Armageddon Maker

Armageddon Maker
Mencoba untuk berbaur



" Jadi, bisakah kita melihat persiapan itu sekarang? " Anma bertanya sambil melihat sinar matahari yang mulai menghilang.


" Iya, sepertinya sudah saatnya. Mungkin teman temanku juga sudah kembali. " Liah menjawab.


" Tapi, apakah Flora sudah baikan? " Liah bertanya.


" Untuk saat ini, Flora akan aku ubah kembali menjadi tangan Alam supaya Flora bisa beristirahat dan mempercepat penyembuhan " Jawab Anma.


" Tapi, ya sudah. Padahal Aku ingin sekali bersama Flora untuk waktu yang lebih lama. " Liah berharap kepada Anma.


" Bagai mana Flora? apa yang ingin kamu inginkan? Berubah menjadi tangan alam atau masih dalam wujud ini? " Anma memberikan pilihan.


" Karena ayah memberikan sebuah pilihan, maka Flora lebih suka dalam wujud ini. " Jawab Flora.


Mendengar jawaban Flora, Liah langsung memeluk Flora.


" Tapi, Flora ingin berada di dekat ayah selama mungkin. " Flora menambahkan sambil mencoba melepaskan pelukan Liah.


" Tapi Flora, disini kan ada Liah. Jadi kenapa kamu tidak bersama Liah lebih lama lagi? " Anma bertanya.


" Ya, itu. Flora kan masih belum sembuh. Jadi, Flora ingin bersama ayah jika rasa sakit itu kembali. " Flora memberikan jawaban dengan alasan bahwa ia masih belum sembuh sepenuhnya.


"Jika itu alasan Flora, maka aku akan berada di dekat kalian. Supaya aku juga bisa menghabiskan waktu bersama kalian" Liah berkata sambil mempererat pelukannya kepada Flora.


" Ya, baiklah. Kalau itu keputusan kalian, apa boleh buat. " Anma berkata sambil tersenyum kepada mereka berdua dan mulai bangkit dari duduknya.


Mereka bertiga akhirnya keluar dari dalam goa dan menuju rumah kayu yang di buat oleh Liah dan anak anak demi human. Setelah keluar dari goa itu, mereka bertiga melihat rumah kayu yang cukup besar dan di sana sudah berkumpul teman teman Liah yang menunggu mereka bertiga.


" Jadi, bagaimana petualangan kalian? " Gellen bertanya kepada Anma, Flora dan Liah.


" Tadi itu cukup menegangkan. " Jawab Flora.


" Itu tadi hampir saja. Sampai sampai Flora harus terluka. " Anma menambahkan.


" Yah, sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang terjadi tapi, itu tadi cukup menegangkan. " Liah menambahkan.


" Wah.. Jadi tidak sabar untuk masuk ke dalam sana besok. " Cermen menunjukan semangatnya.


" Iya, benar kata kakak, aku juga sudah tidak sabar. " Carmen menambahkan.


" Wah, kalian benar benar bersemangat yah" Anma memuji semangat dari oni bersaudara.


" Tapi sekarang saatnya kita mengisi tenaga, agar besok dan seterusnya kita bisa menghadapi musuh yang ada di dalam sana. Anma menambahkan sambil menunjuk ke arah goa "Dungeon Zean".


" Yosh. Sekarang saatnya makan malam. " Gelen berteriak.


" Makan malam kalih ini adalah babi hutan panggang. " Jian berkata dari pintu masuk rumah kayu sambil membawa potongan daging yang di sajikan di atah potongan kayu yang lebar.


" Wah senangnya. " Liah bersorak sambil mengusap air liur yang menetes.


" Kamu sudah tidak sabar ya kepala desa. " Juan menyahut perkataan Liah dari balik pepohonan sambil membawa beberapa tumbuhan herbal.


" Oh, Juan. Hehehe, yah begitulah. " Liah menjawab sambil malu malu.


" Kalau begitu apa yang kalian tunggu? Ayo masuk dan mulai makan. " Ajak Gellen agar mereka bergegas masuk kedalam rumah kayu.


Gellen masuk terlebih dahulu di ikuti oleh oni bersaudara dan Juan lalu setelahnya Anma, Flora dan Liah menyusul mereka.


" Selamat datang kepala desa, Tuan Anma, dan Nona Flora. " Teman teman Liah yang ada di dalam rumah itu, menyambut mereka.


" Terima kasih atas kerja keras kalian teman teman. " Liah mengucapkan terima kasih.


