Anabelle - Love and Regret

Anabelle - Love and Regret
Happy Ending



Alur di percepat!


Satu bulan setelah pertemuan Anabelle dengan keluarga Alvaro, kini Alvaro dan kedua orang tunya datang ke rumah orang tua Anabelle untuk melamar Anabelle secara resmi. Kedatangan Alvaro dan kedua orang tuanya tentu di sambut dengan hangat oleh keluarga Anabelle.


Walaupun Alvaro dan kedua orang tuanya, serta Kakeknya cukup kaya, namun mereka tidak merendahkan keluarga Anabelle. Mereka malah langsung akrab dan seperti sudah kenal lama.


Keluarga Anabelle dari Papa dan Mamanya juga ikut meramaikan kedatangan mereka dengan mengajak mereka mengobrol apa saja, sedangkan di meja, di hadapan mereka ada banyak makanan dan minuman yang tersedia.


Tak ada pertungan, karena di sana mereka langsung membahas pernikahan mereka yang akan di adakan tiga bulan lagi. Mereka akan mengadakan pesta dua kali, ijab qobul di Jember dan melakukan pesta adat di sana, setelah itu, seminggu kemudian, mereka semua harus pergi ke Jakarta untuk merayakan pesta mewah yang di sediakan oleh keluarga Alvaro.


Anabelle tentu menyetujuinya, selama semuanya setuju. Ia tak akan menjadi pengantin rewel, ia cukup mengiyakan saja bagaimana maunya orang tua dan calon dari mertuanya itu.


Alvaro pun juga memasrahkan semuanya ke keluarganya, yang penting semuanya berjalan dengan lancar dan tanpa ada hambatan.


Bagas dan Tasya juga sudah resmi menikah dan kini Tasya tinggal di apaartemen Bagas. Setelah perjuangan yang tidaklah mudah, mereka akhirnya resmi menjadi suami istri. Hanya saja, mereka tidak mengadakan pesta mewah, karena baik dari Bagas maupun Tasya, tidak ada yang berkeinginan untuk membuat sebuah pesta, mereka lebih suka berbagi makanan, pakaian dengan anak-anak yatim aja, biar uangnya lebih berkah juga


Sedangkan di tempat yang beda, Veronica juga pada akhirnya menerima Farhan untuk menjadi suaminya. Yah, setelah Veronica lelah dengan cintannya kepada Gavin, terlebih ia tidak tau di mana keberadaan Gavin saat ini. Ia memilih apa yang ada di depan matanya, pria yang jelas jelas mencintainya dengan tulus, pria yang tidak pernah mengeluh dengan semua permintaannya dan pria yang selalu setia menunggu dirinya untuk membalas cintanya.


Gavin juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan ibadah, mendekatkan diri sama Tuhan.


Ia hanya fokus ibadah dan kerja untuk membiayai dirinya sendiri dan membantu orang lain. Hanya itu aktivitas yang ia lakukan saat ini. Dan entah kenapa, ia lebih nyaman, tak lagi merasa tertekan dan bahagia dengan kehidupan yang ia jalani saat ini.


Tasya sendiri, juga mulai bisa menyewa sebuah resto, dan tak lagi berjualan di warung pinggir jalan. Ia memakai tiga karyawan untuk membantu dirinya. Satu karyawan bagian kasir, dua karyawan bagian pelayan, dan satu lagi yang membantu dirinya di dapur untuk membuat makanan dan minuman yang mereka pesan.


TAsya berharap kelak, ia bisa membeli resto sendiri, dan tak lagi menyewa seperti sekarang. Ia berharap, suatu saat, ia akan mempunyai resto dimana-mana. Ia yakin dengan berusaha, berdoa dan memperbanyak sedekah, Allah pasti akan membukakan jalan untuknya meraih impian dan cita-citanya.


Dan kini, semuanya hidup bahagia. Anabelle dan Alvaro, TAsya dan Bagas, Veronica dan Farhan, Gavin yang memilih hidup sendiri, dan Tasya yang masih berusaha menggapai impiannya untuk jadi pengusaha kuliner.


Tak ada lagi dendam di antara mereka, walaupun tidak saling bertemu, namun dalam hati, mereka sudah saling memaafkan satu sama lain, melupakan apa yang sudah terjadi, dan menganggap masa lalu sebagai pelajaran agar bisa melangkah lebih baik.


TAMAT