi daging dan kulit yang berlubang agar kembali seperti semula.


"Akhirnya selesai juga. " Ia tersenyum lega karna untuk pertama kalinya ia menyelamatkan seseorang.


"Sungguh, gadis malang. Hampir saja kamu terbunuh dalam hutan ini" Ia memandang wajah wanita itu sembari mengusap wajahnya tanpa sadar.


* Uwwuuuuuurrrrrkkkkkkk* Suara perutnya makin keras dari sebelumnya.


"Aduh, karena terlalu fokus menolong wanita ini, ku sampai lupa akan rasa lapar ku. Terlebih lagi, kenapa ketika aku menatap matanya tadi, aku merasa sangat tida" Ia bergumam sambil menatap wajah wanita itu kembali.


Tidak lama setelahnya, ia terfokus kepada semak semak yang bergoyang karna terdengar suara aneh dari semak semak itu.


*Kres, kres, kres *Suara semak semak yang saling bergesekan.


Ia terfokus pada senak semak itu karna itu menandakan bahwa ada sesuatu di balik semak semak itu.


*Quiiiiiik!! Quiiiiiiiik!! Quiiiiik!!* seekor anak babi hutan melompat keluar dari semak semak itu dan pergi.


"Huuh. Untung lah, hanya seekor anak babi hutan." Ia merasa lega karna yang keluar bukanlah monster ataupun hewan buas tipe pemangsa.


Waktu berlalu cukup cepat ketika ia sedang terfokus kan untuk membedah kedua tangan dari wanita malang itu.


setelah berfikir keras untuk bisa melakukan apa yang ingin ia lakukan, pada akhirnya ia mulai menekan nekan kembali papan status yang hanya bisa di lihat olehnya kembali dan menemukan sebuah skill bertahan hidup dari basic skill petualang.


"Sepertinya ini bisa digunakan" Ia menunjuk icon rumah kayu.


"Sip, skill telah diaktifkan kembali" Ia menyemangati dirinya sendiri.


dengan mode otomatis dalam vitur game kalau itu, ia dapat membuat rumah kayu sederhana dalam waktu yang singkat melalui skill bertahan hidup.


"Ah, sebelum aku pergi mencari bahan makanan lebih baik aku membuat barikade tombak kayu. Untuk menghalau binatang buas yang mungkin akan menyerang tubuh wanita malang ini." Ia pun mulai memotong beberapa pohon di sekitar area rumput pemangsa dengan skill iron skin yang masih aktif dan mulai membuat barikade tombak kayu.


"Sip. Rumah kayu sederhana dengan barikade tombak kayu telah selesai di buat. Sekarang aku bisa pergi untuk mencari makanan untuk mengisi perutku". Setelah memastikan bahwa tempat yang ia buat dirasa cukup aman, ia pun menandai lokasi ini ke peta dari papan status dan pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari makanan.


................


Saat ia berjalan masuk menuju hutan yang lebih dalam, ia hanya mendengar keheningan yang rasanya cukup menakutkan. Tidak ada suara gesekan daun daun yang di terpa angin, suara dari burung burung yang berkicauan maupun suara dari hewan hewan lainnya. Selain itu cahaya matahari seakan telah di tolak oleh hutan.


Ketika pandangan yang di depannya mulai tidak bisa di bedakan antara pohon dan jalan yang akan di lewati, ia melihat cahaya kecil mirip api yang melayang layang. Namun yang ia lihat bukan hanya satu cahaya itu melainkan lebih dari satu dimana cahaya itu saling berderet seolah menunjukan jalan di antara gelapnya hutan.


Tanpa adanya kekhawatiran atas sesuatu yang mungkin berbahaya baginya, ia pun mulai berjalan mendekati cahaya itu. Ketika ia sudah dekat dengan cahaya itu, satu persatu cahaya itu menghilang dan membawanya masuk lebih dalam kedalam hutan itu.