" Iya, sama sama. " Mereka menjawab bersamaan.


Semua terlihat sangat senang dan bahagia. Namun ketika Anma masuk, keheningan sempat terasa untuk sesaat.


......................


Di dalam rumah terdiri dari tujuh kamar tidur dan satu ruang makan. Kamar tidur besar untuk party Gellen, lima kamar tidur sedang untuk catgirl bersaudara, anak anak demi human laki laki dan demi human perempuan serta untuk Liah dan Flora pada satu kamar dan pasangan minataurus. Lalu ada satu kamar yang sengaja di buat megah untuk Anma sendiri.


" Ini terlalu berlebihan. " Pikir Anma sesaat.


" Ayah jangan seperti itu, lagi pula mereka sudah berusaha. Jadi, ayah harusnya bisa menikmati nya. " Sahut Flora melalui telepati.


" Ya, baiklah Flora. Ayah akan berusaha. " Jawab Anma.


" Hey, Marin, Marista, Trista. Bagaimana perburuan kalian ?" Flora langsung membaur dengan teman teman Liah.


" Eh, iya Flora. Kami menangkap banyak ikan." Marista menjawab sambil menunjukan ikan bakar yang di sajikan di atas potongan kayu.


" Kelihatannya enak. " Flora tersenyum


" Iya. Memang enak kok. Ayok makan bersama kami. " Trista mengajak Flora untuk makan bersama.


" Ayah, bolehkah Flora ikut makan bersama mereka? " Tanya Flora kepada Anma.


" Iya, Kamu boleh. " Anma menjawab sambil tersenyum.


Setelah mendapat persetujuan dari Anma, Flora langsung bergabung bersama mereka.


Setelah Flora berbaur bersama catgirl bersaudara, Anma duduk di antara catgirl bersaudara dan Juan.


Anma melihat suasana yang begitu menyenangkan yang tidak pernah ia rasakan ketika hidup di dunia sebelumnya maupun ketika dunia ini masih berupa game.


Anma yang merupakan seorang "Game Tester" yang menguji game dari tahap awal "Demo" sampai akhir hayatnya tidak pernah merasa begitu senang seperti hari ini.


Tanpa di sadari oleh dirinya sendiri, ia ?mulai mengeluarkan air matanya. Semua yang ada dalam ruangan itu tidak menyadari nya kecuali Youland. Yang ada di sebrang meja makan yang langsung berhadapan dangan Anma.


" Tuan Anma, apakah anda menagis? " Youland bertanya.


Anma langsung mengusap air matanya.


Seketika itu semua yang ada dalam ruangan menatap ke arah Anma.


" Ah, iya. Itu karena makanannya terlalu enak. " Anma mencoba menutupi perasaannya yang sebenar nya.


" Oh, benarkah itu ayah? Kalau begitu Flora akan menghabiskannya. " Flora berkata sambil mulai mengambil makanan yang di sediakan di meja.


" Eh... Kamu curang Flora. " Marista berebut makanan dengan Flora.


" Hahahaha.... Tidak usah berebut. Kalau makanannya masih kurang, kami akan berburu lagi nanti malam. " Carmen tertawa sambil menunjukan otot lengannya.


" Kakak, kamu tidak sopan. " Carmen menarik tangan Cermen agar kembali seperti posisi sempurna ketika makan.


" Iya iya, maafkan aku. " Cermen meminta maaf.


" Wah... Benar benar enak. Liah berkata sambil menikmati daging babi hutan yang di panggang.


......................


Di atas meja makan terdapat banyak makanan yang di sediakan di atas potongan kayu yang di buat seperti piring. Disana ada daging babi panggang, ikan bakar, sayur sayuran yang di rebus, sup kentang, dan ada pun teh herbal yang di sajikan sebagai minumnya.


" Terimakasih atas pujian mu kepala desa Liah." Jian bertrima kasih.


Semua yang ada dalam ruangan itu makan dengan lahap dan penuh keceriaan. Flora dan Catgirl bersaudara masih berebut makanan, sementara Juan dan Jian terlihat romantis karena saling menyuapi makanan satu sama lain.


Carmen dan Cermen sedang bercanda tawa dengan anak anak demi human sambil menikmati teh herbal mereka. Gellen sedang menikmati pijatan dari Youland. Liah terlihat lebih ceria dari sebelumnya dan membuat Anma tersenyum senang sambil menikmati makanan yang ada di sana.